Loetju.id - SRAGEN, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Edukasi dan Pendampingan Pemilahan Sampah Berbasis Prinsip 3R pada Anak Sekolah Dasar” kepada siswa sekolah dasar di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan yang digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini.
Program ini dilaksanakan melihat adanya potensi anak-anak SD yang memiliki antusiasme tinggi dalam menerima edukasi. Sekolah juga dinilai dapat menjadi sarana strategis dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini. Namun, pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya serta menerapkan prinsip 3R masih terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan pengelolaan sampah yang kurang optimal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi secara interaktif agar materi mengenai pengelolaan sampah dapat diterima dengan lebih mudah oleh siswa. Penyampaian materi dilakukan menggunakan PPT dan poster, kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif pemilahan sampah serta praktik langsung memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami konsep 3R, tetapi juga mampu mengenali dan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Hanna Shafa Mairasari menyampaikan, “Mengenalkan pemilahan sampah sejak usia sekolah merupakan langkah sederhana untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui jenis sampah, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.”
Kegiatan edukasi juga didukung dengan sejumlah media pembelajaran, yaitu poster edukasi mengenai 3R dan pemilahan sampah, media permainan edukatif, serta label tempat sampah organik dan anorganik. Media tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah diberikan dan mendorong penerapan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung penguatan sektor pendidikan sekaligus membangun kesadaran lingkungan di Desa Celep. Edukasi di sekolah dipandang relevan dengan kebutuhan desa karena pemerintah desa dan tokoh masyarakat berharap mahasiswa dapat berkontribusi melalui kegiatan edukatif yang mampu meningkatkan wawasan, kreativitas, dan motivasi belajar anak-anak.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap siswa SD di Desa Celep dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam memilah sampah serta mulai menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan sejak dini, kesadaran untuk menjaga lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar

