Comedy, Indie and Creativity: KKN
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Tempe Manfaatkan Limbah Jadi Biogas di Kelurahan Langensari



Loetju.idKabupaten Semarang, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi Bioteknologi, Muhammad Ariq Ghiffary dan Danish Abiyu Ameruzaki, melaksanakan Program Sosial Masyarakat melalui kegiatan visitasi ke rumah Bapak Taufik, pelaku usaha produksi tempe yang berlokasi di RT 08, RW 06, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah usaha rumah tangga. Bapak Taufik dikenal telah menjalankan usaha produksi tempe secara mandiri dengan memanfaatkan lahan produksi yang cukup luas, sekaligus telah menerapkan sistem pengolahan limbah organik menjadi energi alternatif berupa biogas.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses produksi tempe serta sistem biodigester pribadi dan digester anaerob milik Bapak Taufik. Digester tersebut berfungsi mengolah bahan organik melalui proses penguraian tanpa oksigen, yang hasilnya berupa biogas kemudian dialirkan melalui instalasi pipa menuju kompor untuk digunakan sebagai sumber energi memasak sehari-hari.

Muhammad Ariq Ghiffary menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan bioteknologi lingkungan pada skala rumah tangga dan UMKM.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana limbah produksi tempe, yang biasanya hanya dibuang, justru bisa diolah menjadi sumber energi melalui digesti anaerob. Ini jadi contoh konkret penerapan bioteknologi sederhana yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Penerapan sistem ini menunjukkan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bermanfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, pemanfaatan biogas ini juga berpotensi mengurangi volume limbah serta menekan ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional seperti gas LPG.



Bapak Taufik selaku pemilik usaha menyampaikan bahwa keberadaan biodigester tersebut sangat membantu operasional usahanya sehari-hari.

“Alhamdulillah dengan adanya digester ini, limbah dari produksi tempe jadi ada manfaatnya, tidak sekadar dibuang. Biogas yang dihasilkan bisa langsung dipakai untuk memasak, jadi bisa mengurangi pemakaian gas juga,” ungkapnya.

Danish Abiyu Ameruzaki menambahkan bahwa temuan dari kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran penting terkait potensi pengembangan teknologi digesti anaerob di lingkungan Kelurahan Langensari.

“Dari kunjungan ini kami jadi punya gambaran bagaimana teknologi anaerob digester bisa diterapkan pada skala UMKM, sekaligus melihat peluang pengembangannya untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di sini,” jelasnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, mahasiswa memperoleh informasi mengenai penerapan digesti anaerob dan biogas pada skala rumah tangga/UMKM, sekaligus melihat potensi pengembangannya sebagai teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan limbah, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan di Kelurahan Langensari. Kegiatan ini turut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production).

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama antara mahasiswa dan Bapak Taufik, serta harapan agar praktik pengolahan limbah menjadi biogas ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Kelurahan Langensari.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Program Studi Bioteknologi
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

 


Loetju.idSRAGEN, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk “Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Pendekatan Persuasif kepada Anak Tidak Sekolah (ATS)”. Program ini dilakukan melalui verifikasi data ATS dari Bapperida dengan kondisi pendidikan anak di lapangan, disertai kunjungan langsung kepada anak yang teridentifikasi tidak bersekolah.

Tahap awal kegiatan dilakukan dengan mencocokkan data ATS bersama Ketua RT di setiap wilayah. Mahasiswa mengonfirmasi status pendidikan anak yang tercatat dalam data Bapperida kepada Ketua RT untuk mengetahui kesesuaian antara data administratif dan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Apabila hasil konfirmasi menunjukkan bahwa anak masih bersekolah, mahasiswa mencatat hasil tersebut sebagai bagian dari proses verifikasi. Sementara itu, apabila anak diketahui sudah tidak bersekolah, mahasiswa melanjutkan dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah anak dan keluarganya.

Kunjungan tersebut dilakukan melalui pendekatan personal dan persuasif. Mahasiswa berupaya memahami kondisi serta faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, mahasiswa memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan serta menyampaikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Proses verifikasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keakuratan data ATS di Desa Celep. Dengan melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua RT dan masyarakat, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih sesuai mengenai kondisi pendidikan anak dibandingkan hanya mengandalkan data administratif.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung keberlanjutan pendidikan di Desa Celep. Desa Celep sendiri telah memiliki fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Meskipun demikian, keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Melalui rangkaian verifikasi data Bapperida, konfirmasi kepada Ketua RT, serta kunjungan langsung kepada keluarga, mahasiswa KKN Undip berupaya memastikan data Anak Tidak Sekolah sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka peluang bagi anak yang tidak bersekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan.



Editor: 
Achmad Munandar

Jumat, 21 Agustus 2026

Empat Disiplin, Satu Tujuan: KKN- T 82 Undip Hadirkan Edukasi Komprehensif di SMPN 4 Ungaran

 


Loetju.id - Langensari (31/07/2026) - Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran melalui kegiatan edukasi lintas keilmuan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Hukum, Psikologi, Teknik Komputer, dan Teknik Geologi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari siswa.

Kegiatan dari bidang Program Studi Hukum mengangkat tema kenakalan remaja dan pencegahan pernikahan dini. Melalui penyampaian materi dan diskusi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk kenakalan remaja serta memahami dampak sosial dan konsekuensi hukum dari perilaku tersebut. Edukasi juga membahas pentingnya mencegah pernikahan dini dengan mendorong siswa untuk memprioritaskan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan merencanakan masa depan secara lebih matang.

Pada bidang Psikologi, mahasiswa memberikan edukasi mengenai bullying dengan pendekatan yang lebih reflektif dan interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pengertian dan dampak bullying, tetapi juga diajak menuliskan pengalaman mereka melalui sticky note. Siswa dapat merefleksikan apakah mereka pernah mengalami tindakan bullying maupun pernah melakukan tindakan tersebut kepada orang lain. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang lebih aman dan saling menghargai.

Sementara itu, mahasiswa Teknik Komputer memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan data di era digital. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan aktivitas siswa, seperti penggunaan media sosial, akun digital, dan penyebaran informasi pribadi. Siswa diajak memahami risiko penyalahgunaan data serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi informasi pribadi agar lebih aman saat menggunakan internet.

