Comedy, Indie and Creativity

Comika

Selebrita

Gen Z

Indie

Video

Minggu, 16 Agustus 2026

Mahasiswa KKN T 82 UNDIP Dampingi UMKM Langensari Lewat Program “Pesta Rakyat”



Loetju.idUngaran Barat, 2 Agustus 2026  -  Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Tematik (KKN - T) Tim 82 Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menjalankan program kerja bertajuk “Pesta Rakyat” di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan gabungan dari 30 program kerja individu yang dirancang oleh mahasiswa dari sembilan fakultas berbeda dengan satu tujuan utama mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.


Kegiatan ini menggabungkan bazzar UMKM dengan berbagai perlombaan untuk anak kecil hingga orang tua dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan. Perpaduan ini menjadi semakin meriah dengan adanya berbagai hadiah menarik bagi pemenang lomba. Selain menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan antar warga, kegiatan ini juga di rancang untuk menjawab berbagai persoalan yang di hadapi UMKM. 

Berbagai persoalan yang ada mulai dari minimnya pemantauan kesehatan, kemasan produk yang kurang menarik, sistem pendataan bazaar yang masih dilakukan manual, hingga rendahnya pemahaman soal legalitas usaha dan pengelolaan keuangan. Pelaku UMKM pangan dan warga sekitar menjadi sasaran utama sehingga diharapkan melalui program ini dapat memberi dampak yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah screening kesehatan gratis yang usung oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini mencakup pengukuran lingkar perut, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), gula darah, hingga tekanan darah bagi pelaku UMKM dan warga sekitar. Setiap peserta juga menerima kartu hasil pemeriksaan sebagai catatan status kesehatan pribadi.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum pernah memantau status gizinya secara berkala. Melalui skrining ini, mereka jadi tahu kondisi kesehatannya sejak dini,” ujar Suyanto, Kepala Kelurahan Langensari.

Selain itu, mahasiswa Agribisnis turut andil memperbaiki kemasan produk UMKM agar lebih menarik sekaligus menyusun katalog produk unggulan desa berdasarkan hasil observasi dan wawancara secara langsung dengan pelaku usaha.

Pada bidang digitalisasi mahasiswa Manajemen merancang strategi promosi digital bagi tenant bazaar mulai dari melakukan pendataan, dokumentasi produk, hingga publikasi di media sosial. Sementara itu mahasiswa Teknik Komputer mengembangkan sistem pendaftaran digital berbasis web serta sistem voting digital untuk pemilihan booth favorit yang dilengkapi kode QR.

“Selama ini pendataan peserta bazaar masih dilakukan manual dan memakan waktu lama. Dengan sistem digital, prosesnya jadi lebih cepat dan tertata,” kata salah satu mahasiswa KKN dari Teknik Komputer.

Mahasiswa Teknik Geologi turut berkontribusi dengan menyusun peta geomorfologi desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta master map digital interaktif untuk memandu alur pengunjung expo UMKM.

Dari sisi legalitas, mahasiswa Fakultas Hukum memberikan pendampingan terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, izin edar, hingga pendaftaran merek. Mahasiswa juga menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan tata tertib acara, pos pengaduan dan informasi, serta basis data digital untuk pendataan tenant secara terintegrasi guna mengantisipasi potensi pelanggaran selama bazaar berlangsung.

Mahasiswa Sekolah Vokasi mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis dan aman serta memberikan edukasi mengenai pencatatan keuangan, hingga pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Di sisi lain, mahasiswa Psikologi turun langsung melakukan survei kepuasan pengunjung terhadap pelayanan tenant UMKM sebagai bahan rekomendasi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.

Ketua KKN Tim 82 UNDIP Izzan, berharap seluruh hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh warga dan pelaku UMKM Langensari.

“Harapannya, apa yang kami tinggalkan bukan sekadar seremonial kegiatan, tapi benar-benar bisa dipakai dan dikembangkan lebih lanjut oleh warga dan pelaku UMKM Langensari,” ujarnya.

Kegiatan ini di tutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Terimakasih kepada seluruh pihak termasuk Dosen Pembimbing Lapanagn (DPL), Kepala Kelurahan, serta warga yang sudah berkontribusi pada kegiatan ini.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN – T 82 UNDIP
Fotografer: Mahasiswa KKN – T 82 UNDIP
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi

Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Acara Open House, Kenalkan Potensi Desa Tumbrep dan Rancangan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP



Loetju.idBatang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro menggelar Open House pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara ini digelar dengan tujuan menyosialisasikan hasil program kerja multidisiplin sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan desa dan kawasan kampus kepada masyarakat. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui berbagi pengetahuan kepada masyarakat mengenai inovasi lingkungan, potensi lokal, perencanaan kawasan, dan peluang usaha.

