Mahasiswa KKN dan warga Desa Sukorejo melakukan foto bersama
setelah terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi
Loetju.id - Sragen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 42 Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2026, di bawah bimbingan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program di Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen, dengan fokus pada pemberdayaan pemuda dan pengelolaan limbah peternakan melalui pendampingan pembuatan kohe (kotoran hewan) sebagai media budidaya organik bernilai jual.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Endang Lukito Sari, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Diponegoro, dengan sasaran utama Karang Taruna dan pengurus Edufarm Desa Sukorejo. Program ini diawali dengan survei kondisi peternakan warga dan kebutuhan pengelolaan limbah, dilanjutkan diskusi pengembangan program bersama pengurus Edufarm, hingga pelaksanaan pendampingan puncak pada 16 Juli 2026 di Balai Desa Sukorejo.
Sebelum adanya pendampingan, kotoran hewan ternak milik warga Desa Sukorejo umumnya hanya dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini tidak hanya berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuat warga kehilangan peluang untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan. Selain itu, pengetahuan mengenai budidaya cacing tanah dan pemanfaatan kascing sebagai pupuk organik bernilai jual pun masih terbatas.
Melalui program KKN-T IDBU 42 Tim 1 ini, Karang Taruna dan pengurus Edufarm mendapatkan edukasi mengenai manfaat pengelolaan limbah kotoran hewan secara produktif, serta pendampingan langsung dalam pembuatan media kohe untuk budidaya cacing tanah, mulai dari proses fermentasi kohe, pengaturan media agar sesuai untuk pertumbuhan cacing, hingga teknik pemeliharaan cacing selama masa budidaya.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai kascing, yaitu residu media bekas cacing yang dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai jual, mencakup cara pemanenan hingga gambaran potensi pemasarannya sebagai produk usaha baru. Pemanfaatan kohe menjadi media budidaya dan bahan baku kascing ini sejalan dengan SDGs nomor 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sebab limbah peternakan yang semula terbuang percuma diubah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Penggunaan kascing sebagai pupuk organik juga turut mendukung SDGs nomor 15 tentang ekosistem daratan, karena membantu menjaga kesuburan tanah secara alami tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Hasil dari kegiatan menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang meningkat di kalangan peserta. Karang Taruna dan pengurus Edufarm kini memiliki pengetahuan dasar dalam mengolah kohe menjadi media budidaya cacing tanah, serta pemahaman mengenai potensi kascing sebagai produk pupuk organik yang dapat dipasarkan. Melalui program IDBU 42 Tim 1 ini, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berharap Desa Sukorejo dapat terus mengembangkan pengelolaan limbah peternakan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga dari hasil budidaya cacing tanah dan kascing.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar

