Comedy, Indie and Creativity

Comika

Selebrita

Gen Z

Indie

Video

Senin, 17 Agustus 2026

Kolaborasi KKN-T 106 UNDIP X Pertamina: Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi

 


Loetju.id - Semarang, 2 Agustus 2026 – Tim KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang menggelar sosialisasi bertajuk "Plastic to Paving" di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini mengundang warga RW 06 dan diikuti sekitar 20 peserta, sebagai upaya mengubah sampah plastik rumah tangga yang selama ini kurang bernilai ekonomi menjadi paving block yang bermanfaat dan bernilai jual.

Kegiatan ini penting dilakukan mengingat sampah plastik tergolong sulit terurai secara alami dan membutuhkan waktu 100–500 tahun bahkan lebih untuk terdegradasi. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah plastik dapat mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem, hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi warga sekitar. Melalui sosialisasi ini, Tim KKN-T 106 UNDIP berharap warga RW 06 tidak hanya memahami dampak sampah plastik, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi rumah tangga.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua RW 06, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina dalam mengedukasi warga soal pengelolaan sampah. 

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena warga jadi lebih paham bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata bisa diolah menjadi paving block yang bermanfaat untuk lingkungan RW 06. Semoga ilmu ini bisa terus diterapkan warga setelah kegiatan KKN selesai," ujar Bapak Sigit, Ketua RW 06 Kelurahan Pedurungan Tengah. 


Sebelum masuk ke pemaparan materi, panitia terlebih dahulu melaksanakan pre-test kepada seluruh peserta untuk mengukur pemahaman awal warga mengenai sampah plastik. Materi kemudian disampaikan oleh Christian Manuel Siregar, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro selaku penanggung jawab program. Christian menjelaskan bahwa tidak semua sampah anorganik memiliki nilai ekonomi, dan justru sampah-sampah rendah nilai jual seperti plastik kresek, bungkus sachet, dan kemasan snack itulah yang berpotensi besar diolah menjadi paving block. 

"Selama ini banyak warga menganggap sampah plastik seperti bungkus sachet dan kresek hanya bisa dibakar atau dibuang begitu saja. Padahal kalau diolah dengan cara yang tepat, sampah-sampah ini bisa jadi paving block yang kuat dan bisa dipakai untuk kebutuhan lingkungan RW 06 sendiri, bahkan punya nilai jual," ujar Christian.

Kegiatan ini turut didampingi oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T 106 UNDIP yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Ir. Joko Mariyono selaku Ketua DPL, mengapresiasi program ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. 


"Program pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata dan aplikatif atas persoalan sampah yang dihadapi masyarakat sehari-hari," ungkap Bapak Joko Mariyono.

Di akhir kegiatan, panitia kembali membagikan post-test kepada peserta untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti sosialisasi. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga dibandingkan hasil pre-test, khususnya terkait pengetahuan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi paving block beserta manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial warga RW 06.

Melalui kolaborasi KKN-T 106 UNDIP dan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang ini, warga RW 06 Kelurahan Pedurungan Tengah diharapkan dapat terus menerapkan pengetahuan yang didapat untuk mengelola sampah plastik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan sekitar.



Editor:
Achmad Munandar

KKN TIM II UNDIP Kembangkan Peta Administrasi Desa Pundungrejo Berbasis QR Code




Loetju.id - Sukoharjo – Informasi mengenai wilayah desa menjadi salah satu hal penting dalam mendukung tertib administrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui program multidisiplin, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro mengembangkan Peta Administrasi Desa Pundungrejo berbasis QR Code sebagai media informasi mengenai wilayah dan berbagai fasilitas yang terdapat di Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Peta administrasi tersebut disusun dan diserahkan kepada Pemerintah Desa Pundungrejo pada Kamis, 30 Juli 2026 bertempat di Balai Desa Pundungrejo. Dalam kesempatan tersebut, peta diterima langsung oleh Kepala Desa Pundungrejo, Bapak Supandi, bersama perangkat desa lainnya. Peta ini memuat informasi mengenai batas wilayah desa, batas RW, jaringan jalan, sungai, fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, kantor desa, serta sejumlah lokasi penting lainnya.

