Comedy and Indie

Rabu, 21 Februari 2024

Mahasiswa Tim I KKN Undip Bersama Staf Desa Bulakan Sukses Mempopulerkan Wisata Candi Batur Melalui Website

 


Loetju.idSebuah terobosan menarik telah dilakukan oleh Mahasiswa Tim I KKN Undip dalam mengenalkan potensi wisata di sekitar Candi Batur. Pada tanggal 3 Februari 2024, Mahasiswa Tim I KKN Undip memperkenalkan inovasi dengan meluncurkan sebuah website yang menginformasikan secara detail tentang keindahan dan kekayaan budaya Candi Batur.

Salah satu tokoh utama di balik inisiatif ini, Wahyu Arif Maulana, mahasiswa asal Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari kesadaran akan potensi pariwisata yang belum tergali sepenuhnya di sekitar Candi Batur. Melalui website ini, mereka berharap dapat memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses kepada masyarakat tentang wisata budaya yang ada di sekitar candi tersebut.

Tujuan utama dari pembuatan website ini adalah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Batur serta memberikan pengalaman yang lebih memuaskan bagi para pengunjung. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan wisatawan, terutama yang ingin mengenal lebih jauh tentang sejarah dan keindahan Candi Batur, dapat memperoleh informasi yang akurat dan lengkap.

Dalam pengimplementasiannya, Mahasiswa Tim I KKN Undip telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat website tersebut mudah diakses oleh masyarakat. Mereka menyajikan informasi-informasi menarik seputar sejarah, arsitektur, kegiatan-kegiatan budaya, serta mitos-mitos yang ada di sekitar Candi Batur. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lengkap dan memuaskan bagi para pengunjung.




Editor:
Achmad Munandar

Terobosan Terbaru, Mahasiswa Tim I KKN Undip Berhasil Menciptakan Sistem Administrasi Desa Untuk Mempermudah Masyarakat Membuat Surat Penting Berbasis Barcode

 


Loetju.id -  Pada tanggal 3 Februari 2024, di Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Tim I KKN Undip memperkenalkan inovasi sistem administrasi masyarakat dengan menggunakan kode barcode. Salah satu penciptanya, Wahyu Arif Maulana, menyetujui usulan konsep pembuatan barcode yang berisi dokumen-dokumen penting yang sering digunakan oleh masyarakat yang didasari dengan sistem informasi.

Program ini bertujuan untuk menyediakan akses administrasi yang lebih mudah dan sederhana bagi masyarakat. Dengan terobosan ini, diharapkan masyarakat, terutama yang membutuhkan layanan administrasi di desa, akan merasakan kemudahan yang signifikan.

Untuk menjalankan inovasi ini, tim membuat sistem pelayanan yang efisien dan mudah diakses. Masyarakat hanya perlu memindai barcode yang dipasang di beberapa lokasi strategis seperti sekolah, kantor desa, dan poskamling. Setelah pemindaian, mereka akan diarahkan ke layar yang menampilkan berbagai opsi layanan seperti Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Domisili, Surat Pengantar KTP, dan Surat Pengantar SKCK.

Meskipun demikian, tim menyadari bahwa program ini masih memiliki kekurangan praktis, di mana masyarakat harus mengunduh dan mencetak file terlebih dahulu sebelum membawanya ke kantor desa untuk ditandatangani oleh Kepala Desa. Oleh karena itu, mereka berencana untuk mengembangkan program ini dengan menggunakan basis NIK warga untuk membuatnya lebih praktis dan mudah. Mereka juga berkolaborasi dengan Tim IT Desa Bulakan untuk menyempurnakan terobosan ini di masa mendatang.




Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 20 Februari 2024

Inovasi Pembelajaran Sejarah: Menumbuhkan Motivasi dan Pengalaman Pembelajaran Bermakna

 




Loetju.idPada hari Rabu, 24 Januari 2024, Sri Mulyati, S. Pd melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kelas XI-1 SMA Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah, dengan fokus utama pada model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) berdiferensiasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta mengidentifikasi karakteristik penjajahan Jepang melalui pengalaman praktis.