Mahasiswa Teknik Geologi turut memberikan edukasi mengenai berbagai fenomena kebumian. Materi yang disampaikan meliputi siklus hidrologi, mitigasi bencana gempa bumi, dan gunung berapi. Melalui materi siklus hidrologi, siswa diperkenalkan pada proses pergerakan air di alam dan kaitannya dengan lingkungan sekitar. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi kemudian mengajak siswa mengenali potensi bahaya dan langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana. Sementara materi mengenai gunung berapi memberikan pemahaman mengenai fenomena vulkanisme sekaligus pentingnya mengetahui langkah yang tepat dalam menghadapi potensi aktivitas gunung berapi.

“Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKN Undip, telah berkenan memberikan edukasi kepada adik-adik SMPN 4 Ungaran yang tentunya sangat bermanfaat dan relevan bagi mereka dalam menjalani fase remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga dapat terarahkan dengan baik” Ungkap Pak Joko, selaku kesiswaan SMPN 4 Ungaran.

Melalui pelaksanaan Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran, mahasiswa KKN-T 82 turut mengambil peran dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan wawasan siswa di luar materi akademik sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong siswa untuk menjadi generasi yang lebih sadar, bertanggung jawab, serta siap menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya.


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Kader Posbindu Kartini Deteksi dini PTM di Kelurahan Langensari



Loetju.idKabupaten Semarang, 14 Juli 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) Kelompok 1 dari Fakultas Kedokteran turut mendampingi kader Posbindu dalam penyelenggaraan kegiatan Posbindu Kartini yang bertempat di RW 05, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh kader ini didukung dengan kehadiran mahasiswa sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah masyarakat, dengan menyasar warga RW 05 sebagai peserta utama.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kelurahan Langensari. Empat mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Undip dilibatkan sesuai dengan kompetensi keilmuan masing-masing, mulai dari Program Studi Gizi, Kedokteran, hingga Keperawatan, untuk membantu kader menjalankan rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi warga.


Kegiatan Posbindu Kartini ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), terutama target 3.4 mengenai penurunan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan. Melalui pemeriksaan antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat secara rutin, warga RW 05 dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini sehingga risiko PTM seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat dicegah lebih awal.

   
Salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran, Qeisya Iqmalia Safitrie, menjelaskan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk membantu meringankan tugas kader sekaligus melengkapi jenis pemeriksaan yang tersedia bagi warga RW 05. 

“Kami hadir untuk membantu kader dalam menjalankan kegiatan Posbindu yang memang sudah rutin dilaksanakan di sini. Harapannya, kehadiran kami bisa melengkapi pemeriksaan yang ada, seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat, sehingga warga mendapat skrining yang lebih menyeluruh,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta oleh kader, kemudian dilanjutkan dengan empat pos pemeriksaan yang dibantu oleh mahasiswa. Ahmad Sultan Rashid Sugiharto (Prodi Gizi) bertugas melakukan pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Najia Aulia Qotrun Nada (Prodi Gizi) bertanggung jawab pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sekaligus memberikan edukasi singkat mengenai interpretasi hasilnya. Sementara itu, Qeisya Iqmalia Safitrie (Prodi Kedokteran) menangani pemeriksaan kadar kolesterol, dan Najla Nur Rifdah Rahadatul ‘Aisy (Prodi Keperawatan) melaksanakan pemeriksaan kadar asam urat. Setiap hasil pemeriksaan dicatat sebagai data skrining status gizi dan faktor risiko PTM warga.


Warga RW 05 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dari awal hingga akhir. Selain menerima hasil pengukuran, peserta juga mendapatkan edukasi singkat sesuai kondisi kesehatan masing-masing guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.

Kader Posbindu RW 05, menyampaikan apresiasi atas bantuan para mahasiswa KKN. 
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan Posbindu yang biasa kami jalankan jadi lebih lengkap dengan adanya pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat yang biasanya jarang bisa kami lakukan sekaligus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan skrining kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta bekerja sama dengan kader dalam pelaksanaan program Posbindu. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama kader dan warga RW 05, serta harapan agar kegiatan Posbindu yang telah rutin dijalankan kader dapat terus berlanjut secara mandiri dan berkelanjutan.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Petani Desa Celep Tentang Pentingnya Penggunaan APD




Loetju.idSRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Pendampingan Penerapan APD dan Praktik Kerja Aman bagi Petani” melalui kegiatan penyuluhan kepada kelompok tani Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan ini digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat melakukan aktivitas pertanian.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya penggunaan APD oleh petani, khususnya ketika melakukan penyemprotan pestisida dan pupuk. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan keracunan pestisida, iritasi kulit, gangguan pernapasan, serta gangguan kesehatan lainnya.

Melalui penyuluhan, petani diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD sebagai salah satu upaya perlindungan diri dalam melakukan pekerjaan pertanian. Materi disampaikan secara singkat dan komunikatif agar informasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dapat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini menyasar kelompok tani Desa Celep sebagai kelompok yang secara langsung berhadapan dengan risiko penggunaan pestisida dan pupuk dalam kegiatan pertanian.

Hanna Shafa Mairasari menyampaikan bahwa penggunaan APD menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan petani ketika bekerja. 

“Penggunaan APD merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan petani untuk mengurangi risiko paparan pestisida dan menjaga kesehatan selama bekerja,” ujarnya.

Selain penyuluhan, program ini turut menyediakan poster dan leaflet edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD. Media tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi petani untuk menerapkan kebiasaan kerja yang lebih aman, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan pestisida dan pupuk.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani Desa Celep mengenai penggunaan APD serta mendorong penerapan praktik kerja yang lebih aman. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai perlindungan diri, petani diharapkan dapat lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Siswa SD Desa Celep Tentang Pemilahan Sampah dan 3R




Loetju.idSRAGEN, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Edukasi dan Pendampingan Pemilahan Sampah Berbasis Prinsip 3R pada Anak Sekolah Dasar” kepada siswa sekolah dasar di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan yang digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini.