Tidak hanya menampilkan informasi wilayah, peta juga dilengkapi dengan QR Code yang terhubung dengan website resmi Desa Pundungrejo. Dengan fitur tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi digital mengenai desa dengan lebih mudah hanya melalui telepon pintar.

Dalam program ini, Chaezarani Hijrinalis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, turut berkontribusi dalam mengaitkan penyusunan peta dengan aspek hukum pemerintahan desa. Peta administrasi memiliki kaitan dengan kepastian batas wilayah serta tertib administrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.


Dari sisi hukum, penyusunan peta mengacu pada sejumlah ketentuan mengenai pemerintahan desa, administrasi pemerintahan desa, serta penetapan dan penegasan batas desa. Beberapa dasar hukum yang menjadi rujukan antara lain Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa.

Penggunaan QR Code menjadi salah satu upaya untuk membuat peta administrasi lebih mudah diakses dan tidak hanya berfungsi sebagai media informasi secara visual. Masyarakat dapat mengenali wilayah desa sekaligus memperoleh informasi tambahan melalui website resmi Desa Pundungrejo.

Peta administrasi tersebut kemudian diserahkan kepada perangkat Desa Pundungrejo untuk dapat dimanfaatkan sebagai media informasi wilayah. Keberadaan peta diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali batas wilayah, fasilitas umum, serta berbagai lokasi penting yang terdapat di desa.

Bagi pemerintah desa, peta ini juga dapat menjadi salah satu media pendukung dalam penyampaian informasi kepada masyarakat dan membantu terciptanya administrasi pemerintahan desa yang lebih tertib.

Melalui program ini, mahasiswa KKN TIM II UNDIP berupaya memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan informasi di tingkat desa. Peta Administrasi Desa Pundungrejo berbasis QR Code diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui sesuai dengan perkembangan informasi wilayah serta kebutuhan Pemerintah Desa Pundungrejo.


Editor:
Achmad Munandar

Inovasi Pendidikan Jasmani: Mahasiswa KKNT-106 Undip Kenalkan 'Flag Football' Tanpa Benturan di SDN Pedurungan Tengah 02





Loetju.id - Semarang – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 106 Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program inovasi pendidikan jasmani melalui pengenalan olahraga flag football (sepak bola bendera) kepada siswa kelas VI di SDN Pedurungan Tengah 02, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) ini didukung penuh oleh Pertamina Patra Niaga sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda.

Program pengabdian masyarakat ini berjalan di bawah bimbingan tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Kehadiran dan arahan dari para akademisi ini bertujuan untuk memastikan agar inovasi yang digagas oleh mahasiswa tidak sekadar menjadi formalitas akademik, tetapi mampu diterapkan dan memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat sasaran.

Inisiatif pengenalan olahraga ini diketuai oleh Jaziel Abyaz Audrio, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Undip angkatan 2023 yang bertindak sebagai Penanggung Jawab (PIC) program. Berbekal rekam jejak dan pengalamannya sebagai atlet flag football yang pernah berprestasi di kompetisi tingkat kota hingga nasional, Jaziel menyusun kurikulum pelatihan dasar yang mudah dipahami, terstruktur, dan aman untuk anak usia sekolah dasar.


"Melalui program KKN ini, saya merasa terpanggil untuk menyalurkan ilmu dan keahlian yang saya kuasai di lapangan kepada adik-adik di sini. Saya berharap pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki bisa menginspirasi mereka untuk mengenal olahraga kompetitif yang seru, sekaligus mengajarkan kerja sama tim dan strategi tanpa perlu khawatir dengan risiko cedera fisik," ungkap Jaziel.


Pemilihan flag football sebagai inovasi didasari oleh sifat permainannya yang menghindari benturan fisik (non-contact). Berbeda dengan American football konvensional, tindakan menjatuhkan lawan (tackle) diganti dengan mencabut bendera yang terpasang pada sabuk pinggang pemain. Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kebugaran kardiovaskular, serta Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu) dengan menghadirkan metode pembelajaran luar ruang yang interaktif.