Situasi: Tantangan dan Inovasi Pembelajaran

Latar belakang masalah yang dihadapi adalah rendahnya motivasi belajar peserta didik, kurangnya kerja sama dalam diskusi kelompok, serta minimnya kunjungan mandiri ke lokasi terkait materi sejarah Jepang. Guru juga belum maksimal memanfaatkan model pembelajaran inovatif, menyebabkan peserta didik kehilangan minat dalam proses pembelajaran.

Sebagai solusi, Sri Mulyati, S. Pd memilih mengimplementasikan PJBL berdiferensiasi. Model ini tidak hanya memberikan tugas proyek nyata kepada peserta didik, tetapi juga mengajak mereka terlibat aktif dalam pengalaman dunia nyata. Diharapkan pendekatan ini dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan produk yang terkait dengan pelestarian bangunan peninggalan sejarah Jepang.


Aksi: Implementasi Langkah-Langkah Inovatif

Langkah pertama adalah memastikan integrasi inovasi dengan kurikulum dan materi ajar. Dalam hal ini, penulis menggunakan Aplikasi Ayo Sinau untuk membuat Asesment Diagnostik, Formatif, dan Sumatif. Proses penyampaian materi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan PPT dan video, meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada peserta didik.
Dalam proses implementasi, Sri Mulyati, S. Pd merancangeng Modul Ajar, Media Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik, Bahan Ajar, dan Instrumen Penilaian. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan dan efektivitas materi yang disampaikan kepada peserta didik.


Refleksi: Evaluasi Hasil dan Pengalaman Pembelajaran

Hasil refleksi dari teman sejawat dan peserta didik menunjukkan keberhasilan dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Peserta didik merespons positif terhadap penggunaan model PJBL berdiferensiasi, menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna.


Kesimpulan: Menumbuhkan Motivasi dan Pengalaman Pembelajaran

Melalui penerapan inovasi pembelajaran, terdapat peningkatan motivasi peserta didik, menciptakan pengalaman pembelajaran lebih bermakna, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata. Proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proyek nyata membuka potensi baru dalam pemahaman materi sejarah Jepang. Dengan demikian, inovasi pembelajaran menjadi kunci untuk membawa semangat baru dalam pendidikan.




Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM I UNDIP 2024 melaksanakan Pelatihan dan Pendampingan Perangkat Desa Tanggulanom Tentang Pengarsipan Melalui Teknologi Digital

 



Loetju.id - Dalam era digitalisasi ini, pengelolaan arsip menjadi semakin penting, termasuk bagi perangkat desa yang memiliki tanggung jawab untuk menyimpan dan mengelola berbagai dokumen penting. Salah satu cara efektif untuk mengelola arsip secara digital adalah melalui penggunaan Google Drive dan QR Code. Dengan adanya pelatihan khusus perangkat desa yang didampingi oleh mahasiswa KKN TIM I Undip 2024 dapat membantu memudahkan dalam pengerjaan pengarsipan dokumen. 

Google Drive merupakan layanan penyimpanan data online yang dikelola oleh Google. Dengan Google Drive, perangkat desa dapat mengupload dokumen-dokumen penting seperti surat-surat resmi, laporan kegiatan, dan data-data lainnya ke dalam sebuah ruang penyimpanan yang aman dan terjamin keberadaannya. Selain itu, Google Drive juga memungkinkan pengguna untuk berbagi dokumen dengan mudah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Sementara itu, QR Code atau kode QR adalah sistem pengkodean dua dimensi yang dapat menyimpan informasi dalam bentuk kode gambar. QR Code dapat digunakan untuk mengaitkan dokumen fisik dengan dokumen digital yang tersimpan di Google Drive. Dengan menempelkan QR Code pada dokumen fisik, perangkat desa dapat dengan mudah mengakses versi digital dari dokumen tersebut melalui pemindai QR Code yang terhubung langsung dengan Google Drive.


Untuk mengimplementasikan pelatihan pengarsipan melalui media Google Drive dan QR Code bagi perangkat desa, langkah-langkah berikut dapat diikuti:


1. Sosialisasi Penggunaan Google Drive
Perkenalkan kepada perangkat desa tentang manfaat penggunaan Google Drive dalam pengarsipan dokumen. Berikan penjelasan mengenai fitur-fitur yang tersedia dan cara mengatur folder serta berbagi dokumen dengan pihak lain.


2. Pembuatan Akun Google Drive
Bantu perangkat desa untuk membuat akun Google Drive secara individu atau bersama-sama sebagai tim. Lakukan proses pengaturan awal untuk memastikan keamanan akun dan data yang akan disimpan.


3. Pelatihan Penggunaan QR Code
Ajarkan perangkat desa tentang cara membuat dan mengaitkan QR Code dengan dokumen digital di Google Drive. Berikan contoh penerapan QR Code pada dokumen-dokumen fisik yang sering digunakan.


4. Praktik Lapangan
Berikan kesempatan kepada perangkat desa untuk melakukan praktik lapangan dalam mengupload, mengatur, dan berbagi dokumen menggunakan Google Drive serta QR Code. Berikan bimbingan langsung dan evaluasi untuk memastikan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi tersebut.

Dengan pelatihan pengarsipan melalui media Google Drive dan QR Code, diharapkan perangkat desa dapat lebih efisien dalam mengelola dokumen dan informasi yang diperlukan. Pemanfaatan teknologi digital ini juga akan membantu meningkatkan keterbukaan dan aksesibilitas data bagi seluruh anggota komunitas desa. Semoga artikel ini bermanfaat dan sukses selalu untuk pengelolaan arsip di perangkat desa khususnya Desa Tanggulanom, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM I UNDIP 2024 Melaksanakan Program Peningkatan Keterampilan Pembuatan Poster/Pamflet sejarah yang Menarik Melalui Pelatihan Penggunaan APLIKASI Canva




Loetju.id - Pelaksanaan Program Monodisiplin mahasiswa KKN TIM I UNDIP 2024 berfokus pada pelatihan yang nantinya akan memberikan outpun yang berkelanjutan. Dan dalam kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa Tanggulanom khususnya para guru SDN 1 Tanggulanom. Salah satu kegiatan  yang dilaksanakan adalah melakukan Peningkatan Keterampilan Pembuatan Poster/Pamflet sejarah yang Menarik Melalui Pelatihan Penggunaan APLIKASI Canva. 

Kegiatan KKN di desa  Tanggulanom lmenjadi kesempatan yang berharga bagi mahasiswa untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat yang tinggi, mereka pun mulai merencanakan pelatihan Canva kepada para guru SD. Canva dipilih sebagai alat yang cocok untuk membantu para guru dalam pembuatan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi siswa-siswa mereka.

Para mahasiswa mulai merancang materi pelatihan Canva yang disesuaikan dengan kebutuhan para guru. Mereka mengatur sesi pelatihan dalam format yang interaktif dan mudah dipahami. Selain itu, mereka juga menyediakan panduan penggunaan Canva yang sederhana dan praktis agar para guru bisa langsung mengaplikasikannya dalam kegiatan mengajar mereka.

Hari pelatihan pun tiba. Para guru SD dengan antusias menyambut kedatangan para mahasiswa. Mereka sangat tertarik untuk belajar tentang penggunaan Canva dalam pembuatan materi pembelajaran. Para mahasiswa pun dengan sabar dan penuh semangat memandu para guru dalam langkah-langkah penggunaan Canva secara efektif.

Setelah beberapa jam pelatihan, para guru SD berhasil menguasai penggunaan Canva dan bahkan berhasil membuat materi pembelajaran yang menarik dan kreatif. Mereka sangat berterima kasih kepada para mahasiswa yang telah memberikan pelatihan tersebut. Para guru merasa terinspirasi dan siap untuk mengimplementasikan penggunaan Canva dalam kegiatan pembelajaran mereka.

Kegiatan pelatihan Canva bagi para guru SD di desa tersebut merupakan salah satu contoh nyata bagaimana KKN dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, perubahan positif dapat terjadi dan memberikan dampak yang nyata bagi kemajuan pendidikan di desa tersebut.




Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 18 Februari 2024

Edukasi Serta Pendampingan KWT Untuk Melakukan Bisnis dengan Membuat Manisan Pepaya






Loetju.id - Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim 1 Universitas Diponegoro Desa Tanjungrejo melakukan pendampingan bagi Kelompok Wanita Tani untuk melakukan usaha bisnis dengan membuat produk manisan dari buah pepaya. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkakan jiwa kewirausahaan para anggota KWT Desa Tanjungrejo, serta memanfaatkan kelimpahan buah-buahan yang berada di perkebunan Desa Tanjungrejo dengan lebih maksimal.

Kegiatan edukasi serta pendampingan ini dilakukan pertama-tama dengan mempraktikkan bagaimana cara pembuatan manisan pepaya oleh Mahasiswa Tim KKN Undip. Dari proses demonstrasi tersebut, para anggota KWT sudah dapat membuat manisan pepaya dengan mandiri, bahkan memodifikasi manisan pepaya dengan proporsi bahan yang sesuai dengan selera mereka dan masyarakat lain. Setelah pendampingan pembuatan manisan tersebut, mahasiswa melakukan edukasi kepada KWT tentang bagaimana cara melakukan bisnis dengan produk manisan pepaya ini, mulai dengan modal yang dibutuhkan, desain produk, sampai ke pemasaran dari produk.

Hasil dari program ini adalah produk manisan yang memiliki nama “Manisan Legirejo”. Produk “Manisan Legirejo” ini dikemas dengan standing pouch, yang dilengkapi dengan logo yang lucu dan slogan “Ora Legi, Ora Bejo”. Produk “Manisan Legirejo” ini hanya terdiri dari manisan pepaya saja untuk saat ini, namun para anggota KWT tentunya akan berinovasi dan membuat produk-produk manisan dengan buah-buahan yang lain. Tanjungrejo, Sukoharjo, 27/01/2024.



Editor:
Achmad Munandar

Pendampingan Penggunaan Aplikasi JKN Mobile dan layanan Whatsapp Chika & Pandawa untuk Digitalisasi Pelayanan Balai Desa

 






Loetju.idProgram Kerja yang dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I UNDIP 2023/2024 di Desa Tanjungrejo Kecamatan Nguter adalah melatih perangkat Balai Desa Tanjungrejo untuk menggunakan aplikasi JKN Mobile dan Kontak Whatsapp layanan BPJS Kesehatan bernama Chika & Pandawa. Hal ini dilakukan dengan melakukan edukasi serta praktik langsung kepada beberapa perangkat desa serta beberapa warga yang ikut serta dalam demonstrasi aplikasi dan layanan kesehatan tersebut. 

Ada beberapa permasalahan yang sering dikeluhkan oleh warga Desa Tanjungrejo yang terkait dengan fasilitas kesehatan. Beberapa diantaranya yang paling umum yaitu tidak aktifnya BPJS Kesehatan saat ingin digunakan, kebingungan serta kekesalan warga dalam pengaktifan kembali BPJS Kesehatan, dan antrian layanan kesehatan yang terlalu lama walaupun sudah mengambil nomor antrian di tempat fasilitas kesehatan. Keluhan-keluhan ini pada umumnya mendorong masyarakat untuk meminta bantuan kepada para perangkat di balai desa.
 
Perkembangan zaman dan teknologi yang ada memungkinkan berbagai permasalahan kebutuhan masyarakat untuk terpenuhi serta diselesaikan secara mudah dengan akses online, tidak terkecuali dalam perihal pelayanan kesehatan. Walaupun begitu, Balai Desa Tanjungrejo secara umum masih menggunakan serta memberikan solusi dengan metode offline dalam pelayanannya. Program Kerja mahasiswa KKN UNDIP ini bertujuan untuk memodernisasi pelayanan yang diberikan oleh Balai Desa Tanjungrejo kepada para warganya, agar solusi yang diterima oleh warga lebih efektif dan efisien.

Dalam kegiatan edukasi dan demonstrasinya, aplikasi JKN Mobile dan Layanan Whatsapp Chika & Pandawa digunakan untuk melihat kondisi aktif tidaknya status BPJS Kesehatan, pengaktifan kembali status BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif, serta cara mendapatkan antrian untuk mendapatkan layanan kesehatan. Tanjungrejo, Sukoharjo, 24/01/2024.





Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Tim I 2024 Melakukan Kegiatan Pojok Baca dan Literasi di SDN Bagusan Untuk Meningkatkan Minat Baca dan Melatih Siswa Dalam Berpikir Kritis

 


Loetju.id - Mahasiswa KKN Undip Tim I 2024 Melakukan Kegiatan Pojok Baca dan Literasi di SDN Bagusan. Program ini dilaksakan pada tanggal 23 Januari. Peserta yang menghadiri mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. 

Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan dikumpulkannya anak-anak dari seluruh kelas ke dalam satu ruangan, lalu mereka membaca buku dilanjut dengan pemaparan materi mengenai pentingnya membaca, setelah itu menonton film pendek bersama lalu diakhiri dengan review film dan sesi tanya jawab.

Minat baca merupakan sikap positif yang dapat membantu dalam kehidupan. Kegiatan literasi yang dilakukan di SDN Bagusan berlangsung secara menarik karena para siswa tidak hanya mendapatkan sumber pengetahuan melalui bacaan tetapi dari pemutaran film pendek yanh berkaitan dengan sejarah. 

Setelah itu para siswa mereview dan menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan film tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung jangka panjang dan para siswa mendapatkan dampak positifnya. 




Penulis: 
Shiva Ayesha
Sejarah(FIB)


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2024 Menginisiasi Pemilahan Cerdas dan Kreativitas Pengelolaan Sampah dalam Rangkaian Kegiatan Kebonagung’s Zero Waste Heroes

 



Loetju.id - Desa Kebonagung, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung (25-26/01/2024) – Kebonagung menjadi salah satu desa yang dijadikan objek Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Universitas Diponegoro. Menjadi desa terkecil kedua di Kabupaten Temanggung, Kebonagung menampilkan potensinya dalam sumber daya alam, manusia dan budaya. Memiliki sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani, menjadikan Kebonagung kaya akan hasil pertanian yang melimpah, seperti cabai, jagung, padi, sawi, kacang panjang, dan sebagainya.

Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi oleh semua elemen masyarakat. Industri, rumah tangga, pertanian, bahkan perkantoran erat kaitannya dengan sampah. Begitu juga dengan Desa Kebonagung, pengelolaan sampah yang baik menjadi idaman masyarakat. Saat ini, Desa Kebonagung sudah memiliki sistem distribusi sampah yang cukup baik. Setiap rumah menyediakan tempat sampah yang akan diangkut setiap dua kali dalam satu minggu. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan pun sudah baik, hal ini terlihat pada lingkungan desa yang bersih dan asri, serta kegiatan kerja bakti yang rutin dilaksanakan.

Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro, melalui rangkaian observasi, menemukan permasalahan sampah yang ada di Desa Kebonagung. Belum adanya pemilahan sampah secara mandiri oleh masyarakat dan tidak adanya kegiatan daur ulang sampah organik menjadi motivasi dilaksanakannya Kebonagung’s Zero Waste Heroes.

