KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kesiapan Kerja Penerima Manfaat PPS Mardi Utomo
Loetju.id - Semarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 109 Komunitas Berdaya Universitas Diponegoro (Undip) berupaya mendorong kemandirian Penerima Manfaat (PM) di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Utomo, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, melalui penguatan kapasitas usaha dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian program Domain 2 yang dirancang berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak panti. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa para PM telah memiliki beragam keterampilan dan aktivitas produktif, mulai dari produksi makanan, kerajinan, pengolahan pupuk kompos, hingga kegiatan perdagangan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti belum konsistennya kualitas produk, keterbatasan pemasaran, pengelolaan keuangan yang belum optimal, serta rendahnya kepercayaan diri sebagian PM ketika berinteraksi dengan konsumen.
Selain penguatan pada aspek usaha, sebagian PM usia produktif juga masih memerlukan pembekalan mengenai sikap dan perilaku yang dibutuhkan untuk memasuki serta mempertahankan pekerjaan. Berdasarkan kondisi tersebut, Tim KKN-T 109 menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada kemampuan mengelola, memasarkan, dan mengembangkan usaha serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Standarisasi Mutu Dorong Konsistensi Kualitas Produk PM
Salah satu fokus utama Domain 2 adalah penguatan kualitas produk melalui standarisasi mutu dan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana. Tim KKN-T 109 memperkenalkan konsep Quality Control (QC) kepada PM agar proses pengecekan produk dapat dilakukan secara lebih sistematis sebelum produk dipasarkan.
Pendampingan dilakukan melalui pengenalan alur pemeriksaan mutu dan penyusunan panduan QC yang disesuaikan dengan karakteristik produk PM. Melalui panduan tersebut, PM diarahkan untuk memperhatikan beberapa aspek dasar, seperti kondisi fisik, kebersihan, kerapian, kelayakan produk, hingga kesesuaian hasil dengan standar yang telah ditentukan.
Program ini diharapkan dapat membantu PM menjaga konsistensi kualitas produk sekaligus meningkatkan kelayakan jual dan daya saing hasil karya mereka. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui penguatan proses produksi dan penerapan inovasi sederhana yang mendukung keberlanjutan usaha.
Pemasaran Digital Perluas Jangkauan Produk PM
Penguatan usaha juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas pemasaran. Tim KKN-T 109 membantu memperkenalkan produk hasil karya PM melalui media sosial @galeri.mardiutomo sebagai sarana publikasi sekaligus media promosi produk.
Pemanfaatan media digital diarahkan untuk membantu produk PM menjangkau calon konsumen di luar lingkungan panti. Selain publikasi produk, Tim KKN-T 109 turut mendukung penyebarluasan informasi mengenai Pasar Srawung yang dilaksanakan pada 05/07/2026 sehingga kegiatan perdagangan yang melibatkan PM dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas.
Pendekatan tersebut tidak berhenti pada pemasaran melalui media sosial. PM yang menjalankan aktivitas perdagangan juga memperoleh pendampingan melalui program Behavioral Coaching Marketing. Dalam kegiatan ini, PM diajak berlatih secara langsung untuk menyapa konsumen, membuka percakapan, menawarkan produk, menjelaskan keunggulan produk, serta membangun keberanian dalam berinteraksi dengan calon pembeli.
Melalui praktik tersebut, pemasaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menawarkan barang, tetapi juga sebagai proses membangun komunikasi dan kepercayaan dengan konsumen. Penguatan keterampilan ini mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas PM dalam menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih aktif dan adaptif.
Perencanaan Usaha dan Digitalisasi Transaksi Perkuat Pengelolaan UMKM
Selain produksi dan pemasaran, kemampuan mengelola usaha menjadi bagian penting dalam rangkaian Domain 2. Tim KKN-T 109 memberikan edukasi mengenai perencanaan usaha melalui Mini Business Plan serta pendampingan dalam penerapan pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) selama periode KKN yaitu 29/06/2026 hingga 07/08/2026.
Melalui Mini Business Plan, PM diperkenalkan pada dasar-dasar pengelolaan usaha, mulai dari menghitung modal, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan harga jual, memperkirakan keuntungan, hingga merencanakan penggunaan kembali sebagian keuntungan sebagai modal usaha.
Sementara itu, penerapan QRIS diperkenalkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan transaksi digital. Penggunaan sistem pembayaran non-tunai diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus meningkatkan kesiapan PM dalam mengikuti perkembangan pola perdagangan di era digital.
Penguatan kemampuan pengelolaan usaha dan adaptasi terhadap teknologi tersebut menjadi bagian dari kontribusi terhadap SDG 8, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Seminar Kesiapan Kerja Bekali PM Hadapi Dunia Profesional
Tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, Domain 2 juga memberikan perhatian terhadap kesiapan PM usia produktif untuk memasuki dunia kerja. Seminar Persiapan Kerja dilaksanakan pada 16/07/ 2026 dengan memberikan pemahaman mengenai berbagai sikap dan perilaku yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.
Materi yang diberikan mencakup kedisiplinan waktu, etika komunikasi, kerapian, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, serta sikap profesional. Pembekalan tersebut dirancang agar PM tidak hanya memahami cara mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mempertahankan pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan kerja.
Kesiapan kerja menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi PM. Dengan pemahaman mengenai perilaku kerja yang tepat, PM diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dirinya untuk menghadapi lingkungan kerja formal maupun informal.
Literasi Keuangan Bekali PM dengan Pengelolaan Keuangan yang Lebih Terarah
Penguatan ekonomi PM juga dilengkapi dengan Seminar Literasi Keuangan yang dilaksanakan pada 23/07/2026. Kegiatan ini diarahkan tidak hanya pada pengelolaan keuangan usaha, tetapi juga pada kemampuan PM dalam mengelola keuangan secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, PM mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, menghindari pengeluaran konsumtif yang tidak terencana, serta mempertimbangkan penggunaan dan pengembangan aset yang dimiliki.
Literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan ekonomi, terutama bagi kelompok yang berada pada kondisi rentan. Oleh karena itu, program ini turut mendukung SDG 1, Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kemampuan individu dalam mengelola sumber daya finansial dan mengurangi risiko permasalahan ekonomi di masa mendatang.
Behavioral Coaching Perkuat Kepercayaan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja
Penguatan kesiapan kerja kemudian dilanjutkan melalui Behavioral Coaching yang dilaksanakan pada 29/07/ 2026. Kegiatan ini menggunakan pendekatan yang lebih praktis dengan mengajak PM memahami dan mempraktikkan perilaku yang diperlukan ketika berada di lingkungan kerja maupun saat menjalankan aktivitas ekonomi.
Melalui simulasi dan latihan, PM diajak untuk mengenali cara berkomunikasi yang tepat, merespons situasi, menunjukkan sikap percaya diri, serta menghadapi berbagai kondisi yang mungkin muncul dalam interaksi kerja. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan dapat membantu PM menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam situasi yang lebih nyata.
Rangkaian seminar dan coaching tersebut semakin memperkuat kontribusi Domain 2 terhadap SDG 8, khususnya dalam mendukung kesiapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas individu, serta terciptanya peluang untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak.
Modul dan Panduan Jadi Bekal Keberlanjutan Program
Untuk mendukung keberlanjutan hasil program, Tim KKN-T 109 tidak hanya melaksanakan kegiatan secara tatap muka, tetapi juga menyiapkan sejumlah media pendukung yang dapat digunakan kembali oleh PM maupun pihak panti. Media tersebut meliputi Panduan Quality Control dan SOP QC, modul literasi keuangan, Mini Business Plan, modul kesiapan kerja, modul keterampilan pemasaran, serta panduan penggunaan QRIS.
Penyediaan media pendukung tersebut diharapkan dapat membantu PM mengulang dan menerapkan materi secara mandiri setelah rangkaian pendampingan KKN-T berakhir. Dengan demikian, program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengembangan kapasitas PM secara berkelanjutan.
Melalui integrasi penguatan kualitas produk, pemasaran, pengelolaan usaha, literasi keuangan, hingga kesiapan kerja, Domain 2 KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip berupaya mendorong kemandirian PM PPS Mardi Utomo secara lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu PM mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, berinteraksi dengan konsumen, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Rangkaian program yang berkontribusi terhadap SDG 1, SDG 8, dan SDG 9 tersebut menjadi bagian dari upaya Tim KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip dalam membangun kapasitas PM agar mampu berkembang secara lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar
