Siswa kelas 6 SDN Pedurungan Tengah 02 saat melakukan pertandigan simulasi
flag footballdi bawah arahan mahasiswa KKNT-106 UNDIP, Senin (27/7/2026). 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT Undip mengawali kegiatan dengan pemanasan dinamis guna mencegah risiko cedera otot. Setelah itu, Jaziel memandu langsung para siswa dalam sesi latihan dasar (drills) yang mencakup teknik berlari (running), ketangkasan menangkap bola (catch), dan teknik bertahan dengan mencabut bendera lawan (deflag). Sebagai penutup, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktikkan keterampilan tersebut dalam pertandingan simulasi (scrimmage game).

Dampak dari pelatihan ini langsung terlihat pada perubahan dinamika dan antusiasme siswa di lapangan. Pertandingan simulasi terbukti tidak hanya merangsang keaktifan motorik anak secara signifikan, tetapi juga menjadi sarana krusial dalam pembentukan karakter.

Di tengah lapangan, para siswa dituntut untuk mengasah kemampuan kognitif dan mengambil keputusan strategis dengan cepat. Lebih dari itu, olahraga ini sukses menumbuhkan kemampuan kerja sama tim (teamwork). Para siswa belajar untuk menekan ego, berkomunikasi dengan baik, memercayai rekan satu regu, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas tanpa dihantui oleh risiko kekerasan.

Kolaborasi sinergis antara mahasiswa KKNT-106 Undip, SDN Pedurungan Tengah 02, dan kepedulian sosial Pertamina Patra Niaga ini diharapkan mampu memantik minat jangka panjang siswa terhadap ragam olahraga baru, sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat dan disiplin secara berkelanjutan di masa depan.


Penulis:
Jaziel Abyaz Audrio

Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 16 Agustus 2026

Mahasiswa KKN T 82 UNDIP Dampingi UMKM Langensari Lewat Program “Pesta Rakyat”



Loetju.idUngaran Barat, 2 Agustus 2026  -  Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Tematik (KKN - T) Tim 82 Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menjalankan program kerja bertajuk “Pesta Rakyat” di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan gabungan dari 30 program kerja individu yang dirancang oleh mahasiswa dari sembilan fakultas berbeda dengan satu tujuan utama mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.


Kegiatan ini menggabungkan bazzar UMKM dengan berbagai perlombaan untuk anak kecil hingga orang tua dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan. Perpaduan ini menjadi semakin meriah dengan adanya berbagai hadiah menarik bagi pemenang lomba. Selain menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan antar warga, kegiatan ini juga di rancang untuk menjawab berbagai persoalan yang di hadapi UMKM. 

Berbagai persoalan yang ada mulai dari minimnya pemantauan kesehatan, kemasan produk yang kurang menarik, sistem pendataan bazaar yang masih dilakukan manual, hingga rendahnya pemahaman soal legalitas usaha dan pengelolaan keuangan. Pelaku UMKM pangan dan warga sekitar menjadi sasaran utama sehingga diharapkan melalui program ini dapat memberi dampak yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah screening kesehatan gratis yang usung oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini mencakup pengukuran lingkar perut, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), gula darah, hingga tekanan darah bagi pelaku UMKM dan warga sekitar. Setiap peserta juga menerima kartu hasil pemeriksaan sebagai catatan status kesehatan pribadi.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum pernah memantau status gizinya secara berkala. Melalui skrining ini, mereka jadi tahu kondisi kesehatannya sejak dini,” ujar Suyanto, Kepala Kelurahan Langensari.

Selain itu, mahasiswa Agribisnis turut andil memperbaiki kemasan produk UMKM agar lebih menarik sekaligus menyusun katalog produk unggulan desa berdasarkan hasil observasi dan wawancara secara langsung dengan pelaku usaha.

Pada bidang digitalisasi mahasiswa Manajemen merancang strategi promosi digital bagi tenant bazaar mulai dari melakukan pendataan, dokumentasi produk, hingga publikasi di media sosial. Sementara itu mahasiswa Teknik Komputer mengembangkan sistem pendaftaran digital berbasis web serta sistem voting digital untuk pemilihan booth favorit yang dilengkapi kode QR.

