Comedy, Indie and Creativity

Jumat, 14 Agustus 2026

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SDN 01 dan 02 Toyogo



Loetju.id - Sragen, 23 Juli 2026 - Maraknya kasus bullying dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah menjadi keprihatinan tersendiri yang perlu ditangani sejak usia dini. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja kepada siswa SDN 01 dan SDN 02 Toyogo, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada 21 Juli 2026 di SDN 01 Toyogo dan 23 Juli 2026 di SDN 02 Toyogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan kenakalan remaja sejak dini, sehingga siswa mampu mengenali bentuk-bentuk perilaku tersebut serta memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sosialisasi tidak hanya membahas definisi bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga mengajak siswa mengenali situasi di sekitar mereka dan mendorong sikap saling menghargai antarteman.

Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, mulai dari perilaku menyimpang ringan hingga tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun bullying yang terjadi di dunia maya (cyberbullying), lengkap dengan contoh-contoh yang mudah dipahami sesuai dengan usia siswa sekolah dasar.

Selain mengenali jenis-jenis bullying dan kenakalan remaja, siswa juga diberikan pemahaman mengenai sikap yang perlu diambil ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diajak untuk berani bercerita dan melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat kejadian bullying, serta pentingnya tidak diam atau justru ikut serta dalam tindakan tersebut. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai, empati, dan kepedulian terhadap sesama teman sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja dan bullying sejak dini.


 
Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menerapkan sikap saling menghargai yang telah dipelajari serta menyampaikannya kembali kepada teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.

Dengan demikian, pemahaman mengenai anti-bullying dan pencegahan kenakalan remaja tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas. Peran siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat membantu membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.


Membangun Generasi yang Peduli dan Berani Bersuara
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, bentuk-bentuk bullying, serta sikap yang perlu diambil ketika menghadapi situasi tersebut. Siswa juga mulai memahami pentingnya berani bercerita, saling menghargai, dan tidak membiarkan tindakan bullying terjadi di sekitar mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi anti-bullying dan kenakalan remaja dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan pertemanan dan mampu bersikap tepat ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan bullying.

"Harapannya, siswa tidak hanya mengetahui apa itu bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga berani bersuara dan saling menjaga satu sama lain. Sikap saling menghargai yang ditanamkan sejak sekolah dasar ini diharapkan dapat mereka bawa hingga dewasa," ujar Chayla.

Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya lingkungan pertemanan yang sehat di Desa Toyogo. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih peduli, berani bersuara, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan kenakalan remaja.


Editor:
Achmad Munandar

Senin, 10 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T IDBU-07 UNDIP Rampungkan Entri Kearifan Ekologi Waduk Cengklik di Repositori Digital KALOKA





Loetju.id -  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menuntaskan program kerja multidisiplin berupa penyusunan entri kearifan ekologi Waduk Cengklik ke dalam repositori digital KALOKA. Program ini dikerjakan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada (04/08/2026). Fokusnya adalah dimensi Ekologi Waduk Cengklik, salah satu kategori utama dalam basis data kearifan lokal desa tersebut.

Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan pengetahuan ekologi warga sekitar waduk agar dapat diakses publik secara daring. Setiap entri disusun mengikuti standar kolom data KALOKA: judul, deskripsi, kata kunci, narasumber, sampai lokasi.

Sejumlah entri yang berhasil didokumentasikan antara lain sejarah pembangunan Waduk Cengklik sejak era Mangkunegaran dan kolonial Belanda, cerita rakyat tentang sosok penjaga gaib di empat penjuru waduk, dan legenda Watu Gajah. Tim juga mendokumentasikan praktik ekologi yang masih berjalan hingga kini. Beberapa di antaranya budidaya ikan sistem karamba, inovasi pengolahan eceng gondok menjadi pupuk dan biogas oleh Pokmas Ngudi Tirto Lestari, serta kesepakatan tak tertulis warga dalam menjaga kelestarian ikan di waduk.

Ketua Pokmas Ngudi Tirto Lestari, Turut Raharjo, menjadi salah satu narasumber dalam proses penggalian data ini. Ia menjelaskan bahwa ledakan eceng gondok yang sempat menutupi hampir 60 persen permukaan Waduk Cengklik pada 2021 justru menjadi titik awal lahirnya inovasi pupuk organik dan biogas Lesindo yang kini dimanfaatkan warga.



Ia berharap keberadaan KALOKA bisa menjaga pengetahuan lokal warga Sobokerto agar tidak berhenti di generasi sekarang.

"Semoga dengan adanya KALOKA, pengetahuan lokal yang kami miliki tidak berhenti di generasi sekarang saja. Mudah-mudahan apa yang kami bagikan melalui KALOKA dapat bermanfaat dan membuat lebih banyak orang mengenal kearifan lokal di sekitar Waduk Cengklik," ujarnya.