Hasil program yang diperkenalkan mencakup kopi, website desa, paving blok dan kerajinan dari limbah plastik, rancangan masterplan kawasan, serta aquaponik. Kelima program tersebut menunjukkan potensi pengembangan wilayah melalui aspek ekonomi, lingkungan, teknologi, pendidikan, dan pengembangan kawasan.

Salah satu hasil yang diperkenalkan adalah potensi kopi sebagai komoditas unggulan. Melalui program rebranding kopi, masyarakat diperkenalkan pada upaya meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk kopi, tidak hanya melalui kualitas produknya tetapi juga melalui identitas dan penyajian produk. 

Di bidang digital, mahasiswa memperkenalkan website desa sebagai media informasi yang dapat membantu masyarakat dan pihak luar mengenal Desa Tumbrep. Website menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, kegiatan masyarakat, serta komoditas produk UMKM yang menjadi unggulan desa.

Dalam aspek lingkungan sekaligus ekonomi, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi paving blok. Limbah plastik dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving yang memiliki nilai guna. Sosialisasi juga membahas aspek usaha produksi paving, termasuk perhitungan keuntungan, risiko usaha, dan proyeksi penjualan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal cara memproduksinya, tetapi juga memahami peluang pengembangannya sebagai kegiatan usaha. Selain paving blok, diperkenalkan pula pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan tangan. Program ini menawarkan alternatif pengolahan sampah sekaligus peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan kreativitas.

 
Pengembangan kawasan menjadi bagian penting melalui pengenalan masterplan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Kabupaten Batang. Rancangan tersebut mengintegrasikan tiga fungsi utama kawasan, yakni pendidikan, pertanian, dan pariwisata. Sebagai bagian dari rancangan tersebut, mahasiswa turut menyosialisasikan konsep paket wisata yang akan dicanangkan di kawasan ini. Paket wisata dirancang dengan menghubungkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang terdapat di kawasan, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk melihat satu objek, tetapi dapat mengikuti rangkaian perjalanan yang menggabungkan unsur edukasi, pertanian, rekreasi, dan potensi lokal.

Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan gambaran business model plan kawasan, yang mencakup perencanaan pasar, strategi pemasaran, aspek operasional, hingga proyeksi keuangan. Business model ini menjadi acuan awal bagi pengembangan kawasan Agro-Eduwisata secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam mendukung operasional wisata di masa mendatang.

Sebagai pelengkap konsep Agro-Eduwisata, mahasiswa turut memperkenalkan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman. Sistem ini dinilai efisien dalam pemanfaatan lahan, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan aquaponik, masyarakat dapat menghasilkan dua produk dalam satu sistem, yaitu sayur organik yang segar dan ikan lele.

Melalui kegiatan Open House, mahasiswa KKN UNDIP berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan Desa Tumbrep dan kawasan PSDKU UNDIP Batang melalui penguatan produk lokal, digitalisasi, pengelolaan lingkungan, inovasi pertanian dan perikanan, hingga perencanaan kawasan Agro-Eduwisata yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Sambut HUT RI KE-81, Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Rancang Gate dan Lampu Hiasan di Balai Desa Toyogo




Loetju.idSragen - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, suasana meriah mulai dihadirkan di berbagai penjuru desa, tak terkecuali di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Sebagai bentuk dukungan menyambut momen tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) membantu perangkat Desa Toyogo dalam perancangan gate dan penataan lampu hiasan di area balai desa. Kegiatan ini dilaksanakan agar balai desa tampil lebih semarak dan siap menyambut rangkaian kegiatan peringatan HUT RI yang akan diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pengamatan kondisi lokasi balai desa untuk melihat tata letak halaman, titik-titik strategis pemasangan gate, serta area yang memerlukan tambahan lampu hiasan. Pengamatan ini dilakukan agar rancangan yang disusun sesuai dengan kondisi lapangan dan dapat memaksimalkan tampilan balai desa secara keseluruhan.