“Selama ini pendataan peserta bazaar masih dilakukan manual dan memakan waktu lama. Dengan sistem digital, prosesnya jadi lebih cepat dan tertata,” kata salah satu mahasiswa KKN dari Teknik Komputer.

Mahasiswa Teknik Geologi turut berkontribusi dengan menyusun peta geomorfologi desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta master map digital interaktif untuk memandu alur pengunjung expo UMKM.

Dari sisi legalitas, mahasiswa Fakultas Hukum memberikan pendampingan terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, izin edar, hingga pendaftaran merek. Mahasiswa juga menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan tata tertib acara, pos pengaduan dan informasi, serta basis data digital untuk pendataan tenant secara terintegrasi guna mengantisipasi potensi pelanggaran selama bazaar berlangsung.

Mahasiswa Sekolah Vokasi mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis dan aman serta memberikan edukasi mengenai pencatatan keuangan, hingga pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Di sisi lain, mahasiswa Psikologi turun langsung melakukan survei kepuasan pengunjung terhadap pelayanan tenant UMKM sebagai bahan rekomendasi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.

Ketua KKN Tim 82 UNDIP Izzan, berharap seluruh hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh warga dan pelaku UMKM Langensari.

“Harapannya, apa yang kami tinggalkan bukan sekadar seremonial kegiatan, tapi benar-benar bisa dipakai dan dikembangkan lebih lanjut oleh warga dan pelaku UMKM Langensari,” ujarnya.

Kegiatan ini di tutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Terimakasih kepada seluruh pihak termasuk Dosen Pembimbing Lapanagn (DPL), Kepala Kelurahan, serta warga yang sudah berkontribusi pada kegiatan ini.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN – T 82 UNDIP
Fotografer: Mahasiswa KKN – T 82 UNDIP
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi

Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Acara Open House, Kenalkan Potensi Desa Tumbrep dan Rancangan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP



Loetju.idBatang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro menggelar Open House pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara ini digelar dengan tujuan menyosialisasikan hasil program kerja multidisiplin sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan desa dan kawasan kampus kepada masyarakat. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui berbagi pengetahuan kepada masyarakat mengenai inovasi lingkungan, potensi lokal, perencanaan kawasan, dan peluang usaha.

Hasil program yang diperkenalkan mencakup kopi, website desa, paving blok dan kerajinan dari limbah plastik, rancangan masterplan kawasan, serta aquaponik. Kelima program tersebut menunjukkan potensi pengembangan wilayah melalui aspek ekonomi, lingkungan, teknologi, pendidikan, dan pengembangan kawasan.

Salah satu hasil yang diperkenalkan adalah potensi kopi sebagai komoditas unggulan. Melalui program rebranding kopi, masyarakat diperkenalkan pada upaya meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk kopi, tidak hanya melalui kualitas produknya tetapi juga melalui identitas dan penyajian produk. 

Di bidang digital, mahasiswa memperkenalkan website desa sebagai media informasi yang dapat membantu masyarakat dan pihak luar mengenal Desa Tumbrep. Website menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, kegiatan masyarakat, serta komoditas produk UMKM yang menjadi unggulan desa.

Dalam aspek lingkungan sekaligus ekonomi, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi paving blok. Limbah plastik dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving yang memiliki nilai guna. Sosialisasi juga membahas aspek usaha produksi paving, termasuk perhitungan keuntungan, risiko usaha, dan proyeksi penjualan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal cara memproduksinya, tetapi juga memahami peluang pengembangannya sebagai kegiatan usaha. Selain paving blok, diperkenalkan pula pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan tangan. Program ini menawarkan alternatif pengolahan sampah sekaligus peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan kreativitas.

 
Pengembangan kawasan menjadi bagian penting melalui pengenalan masterplan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Kabupaten Batang. Rancangan tersebut mengintegrasikan tiga fungsi utama kawasan, yakni pendidikan, pertanian, dan pariwisata. Sebagai bagian dari rancangan tersebut, mahasiswa turut menyosialisasikan konsep paket wisata yang akan dicanangkan di kawasan ini. Paket wisata dirancang dengan menghubungkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang terdapat di kawasan, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk melihat satu objek, tetapi dapat mengikuti rangkaian perjalanan yang menggabungkan unsur edukasi, pertanian, rekreasi, dan potensi lokal.

Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan gambaran business model plan kawasan, yang mencakup perencanaan pasar, strategi pemasaran, aspek operasional, hingga proyeksi keuangan. Business model ini menjadi acuan awal bagi pengembangan kawasan Agro-Eduwisata secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam mendukung operasional wisata di masa mendatang.

Sebagai pelengkap konsep Agro-Eduwisata, mahasiswa turut memperkenalkan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman. Sistem ini dinilai efisien dalam pemanfaatan lahan, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan aquaponik, masyarakat dapat menghasilkan dua produk dalam satu sistem, yaitu sayur organik yang segar dan ikan lele.

Melalui kegiatan Open House, mahasiswa KKN UNDIP berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan Desa Tumbrep dan kawasan PSDKU UNDIP Batang melalui penguatan produk lokal, digitalisasi, pengelolaan lingkungan, inovasi pertanian dan perikanan, hingga perencanaan kawasan Agro-Eduwisata yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Sambut HUT RI KE-81, Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Rancang Gate dan Lampu Hiasan di Balai Desa Toyogo




Loetju.idSragen - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, suasana meriah mulai dihadirkan di berbagai penjuru desa, tak terkecuali di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Sebagai bentuk dukungan menyambut momen tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) membantu perangkat Desa Toyogo dalam perancangan gate dan penataan lampu hiasan di area balai desa. Kegiatan ini dilaksanakan agar balai desa tampil lebih semarak dan siap menyambut rangkaian kegiatan peringatan HUT RI yang akan diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pengamatan kondisi lokasi balai desa untuk melihat tata letak halaman, titik-titik strategis pemasangan gate, serta area yang memerlukan tambahan lampu hiasan. Pengamatan ini dilakukan agar rancangan yang disusun sesuai dengan kondisi lapangan dan dapat memaksimalkan tampilan balai desa secara keseluruhan.


Koordinasi dengan Perangkat Desa
Setelah kondisi lokasi terpetakan, mahasiswa KKN Undip berkoordinasi dengan perangkat Desa Toyogo untuk menyelaraskan konsep gate dan penataan lampu hiasan yang akan dipasang. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan bahan, serta persetujuan dari pihak desa sebelum memasuki tahap pemasangan.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, mahasiswa KKN Undip menyusun rancangan gate sebagai penanda sekaligus mempercantik pintu masuk balai desa, dilengkapi dengan tata letak lampu hiasan di sekitar halaman dan bagian depan balai desa. Rancangan disusun secara sederhana dengan mempertimbangkan bahan yang mudah didapat dan dapat dikerjakan bersama warga maupun perangkat desa.


Pendampingan Pemasangan di Lapangan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi berlanjut hingga proses pemasangan gate dan lampu hiasan di lapangan. Mahasiswa KKN Undip turut membantu perangkat desa dan warga dalam memasang rangka gate, merangkai dekorasi, serta menata posisi lampu hiasan agar tampilan balai desa terlihat lebih menarik, terutama saat malam hari.


Menghidupkan Suasana Balai Desa
Melalui program ini, balai Desa Toyogo tampil lebih menarik dengan adanya gate bernuansa merah putih sebagai penanda pintu masuk serta lampu hiasan yang membuat suasana di sekitar balai desa terasa lebih meriah menjelang HUT RI. Kehadiran gate dan lampu hiasan ini diharapkan turut membangkitkan semangat kebangsaan warga sekaligus mempercantik lokasi yang akan digunakan untuk berbagai rangkaian acara peringatan kemerdekaan.

Program Perancangan Gate dan Penataan Lampu Hiasan dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung tampilan dan suasana balai Desa Toyogo. Dengan tampilan yang lebih menarik dan meriah, diharapkan balai desa dapat semakin siap menjadi pusat kegiatan peringatan kemerdekaan yang khidmat dan penuh semangat bagi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Ajak Siswa Kelas 5 SDN Toyogo Membaca Buku dengan Baik dan Benar Sesuai Prinsip K3



Loetju.idSragen - Membaca merupakan salah satu kebiasaan dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar anak, khususnya siswa Sekolah Dasar (SD). Namun, di lapangan masih banyak ditemukan siswa yang membaca dengan posisi tubuh kurang tepat, jarak baca terlalu dekat, serta pencahayaan yang kurang memadai. Kebiasaan tersebut apabila dibiarkan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan, seperti gangguan penglihatan, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi belajar. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan Program Sosialisasi Cara Membaca Buku yang Baik dan Benar Sesuai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada siswa kelas 5 SDN Toyogo 1 dan SDN Toyogo 2, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu di SDN Toyogo 1 dan di SDN Toyogo 2.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai pentingnya menerapkan prinsip K3 dalam aktivitas membaca sehari-hari, sehingga siswa mampu membaca dengan aman dan nyaman tanpa membahayakan kesehatan mata maupun postur tubuh. Sosialisasi tidak hanya membahas pengertian K3 secara sederhana, tetapi juga mengajak siswa mengenali kebiasaan membaca yang keliru dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca sambil tiduran, membaca di tempat gelap, serta membaca dengan jarak yang terlalu dekat.


Mengenal Prinsip K3 dalam Membaca
Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai cara membaca buku yang baik dan benar sesuai K3, meliputi posisi duduk tegak dengan punggung bersandar, jarak baca ideal sekitar 30 cm antara mata dan buku, pencahayaan yang cukup dan tidak menyilaukan, serta pentingnya istirahat mata setiap 20-30 menit dengan melihat objek jauh. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh konkret yang mudah dipahami sesuai usia siswa kelas 5 sekolah dasar, sehingga siswa dapat mengaitkan kebiasaan tersebut dengan aktivitas membaca mereka di rumah maupun di sekolah.

Selain mengenali prinsip K3 dalam membaca, siswa juga diajak untuk mempraktikkan langsung posisi duduk dan jarak baca yang benar melalui simulasi dan demonstrasi bersama Tim KKN. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mencoba posisi membaca yang tepat serta menjawab pertanyaan seputar kebiasaan membaca sehari-hari.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa mengenai cara membaca yang sehat, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menyampaikan kembali kebiasaan membaca yang baik dan benar kepada teman maupun keluarga di rumah, sehingga pemahaman mengenai K3 dalam membaca tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas.

 

Membangun Kebiasaan Membaca yang Sehat Sejak Dini
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai posisi duduk, jarak baca, dan pencahayaan yang tepat saat membaca buku. Siswa juga mulai memahami bahwa kebiasaan sederhana seperti duduk tegak dan menjaga jarak baca merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mata dan postur tubuh sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap edukasi mengenai cara membaca buku yang baik dan benar sesuai K3 dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap kesehatan diri sendiri dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Program Sosialisasi Cara Membaca Buku yang Baik dan Benar Sesuai K3 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan dalam belajar di Desa Toyogo.



Editor:
Achmad Munandar

Perindah Tampilan Bazar UMKM, Mahasiswa KKN Undip Rancang Gate dan Tata Pencahayaan Di Desa Toyogo



Loetju.id - Sragen - Selain kesiapan administrasi, tampilan dan suasana lokasi turut menentukan daya tarik sebuah kegiatan bazar. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja Perancangan Gate dan Penataan Lighting untuk mendukung penyelenggaraan Bazar UMKM Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, yang dilaksanakan pada 9 Agustus 2026. Program ini bertujuan menghadirkan pintu masuk (gate) yang menarik sekaligus pencahayaan yang memadai agar area bazar tampak lebih hidup dan nyaman dikunjungi, terutama saat kegiatan berlangsung hingga sore dan malam hari.

Kegiatan diawali dengan pengamatan kondisi lokasi bazar untuk memetakan tata letak area, jalur masuk pengunjung, titik-titik yang memerlukan pencahayaan tambahan, serta ketersediaan sumber listrik di sekitar lokasi. Pengamatan ini menjadi dasar bagi mahasiswa KKN dalam menyusun rancangan gate dan tata pencahayaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.


Koordinasi dan Perancangan Konsep
Setelah kondisi lokasi terpetakan, mahasiswa KKN Undip berkoordinasi dengan panitia Bazar UMKM Desa Toyogo untuk menyelaraskan konsep gate dan penempatan lampu dengan tema kegiatan serta anggaran yang tersedia. Koordinasi ini penting dilakukan agar rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan panitia dan dapat direalisasikan dengan bahan-bahan yang mudah didapat di desa.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, mahasiswa KKN Undip menyusun rancangan gate sebagai penanda sekaligus daya tarik pintu masuk area bazar, dilengkapi dengan denah tata letak pencahayaan yang mencakup titik-titik lampu di sepanjang jalur pengunjung dan area stan UMKM. Rancangan disusun sesederhana mungkin agar mudah dipasang oleh panitia maupun warga yang membantu persiapan bazar.


Dari Rancangan ke Pelaksanaan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi berlanjut hingga proses pemasangan di lapangan. Mahasiswa KKN Undip mendampingi panitia dan warga dalam memasang gate serta menata posisi lampu sesuai rancangan yang telah disusun, mulai dari pemasangan rangka gate, dekorasi, hingga pengaturan arah dan titik pencahayaan di area bazar.
 

Meningkatkan Daya Tarik dan Kenyamanan Pengunjung
Melalui program ini, area Bazar UMKM Desa Toyogo tampil lebih menarik dengan adanya gate sebagai penanda pintu masuk serta pencahayaan yang membuat suasana bazar terasa lebih hidup dan nyaman bagi pengunjung. Penataan lighting yang baik juga membantu pengunjung maupun pelaku UMKM beraktivitas dengan lebih leluasa saat hari mulai gelap.


Program Perancangan Gate dan Penataan Lighting ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung kelancaran dan daya tarik kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Toyogo. Dengan tampilan lokasi yang lebih menarik dan nyaman, diharapkan Bazar UMKM dapat semakin diminati pengunjung serta memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Toyogo.



Editor:
Achmad Munandar

Tanamkan Nilai Kejujuran Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti Korupsi Kepada Siswa Kelas 5 SDN Toyogo

 


Loetju.idSragen, 24 Juli 2026 - Korupsi merupakan salah satu permasalahan besar yang mengakar dan berdampak luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mencegah tumbuhnya bibit-bibit perilaku koruptif, penanaman nilai kejujuran dan integritas perlu dilakukan sejak usia dini, termasuk kepada anak-anak sekolah dasar. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan Program Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi kepada siswa kelas 5 SDN 01 dan SDN 02 Toyogo, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada 22 Juli 2026 di SDN 01 Toyogo dan 24 Juli 2026 di SDN 02 Toyogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai pengertian korupsi serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini, sehingga siswa mampu mengenali perilaku tidak jujur di sekitar mereka dan memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sosialisasi tidak hanya membahas pengertian korupsi secara sederhana, tetapi juga mengajak siswa mengenali contoh-contoh perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyontek, berbohong, dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai sembilan nilai anti korupsi, yaitu kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh konkret yang mudah dipahami sesuai dengan usia siswa kelas 5 sekolah dasar, sehingga siswa dapat mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan kegiatan mereka sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan bermain.

Selain mengenali nilai-nilai anti korupsi, siswa juga diajak untuk mempraktikkan sikap jujur melalui berbagai simulasi dan diskusi interaktif. Siswa diminta untuk berani mengakui kesalahan, tidak mencontek saat ujian, serta bersikap terbuka dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait sikap jujur yang pernah mereka terapkan.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya korupsi, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi kejujuran di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai anti korupsi yang telah dipelajari serta menyampaikannya kembali kepada teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.

Dengan demikian, pemahaman mengenai pendidikan anti korupsi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas. Peran siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat membantu membangun budaya jujur dan berintegritas sejak dini demi masa depan bangsa yang bebas dari korupsi.


Membangun Generasi Jujur dan Berintegritas
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengertian korupsi, nilai-nilai anti korupsi, serta pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga mulai memahami bahwa perilaku sederhana seperti tidak mencontek dan berkata jujur merupakan langkah awal dalam mencegah budaya korupsi.
 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi anti korupsi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap nilai-nilai kejujuran dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Program Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai kejujuran dan integritas di Desa Toyogo. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang jujur, berintegritas, dan berani menolak segala bentuk tindakan koruptif di masa depan.



Editor:
Achmad Munandar

Dukung Kelancaran Bazar UMKM, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Penyusunan Administrasi Kegiatan Di Desa Toyogo



Loetju.idSragen - pelakasaan basar di laukan pada tangal 9 agustus untuk  Kelancaran sebuah kegiatan besar seperti bazar tidak lepas dari kesiapan administrasi yang rapi dan terstruktur. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pendampingan administrasi dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Bazar UMKM Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Pendampingan ini difokuskan untuk membantu panitia dalam menyiapkan berbagai dokumen pendukung agar kegiatan bazar dapat berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Kegiatan pendampingan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan administrasi yang diperlukan untuk penyelenggaraan bazar, mulai dari surat-menyurat, formulir pendaftaran peserta UMKM, daftar hadir, jadwal kegiatan, hingga format dokumentasi acara. Identifikasi ini dilakukan agar seluruh kebutuhan dokumen dapat terpetakan sejak awal, sehingga proses persiapan bazar dapat berjalan lebih efisien dan terarah.

Setelah kebutuhan administrasi teridentifikasi, mahasiswa KKN Undip melanjutkan dengan berkoordinasi bersama panitia bazar dan pemerintah Desa Toyogo untuk menyelaraskan format dan isi dokumen yang akan digunakan. Koordinasi ini penting dilakukan agar dokumen yang disusun sesuai dengan kebutuhan lapangan serta mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait sebelum digunakan dalam kegiatan.

Tahap selanjutnya adalah penyusunan dokumen administrasi, meliputi surat undangan dan surat-menyurat lain yang dibutuhkan panitia, formulir pendaftaran bagi pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi, daftar hadir peserta maupun panitia, susunan jadwal kegiatan bazar, serta format dokumentasi untuk mencatat dan mengarsipkan pelaksanaan acara. Seluruh dokumen disusun dengan format yang sederhana dan mudah digunakan oleh panitia maupun pelaku UMKM.


Pendampingan Berlanjut Hingga Pelaksanaan Kegiatan
Pendampingan tidak berhenti pada tahap penyusunan dokumen, tetapi terus dilanjutkan selama pelaksanaan kegiatan bazar berlangsung. Mahasiswa KKN Undip mendampingi panitia dalam penggunaan dokumen-dokumen tersebut, seperti pengisian daftar hadir, pendataan peserta UMKM yang mendaftar, serta pencatatan dokumentasi kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat terekam dengan tertib.

Melalui pendampingan ini, panitia bazar merasa terbantu dalam mengelola administrasi kegiatan yang sebelumnya belum tertata secara sistematis. Ketersediaan dokumen yang lengkap juga memudahkan panitia dalam melakukan evaluasi dan pelaporan kegiatan setelah bazar selesai dilaksanakan.


Mendorong Tata Kelola Kegiatan Desa yang Lebih Rapi
Program pendampingan administrasi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk kelancaran kegiatan Bazar UMKM, tetapi juga dapat menjadi contoh tata kelola administrasi yang dapat diterapkan pada kegiatan-kegiatan desa lainnya di masa mendatang. Dengan administrasi yang tertib, setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh desa maupun kelompok masyarakat dapat berjalan lebih terorganisir, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.
 

Bazar UMKM sendiri menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Toyogo untuk memasarkan produk unggulan mereka sekaligus meningkatkan geliat perekonomian desa. Dengan dukungan administrasi yang baik, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat Desa Toyogo secara keseluruhan.

Program Pendampingan Administrasi Bazar UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Undip dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Toyogo. Melalui dukungan administrasi yang rapi dan terstruktur, diharapkan kegiatan bazar dapat terus berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang mendorong perkembangan UMKM di desa.



Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z