Seluruh entri kearifan ekologi Waduk Cengklik ini telah rampung didokumentasikan oleh tim KKN dan diserahkan ke pihak pengelola KALOKA. Ke depannya, harapannya masyarakat Desa Sobokerto sendiri yang dapat melanjutkan dan menambah entri kearifan lokal lainnya, sehingga KALOKA terus terisi dan berkembang secara mandiri oleh warga.


Penulis:
Fadhil Resmana Putra 
Mahasiswa KKN-T 07 UNDIP

Editor:
Achmad Munandar

KALOKA Resmi Diperkenalkan, Tim KKN IDBU 7 Undip Himpun Masukan untuk Pengembangan




Loetju.id - Pasca-peluncuran website KALOKA oleh Tim KKN-T IDBU 07 di Desa Sobokerto, mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Undip, Aisyah Khoirunnisa, melakukan evaluasi terhadap kesiapan dan pemanfaatan sistem digital bagi pengelola perpustakaan desa. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat bagaimana website KALOKA dapat diterima dan digunakan setelah sistem mulai diperkenalkan. KALOKA dikembangkan sebagai platform digital yang mendukung pengelolaan perpustakaan desa, sekaligus menjadi ruang untuk memuat berbagai informasi dan potensi yang ada di Desa Sobokerto.

Evaluasi tidak hanya melihat apakah website dapat digunakan secara teknis, tetapi juga memperhatikan pengalaman pengguna ketika mulai beradaptasi dengan sistem baru. Aspek seperti persepsi terhadap kemudahan penggunaan, manfaat sistem, serta kendala yang muncul selama proses penggunaan menjadi bagian yang diperhatikan dalam evaluasi.

Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner persepsi dan penerimaan awal pengguna. Kuesioner tersebut dilengkapi dengan beberapa pertanyaan review singkat pada bagian akhir untuk memberikan ruang bagi pengelola maupun pengguna untuk menyampaikan pengalaman, kesulitan, serta bagian dari website yang masih dirasa perlu diperbaiki atau dikembangkan.

Masukan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kendala dalam penggunaan website. Beberapa warga juga menyampaikan usulan mengenai konten yang dapat ditambahkan agar informasi di dalam KALOKA semakin beragam. Salah satunya adalah permintaan agar jumlah dokumentasi foto di dalam website dapat diperbanyak sehingga informasi mengenai kegiatan maupun potensi desa dapat ditampilkan secara lebih lengkap.

Selain itu, terdapat pula warga yang menanyakan kemungkinan untuk menambahkan informasi mengenai usaha milik warga lain ke dalam website. Menanggapi hal tersebut, tim KKN menyampaikan bahwa penambahan informasi maupun dokumentasi tetap dapat dilakukan setelah website diserahkan kepada pihak desa.

"Bisa saja ditambahkan, baik foto maupun informasi usaha warga. Karena nantinya website ini akan diserahkan dan dikelola oleh perangkat desa, untuk penambahan konten selanjutnya bisa dikoordinasikan dan disampaikan kepada perangkat desa sebagai pengelola," jelas salah satu tim IT KKN IDBU 7.

Masukan tersebut menjadi salah satu temuan yang menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap website dapat berkembang setelah sistem mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Warga tidak hanya melihat website sebagai sumber informasi yang sudah tersedia, tetapi juga mulai memberikan usulan mengenai informasi lain yang menurut mereka relevan untuk dimasukkan ke dalam KALOKA.

Pertanyaan review menjadi bagian penting dalam evaluasi karena memungkinkan pengguna menyampaikan masukan yang mungkin tidak dapat tergambarkan hanya melalui jawaban pada kuesioner. Masukan yang terkumpul kemudian diolah untuk memperoleh gambaran mengenai bagian-bagian website yang masih membutuhkan penyesuaian, penambahan konten, maupun pendampingan.

Evaluasi ini menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan website KALOKA di Desa Sobokerto. Hasil evaluasi dan modul yang telah disusun dapat dimanfaatkan oleh pengelola sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perbaikan, pembiasaan penggunaan, maupun pengembangan website pada tahap berikutnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendampingi proses pemanfaatan teknologi digital di tingkat desa, khususnya agar sistem yang telah dikembangkan dapat terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengguna di lapangan.