Koordinasi dengan Perangkat Desa
Setelah kondisi lokasi terpetakan, mahasiswa KKN Undip berkoordinasi dengan perangkat Desa Toyogo untuk menyelaraskan konsep gate dan penataan lampu hiasan yang akan dipasang. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan bahan, serta persetujuan dari pihak desa sebelum memasuki tahap pemasangan.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, mahasiswa KKN Undip menyusun rancangan gate sebagai penanda sekaligus mempercantik pintu masuk balai desa, dilengkapi dengan tata letak lampu hiasan di sekitar halaman dan bagian depan balai desa. Rancangan disusun secara sederhana dengan mempertimbangkan bahan yang mudah didapat dan dapat dikerjakan bersama warga maupun perangkat desa.


Pendampingan Pemasangan di Lapangan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi berlanjut hingga proses pemasangan gate dan lampu hiasan di lapangan. Mahasiswa KKN Undip turut membantu perangkat desa dan warga dalam memasang rangka gate, merangkai dekorasi, serta menata posisi lampu hiasan agar tampilan balai desa terlihat lebih menarik, terutama saat malam hari.


Menghidupkan Suasana Balai Desa
Melalui program ini, balai Desa Toyogo tampil lebih menarik dengan adanya gate bernuansa merah putih sebagai penanda pintu masuk serta lampu hiasan yang membuat suasana di sekitar balai desa terasa lebih meriah menjelang HUT RI. Kehadiran gate dan lampu hiasan ini diharapkan turut membangkitkan semangat kebangsaan warga sekaligus mempercantik lokasi yang akan digunakan untuk berbagai rangkaian acara peringatan kemerdekaan.

Program Perancangan Gate dan Penataan Lampu Hiasan dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung tampilan dan suasana balai Desa Toyogo. Dengan tampilan yang lebih menarik dan meriah, diharapkan balai desa dapat semakin siap menjadi pusat kegiatan peringatan kemerdekaan yang khidmat dan penuh semangat bagi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Ajak Siswa Kelas 5 SDN Toyogo Membaca Buku dengan Baik dan Benar Sesuai Prinsip K3



Loetju.idSragen - Membaca merupakan salah satu kebiasaan dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar anak, khususnya siswa Sekolah Dasar (SD). Namun, di lapangan masih banyak ditemukan siswa yang membaca dengan posisi tubuh kurang tepat, jarak baca terlalu dekat, serta pencahayaan yang kurang memadai. Kebiasaan tersebut apabila dibiarkan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan, seperti gangguan penglihatan, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi belajar. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan Program Sosialisasi Cara Membaca Buku yang Baik dan Benar Sesuai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada siswa kelas 5 SDN Toyogo 1 dan SDN Toyogo 2, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu di SDN Toyogo 1 dan di SDN Toyogo 2.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai pentingnya menerapkan prinsip K3 dalam aktivitas membaca sehari-hari, sehingga siswa mampu membaca dengan aman dan nyaman tanpa membahayakan kesehatan mata maupun postur tubuh. Sosialisasi tidak hanya membahas pengertian K3 secara sederhana, tetapi juga mengajak siswa mengenali kebiasaan membaca yang keliru dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca sambil tiduran, membaca di tempat gelap, serta membaca dengan jarak yang terlalu dekat.


Mengenal Prinsip K3 dalam Membaca
Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai cara membaca buku yang baik dan benar sesuai K3, meliputi posisi duduk tegak dengan punggung bersandar, jarak baca ideal sekitar 30 cm antara mata dan buku, pencahayaan yang cukup dan tidak menyilaukan, serta pentingnya istirahat mata setiap 20-30 menit dengan melihat objek jauh. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh konkret yang mudah dipahami sesuai usia siswa kelas 5 sekolah dasar, sehingga siswa dapat mengaitkan kebiasaan tersebut dengan aktivitas membaca mereka di rumah maupun di sekolah.

Selain mengenali prinsip K3 dalam membaca, siswa juga diajak untuk mempraktikkan langsung posisi duduk dan jarak baca yang benar melalui simulasi dan demonstrasi bersama Tim KKN. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mencoba posisi membaca yang tepat serta menjawab pertanyaan seputar kebiasaan membaca sehari-hari.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa mengenai cara membaca yang sehat, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menyampaikan kembali kebiasaan membaca yang baik dan benar kepada teman maupun keluarga di rumah, sehingga pemahaman mengenai K3 dalam membaca tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas.