Membawa jargon “wes ora ono sampah”, kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, diberikan pemaparan materi dan praktik daur ulang sampah organik dengan pembuatan eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan fermentasi limbah dapur organik yang memiliki komposisi di anataranya, kulit buah, sayuran busuk, gula merah, dan air. Cairan ini, setelah dipanen dalam waktu 3 bulan, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, cairan pembersih serbaguna, pengusir hama, dan sebagainya.

Di hari kedua, Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro memberikan pelatihan daur ulang sampah anorganik. Potensi kemampuan ibu-ibu rumah tangga di Desa Kebonagung dalam merajut memotivasi Tim KKN untuk memberikan inspirasi membuat produk rajutan menggunakan plastik bekas. 

Kegiatan disambut hangat dengan respon positif masyarakat dan perangkat desa. “Seru sekali, kegiatannya sangat bermanfaat” tutur peserta kegiatan. Dengan dilaksanakan rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut, Kebonagung diharapkan dapat menjadi desa yang tanggap dan peduli dengan isu sampah.



Penulis:
1. Adelina MGD Nainggolan (Akuntansi – FEB)
2. Ainun Hidayah (Teknik Sipil – FT)
3. Aisyah Zahra Difa’ul Haq (Arsitektur – FT)
4. Hilyatul Aulia El Azizi (Matematika – FSM)
5. Ibnu Achmad Fauzan (Peternakan – FPP)
6. Lailatul ‘Aziizah (Akuntansi – FEB)
7. Shiva Ayesha (Sejarah – FIB)

Dosen Pembimbingan Lapangan: 
Dr. dra. Rr. Hermini Susiatiningsih., M.Si

Lokasi KKN: 
Desa Kebonagung, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Meningkatkan Cyber Awareness: Pentingnya Keamanan Data Pribadi dalam Penggunaan Smartphone di Desa Mojorejo


Pemaparan terkait Cyber Awareness di Balai Desa Mojorejo 
dan pembagian Leaflet kepada warga


Loetju.id - Di tengah kecanggihan teknologi digital, kesadaran akan pentingnya keamanan data menjadi semakin vital dan perlu ditingkatkan. Melihat kurangnya pemahaman warga Desa Mojorejo akan potensi bahaya siber, Chika Indriyanti Suryana, sebagai seorang mahasiswi KKN Tim 1 Universitas Diponegoro, merasa perlu untuk mengambil langkah dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesadaran cyber. Ia memilih untuk melakukan pemaparan tentang keamanan data di era digital, dengan harapan bisa memberikan warga pemahaman yang lebih mendalam terhadap ancaman tersebut.

Pemaparan dilakukan di Balai Desa Mojorejo, di mana warga dengan antusias menyambut informasi yang disampaikan. Dari pemaparan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya siber, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait penggunaan perangkat smartphone. Juga menggarisbawahi pentingnya menjaga data pribadi dan memberikan panduan konkret tentang tindakan preventif yang dapat dilakukan.

Selain kegiatan di Balai Desa, pemaparan juga dilakukan dengan sosialisasi door to door, memastikan bahwa setiap warga mendapatkan pemahaman yang cukup tentang keamanan data. Dialog pribadi membuka ruang bagi warga untuk bertanya dan mendiskusikan topik tersebut, sambil mendapatkan panduan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman mereka. Langkah ini memberikan sentuhan personal dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar terserap dengan baik oleh setiap individu.

Sosialisasi Door to Door disertai pembagian leaflet 

Melalui upaya sosialisasi ini, harapannya adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman di Desa Mojorejo. Dengan meningkatnya kesadaran akan keamanan data, diharapkan warga dapat mengadopsi dan menerapkan kesadaran  dalam menjaga privasi mereka sendiri. Ini tidak hanya akan melindungi mereka dari ancaman siber, tetapi juga akan membentuk fondasi yang lebih kokoh bagi komunitas dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks. 




Penulis: 
Chika Indriyanti Suryana

Lokasi: 
Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo

DPL: 
Ir. Denis, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN.

Editor
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z