Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Tempe Manfaatkan Limbah Jadi Biogas di Kelurahan Langensari - Comedy, Indie and Creativity

Sabtu, 22 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Tempe Manfaatkan Limbah Jadi Biogas di Kelurahan Langensari



Loetju.idKabupaten Semarang, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi Bioteknologi, Muhammad Ariq Ghiffary dan Danish Abiyu Ameruzaki, melaksanakan Program Sosial Masyarakat melalui kegiatan visitasi ke rumah Bapak Taufik, pelaku usaha produksi tempe yang berlokasi di RT 08, RW 06, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah usaha rumah tangga. Bapak Taufik dikenal telah menjalankan usaha produksi tempe secara mandiri dengan memanfaatkan lahan produksi yang cukup luas, sekaligus telah menerapkan sistem pengolahan limbah organik menjadi energi alternatif berupa biogas.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses produksi tempe serta sistem biodigester pribadi dan digester anaerob milik Bapak Taufik. Digester tersebut berfungsi mengolah bahan organik melalui proses penguraian tanpa oksigen, yang hasilnya berupa biogas kemudian dialirkan melalui instalasi pipa menuju kompor untuk digunakan sebagai sumber energi memasak sehari-hari.

Muhammad Ariq Ghiffary menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan bioteknologi lingkungan pada skala rumah tangga dan UMKM.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana limbah produksi tempe, yang biasanya hanya dibuang, justru bisa diolah menjadi sumber energi melalui digesti anaerob. Ini jadi contoh konkret penerapan bioteknologi sederhana yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Penerapan sistem ini menunjukkan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bermanfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, pemanfaatan biogas ini juga berpotensi mengurangi volume limbah serta menekan ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional seperti gas LPG.



Bapak Taufik selaku pemilik usaha menyampaikan bahwa keberadaan biodigester tersebut sangat membantu operasional usahanya sehari-hari.

“Alhamdulillah dengan adanya digester ini, limbah dari produksi tempe jadi ada manfaatnya, tidak sekadar dibuang. Biogas yang dihasilkan bisa langsung dipakai untuk memasak, jadi bisa mengurangi pemakaian gas juga,” ungkapnya.

Danish Abiyu Ameruzaki menambahkan bahwa temuan dari kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran penting terkait potensi pengembangan teknologi digesti anaerob di lingkungan Kelurahan Langensari.

“Dari kunjungan ini kami jadi punya gambaran bagaimana teknologi anaerob digester bisa diterapkan pada skala UMKM, sekaligus melihat peluang pengembangannya untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di sini,” jelasnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, mahasiswa memperoleh informasi mengenai penerapan digesti anaerob dan biogas pada skala rumah tangga/UMKM, sekaligus melihat potensi pengembangannya sebagai teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan limbah, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan di Kelurahan Langensari. Kegiatan ini turut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production).

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama antara mahasiswa dan Bapak Taufik, serta harapan agar praktik pengolahan limbah menjadi biogas ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Kelurahan Langensari.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Program Studi Bioteknologi
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..