Program ini dilaksanakan melihat adanya potensi anak-anak SD yang memiliki antusiasme tinggi dalam menerima edukasi. Sekolah juga dinilai dapat menjadi sarana strategis dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini. Namun, pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya serta menerapkan prinsip 3R masih terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan pengelolaan sampah yang kurang optimal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi secara interaktif agar materi mengenai pengelolaan sampah dapat diterima dengan lebih mudah oleh siswa. Penyampaian materi dilakukan menggunakan PPT dan poster, kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif pemilahan sampah serta praktik langsung memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami konsep 3R, tetapi juga mampu mengenali dan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Hanna Shafa Mairasari menyampaikan, “Mengenalkan pemilahan sampah sejak usia sekolah merupakan langkah sederhana untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui jenis sampah, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan edukasi juga didukung dengan sejumlah media pembelajaran, yaitu poster edukasi mengenai 3R dan pemilahan sampah, media permainan edukatif, serta label tempat sampah organik dan anorganik. Media tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah diberikan dan mendorong penerapan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung penguatan sektor pendidikan sekaligus membangun kesadaran lingkungan di Desa Celep. Edukasi di sekolah dipandang relevan dengan kebutuhan desa karena pemerintah desa dan tokoh masyarakat berharap mahasiswa dapat berkontribusi melalui kegiatan edukatif yang mampu meningkatkan wawasan, kreativitas, dan motivasi belajar anak-anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap siswa SD di Desa Celep dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam memilah sampah serta mulai menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan sejak dini, kesadaran untuk menjaga lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep




Loetju.idSRAGEN, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, melaksanakan program Sosial Kemasyarakatan Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Pendekatan Persuasif kepada Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan ini dilakukan melalui pencocokan data Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Bapperida dengan kondisi di lapangan serta kunjungan langsung kepada anak yang teridentifikasi tidak bersekolah.

Kegiatan diawali dengan melakukan verifikasi data ATS bersama Ketua RT di masing-masing wilayah. Mahasiswa mencocokkan data yang diperoleh dari Bapperida dengan kondisi sebenarnya di masyarakat dengan menanyakan status pendidikan anak kepada Ketua RT. Apabila anak yang tercantum dalam data diketahui masih bersekolah, mahasiswa melakukan konfirmasi bahwa kondisi anak tersebut sesuai dengan keadaan di lapangan.

Sementara itu, apabila berdasarkan hasil konfirmasi anak diketahui sudah tidak bersekolah, mahasiswa melanjutkan proses dengan mendatangi rumah anak dan keluarganya. Tahap ini dilakukan untuk memastikan kondisi anak secara langsung sekaligus memahami keadaan yang melatarbelakangi anak tidak melanjutkan pendidikan.

Kunjungan rumah dilakukan dengan pendekatan secara personal kepada anak dan keluarga. Mahasiswa menggali faktor penyebab anak tidak bersekolah serta memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan. Selain itu, mahasiswa juga memberikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang dapat menjadi pilihan bagi anak sesuai dengan kondisinya.

Proses pencocokan data dan verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui kesesuaian antara data administratif dengan kondisi pendidikan anak yang sebenarnya di lingkungan masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam merespons persoalan pendidikan di Desa Celep. Berdasarkan hasil observasi, Desa Celep telah memiliki berbagai fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Namun, masih terdapat tantangan dalam keberlanjutan pendidikan, termasuk adanya sebagian masyarakat yang memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui rangkaian kegiatan pencocokan data Bapperida, konfirmasi kepada Ketua RT, dan kunjungan langsung ke rumah, mahasiswa KKN Undip berupaya memastikan informasi mengenai Anak Tidak Sekolah sesuai dengan kondisi di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan serta membuka peluang bagi anak yang tidak bersekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan.



Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 20 Agustus 2026

Penyusunan Materi dan Pelaksanaan Pre-Test sebagai Pembuka Program Edukasi Literasi Digital dan Internet Sehat di Desa Sobokerto





Loetju.idDalam rangka mendukung tema besar "Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Desa Berbasis Kearifan Lokal Waduk Cengklik untuk Mendukung Literasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sobokerto Boyolali", Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Salah satu program kerja tersebut adalah Edukasi Literasi Digital dan Internet Sehat yang dilaksanakan sebagai bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan rumpun Sains dan Teknologi, dengan sasaran meningkatkan kemampuan warga dalam menyaring informasi serta menjaga keamanan data pribadi di ruang digital. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, sekaligus mendukung poin ke-9 mengenai penguatan infrastruktur dan inovasi di tingkat masyarakat desa.

Kegiatan dilaksanakan pada sabtu (1/08/2026) bertempat di rumah Ketua RT 04 RW 05 Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan diikuti Oleh Ibu-ibu PKK Desa Sobokerto. Pemilihan rumah Ketua RT sebagai tempat kegiatan dan waktu pelaksanaan pada malam hari disesuaikan dengan kebiasaan warga berkumpul seusai aktivitas harian, sehingga peserta dapat hadir tanpa meninggalkan pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Selama acara berlangsung, tim membagikan leaflet berisi ringkasan materi internet sehat kepada seluruh peserta sebagai pegangan yang dapat dibaca kembali di rumah, sekaligus lembar pre-test yang diisi sebelum pemaparan materi dimulai. 

Program ini terbagi menjadi beberapa peran yang saling melengkapi. Sebagian anggota tim bertugas sebagai pemateri yang menyampaikan materi literasi digital, pengenalan berita hoaks, dan keamanan akun. Sebagian lainnya menyiapkan modul cetak, perlengkapan presentasi, serta dokumentasi kegiatan. Penulis sendiri berperan pada bagian pengukuran pemahaman awal peserta, yaitu menyusun materi pre-test sekaligus memandu langsung sesi pre-test sebelum pemaparan materi dimulai.
 
Pelaksanaan diawali dengan penyusunan instrumen pre-test yang dikerjakan penulis beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung. Penyusunan dilakukan dengan mengacu pada isi modul literasi digital dan keamanan digital yang telah disiapkan tim, sehingga setiap butir soal benar-benar mewakili materi yang akan disampaikan. Indikator yang diukur meliputi kemampuan mengenali ciri berita hoaks, kebiasaan meneruskan pesan di grup percakapan, pemahaman mengenai kata sandi dan keamanan akun, kewaspadaan terhadap penipuan berhadiah dan tautan mencurigakan, serta sikap dalam membagikan data pribadi secara daring. 

Proses penyusunan mempertimbangkan latar belakang peserta yang beragam, sehingga lembar pre-test dibuat sangat ringkas, yaitu satu kolom identitas berisi nama peserta dan empat butir soal saja, dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami, kalimat pendek, dan pilihan jawaban sederhana agar dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa membuat peserta merasa sedang diuji. Kolom nama disiapkan agar hasil pre-test setiap peserta dapat dipasangkan dengan hasil evaluasi setelah kegiatan.