Penulis: 
Aisyah Khoirunnisa
Mahasiswa Program Studi Psikologi 
KKN-T IDBU 07 Universitas Diponegoro
Desa Sobokerto, Boyolali


Editor:
Achmad Munandar

Minggu, 09 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Tematik 101 Universitas Diponegoro Lakukan Edukasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Sumber Kalsium untuk Tanaman di Kampung Nglarang RW 09 Kelurahan Gunungpati



Loetju.id - Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Kampung Nglarang RW 09, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, telah dilaksanakan kegiatan Edukasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Sumber Kalsium untuk Tanaman. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 101 Universitas Diponegoro Tahun 2026 yang ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK RW 09 sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kandungan dan manfaat cangkang telur sebagai sumber kalsium alami bagi tanaman, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan cangkang telur sebagai alternatif sumber kalsium untuk mendukung pertumbuhan tanaman pekarangan serta mendukung penerapan konsep Integrated Farming.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian cangkang telur sebagai limbah organik rumah tangga yang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) sekitar 94–97%. Selanjutnya dijelaskan fungsi kalsium bagi tanaman, di antaranya memperkuat dinding sel, merangsang pertumbuhan akar, membantu pembentukan jaringan baru, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap gangguan fisiologis. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai potensi cangkang telur yang selama ini masih banyak dibuang, padahal dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alami yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.


Pada sesi berikutnya disampaikan materi mengenai cara pengolahan cangkang telur menjadi bubuk yang siap digunakan pada tanaman. Peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan pengeringan cangkang telur, proses penghalusan hingga menjadi bubuk, serta cara pengaplikasiannya pada media tanam. Selain itu, dijelaskan pula bahwa bubuk cangkang telur bukan merupakan pengganti pupuk NPK, melainkan berfungsi sebagai sumber kalsium alami yang melengkapi kebutuhan unsur hara tanaman.

Sebagai bentuk penguatan materi, seluruh peserta memperoleh leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai kandungan nutrisi cangkang telur, manfaat bagi tanaman, langkah-langkah pengolahan, serta cara penggunaan yang tepat. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mempraktikkan pemanfaatan cangkang telur secara mandiri di rumah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai manfaat cangkang telur dan cara penggunaannya pada berbagai jenis tanaman pekarangan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber kalsium alami bagi tanaman, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan sesuai dengan konsep Integrated Farming.


Editor:
Achmad Munandar

Jumat, 07 Agustus 2026

Mushola Rumah Bisa Rawan Rayap Jika Banyak Rak Kayu dan Area Lembap, Berikut Cara Mengatasinya

Mushola Rumah Bisa Rawan Rayap Jika Banyak Rak Kayu dan Area Lembap



Loetju.id - Mushola rumah sering menjadi area yang dibuat tenang, bersih, dan nyaman untuk beribadah. Biasanya ruangan ini dilengkapi sajadah, mukena, sarung, rak Al-Qur’an, lemari kecil, ambalan, karpet, hingga dekorasi dinding bernuansa natural. Karena jarang dipakai untuk aktivitas berat, mushola sering terlihat rapi dan aman.

Namun, mushola rumah tetap perlu diwaspadai dari risiko rayap, terutama jika menggunakan banyak material kayu, berada dekat area lembap, atau jarang diperiksa bagian bawah dan belakang raknya. Rayap bisa bergerak secara tersembunyi dan menyerang material berbahan selulosa tanpa langsung terlihat.


Kenapa Mushola Rumah Bisa Rawan Rayap?
Rayap menyukai material yang mengandung selulosa seperti kayu, kertas, kardus, MDF, particle board, plywood, bambu, dan rotan. Di mushola rumah, material seperti ini bisa ditemukan pada rak kitab, lemari mukena, ambalan dinding, partisi kayu, karpet dengan alas tertentu, hingga kardus penyimpanan.

Jika mushola berada di area yang kurang ventilasi atau dekat dinding lembap, risiko rayap bisa meningkat. Rayap dapat masuk melalui celah lantai, retakan dinding, sudut ruangan, atau area bawah furniture yang jarang dibersihkan.


Rak Al-Qur’an dan Buku Perlu Dicek Rutin
Rak Al-Qur’an, buku doa, dan buku kajian biasanya terbuat dari kayu atau kayu olahan. Karena isinya tersusun rapi dan jarang dipindahkan seluruhnya, bagian belakang rak sering tidak terlihat.

Jika rak menempel ke dinding lembap, bagian belakang dan bawahnya bisa menjadi titik rawan. Tanda seperti serbuk halus, kayu terdengar kopong, atau bagian rak mulai rapuh sebaiknya segera diperiksa lebih detail.


Karpet Mushola Bisa Menyembunyikan Tanda Awal
Karpet di mushola membuat area ibadah terasa lebih nyaman. Namun, jika karpet terlalu lama tidak diangkat, bagian bawahnya bisa menyembunyikan kondisi lantai.

Jika lantai lembap, ada celah nat, atau bagian pinggir karpet dekat dengan plint kayu, tanda awal rayap bisa terlambat terlihat. Serbuk halus atau jalur tanah kecil sering tertutup karpet dan baru disadari saat sudah menyebar.


Lemari Mukena dan Sarung Jangan Terlalu Rapat ke Dinding
Lemari kecil untuk menyimpan mukena, sarung, sajadah cadangan, atau perlengkapan ibadah lainnya juga perlu diperhatikan. Jika lemari berbahan kayu dan menempel rapat ke dinding, bagian belakangnya bisa kurang sirkulasi udara.

Kelembapan yang terjebak di antara lemari dan dinding dapat membuat material kayu lebih rentan. Jika ada celah kecil di lantai atau dinding, rayap bisa memanfaatkannya sebagai jalur masuk.


Kardus Penyimpanan Bisa Menambah Risiko
Beberapa rumah menyimpan perlengkapan mushola cadangan di dalam kardus, seperti sajadah ekstra, buku lama, peci, sarung, atau dekorasi musiman. Kardus memang praktis, tetapi jika disimpan terlalu lama di area lembap, risikonya bisa meningkat.

Kardus mengandung selulosa yang disukai rayap. Jika bagian bawah kardus mulai lembap dan rapuh, rayap bisa menyerang kardus terlebih dahulu sebelum menyebar ke rak atau furniture kayu di sekitarnya.


Dinding Lembap Perlu Diwaspadai
Mushola rumah kadang ditempatkan di sudut ruangan, dekat kamar mandi, dekat taman, atau area bawah tangga. Area seperti ini bisa lebih mudah lembap jika ventilasi kurang baik atau ada rembesan dari dinding.

Tanda seperti cat mengelupas, noda air, bau apek, atau dinding terasa dingin sebaiknya tidak diabaikan. Jika dinding lembap berada dekat rak kayu atau karpet, area tersebut perlu dicek secara rutin.


Tanda Rayap di Mushola Rumah
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul serbuk halus di bawah rak, jalur tanah kecil di sudut dinding, rak terdengar kopong, kardus penyimpanan mudah hancur, atau bagian bawah lemari mulai rapuh.

Jika karpet berbau lembap atau ada bagian furniture yang terasa goyah, jangan langsung dianggap karena usia pemakaian. Periksa juga lantai, dinding, bagian belakang rak, dan area bawah karpet.


Cara Mengurangi Risiko Rayap di Mushola Rumah
Langkah pertama adalah menjaga mushola tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Buka pintu atau jendela secara berkala agar ruangan tidak terlalu pengap.

Kedua, angkat karpet secara rutin untuk membersihkan lantai di bawahnya. Pastikan tidak ada area yang lembap, berbau apek, atau muncul serbuk halus.

Ketiga, beri jarak antara rak atau lemari dengan dinding. Jarak kecil ini membantu sirkulasi udara sekaligus memudahkan pengecekan jika ada tanda awal rayap.

Jika mulai muncul tanda seperti jalur tanah, serbuk halus, rak kopong, atau kardus yang rusak tanpa sebab jelas, layanan anti rayap malang bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke bagian rumah lainnya.


Kesimpulan
Mushola rumah bisa menjadi area rawan rayap jika banyak menggunakan rak kayu, karpet tebal, kardus penyimpanan, dan berada di ruangan yang lembap. Karena area ini biasanya terlihat rapi dan jarang dipindahkan barangnya, tanda awal rayap bisa terlambat diketahui.

 

Dengan menjaga ruangan tetap kering, rutin mengangkat karpet, mengurangi kardus, dan memeriksa bagian bawah serta belakang rak, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.



Olah Kohe Jadi Media Cacing Tanah, Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Kascing sebagai Pupuk Organik Bernilai Jual

 
Mahasiswa KKN-T Undip

Mahasiswa KKN dan warga Desa Sukorejo melakukan foto bersama 
setelah terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi


Loetju.id - Sragen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 42 Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2026, di bawah bimbingan  Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program di Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen, dengan fokus pada pemberdayaan pemuda dan pengelolaan limbah peternakan melalui pendampingan pembuatan kohe (kotoran hewan) sebagai media budidaya organik bernilai jual. 

Kegiatan ini diprakarsai oleh Endang Lukito Sari, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Diponegoro, dengan sasaran utama Karang Taruna dan pengurus Edufarm Desa Sukorejo. Program ini diawali dengan survei kondisi peternakan warga dan kebutuhan pengelolaan limbah, dilanjutkan diskusi pengembangan program bersama pengurus Edufarm, hingga pelaksanaan pendampingan puncak pada 16 Juli 2026 di Balai Desa Sukorejo.

Sebelum adanya pendampingan, kotoran hewan ternak milik warga Desa Sukorejo umumnya hanya dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini tidak hanya berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuat warga kehilangan peluang untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan. Selain itu, pengetahuan mengenai budidaya cacing tanah dan pemanfaatan kascing sebagai pupuk organik bernilai jual pun masih terbatas.

Melalui program KKN-T IDBU 42 Tim 1 ini, Karang Taruna dan pengurus Edufarm mendapatkan edukasi mengenai manfaat pengelolaan limbah kotoran hewan secara produktif, serta pendampingan langsung dalam pembuatan media kohe untuk budidaya cacing tanah, mulai dari proses fermentasi kohe, pengaturan media agar sesuai untuk pertumbuhan cacing, hingga teknik pemeliharaan cacing selama masa budidaya. 

Peserta juga diberikan edukasi mengenai kascing, yaitu residu media bekas cacing yang dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai jual, mencakup cara pemanenan hingga gambaran potensi pemasarannya sebagai produk usaha baru. Pemanfaatan kohe menjadi media budidaya dan bahan baku kascing ini sejalan dengan SDGs nomor 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sebab limbah peternakan yang semula terbuang percuma diubah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Penggunaan kascing sebagai pupuk organik juga turut mendukung SDGs nomor 15 tentang ekosistem daratan, karena membantu menjaga kesuburan tanah secara alami tanpa bergantung pada pupuk kimia.

Hasil dari kegiatan menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang meningkat di kalangan peserta. Karang Taruna dan pengurus Edufarm kini memiliki pengetahuan dasar dalam mengolah kohe menjadi media budidaya cacing tanah, serta pemahaman mengenai potensi kascing sebagai produk pupuk organik yang dapat dipasarkan. Melalui program IDBU 42 Tim 1 ini, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berharap Desa Sukorejo dapat terus mengembangkan pengelolaan limbah peternakan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga dari hasil budidaya cacing tanah dan kascing. 



Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 04 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Tematik Tim 101 UNDIP Gelar Edukasi Pembuatan POC Air Beras dan Kompos di Lingkungan Kampung Perbalan Kelurahan Gunungpati Semarang



Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Tim 101 UNDIP 2026 menyelenggarakan kegiatan pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik di lingkungan PKK RT 2, RW 08 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1, yaitu Tanpa Kemiskinan (No Poverty), melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna untuk ketahanan pangan keluarga. 

Kegiatan edukasi ini terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi dan sosialiasi mengenai Pupuk Organik Cair (POC) air beras yang disampaikan oleh Reni Amelia Nikmah. Reni menjelaskan manfaat limbah air cucian beras yang kaya akan unsur hara untuk menyuburkan tanaman pekarangan, dan langkah-langkah praktis pengolahannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga, serta cara pengaplikasiannya pada tanaman.

Selanjutnya pada sesi kedua, dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi mengenai cara pembuatan pupuk kompos oleh Aliya Fira Nugroho. Aliya memaparkan teknik pengolahan sampah dan limbah organik rumah tangga menjadi kompos, manfaat kompos bagi tanaman, cara pengaplikasian kompos pada tanaman pekarangan, hingga ciri-ciri kompos yang siap digunakan.

 

Melalui pemanfaatan limbah air beras dan sampah dapur menjadi pupuk mandiri, warga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mendukung pertanian berkelanjutan, serta mengoptimalkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Penghematan pengeluaran dan peningkatan produktivitas ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat perekonomian keluarga di tingkat RT. 

Melalui kegiatan yang diusung oleh KKN Tematik Tim 101 UNDIP 2026 ini, diharapkan warga RT 02, RW 08, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang dapat menerapkan pembuatan POC air beras dan pupuk kompos secara mandiri untuk mendorong masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.  
 

Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 21 Juli 2026

Tingkatkan Kapasitas Peternak, KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro Gelar Pelatihan Budidaya Kelinci, Demonstrasi Pembuatan Pakan Komplit Pelet, dan Pengolahan Limbah Bernilai Ekonomis

KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro



Loetju.id - Kendal – Sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pengembangan peternakan rakyat yang berkelanjutan, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 35 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian program pemberdayaan peternak kelinci di Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anugrah Robby Pratama, S.Pt., M.Pt., drh. Siti Susanti, Ph.D., dan Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D., menghadirkan berbagai program inovatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah usaha peternakan kelinci.

Salah satu program unggulan diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "SINAU TERWELU: Sosialisasi Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci" yang diselenggarakan di Aula Balai Desa Pegandon pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Kelinci Kendal Hebat.

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi peternak, mulai dari manajemen pemeliharaan, penyusunan ransum sesuai kebutuhan nutrisi ternak, hingga pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan pendekatan teori dan praktik, Tim KKN-T IDBU 35 berharap peternak mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D., Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Prof. Sutaryo menjelaskan bahwa usaha ternak kelinci memiliki prospek yang sangat baik karena membutuhkan modal dan lahan yang relatif lebih kecil dibandingkan ternak ruminansia, namun memiliki tingkat reproduksi yang tinggi serta menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Gambar 1. Pemaparan materi oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D. pada Seminar Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci di Aula Balai Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.


