Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Masterplan Kawasan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Batang, Ubah Kampus Jadi "Living Laboratory" - Comedy, Indie and Creativity

Selasa, 18 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Masterplan Kawasan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Batang, Ubah Kampus Jadi "Living Laboratory"

 
Gambar 1. Pemaparan Hasil Masterplan Tim KKN-T IDBU 69 UNDIP


Loetju.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menyusun rancangan awal Masterplan Pengembangan Kawasan Edu-Wisata Berbasis Agro di lingkungan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNDIP Batang. Rancangan ini dipresentasikan pada Jumat (8/8/2026) di hadapan Kepala Desa Tumbrep, Kepala Dukuh Cepoko dan Tembelang, jajaran RT/RW setempat, perwakilan Omah Tani, Kepala BPK2U UNDIP, serta Dosen Pembimbing Lapangan.

Pemilihan arah pengembangan Agro-Eduwisata didasarkan pada hasil identifikasi wilayah yang menunjukkan Desa Tumbrep didominasi oleh lahan pertanian dengan kondisi tanah yang mendukung pengembangan berbagai komoditas. Mahasiswa dari program studi Agroteknologi melakukan kajian pemilihan komoditas yang memiliki potensi ekonomi, edukasi, dan daya tarik wisata disertai dengan analisis dari jenis tanah, kemiringan lereng, dan data iklim setempat. Hasil kajian ini kemudian menjadi dasar rekomendasi komoditas yang direncanakan mengisi kawasan, mulai dari kelengkeng, kopi, dan edamame, hingga tanaman hias seperti mawar, sedap malam, aster, dan gladiol, serta hortikultura seperti melon, tomat, cabai, dan terung. Melalui pendekatan ini, Kampus PSDKU UNDIP Batang diproyeksikan menjadi living laboratory, tempat mahasiswa dan wisatawan dapat mempraktikkan langsung ilmu pengetahuan di bidang pertanian, peternakan, hingga pengolahan hasil panen.

Program yang digarap selama kurang lebih 35 hari ini mencakup perancangan pada dua lokasi, yaitu Kampus I Tumbrep yang direncanakan sebagai pusat kegiatan pendidikan sekaligus eduwisata agro, dan Kampus II di Dusun Cepoko yang diarahkan sebagai kawasan wisata dengan memanfaatkan kondisi topografi dan potensi alam setempat.

Konsep utama yang diusung untuk PSDKU UNDIP adalah "Campus in Nature", diterjemahkan melalui perancangan fasilitas yang menyatu dengan aktivitas pertanian di sekitarnya, alih-alih berdiri terpisah sebagai bangunan akademik semata. Prinsip ini turut diterapkan pada rancangan bangunan, di mana massa bangunan dibuat rendah dan mengikuti kontur tapak agar tidak mendominasi lanskap kebun, dilengkapi shading eksternal serta double skin façade berbahan pori yang dapat dipadukan dengan tanaman rambat sebagai pelindung panas alami. Pemilihan material diarahkan pada material alami seperti batu dan kayu yang dipadukan dengan elemen metal, didukung pemanfaatan panel surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan.


Gambar 2. Output Masterplan, Business Model Canvas, dan Paket/Rute Wisata

Pada perancangan untuk Kampus I Tumbrep, terdapat Sub-Zona Pendidikan yang  meliputi Ruang Kuliah, Laboratorium, Perpustakaan, Asrama, Ruang Terpadu, Auditorium, Sport Center, Kantin, dan Teaching Farm Broiler Closed House. Kemudian untuk Sub-Zona Eduwisata meliputi Visitor Center serta UMKM & Souvenir Center sebagai titik kedatangan, dilanjutkan Area Kebun Produktif juga Area Kebun Tanaman Hias & Hortikultura.

Pendekatan learning through experience diterjemahkan melalui penempatan fasilitas sehingga pengunjung dapat mengikuti setiap aktivitas yang ditawarkan. Pada Area Kebun Produktif, dirancang Packing House dan Training Center yang menampilkan proses penanganan pasca-panen kelengkeng dan kopi, mulai dari penyortiran hingga pengemasan. Pola serupa diterapkan pada Area Kebun Tanaman Hias & Hortikultura, di mana Greenhouse memungkinkan pengunjung mengamati tahapan budidaya hortikultura, dilanjutkan Workshop Kreasi dan Lab Atsiri yang menghubungkan proses belajar merangkai bunga hias serta mengolah minyak atsiri.


Sementara itu, pada area Kampus II sendiri sudah memiliki sejumlah potensi alam, seperti Kali Lojahan, curug di seberang tapak, serta pemandangan ke arah pegunungan Dieng, serta komoditas lokal berupa kopi, sengon, dan singkong. Sehingga, perancangan untuk Kampus II yang memiliki topografi berundak diarahkan menjadi kawasan wisata. Kawasan dibagi menjadi tiga zona, yaitu Zona Komersial (Parkir, Basecamp Jeep, Ticketing, Cafe), Zona Outdoor Activity (Kelas Luar Ruang, Outbound, Area Berkemah), serta zona Kebun dan Pengolahan Kopi.

Mahasiswa dari program studi Matematika juga turut menyusun pemodelan rute perjalanan wisata menggunakan pendekatan graf dengan 59 titik lokasi dan 182 jalur penghubung, menggunakan algoritma Nearest Neighbor yang disempurnakan lewat Iterated Local Search. Hasilnya tersusun satu rute optimal yang mampu menghubungkan seluruh titik dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan kontur, sehingga pengunjung dapat menjelajahi kawasan secara efisien.

Selain aspek fisik kawasan, penyusunan masterplan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain, seperti ilmu budaya dan ekonomika bisnis. Dalam hal ini, turut dikaji identifikasi potensi pada aspek sosial budaya dan dirancangnya Business Model Canvas sebagai gambaran awal skema pengelolaan yang dapat dipertimbangkan ke depan. Menanggapi paparan rancangan, Sekretaris Sementara Omah Tani, Pak Badan, menyampaikan pandangannya. "Hal pertama yang dipikirkan ketika melihat masterplan wisata harapannya adalah kehidupan yang sejahtera," ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung sejumlah tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Hasil ini adalah rancangan awal yang Mahasiswa KKN-T IDBU 69 harapkan dapat menjadi salah satu bahan acuan bagi pengembangan kawasan PSDKU UNDIP Batang ke depannya.


Editor:
Achmad Munandar

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..