Pada hari pelaksanaan, penulis membuka rangkaian acara dengan menjelaskan tujuan pre-test kepada peserta, yaitu untuk memetakan pemahaman awal dan bukan untuk menilai benar atau salah secara pribadi. Lembar soal kemudian dibagikan bersama leaflet materi internet sehat kepada seluruh peserta yang hadir, lalu setiap butir soal dibacakan satu per satu dengan tempo pelan disertai contoh kejadian yang dekat dengan keseharian ibu-ibu, seperti pesan berantai di grup arisan atau tautan undian berhadiah yang beredar di aplikasi percakapan. Penulis juga berkeliling untuk mendampingi peserta yang mengalami kesulitan membaca soal atau ragu dalam menentukan pilihan jawaban, sehingga seluruh lembar peserta dapat terisi sebelum sesi pemaparan materi dimulai.

Pelaksanaan kegiatan ini menghadapi sejumlah kendala, di antaranya porsi waktu pre-test yang singkat karena rangkaian acara harus dibagi dengan pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan agenda pertemuan rutin warga. Peserta juga datang secara bertahap sesuai kesibukan masing-masing pada malam hari, jumlahnya cukup banyak untuk ukuran ruang berkumpul di rumah Ketua RT, dan penerangannya kurang leluasa untuk membaca lembar soal. Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis memangkas jumlah butir soal seminimal mungkin, membacakan setiap soal dengan suara jelas agar peserta berjalan pada tempo yang sama, dan menyediakan pendampingan langsung bagi peserta yang kesulitan membaca maupun ragu menentukan jawaban.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan satu set instrumen pre-test yang terisi lengkap oleh peserta dan menjadi gambaran awal mengenai tingkat pemahaman Ibu-ibu PKK terhadap literasi digital dan keamanan internet. Hasil pengisian tersebut langsung dimanfaatkan pemateri untuk menekankan bagian materi yang paling banyak belum dipahami peserta, sekaligus menjadi pembanding bagi evaluasi kegiatan setelah sosialisasi selesai. Kontribusi ini menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Informatika dalam mendukung penguatan literasi digital masyarakat Desa Sobokerto.



Tanggapan dari Peserta dan Perangkat Desa

Setelah kegiatan berlangsung, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sobokerto menyampaikan tanggapan mengenai pelaksanaan kegiatan edukasi literasi digital dan internet sehat.

"Ok,Dalam penyampaian materi tadi malam sangat menyenangkan,karena mas dan mbak KKN UNDIP tau siapa audien nya dan harus bagaimana cara menyampaikannya, Ada selingan humor dan tawanya juga .Sip lah Selanjutnya kita bisa tau mana itu hoax atau fakta, Jadi tidak lagi sembarangan posting atau upload informasi yang diterima, Apalagi klik link yang tidak jelas sumbernya yang meminta data pribadi. Jadi dari penyuluhan tadi malam kita dapat tips,solusi,dan cara aduan, yang jelas saring sebelum sharing, Mantab KKN UNDIP."

Tanggapan tersebut menjadi bentuk konfirmasi bahwa pengukuran pemahaman awal melalui pre-test membantu penyampaian materi menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan peserta selama kegiatan edukasi literasi digital dan internet sehat berlangsung.



Penulis:  
Alif Faturrohman
Mahasiswa KKN-T IDBU-07
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 18 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T UNDIP Laksanakan Program Sosial Masyarakat Saintek Melalui Pendampingan Praktik TIK bagi Pelaku UMKM



Loetju.id - Mahasiswa Tim KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) akan melaksanakan Program Sosial Masyarakat Saintek berupa pendampingan praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pelaku UMKM di Dusun Ngancan, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Organisasi Pemuda Pemudi (OPP) 45 sebagai perwakilan masyarakat yang turut berperan dalam mendukung pemberdayaan pelaku UMKM di lingkungan Dusun Ngancan.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan perangkat teknologi untuk menunjang aktivitas usaha. Materi yang akan disampaikan meliputi pengenalan fungsi laptop dan smartphone, penggunaan internet secara efektif, pengelolaan dokumen digital, serta pemanfaatan perangkat pendukung usaha seperti printer dan perangkat pembayaran digital. Seluruh materi akan disampaikan melalui praktik langsung sehingga peserta dapat mencoba penggunaan perangkat dengan pendampingan mahasiswa KKN.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memahami cara mengoperasikan perangkat, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung administrasi usaha, promosi produk, hingga pelayanan kepada pelanggan. Dengan keterampilan tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kualitas usahanya.

Riyarakhma Febriana selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Program Sosial Masyarakat Saintek merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sehingga masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan," ujar Riyarakhma.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro dan Organisasi Pemuda Pemudi 45, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong perkembangan UMKM Desa Sobokerto yang lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.



Penulis: 
Riyarakhma Febriana
KKN Tim II IDBU-07 
Universitas Diponegoro - Desa Sobokerto


Aditor:
Achmad Munandar

Penguatan Tata Kelola Perpustakaan Digital, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Susun Modul SOP Layanan KALOKA




Loetju.idBOYOLALI – Transformasi layanan literasi di tingkat desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan platform digital, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjamin keberlangsungan pemanfaatannya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menyusun Modul Pelatihan Penerapan SOP dan Manajemen Layanan Harian Perpustakaan Digital untuk mendukung pengelolaan KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa) di Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali.


Modul ini dirancang sebagai panduan bagi pengelola dalam memahami dan menerapkan prosedur layanan perpustakaan digital secara sistematis. Penyusunannya tidak hanya berorientasi pada penggunaan platform, tetapi juga pada pembentukan alur kerja yang jelas sehingga aktivitas pengelolaan dapat dilakukan secara lebih terarah, konsisten, dan mudah diterapkan dalam operasional sehari-hari.


Salah satu bagian penting dalam program ini adalah penyusunan alur kerja layanan Perpustakaan Desa Digital KALOKA. Alur tersebut menjadi instrumen untuk memetakan tahapan layanan dan memberikan gambaran kerja yang lebih terstruktur bagi pengelola. 


Dari perspektif Teknik Industri, Shulchia Diana, mahasiswa Fakultas Teknik, berkontribusi dalam aspek tata kelola dan penataan alur layanan. Peran tersebut diarahkan pada bagaimana proses layanan dapat disusun secara sistematis, memiliki tahapan yang jelas, serta mendukung efektivitas pengelolaan perpustakaan digital. Modul yang disusun juga memuat panduan penerapan SOP dan manajemen layanan harian sebagai dasar dalam menjalankan proses operasional.


Kebutuhan terhadap panduan tersebut semakin relevan karena KALOKA diproyeksikan untuk dikelola oleh pihak desa setelah proses serah terima. Dengan adanya modul, proses alih kelola tidak berhenti pada penyerahan produk digital, tetapi turut disertai dengan pengetahuan dan pedoman kerja yang dapat digunakan oleh pengelola dalam menjalankan layanan secara mandiri.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan Modul Pelatihan Penerapan SOP dan Manajemen Layanan Harian Perpustakaan Digital kepada Pemerintah Desa Sobokerto pada 5 Agustus 2026. Berdasarkan berita acara serah terima, pihak desa menerima produk tersebut dan menyatakan akan mengimplementasikannya sesuai dengan peruntukan dan kebermanfaatannya. 


Program ini menunjukkan bahwa pengembangan layanan digital di tingkat desa perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengelolaannya. Melalui modul, SOP, dan alur kerja yang disusun, KKN-T IDBU-07 Undip berupaya memberikan fondasi tata kelola yang dapat mendukung keberlanjutan KALOKA sekaligus mempermudah pengelola desa dalam menjalankan layanan perpustakaan digital setelah program KKN-T berakhir.



Penulis: 
Shulchia Diana 
Mahasiswa Teknik Industri 
Tim II KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro
Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali.

Editor:
Achmad Munandar

Dampingi Pengelola KALOKA, Mahasiswa KKN Undip Gelar Pelatihan Teknis Pengunggahan Konten dan Troubleshooting Sistem




Loetju.id -  Mahasiswa Tim KKNT IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pelatihan teknis pengunggahan konten sekaligus pendampingan troubleshooting sistem kepada pengelola KALOKA (Portal Literasi Desa Sobokerto), dalam rangkaian program kerja multidisiplin di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang berlangsung sejak 1 hingga 5 Agustus 2026.

Program ini digagas oleh Nazla Azzahra, mahasiswa dari divisi IT Tim KKNT IDBU-07, sebagai tindak lanjut atas kebutuhan pengelola KALOKA yang memerlukan pendampingan teknis dalam mengoperasikan sistem, khususnya dalam mengunggah konten dan menangani gangguan yang mungkin muncul saat digunakan. Sebelumnya, Nazla telah menyusun modul panduan pengguna berisi tutorial langkah demi langkah untuk menambahkan entri pada modul Kearifan Lokal, Info Wisata, dan UMKM.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pengelola KALOKA, memandu proses login, navigasi Dashboard, hingga praktik mengisi dan mengunggah entri konten sesuai dengan alur kerja sistem, mulai dari input data oleh pengelola hingga proses kurasi yang dilakukan admin sebelum konten tampil ke publik. Selain pelatihan, kegiatan ini juga mencakup pendampingan troubleshooting untuk membantu pengelola memahami cara mengidentifikasi dan menangani kendala teknis sederhana yang mungkin ditemui saat mengoperasikan sistem sehari-hari.

Salah satu pengelola KALOKA yang mendapatkan pendampingan, Queen, yang bertanggung jawab atas entri tradisi lisan dan sejarah desa, mengaku terbantu dengan modul dan pendampingan yang diberikan.

"Modulnya sangat informatif, setiap langkah dijelaskan dengan jelas jadi aku bisa langsung praktik input entri sesuai alurnya tanpa bingung," ujar Queen.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan, program ini diharapkan mampu membekali pengelola KALOKA agar dapat mengunggah konten secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menghasilkan catatan troubleshooting yang dapat menjadi acuan penyelesaian kendala teknis di kemudian hari.


Penulis: 
Nazla Azzahra Hermana
Tim KKNT IDBU-07 Desa Sobokerto, Boyolali

Editor:
Achmad Munandar

Kreatif Manfaatkan Limbah, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep Kembangkan Akuaponik Selada dan Lele



Loetju.idBATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi dan Desa Binaan (KKN-T IDBU) 69 Desa Tumerep menghadirkan inovasi budidaya tanaman selada berbasis akuaponik dengan menggabungkan budidaya tanaman dan perikanan dalam satu sistem. Kegiatan ini memanfaatkan selada sebagai komoditas tanaman dan ikan lele sebagai komoditas perikanan dengan menggunakan hidroton sebagai media tanam.

Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa KKN-T dari program studi agroekoteknologi dengan memanfaatkan ember dan galon bekas sebagai wadah budidaya, serta mahasiswa KKN-T dari program studi Arsitektur yang menyulap limbah botol plastik menjadi hiasan bunga cantik yang menambah nilai estetika akuaponik. Pemanfaatan barang bekas ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengurangi limbah anorganik sekaligus menciptakan sarana budidaya yang sederhana, kreatif, estetik, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sistem akuaponik yang diperkenalkan oleh mahasiswa Agroekoteknologi Lala dan Ristha, mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman selada. Ikan lele dibudidayakan pada bagian wadah yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ikan, sedangkan tanaman selada ditempatkan pada bagian atas dengan hidroton sebagai media tanam. Sistem tersebut memungkinkan kegiatan budidaya tanaman dan ikan dilakukan secara bersamaan sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang. 

“Saya minat belajar sistem pertanian ini, biasanya saya lihat di TV kurang jelas dan sekarang dapat dilihat bentuknya secara langsung. Mudah dilakukan dan bisa efisien tempat jadinya kalau menanam dengan sistem seperti ini, saya bisa mempraktikan di halaman rumah saya” ucap salah satu masyarakat yang mengunjungi stand aquaponik saat Gelar Karya. 