 

Membangun Kebiasaan Membaca yang Sehat Sejak Dini
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai posisi duduk, jarak baca, dan pencahayaan yang tepat saat membaca buku. Siswa juga mulai memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti duduk tegak dan menjaga jarak baca merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mata dan postur tubuh sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap edukasi mengenai cara membaca buku yang baik dan benar sesuai K3 dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap kesehatan diri sendiri dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Program Sosialisasi Cara Membaca Buku yang Baik dan Benar Sesuai K3 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan dalam belajar di Desa Toyogo.



Editor:
Achmad Munandar

Perindah Tampilan Bazar UMKM, Mahasiswa KKN Undip Rancang Gate dan Tata Pencahayaan Di Desa Toyogo



Loetju.id - Sragen - Selain kesiapan administrasi, tampilan dan suasana lokasi turut menentukan daya tarik sebuah kegiatan bazar. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja Perancangan Gate dan Penataan Lighting untuk mendukung penyelenggaraan Bazar UMKM Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, yang dilaksanakan pada 9 Agustus 2026. Program ini bertujuan menghadirkan pintu masuk (gate) yang menarik sekaligus pencahayaan yang memadai agar area bazar tampak lebih hidup dan nyaman dikunjungi, terutama saat kegiatan berlangsung hingga sore dan malam hari.

Kegiatan diawali dengan pengamatan kondisi lokasi bazar untuk memetakan tata letak area, jalur masuk pengunjung, titik-titik yang memerlukan pencahayaan tambahan, serta ketersediaan sumber listrik di sekitar lokasi. Pengamatan ini menjadi dasar bagi mahasiswa KKN dalam menyusun rancangan gate dan tata pencahayaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.


Koordinasi dan Perancangan Konsep
Setelah kondisi lokasi terpetakan, mahasiswa KKN Undip berkoordinasi dengan panitia Bazar UMKM Desa Toyogo untuk menyelaraskan konsep gate dan penempatan lampu dengan tema kegiatan serta anggaran yang tersedia. Koordinasi ini penting dilakukan agar rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan panitia dan dapat direalisasikan dengan bahan-bahan yang mudah didapat di desa.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, mahasiswa KKN Undip menyusun rancangan gate sebagai penanda sekaligus daya tarik pintu masuk area bazar, dilengkapi dengan denah tata letak pencahayaan yang mencakup titik-titik lampu di sepanjang jalur pengunjung dan area stan UMKM. Rancangan disusun sesederhana mungkin agar mudah dipasang oleh panitia maupun warga yang membantu persiapan bazar.


Dari Rancangan ke Pelaksanaan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi berlanjut hingga proses pemasangan di lapangan. Mahasiswa KKN Undip mendampingi panitia dan warga dalam memasang gate serta menata posisi lampu sesuai rancangan yang telah disusun, mulai dari pemasangan rangka gate, dekorasi, hingga pengaturan arah dan titik pencahayaan di area bazar.
 

Meningkatkan Daya Tarik dan Kenyamanan Pengunjung
Melalui program ini, area Bazar UMKM Desa Toyogo tampil lebih menarik dengan adanya gate sebagai penanda pintu masuk serta pencahayaan yang membuat suasana bazar terasa lebih hidup dan nyaman bagi pengunjung. Penataan lighting yang baik juga membantu pengunjung maupun pelaku UMKM beraktivitas dengan lebih leluasa saat hari mulai gelap.


Program Perancangan Gate dan Penataan Lighting ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung kelancaran dan daya tarik kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Toyogo. Dengan tampilan lokasi yang lebih menarik dan nyaman, diharapkan Bazar UMKM dapat semakin diminati pengunjung serta memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Toyogo.



Editor:
Achmad Munandar

Tanamkan Nilai Kejujuran Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti Korupsi Kepada Siswa Kelas 5 SDN Toyogo

 


Loetju.idSragen, 24 Juli 2026 - Korupsi merupakan salah satu permasalahan besar yang mengakar dan berdampak luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mencegah tumbuhnya bibit-bibit perilaku koruptif, penanaman nilai kejujuran dan integritas perlu dilakukan sejak usia dini, termasuk kepada anak-anak sekolah dasar. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan Program Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi kepada siswa kelas 5 SDN 01 dan SDN 02 Toyogo, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada 22 Juli 2026 di SDN 01 Toyogo dan 24 Juli 2026 di SDN 02 Toyogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai pengertian korupsi serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini, sehingga siswa mampu mengenali perilaku tidak jujur di sekitar mereka dan memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sosialisasi tidak hanya membahas pengertian korupsi secara sederhana, tetapi juga mengajak siswa mengenali contoh-contoh perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyontek, berbohong, dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai sembilan nilai anti korupsi, yaitu kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh konkret yang mudah dipahami sesuai dengan usia siswa kelas 5 sekolah dasar, sehingga siswa dapat mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan kegiatan mereka sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan bermain.