Selain membahas aspek pembibitan, reproduksi, dan manajemen pemeliharaan, Prof. Sutaryo juga menekankan pentingnya penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak pada setiap fase pertumbuhan. "Penyusunan ransum harus mempertimbangkan kandungan nutrisi, ketersediaan bahan baku, dan aspek ekonomis agar mampu mendukung produktivitas ternak sekaligus menekan biaya produksi," jelas Prof. Sutaryo.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, Tim KKN-T IDBU 35 melaksanakan demonstrasi pembuatan pakan komplit berbentuk pelet pada Minggu (19/7/2026) di kandang mitra milik Bapak Anton. Demonstrasi dihadiri oleh peternak anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang secara langsung mempraktikkan proses formulasi, pencampuran bahan, pencetakan, pengeringan hingga pengemasan pelet.

Pakan komplit yang dikembangkan merupakan hasil formulasi dengan kandungan nutrisi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis ternak kelinci. Formula tersebut menggunakan bahan baku lokal seperti dedak padi, DDGS, molases, ampas susu kedelai, onggok, dan premix sehingga mampu menghasilkan pakan dengan kualitas yang baik namun tetap lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh biaya pakan.

Tidak hanya berfokus pada pakan, Tim KKN-T IDBU 35 juga memberikan demonstrasi pemanfaatan limbah urin kelinci menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Peternak memperoleh pendampingan mulai dari proses penyaringan urin, pencampuran bahan menggunakan EM4, molase, dan air, proses fermentasi, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Gambar 2. Demonstrasi pembuatan pakan komplit pelet dan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin kelinci oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro kepada Peternak


Program ini tidak berhenti pada proses produksi semata. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Tim KKN-T IDBU 35 juga merancang kegiatan lanjutan berupa pelatihan pemasaran digital, sehingga produk pupuk organik cair yang dihasilkan peternak nantinya dapat dipasarkan melalui media sosial maupun berbagai platform marketplace. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok peternak melalui pemanfaatan teknologi digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai formulasi pakan, proses fermentasi pupuk, hingga peluang pengembangan usaha peternakan kelinci ke depan.

Salah satu peserta, Bapak Muslih, mengaku sangat puas dan merasa terbantu dengan program yang dilaksanakan oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai peternak. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai pemeliharaan kelinci, tetapi juga belajar membuat pakan sendiri yang lebih hemat serta memanfaatkan limbah menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomi. Pendampingan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap Universitas Diponegoro dapat terus mendampingi kelompok kami, termasuk memberikan pelatihan pengolahan pangan berbasis daging kelinci sehingga produk yang dihasilkan semakin beragam dan mampu meningkatkan pendapatan peternak," ungkapnya.

Testimoni serupa juga disampaikan oleh sejumlah anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang menilai kegiatan KKN-T IDBU 35 memberikan manfaat nyata karena materi yang diberikan langsung dapat diterapkan di lapangan. Para peternak berharap sinergi antara Universitas Diponegoro dan kelompok ternak dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan pemasaran hasil peternakan.

Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi teknologi pakan, pemanfaatan limbah, hingga rencana pengembangan pemasaran berbasis digital, Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro berharap peternak kelinci di Desa Pegandon semakin mandiri, mampu meningkatkan efisiensi usaha, mengembangkan produk bernilai tambah, serta mewujudkan usaha peternakan kelinci yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing di era digital.


Editor:
Achmad Munandar

Celengan Kecil, Impian Besar: KKN UNDIP 2026 Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini melalui Edukasi Literasi Keuangan di Sekolah Dasar

 

Langkah Sederhana Membangun Generasi Cerdas Finansial Sejak Usia Dini


Loetju.id - Toyogo, Sragen - 21 Juli 2026 - Kebiasaan baik dalam mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini. Kesadaran mengenai pentingnya menabung, mengatur penggunaan uang saku, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi bekal penting bagi anak dalam membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.

Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan bagi siswa kelas III SD Negeri 1 dan 2 Toyogo pada tanggal 21 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Menabung Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas Finansial” sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan keuangan sederhana kepada siswa sekolah dasar.


Program ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang membangun kebiasaan positif, belajar mengatur prioritas, serta mempersiapkan tujuan di masa depan.


Edukasi Literasi Keuangan dengan Metode Interaktif
Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penjelasan sederhana, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta praktik langsung.

Dalam sesi materi, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar literasi keuangan, mulai dari pengertian menabung, manfaat menabung, cara menyisihkan uang saku, hingga pentingnya menentukan tujuan sebelum menggunakan uang.

Mahasiswa KKN UNDIP mengajak siswa memahami bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dari nominal kecil. Hal yang paling penting bukanlah jumlah uang yang dikumpulkan, melainkan konsistensi dan kedisiplinan dalam menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif “Kebutuhan atau Keinginan?”. Melalui permainan tersebut, siswa belajar membedakan antara sesuatu yang harus dipenuhi dan sesuatu yang hanya diinginkan. Aktivitas ini membantu siswa memahami pentingnya menentukan prioritas dalam menggunakan uang.


Celengan dan Komitmen Menabung sebagai Bentuk Implementasi Nyata
Sebagai bentuk tindak lanjut dari materi yang telah diberikan, mahasiswa KKN UNDIP memberikan celengan kepada setiap siswa sebagai media untuk memulai kebiasaan menabung di rumah. Pemberian celengan tersebut bukan hanya menjadi simbol kegiatan, tetapi juga menjadi sarana nyata agar siswa dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh. Dengan memiliki celengan pribadi, siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk menyisihkan sebagian uang sakunya secara rutin.

Selain pemberian celengan, siswa juga diajak membuat komitmen menabung. Melalui komitmen tersebut, siswa menyatakan kesediaannya untuk mulai menabung, menggunakan uang secara bijak, serta berusaha mencapai tujuan menabung yang telah mereka tentukan.

Komitmen menabung menjadi bagian penting dalam kegiatan karena membangun kebiasaan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga kemauan untuk melakukan perubahan. Dengan adanya komitmen tersebut, siswa memiliki motivasi untuk menerapkan kebiasaan baik secara berkelanjutan.


Membangun Karakter Melalui Kebiasaan Finansial Positif
Kegiatan edukasi literasi keuangan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai uang, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan menabung, siswa belajar mengenai nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, serta kemampuan merencanakan sesuatu untuk mencapai tujuan.

Celengan yang diberikan kepada siswa menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin diharapkan dapat berkembang menjadi budaya positif yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberlanjutan program ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama guru dan orang tua, agar siswa terus mendapatkan pendampingan dalam menerapkan kebiasaan menabung setelah kegiatan KKN selesai.


Kontribusi Program terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Program edukasi literasi keuangan melalui pemberian celengan dan komitmen menabung memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu:

1. SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Kegiatan ini mendukung pendidikan berkualitas melalui penguatan kecakapan hidup (life skills) bagi siswa. Literasi keuangan menjadi pengetahuan penting yang membantu anak memahami pengambilan keputusan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

2. SDGs 1: No Poverty (Tanpa Kemiskinan)
Pengenalan pengelolaan uang sejak dini menjadi langkah preventif dalam membangun perilaku finansial yang sehat. Anak yang memahami konsep menabung dan mengelola kebutuhan diharapkan memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

3. SDGs 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Melalui pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan, siswa mulai belajar menggunakan uang secara bertanggung jawab serta mengurangi perilaku konsumtif.

4. SDGs 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya kerja sama antara mahasiswa KKN UNDIP, pihak sekolah, guru, dan siswa dalam mendukung pembentukan karakter serta peningkatan kualitas pendidikan.


Satu Celengan, Satu Komitmen, Satu Langkah Menuju Masa Depan
Melalui program kerja KKN UNDIP 2026 ini, mahasiswa berupaya menghadirkan edukasi yang sederhana namun memiliki dampak jangka panjang bagi siswa SD Negeri 1 dan 2 Toyogo.

Pemberian celengan dan komitmen menabung menjadi langkah nyata untuk menanamkan kesadaran finansial sejak dini. Dari sebuah celengan kecil, tumbuh harapan besar agar anak-anak mampu menjadi generasi yang lebih disiplin, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan.

Karena membangun masa depan yang lebih baik dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: menabung hari ini untuk mewujudkan impian esok hari.


Penulis: Alya Arinal Haq
Kontributor: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Lokasi: Desa Toyogo
Tanggal Pelaksanaan: 21 Juli 2026


Editor: Achmad Munandar

Selasa, 14 Juli 2026

5 Tips Menentukan Budget Sebelum Membeli Macbook Pro


 

Loetju.id - Menentukan anggaran yang tepat sebelum membeli MacBook Pro menjadi langkah krusial agar tidak salah memilih konfigurasi. Perangkat ini hadir dalam beragam pilihan chip, ukuran layar, dan kapasitas memori yang membuat rentang Harga Macbook Pro lebar, dari Rp27 jutaan hingga lebih dari Rp60 juta. Tanpa perencanaan budget yang matang, Anda bisa terjebak membeli spesifikasi yang terlalu rendah atau justru membayar lebih untuk fitur yang tidak diperlukan.

Mulai dari memahami selisih harga antar varian, mempertimbangkan kebutuhan RAM dan storage, hingga membandingkan penawaran dari berbagai reseller resmi.


1. Kenali Rentang Harga Berdasarkan Ukuran Layar
Ukuran layar menjadi faktor pertama yang langsung memengaruhi besaran anggaran yang perlu disiapkan. MacBook Pro tersedia dalam dua pilihan layar, yaitu 14 inci dan 16 inci, dengan perbedaan harga yang cukup signifikan di antara keduanya.

Model 14 inci dengan chip M5 dibanderol sekitar Rp27.999.000 untuk konfigurasi RAM 16GB dan SSD 512GB. Sementara itu, model 16 inci dengan chip M5 Pro atau M5 Max harganya jauh lebih tinggi, bisa mencapai Rp48.999.000 hingga lebih dari Rp60 juta tergantung konfigurasi yang dipilih.

Sebaliknya, ukuran 16 inci lebih cocok bagi Anda yang membutuhkan layar lebih luas untuk pekerjaan visual yang kompleks, seperti editing video atau desain grafis.


2. Pahami Perbedaan Harga Antar Varian Chip
Setelah menentukan ukuran layar, varian chip menjadi faktor penentu harga berikutnya. Setiap varian memiliki kemampuan dan target pengguna, sehingga Anda perlu mencocokkannya dengan beban kerja sehari-hari.

Varian dasar M5 cocok untuk kebutuhan produktivitas harian dan kreatif ringan hingga menengah, seperti pengolahan dokumen dan editing foto. Varian M5 Pro ditujukan untuk beban kerja lebih berat, misalnya compiling code atau editing video multi-stream 8K ProRes. Adapun varian M5 Max dirancang untuk workflow paling ekstrem, termasuk menjalankan LLM dengan ratusan miliar parameter langsung di perangkat.

Oleh karena itu, pastikan kebutuhan Anda benar-benar sesuai sebelum memilih konfigurasi tertinggi agar anggaran tidak membengkak tanpa manfaat yang optimal.


3. Pertimbangkan Kapasitas RAM dan Storage Secara Cermat
RAM dan storage pada MacBook Pro tidak bisa di-upgrade setelah pembelian. Hal ini menjadikan pemilihan kapasitas yang cukup sejak awal sebagai keputusan yang tidak bisa ditawar.

Konfigurasi RAM besar, yaitu 24GB ke atas, dan storage 1TB ke atas akan menambah biaya cukup signifikan pada harga akhir. Untuk kebutuhan dasar seperti dokumen dan browsing, konfigurasi standar sudah cukup. Namun, bagi kebutuhan berat seperti video editing atau AI training, pertimbangkan konfigurasi RAM dan storage yang lebih besar sebagai investasi jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan kapasitas ini sejak awal, Anda dapat menghindari penyesalan karena perangkat tidak mampu menangani pekerjaan yang diinginkan. Anggaran pun bisa dialokasikan secara lebih tepat.


4. Perhatikan Tren Kenaikan Harga Terbaru
Harga MacBook Pro tidak selalu stagnan, melainkan bisa berubah mengikuti kondisi pasar komponen global. Sejak pertengahan 2026, harga sejumlah lini Mac termasuk MacBook Pro mengalami kenaikan akibat lonjakan biaya komponen memori.

Kenaikan harga pada MacBook Pro dengan RAM besar bisa mencapai belasan juta rupiah dibanding harga sebelumnya. Jika Anda membutuhkan MacBook Pro dalam waktu dekat, cek apakah ada stok dengan harga sebelum kenaikan di reseller resmi.

Bagi yang membutuhkan konfigurasi tinggi, siapkan anggaran ekstra karena tren kenaikan harga cenderung berlanjut mengikuti kondisi pasar. Dengan memantau tren ini, Anda dapat menentukan waktu pembelian menguntungkan.

5. Bandingkan Harga di Berbagai Reseller Resmi
Harga MacBook Pro dapat bervariasi antar reseller resmi. Perbedaan harga ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penawaran terbaik sesuai anggaran Anda.

Untuk mendapatkan keuntungan lebih, Anda bisa manfaatkan promo cicilan 0% atau bebas biaya cicilan ditawarkan reseller resmi. Salah satu reseller resmi yang sering menawarkan promo semacam ini adalah Blibli.

Menentukan budget dengan cermat berdasarkan ukuran layar, varian chip, dan konfigurasi RAM atau storage membantu memastikan MacBook Pro yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan anggaran. Dengan membandingkan harga di berbagai reseller serta memantau tren kenaikan harga, Anda dapat membuat keputusan pembelian lebih bijak.

Untuk mengecek harga dan ketersediaan MacBook Pro terkini, Anda dapat mengunjungi laman resmi Blibli dan membandingkan penawaran dari berbagai reseller terpercaya. Beli produk smartphone di Blibli bisa dapatkan gratis ekstra proteksi perlindungan lengkap di Blibli selama 6 bulan, sehingga kamu bisa lebih aman dari smartphone kamu yang mengalami layar pecah, ketumpahan air, dan kemalingan!

Nantikan juga promo bulan Juli paling menarik di Blibli 15th Salebration 2026! Dapatkan Diskon s.d. 2 Juta, Tebus Murah Rp15*, Brand Rush Hour, dan masih banyak promo lain setiap harinya!

Comika

Politika

Gen Z