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat mengenai alternatif budidaya tanaman yang sederhana dan dapat diterapkan di rumah. Secara umum, masyarakat tertarik untuk mencoba membuat sistem akuaponik secara mandiri dan memanfaatkan berbagai bahan serta teknologi sederhana yang sebelumnya belum pernah mereka temui dalam kegiatan

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknik budidaya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan efisien. Ember, galon, dan botol bekas yang umumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi wadah produktif. Dengan demikian, barang yang sudah tidak digunakan dapat memiliki nilai guna baru sekaligus mendukung kegiatan budidaya pangan. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penerapan sistem akuaponik yang diperkenalkan dalam kegiatan Gelar Karya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ketertarikan masyarakat terhadap berbagai komponen media yang digunakan, seperti hidroton, rockwool, serta mekanisme kerja sistem akuaponik

Penggunaan hidroton sebagai media tanam juga menjadi salah satu bagian dari inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat. Hidroton digunakan untuk menopang tanaman selada dalam sistem akuaponik sehingga budidaya dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah. “Wah bagus ya media Hidroton ini, bentuknya juga menarik seperti coklat. Bagus adik – adik mahasiswa memperkenalkan hal baru terkait pertanian konvensional ke masyarakat desa yang masih menerapkan pertanian tradisional” ucap Bapak Sukur selaku Kepala Dusun Cepoko. Kombinasi selada, ikan lele, hidroton, serta wadah dari barang bekas menghasilkan sistem budidaya sederhana yang dapat diterapkan pada lahan dengan ruang terbatas.

 

Melalui kegiatan ini, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berharap masyarakat dapat mengenal alternatif budidaya yang menggabungkan sektor pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem akuaponik juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu dan inovasi di tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sarana budidaya, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dan kegiatan produksi pangan dapat dilakukan secara bersamaan melalui inovasi sederhana yang berkelanjutan.


Editor:
Achmad Munandar

Peduli Fasilitas Belajar Anak Usia Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi Penilaian Kerusakan Bangunan TK-PAUD Dahlia Tumbrep

 

Gambar 1. Survei Lapangan bersama Penanggung Jawab TK/PAUD Dahlia 
RT 04 Dusun Tembelang


Loetju.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro melaksanakan survei kondisi fisik bangunan TK-PAUD Dahlia yang berlokasi di Dukuh Tembelang RT 04, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosial Kemasyarakatan yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap fasilitas pendidikan di lingkungan setempat.

 
Gambar 2. Kondisi Eksisting Bangunan TK/PAUD Dahlia RT 04 Dusun Tembelang

Mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan visual terhadap seluruh komponen bangunan Kelas A-B TK-PAUD Dahlia yang memiliki luas 75 meter persegi, meliputi komponen struktur seperti pondasi, kolom, balok, dan atap; komponen arsitektur seperti dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, dan jendela; hingga komponen utilitas seperti instalasi listrik, air bersih, dan drainase limbah.

Setiap komponen kemudian dinilai berdasarkan tingkat kerusakannya, mulai dari kategori tidak rusak hingga sangat berat, sebelum dimasukkan ke dalam formulir sesuai bobot komponen masing-masing untuk memperoleh perhitungan nilai kerusakan bangunan secara keseluruhan. Proses pengisian formulir ini menjadi tahapan penting agar data yang dihasilkan dapat langsung digunakan sebagai bahan acuan oleh pihak berwenang tanpa memerlukan verifikasi ulang yang panjang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut memberikan perhatian khusus pada komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan penggunanya, mengingat bangunan tersebut digunakan oleh anak-anak usia dini. Komponen seperti atap, plafon, lantai, dan instalasi listrik menjadi bagian yang diperiksa secara lebih cermat karena berpotensi menimbulkan risiko apabila mengalami kerusakan lanjutan.

Hasil survei dan formulir yang telah terisi lengkap ini selanjutnya diserahkan sebagai bahan pertimbangan bagi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Batang dan Dinas Kebudayaan Pendidikan Kabupaten Batang dalam menentukan langkah tindak lanjut, khususnya terkait kebutuhan perbaikan pada komponen bangunan yang teridentifikasi mengalami kerusakan. Dengan tersedianya data yang terstruktur sesuai standar penilaian yang berlaku, proses pengambilan keputusan oleh dinas terkait diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Program bantuan survei dan pengisian formulir ini diharapkan dapat memberikan manfaat konkret bagi pengelola TK-PAUD Dahlia, khususnya dalam mendukung upaya pemeliharaan fasilitas pendidikan agar tetap aman dan layak digunakan oleh peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam membantu proses administratif yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam hal pendataan kondisi fasilitas publik di wilayah Desa Tumbrep.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Masterplan Kawasan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Batang, Ubah Kampus Jadi "Living Laboratory"

 
Gambar 1. Pemaparan Hasil Masterplan Tim KKN-T IDBU 69 UNDIP


Loetju.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menyusun rancangan awal Masterplan Pengembangan Kawasan Edu-Wisata Berbasis Agro di lingkungan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNDIP Batang. Rancangan ini dipresentasikan pada Jumat (8/8/2026) di hadapan Kepala Desa Tumbrep, Kepala Dukuh Cepoko dan Tembelang, jajaran RT/RW setempat, perwakilan Omah Tani, Kepala BPK2U UNDIP, serta Dosen Pembimbing Lapangan.

Pemilihan arah pengembangan Agro-Eduwisata didasarkan pada hasil identifikasi wilayah yang menunjukkan Desa Tumbrep didominasi oleh lahan pertanian dengan kondisi tanah yang mendukung pengembangan berbagai komoditas. Mahasiswa dari program studi Agroteknologi melakukan kajian pemilihan komoditas yang memiliki potensi ekonomi, edukasi, dan daya tarik wisata disertai dengan analisis dari jenis tanah, kemiringan lereng, dan data iklim setempat. Hasil kajian ini kemudian menjadi dasar rekomendasi komoditas yang direncanakan mengisi kawasan, mulai dari kelengkeng, kopi, dan edamame, hingga tanaman hias seperti mawar, sedap malam, aster, dan gladiol, serta hortikultura seperti melon, tomat, cabai, dan terung. Melalui pendekatan ini, Kampus PSDKU UNDIP Batang diproyeksikan menjadi living laboratory, tempat mahasiswa dan wisatawan dapat mempraktikkan langsung ilmu pengetahuan di bidang pertanian, peternakan, hingga pengolahan hasil panen.

Program yang digarap selama kurang lebih 35 hari ini mencakup perancangan pada dua lokasi, yaitu Kampus I Tumbrep yang direncanakan sebagai pusat kegiatan pendidikan sekaligus eduwisata agro, dan Kampus II di Dusun Cepoko yang diarahkan sebagai kawasan wisata dengan memanfaatkan kondisi topografi dan potensi alam setempat.