Selain mengenali nilai-nilai anti korupsi, siswa juga diajak untuk mempraktikkan sikap jujur melalui berbagai simulasi dan diskusi interaktif. Siswa diminta untuk berani mengakui kesalahan, tidak mencontek saat ujian, serta bersikap terbuka dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait sikap jujur yang pernah mereka terapkan.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya korupsi, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi kejujuran di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai anti korupsi yang telah dipelajari serta menyampaikannya kembali kepada teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.

Dengan demikian, pemahaman mengenai pendidikan anti korupsi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas. Peran siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat membantu membangun budaya jujur dan berintegritas sejak dini demi masa depan bangsa yang bebas dari korupsi.


Membangun Generasi Jujur dan Berintegritas
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengertian korupsi, nilai-nilai anti korupsi, serta pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga mulai memahami bahwa perilaku sederhana seperti tidak mencontek dan berkata jujur merupakan langkah awal dalam mencegah budaya korupsi.
 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi anti korupsi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap nilai-nilai kejujuran dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Program Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai kejujuran dan integritas di Desa Toyogo. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang jujur, berintegritas, dan berani menolak segala bentuk tindakan koruptif di masa depan.



Editor:
Achmad Munandar

Dukung Kelancaran Bazar UMKM, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Penyusunan Administrasi Kegiatan Di Desa Toyogo



Loetju.idSragen - pelakasaan basar di laukan pada tangal 9 agustus untuk  Kelancaran sebuah kegiatan besar seperti bazar tidak lepas dari kesiapan administrasi yang rapi dan terstruktur. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pendampingan administrasi dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bazar UMKM Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Pendampingan ini difokuskan untuk membantu panitia dalam menyiapkan berbagai dokumen pendukung agar kegiatan bazar dapat berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Kegiatan pendampingan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan administrasi yang diperlukan untuk penyelenggaraan bazar, mulai dari surat-menyurat, formulir pendaftaran peserta UMKM, daftar hadir, jadwal kegiatan, hingga format dokumentasi acara. Identifikasi ini dilakukan agar seluruh kebutuhan dokumen dapat terpetakan sejak awal, sehingga proses persiapan bazar dapat berjalan lebih efisien dan terarah.

Setelah kebutuhan administrasi teridentifikasi, mahasiswa KKN Undip melanjutkan dengan berkoordinasi bersama panitia bazar dan pemerintah Desa Toyogo untuk menyelaraskan format dan isi dokumen yang akan digunakan. Koordinasi ini penting dilakukan agar dokumen yang disusun sesuai dengan kebutuhan lapangan serta mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait sebelum digunakan dalam kegiatan.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan dokumen administrasi, meliputi surat undangan dan surat-menyurat lain yang dibutuhkan panitia, formulir pendaftaran bagi pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi, daftar hadir peserta maupun panitia, susunan jadwal kegiatan bazar, serta format dokumentasi untuk mencatat dan mengarsipkan pelaksanaan acara. Seluruh dokumen disusun dengan format yang sederhana dan mudah digunakan oleh panitia maupun pelaku UMKM.


Pendampingan Berlanjut Hingga Pelaksanaan Kegiatan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap penyusunan dokumen, tetapi terus dilanjutkan selama pelaksanaan kegiatan bazar berlangsung. Mahasiswa KKN Undip mendampingi panitia dalam penggunaan dokumen-dokumen tersebut, seperti pengisian daftar hadir, pendataan peserta UMKM yang mendaftar, serta pencatatan dokumentasi kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat terekam dengan tertib.

Melalui pendampingan ini, panitia bazar merasa terbantu dalam mengelola administrasi kegiatan yang sebelumnya belum tertata secara sistematis. Ketersediaan dokumen yang lengkap juga memudahkan panitia dalam melakukan evaluasi dan pelaporan kegiatan setelah bazar selesai dilaksanakan.


Mendorong Tata Kelola Kegiatan Desa yang Lebih Rapi
Program pendampingan administrasi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk kelancaran kegiatan Bazar UMKM, tetapi juga dapat menjadi contoh tata kelola administrasi yang dapat diterapkan pada kegiatan-kegiatan desa lainnya di masa mendatang. Dengan administrasi yang tertib, setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh desa maupun kelompok masyarakat dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.
 

