Kreatif Manfaatkan Limbah, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep Kembangkan Akuaponik Selada dan Lele - Comedy, Indie and Creativity

Selasa, 18 Agustus 2026

Kreatif Manfaatkan Limbah, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep Kembangkan Akuaponik Selada dan Lele



Loetju.idBATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi dan Desa Binaan (KKN-T IDBU) 69 Desa Tumerep menghadirkan inovasi budidaya tanaman selada berbasis akuaponik dengan menggabungkan budidaya tanaman dan perikanan dalam satu sistem. Kegiatan ini memanfaatkan selada sebagai komoditas tanaman dan ikan lele sebagai komoditas perikanan dengan menggunakan hidroton sebagai media tanam.

Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa KKN-T dari program studi agroekoteknologi dengan memanfaatkan ember dan galon bekas sebagai wadah budidaya, serta mahasiswa KKN-T dari program studi Arsitektur yang menyulap limbah botol plastik menjadi hiasan bunga cantik yang menambah nilai estetika akuaponik. Pemanfaatan barang bekas ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengurangi limbah anorganik sekaligus menciptakan sarana budidaya yang sederhana, kreatif, estetik, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sistem akuaponik yang diperkenalkan oleh mahasiswa Agroekoteknologi Lala dan Ristha, mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman selada. Ikan lele dibudidayakan pada bagian wadah yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ikan, sedangkan tanaman selada ditempatkan pada bagian atas dengan hidroton sebagai media tanam. Sistem tersebut memungkinkan kegiatan budidaya tanaman dan ikan dilakukan secara bersamaan sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang. 

“Saya minat belajar sistem pertanian ini, biasanya saya lihat di TV kurang jelas dan sekarang dapat dilihat bentuknya secara langsung. Mudah dilakukan dan bisa efisien tempat jadinya kalau menanam dengan sistem seperti ini, saya bisa mempraktikan di halaman rumah saya” ucap salah satu masyarakat yang mengunjungi stand aquaponik saat Gelar Karya. 

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat mengenai alternatif budidaya tanaman yang sederhana dan dapat diterapkan di rumah. Secara umum, masyarakat tertarik untuk mencoba membuat sistem akuaponik secara mandiri dan memanfaatkan berbagai bahan serta teknologi sederhana yang sebelumnya belum pernah mereka temui dalam kegiatan

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknik budidaya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan efisien. Ember, galon, dan botol bekas yang umumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi wadah produktif. Dengan demikian, barang yang sudah tidak digunakan dapat memiliki nilai guna baru sekaligus mendukung kegiatan budidaya pangan. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penerapan sistem akuaponik yang diperkenalkan dalam kegiatan Gelar Karya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ketertarikan masyarakat terhadap berbagai komponen media yang digunakan, seperti hidroton, rockwool, serta mekanisme kerja sistem akuaponik

Penggunaan hidroton sebagai media tanam juga menjadi salah satu bagian dari inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat. Hidroton digunakan untuk menopang tanaman selada dalam sistem akuaponik sehingga budidaya dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah. “Wah bagus ya media Hidroton ini, bentuknya juga menarik seperti coklat. Bagus adik – adik mahasiswa memperkenalkan hal baru terkait pertanian konvensional ke masyarakat desa yang masih menerapkan pertanian tradisional” ucap Bapak Sukur selaku Kepala Dusun Cepoko. Kombinasi selada, ikan lele, hidroton, serta wadah dari barang bekas menghasilkan sistem budidaya sederhana yang dapat diterapkan pada lahan dengan ruang terbatas.

 

Melalui kegiatan ini, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berharap masyarakat dapat mengenal alternatif budidaya yang menggabungkan sektor pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem akuaponik juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu dan inovasi di tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sarana budidaya, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dan kegiatan produksi pangan dapat dilakukan secara bersamaan melalui inovasi sederhana yang berkelanjutan.


Editor:
Achmad Munandar

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..