Konsep utama yang diusung untuk PSDKU UNDIP adalah "Campus in Nature", diterjemahkan melalui perancangan fasilitas yang menyatu dengan aktivitas pertanian di sekitarnya, alih-alih berdiri terpisah sebagai bangunan akademik semata. Prinsip ini turut diterapkan pada rancangan bangunan, di mana massa bangunan dibuat rendah dan mengikuti kontur tapak agar tidak mendominasi lanskap kebun, dilengkapi shading eksternal serta double skin façade berbahan pori yang dapat dipadukan dengan tanaman rambat sebagai pelindung panas alami. Pemilihan material diarahkan pada material alami seperti batu dan kayu yang dipadukan dengan elemen metal, didukung pemanfaatan panel surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan.


Gambar 2. Output Masterplan, Business Model Canvas, dan Paket/Rute Wisata

Pada perancangan untuk Kampus I Tumbrep, terdapat Sub-Zona Pendidikan yang  meliputi Ruang Kuliah, Laboratorium, Perpustakaan, Asrama, Ruang Terpadu, Auditorium, Sport Center, Kantin, dan Teaching Farm Broiler Closed House. Kemudian untuk Sub-Zona Eduwisata meliputi Visitor Center serta UMKM & Souvenir Center sebagai titik kedatangan, dilanjutkan Area Kebun Produktif juga Area Kebun Tanaman Hias & Hortikultura.

Pendekatan learning through experience diterjemahkan melalui penempatan fasilitas sehingga pengunjung dapat mengikuti setiap aktivitas yang ditawarkan. Pada Area Kebun Produktif, dirancang Packing House dan Training Center yang menampilkan proses penanganan pasca-panen kelengkeng dan kopi, mulai dari penyortiran hingga pengemasan. Pola serupa diterapkan pada Area Kebun Tanaman Hias & Hortikultura, di mana Greenhouse memungkinkan pengunjung mengamati tahapan budidaya hortikultura, dilanjutkan Workshop Kreasi dan Lab Atsiri yang menghubungkan proses belajar merangkai bunga hias serta mengolah minyak atsiri.


Sementara itu, pada area Kampus II sendiri sudah memiliki sejumlah potensi alam, seperti Kali Lojahan, curug di seberang tapak, serta pemandangan ke arah pegunungan Dieng, serta komoditas lokal berupa kopi, sengon, dan singkong. Sehingga, perancangan untuk Kampus II yang memiliki topografi berundak diarahkan menjadi kawasan wisata. Kawasan dibagi menjadi tiga zona, yaitu Zona Komersial (Parkir, Basecamp Jeep, Ticketing, Cafe), Zona Outdoor Activity (Kelas Luar Ruang, Outbound, Area Berkemah), serta zona Kebun dan Pengolahan Kopi.

Mahasiswa dari program studi Matematika juga turut menyusun pemodelan rute perjalanan wisata menggunakan pendekatan graf dengan 59 titik lokasi dan 182 jalur penghubung, menggunakan algoritma Nearest Neighbor yang disempurnakan lewat Iterated Local Search. Hasilnya tersusun satu rute optimal yang mampu menghubungkan seluruh titik dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan kontur, sehingga pengunjung dapat menjelajahi kawasan secara efisien.

Selain aspek fisik kawasan, penyusunan masterplan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain, seperti ilmu budaya dan ekonomika bisnis. Dalam hal ini, turut dikaji identifikasi potensi pada aspek sosial budaya dan dirancangnya Business Model Canvas sebagai gambaran awal skema pengelolaan yang dapat dipertimbangkan ke depan. Menanggapi paparan rancangan, Sekretaris Sementara Omah Tani, Pak Badan, menyampaikan pandangannya. "Hal pertama yang dipikirkan ketika melihat masterplan wisata harapannya adalah kehidupan yang sejahtera," ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung sejumlah tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Hasil ini adalah rancangan awal yang Mahasiswa KKN-T IDBU 69 harapkan dapat menjadi salah satu bahan acuan bagi pengembangan kawasan PSDKU UNDIP Batang ke depannya.


Editor:
Achmad Munandar

Senin, 17 Agustus 2026

KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kesiapan Kerja Penerima Manfaat PPS Mardi Utomo



Loetju.id - Semarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 109 Komunitas Berdaya Universitas Diponegoro (Undip) berupaya mendorong kemandirian Penerima Manfaat (PM) di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Utomo, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, melalui penguatan kapasitas usaha dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian program Domain 2 yang dirancang berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak panti. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa para PM telah memiliki beragam keterampilan dan aktivitas produktif, mulai dari produksi makanan, kerajinan, pengolahan pupuk kompos, hingga kegiatan perdagangan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti belum konsistennya kualitas produk, keterbatasan pemasaran, pengelolaan keuangan yang belum optimal, serta rendahnya kepercayaan diri sebagian PM ketika berinteraksi dengan konsumen.

Selain penguatan pada aspek usaha, sebagian PM usia produktif juga masih memerlukan pembekalan mengenai sikap dan perilaku yang dibutuhkan untuk memasuki serta mempertahankan pekerjaan. Berdasarkan kondisi tersebut, Tim KKN-T 109 menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada kemampuan mengelola, memasarkan, dan mengembangkan usaha serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.


Standarisasi Mutu Dorong Konsistensi Kualitas Produk PM
Salah satu fokus utama Domain 2 adalah penguatan kualitas produk melalui standarisasi mutu dan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana. Tim KKN-T 109 memperkenalkan konsep Quality Control (QC) kepada PM agar proses pengecekan produk dapat dilakukan secara lebih sistematis sebelum produk dipasarkan.

Pendampingan dilakukan melalui pengenalan alur pemeriksaan mutu dan penyusunan panduan QC yang disesuaikan dengan karakteristik produk PM. Melalui panduan tersebut, PM diarahkan untuk memperhatikan beberapa aspek dasar, seperti kondisi fisik, kebersihan, kerapian, kelayakan produk, hingga kesesuaian hasil dengan standar yang telah ditentukan.

Program ini diharapkan dapat membantu PM menjaga konsistensi kualitas produk sekaligus meningkatkan kelayakan jual dan daya saing hasil karya mereka. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui penguatan proses produksi dan penerapan inovasi sederhana yang mendukung keberlanjutan usaha.


Pemasaran Digital Perluas Jangkauan Produk PM
Penguatan usaha juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas pemasaran. Tim KKN-T 109 membantu memperkenalkan produk hasil karya PM melalui media sosial @galeri.mardiutomo sebagai sarana publikasi sekaligus media promosi produk.

Pemanfaatan media digital diarahkan untuk membantu produk PM menjangkau calon konsumen di luar lingkungan panti. Selain publikasi produk, Tim KKN-T 109 turut mendukung penyebarluasan informasi mengenai Pasar Srawung yang dilaksanakan pada  05/07/2026 sehingga kegiatan perdagangan yang melibatkan PM dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas.


Pendekatan tersebut tidak berhenti pada pemasaran melalui media sosial. PM yang menjalankan aktivitas perdagangan juga memperoleh pendampingan melalui program Behavioral Coaching Marketing. Dalam kegiatan ini, PM diajak berlatih secara langsung untuk menyapa konsumen, membuka percakapan, menawarkan produk, menjelaskan keunggulan produk, serta membangun keberanian dalam berinteraksi dengan calon pembeli.

Melalui praktik tersebut, pemasaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menawarkan barang, tetapi juga sebagai proses membangun komunikasi dan kepercayaan dengan konsumen. Penguatan keterampilan ini mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas PM dalam menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih aktif dan adaptif.


Perencanaan Usaha dan Digitalisasi Transaksi Perkuat Pengelolaan UMKM
Selain produksi dan pemasaran, kemampuan mengelola usaha menjadi bagian penting dalam rangkaian Domain 2. Tim KKN-T 109 memberikan edukasi mengenai perencanaan usaha melalui Mini Business Plan serta pendampingan dalam penerapan pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) selama periode KKN yaitu 29/06/2026 hingga 07/08/2026.


Melalui Mini Business Plan, PM diperkenalkan pada dasar-dasar pengelolaan usaha, mulai dari menghitung modal, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan harga jual, memperkirakan keuntungan, hingga merencanakan penggunaan kembali sebagian keuntungan sebagai modal usaha.

Sementara itu, penerapan QRIS diperkenalkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan transaksi digital. Penggunaan sistem pembayaran non-tunai diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus meningkatkan kesiapan PM dalam mengikuti perkembangan pola perdagangan di era digital.

Penguatan kemampuan pengelolaan usaha dan adaptasi terhadap teknologi tersebut menjadi bagian dari kontribusi terhadap SDG 8, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.


Seminar Kesiapan Kerja Bekali PM Hadapi Dunia Profesional
Tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, Domain 2 juga memberikan perhatian terhadap kesiapan PM usia produktif untuk memasuki dunia kerja. Seminar Persiapan Kerja dilaksanakan pada 16/07/ 2026 dengan memberikan pemahaman mengenai berbagai sikap dan perilaku yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.

Materi yang diberikan mencakup kedisiplinan waktu, etika komunikasi, kerapian, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, serta sikap profesional. Pembekalan tersebut dirancang agar PM tidak hanya memahami cara mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mempertahankan pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan kerja.

Kesiapan kerja menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi PM. Dengan pemahaman mengenai perilaku kerja yang tepat, PM diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dirinya untuk menghadapi lingkungan kerja formal maupun informal.


Literasi Keuangan Bekali PM dengan Pengelolaan Keuangan yang Lebih Terarah
Penguatan ekonomi PM juga dilengkapi dengan Seminar Literasi Keuangan yang dilaksanakan pada 23/07/2026. Kegiatan ini diarahkan tidak hanya pada pengelolaan keuangan usaha, tetapi juga pada kemampuan PM dalam mengelola keuangan secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, PM mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pemasukan dan pengeluaran, menghindari pengeluaran konsumtif yang tidak terencana, serta mempertimbangkan penggunaan dan pengembangan aset yang dimiliki.

Literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan ekonomi, terutama bagi kelompok yang berada pada kondisi rentan. Oleh karena itu, program ini turut mendukung SDG 1, Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kemampuan individu dalam mengelola sumber daya finansial dan mengurangi risiko permasalahan ekonomi di masa mendatang.


Behavioral Coaching Perkuat Kepercayaan Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja
Penguatan kesiapan kerja kemudian dilanjutkan melalui Behavioral Coaching yang dilaksanakan pada 29/07/ 2026. Kegiatan ini menggunakan pendekatan yang lebih praktis dengan mengajak PM memahami dan mempraktikkan perilaku yang diperlukan ketika berada di lingkungan kerja maupun saat menjalankan aktivitas ekonomi.

Melalui simulasi dan latihan, PM diajak untuk mengenali cara berkomunikasi yang tepat, merespons situasi, menunjukkan sikap percaya diri, serta menghadapi berbagai kondisi yang mungkin muncul dalam interaksi kerja. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan dapat membantu PM menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam situasi yang lebih nyata.

Rangkaian seminar dan coaching tersebut semakin memperkuat kontribusi Domain 2 terhadap SDG 8, khususnya dalam mendukung kesiapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas individu, serta terciptanya peluang untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak.


Modul dan Panduan Jadi Bekal Keberlanjutan Program
Untuk mendukung keberlanjutan hasil program, Tim KKN-T 109 tidak hanya melaksanakan kegiatan secara tatap muka, tetapi juga menyiapkan sejumlah media pendukung yang dapat digunakan kembali oleh PM maupun pihak panti. Media tersebut meliputi Panduan Quality Control dan SOP QC, modul literasi keuangan, Mini Business Plan, modul kesiapan kerja, modul keterampilan pemasaran, serta panduan penggunaan QRIS.

Penyediaan media pendukung tersebut diharapkan dapat membantu PM mengulang dan menerapkan materi secara mandiri setelah rangkaian pendampingan KKN-T berakhir. Dengan demikian, program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengembangan kapasitas PM secara berkelanjutan.

Melalui integrasi penguatan kualitas produk, pemasaran, pengelolaan usaha, literasi keuangan, hingga kesiapan kerja, Domain 2 KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip berupaya mendorong kemandirian PM PPS Mardi Utomo secara lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu PM mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, berinteraksi dengan konsumen, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Rangkaian program yang berkontribusi terhadap SDG 1, SDG 8, dan SDG 9 tersebut menjadi bagian dari upaya Tim KKN-T 109 Komunitas Berdaya Undip dalam membangun kapasitas PM agar mampu berkembang secara lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z