Bazar UMKM sendiri menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Toyogo untuk memasarkan produk unggulan mereka sekaligus meningkatkan geliat perekonomian desa. Dengan dukungan administrasi yang baik, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat Desa Toyogo secara keseluruhan.

Program Pendampingan Administrasi Bazar UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Toyogo. Melalui dukungan administrasi yang rapi dan terstruktur, diharapkan kegiatan bazar dapat terus berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang mendorong perkembangan UMKM di desa.



Editor:
Achmad Munandar

Permudah Pelayanan Masyarakat, Mahasiswa KKN Undip Bantu Perangkat Desa Toyogo dalam Administrasi Pemerintahan

 


Loetju.idSragen, 4 Agustus 2026 -  Administrasi yang tertib menjadi salah satu kunci kelancaran pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) turut membantu perangkat Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen dalam melaksanakan administrasi pemerintahan desa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelayanan masyarakat maupun tata kelola administrasi internal desa.

Bantuan yang diberikan meliputi penyusunan, pengetikan, pengeditan, pengecekan, hingga pencetakan berbagai surat administrasi sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh masyarakat maupun kebutuhan administrasi internal perangkat desa. Surat-surat yang disusun antara lain surat pengantar, surat keterangan, serta dokumen administratif lain yang menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari di kantor desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Undip membantu perangkat desa mulai dari mendengarkan kebutuhan warga yang datang mengurus surat, menyusun draf surat sesuai keperluan, mengetik dan mengedit dokumen agar rapi dan sesuai format, hingga mencetak surat yang telah selesai untuk diserahkan kepada pemohon. Proses ini dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama perangkat desa agar setiap dokumen yang dihasilkan sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku.


Menjaga Ketepatan Format dan Ketentuan yang Berlaku
Selain membantu proses penyusunan dan pencetakan, mahasiswa KKN Undip juga turut memastikan bahwa setiap dokumen yang dibuat telah sesuai dengan format dan ketentuan administrasi pemerintahan desa yang berlaku. Pengecekan dilakukan pada kelengkapan data, penulisan yang baku, serta kesesuaian format surat, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar layak dan siap digunakan dalam proses pelayanan maupun tata kelola pemerintahan desa.

Ketelitian dalam tahap ini penting dilakukan mengingat dokumen administrasi desa sering kali digunakan untuk keperluan penting warga, seperti pengurusan kependudukan, keperluan usaha, maupun keperluan administratif lainnya. Dengan format dan ketentuan yang tepat, dokumen yang diterbitkan dapat langsung digunakan tanpa perlu direvisi ulang, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien.


Meringankan Beban Kerja Perangkat Desa
Kehadiran mahasiswa KKN Undip dalam membantu administrasi pemerintahan dirasa meringankan beban kerja perangkat desa, terutama pada saat volume permintaan surat dari warga cukup tinggi. Dengan adanya pembagian tugas dalam proses pengetikan, pengeditan, dan pengecekan dokumen, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih tertata tanpa mengurangi ketelitian dan kesesuaian dokumen dengan ketentuan yang berlaku.

Selain memberikan manfaat langsung bagi kelancaran pelayanan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai sistem tata kelola administrasi pemerintahan desa, mulai dari alur pelayanan, jenis-jenis surat yang dibutuhkan masyarakat, hingga ketentuan format yang berlaku di tingkat desa.

Program bantuan administrasi pemerintahan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung kinerja perangkat Desa Toyogo. Melalui dukungan penyusunan dokumen yang rapi, tepat format, dan sesuai ketentuan, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan berkualitas.



Editor:
Achmad Munandar

Sabtu, 15 Agustus 2026

Mahasiswa UNDIP KKN-T 106 Kembangkan Inovasi Abon Bonggol Pisang melalui Proses R&D hingga Siap Dikenalkan kepada Masyarakat



Loetju.id - Semarang, 1 Agustus 2026 - Inovasi pangan tidak lahir dalam satu kali percobaan. Hal tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa KKN Tematik Tim 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui pengembangan abon bonggol pisang yang melewati serangkaian proses research and development (R&D), mulai dari trial awal, evaluasi, perbaikan, hingga menghasilkan produk yang siap diperkenalkan kepada masyarakat.

Program pengembangan abon bonggol pisang merupakan bagian dari kegiatan KKN-T 106 UNDIP yang berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping pohon pisang menjadi produk pangan bernilai tambah. Inovasi tersebut memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di Kelurahan Pedurungan Tengah sekaligus menjadi upaya untuk mengenalkan proses pengembangan inovasi pangan kepada masyarakat.

Proses pengembangan diawali dengan trial pertama untuk mengetahui karakteristik awal abon bonggol pisang. Hasil percobaan kemudian dievaluasi berdasarkan beberapa aspek penting, yaitu tekstur, warna, dan rasa. Dari hasil evaluasi tersebut, mahasiswa mengidentifikasi bagian produk yang masih perlu diperbaiki sebelum dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, mahasiswa melakukan trial lanjutan dengan menerapkan berbagai perbaikan terhadap produk. Penyempurnaan dilakukan pada keseluruhan karakteristik abon, mulai dari tekstur, warna, hingga rasa. Proses tersebut dilakukan secara bertahap hingga diperoleh produk akhir dengan karakteristik yang lebih baik dan siap diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi.

Mahasiswa KKN-T Tim 106 UNDIP saat proses persiapan bahan baku dan pembuatan Abon Bonggol Pisang, Sabtu (01/08/2026). (Foto: Dokumentasi Tim KKN-T 106 UNDIP)

Rangkaian trial tersebut menjadi bagian penting dalam proses R&D. Mahasiswa tidak hanya berfokus pada menghasilkan produk akhir, tetapi juga menerapkan tahapan percobaan, evaluasi, identifikasi kekurangan, dan penyempurnaan produk. Proses inilah yang menjadi dasar lahirnya inovasi abon bonggol pisang. Setelah melalui proses pengembangan, produk abon bonggol pisang kemudian diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Toko PKK RW 08, Kelurahan Pedurungan Tengah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas PKK RW 08, Kelompok Tani Mulyo, Karang Taruna, dan perangkat Kelurahan Pedurungan Tengah.

Kegiatan diawali dengan pengenalan bonggol pisang sebagai bahan baku yang dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan. Mahasiswa menjelaskan karakteristik bahan, kandungan gizi, manfaat, hingga proses pengolahannya. Penyampaian materi juga didukung dengan video interaktif yang memperlihatkan tahapan pembuatan abon bonggol pisang dari awal hingga siap dikonsumsi. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk melakukan uji cita rasa terhadap produk yang telah dikembangkan. Sesi tersebut mendapat tanggapan positif dan mendorong diskusi mengenai potensi pengembangan produk di masa mendatang.

Salah satu peserta, Bu Mul, mengaku baru mengetahui bahwa bonggol pisang yang selama ini kerap dianggap sebagai bagian yang tidak terpakai ternyata dapat diolah menjadi produk pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan yang sebelumnya sering dibuang.

“Wah, ternyata bonggol pisang yang biasanya dibuang bisa dimasak dan dijadikan makanan juga, ya. Baru tahu kalau ternyata bisa diolah seperti ini. Ke depannya mungkin bisa dikembangkan lagi dengan varian rasa lain, misalnya rasa pedas, supaya lebih banyak pilihan,” ujar Bu Mul.


Dari Produk hingga Pemahaman tentang Inovasi
Impact utama dari kegiatan ini tidak hanya berupa diperkenalkannya produk abon bonggol pisang kepada masyarakat, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai bagaimana sebuah inovasi pangan dikembangkan.

Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat diperkenalkan pada proses bahwa sebuah produk pangan membutuhkan tahapan trial, evaluasi, dan penyempurnaan sebelum dapat diterapkan dan diperkenalkan secara lebih luas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat abon bonggol pisang sebagai produk jadi, tetapi juga memahami bahwa proses R&D merupakan fondasi penting dalam menghasilkan inovasi pangan.

Hal tersebut menjadi salah satu nilai utama dari kegiatan ini. Masyarakat diajak untuk melihat bahwa pemanfaatan potensi lokal tidak berhenti pada ide, tetapi membutuhkan proses pengembangan agar dapat menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai tambah.

Benedicta Praycillia Wardaniela, Seorang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro yang terlibat dalam pengembangan produk menjelaskan bahwa proses R&D menjadi dasar penting dalam menghasilkan inovasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi pangan bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga tentang bagaimana produk tersebut dikembangkan melalui proses trial dan evaluasi sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih baik dan bisa diterima oleh masyarakat.”

Selain memberikan pemahaman mengenai inovasi pangan, kegiatan ini juga berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap hasil samping pohon pisang. Bonggol pisang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis potensi lokal.


Inovasi Pangan untuk Mendukung SDGs
Pengembangan abon bonggol pisang juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara khusus berkaitan dengan SDGs 2: Zero Hunger, SDGs 8: Decent Work and Economic Growth, SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure, serta SDGs 12: Responsible Consumption and Production.

SDGs 9 menjadi salah satu fokus utama melalui penerapan proses R&D dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi lokal. Proses trial, evaluasi, dan penyempurnaan menunjukkan penerapan inovasi untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Sementara itu, pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan baku pangan turut mendukung SDGs 12 melalui upaya meningkatkan pemanfaatan hasil samping dan mendorong konsumsi serta produksi yang lebih bertanggung jawab. Inovasi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 8 karena pengembangan produk bernilai tambah dari potensi lokal dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan bahan pangan lokal dan diversifikasi produk turut mendukung SDGs 2.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan PT Pertamina Patra Niaga dalam program ini menjadi bentuk sinergi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Lurah Pedurungan Tengah, Lisetya Budi, S.IP., M.M., turut mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap pendampingan dapat terus berlanjut agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Program ini dilaksanakan di bawah pendampingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pendampingan tersebut diarahkan agar inovasi mahasiswa tidak berhenti sebagai luaran KKN, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro, PT Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kelurahan Pedurungan Tengah, dan masyarakat, abon bonggol pisang menjadi lebih dari sekadar produk hasil KKN. Inovasi ini menjadi bukti bahwa R&D dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk pangan bernilai tambah, sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat bahwa sebuah inovasi membutuhkan proses, evaluasi, dan penyempurnaan sebelum dapat memberikan manfaat nyata.


Penulis:
Benedicta Praycillia Wardaniela
Teknologi Pangan Angkatan 2023, Universitas Diponegoro. 

Editor:
Achmad Munandar

Jumat, 14 Agustus 2026

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SDN 01 dan 02 Toyogo



Loetju.idSragen, 23 Juli 2026 - Maraknya kasus bullying dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah menjadi keprihatinan tersendiri yang perlu ditangani sejak usia dini. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja kepada siswa SDN 01 dan SDN 02 Toyogo, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada 21 Juli 2026 di SDN 01 Toyogo dan 23 Juli 2026 di SDN 02 Toyogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan kenakalan remaja sejak dini, sehingga siswa mampu mengenali bentuk-bentuk perilaku tersebut serta memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sosialisasi tidak hanya membahas definisi bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga mengajak siswa mengenali situasi di sekitar mereka dan mendorong sikap saling menghargai antarteman.

Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, mulai dari perilaku menyimpang ringan hingga tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun bullying yang terjadi di dunia maya (cyberbullying), lengkap dengan contoh-contoh yang mudah dipahami sesuai dengan usia siswa sekolah dasar.

Selain mengenali jenis-jenis bullying dan kenakalan remaja, siswa juga diberikan pemahaman mengenai sikap yang perlu diambil ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diajak untuk berani bercerita dan melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat kejadian bullying, serta pentingnya tidak diam atau justru ikut serta dalam tindakan tersebut. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai, empati, dan kepedulian terhadap sesama teman sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja dan bullying sejak dini.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menerapkan sikap saling menghargai yang telah dipelajari serta menyampaikannya kembali kepada teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.

Dengan demikian, pemahaman mengenai anti-bullying dan pencegahan kenakalan remaja tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas. Peran siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat membantu membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.


Membangun Generasi yang Peduli dan Berani Bersuara
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, bentuk-bentuk bullying, serta sikap yang perlu diambil ketika menghadapi situasi tersebut. Siswa juga mulai memahami pentingnya berani bercerita, saling menghargai, dan tidak membiarkan tindakan bullying terjadi di sekitar mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi anti-bullying dan kenakalan remaja dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan pertemanan dan mampu bersikap tepat ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan bullying.

"Harapannya, siswa tidak hanya mengetahui apa itu bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga berani bersuara dan saling menjaga satu sama lain. Sikap saling menghargai yang ditanamkan sejak sekolah dasar ini diharapkan dapat mereka bawa hingga dewasa," ujar Chayla.

Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya lingkungan pertemanan yang sehat di Desa Toyogo. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih peduli, berani bersuara, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan kenakalan remaja.


Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z