Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Tim 101 UNDIP 2026 menyelenggarakan kegiatan pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik di lingkungan PKK RT 2, RW 08 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1, yaitu Tanpa Kemiskinan (No Poverty), melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna untuk ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan edukasi ini terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi dan sosialiasi mengenai Pupuk Organik Cair (POC) air beras yang disampaikan oleh Reni Amelia Nikmah. Reni menjelaskan manfaat limbah air cucian beras yang kaya akan unsur hara untuk menyuburkan tanaman pekarangan, dan langkah-langkah praktis pengolahannya agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga, serta cara pengaplikasiannya pada tanaman.
Selanjutnya pada sesi kedua, dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demonstrasi mengenai cara pembuatan pupuk kompos oleh Aliya Fira Nugroho. Aliya memaparkan teknik pengolahan sampah dan limbah organik rumah tangga menjadi kompos, manfaat kompos bagi tanaman, cara pengaplikasian kompos pada tanaman pekarangan, hingga ciri-ciri kompos yang siap digunakan.
Melalui pemanfaatan limbah air beras dan sampah dapur menjadi pupuk mandiri, warga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mendukung pertanian berkelanjutan, serta mengoptimalkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Penghematan pengeluaran dan peningkatan produktivitas ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat perekonomian keluarga di tingkat RT.
Melalui kegiatan yang diusung oleh KKN Tematik Tim 101 UNDIP 2026 ini, diharapkan warga RT 02, RW 08, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang dapat menerapkan pembuatan POC air beras dan pupuk kompos secara mandiri untuk mendorong masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar


