Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SDN 01 dan 02 Toyogo - Comedy, Indie and Creativity

Jumat, 14 Agustus 2026

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SDN 01 dan 02 Toyogo



Loetju.idSragen, 23 Juli 2026 - Maraknya kasus bullying dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah menjadi keprihatinan tersendiri yang perlu ditangani sejak usia dini. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja kepada siswa SDN 01 dan SDN 02 Toyogo, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada 21 Juli 2026 di SDN 01 Toyogo dan 23 Juli 2026 di SDN 02 Toyogo.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan kenakalan remaja sejak dini, sehingga siswa mampu mengenali bentuk-bentuk perilaku tersebut serta memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Sosialisasi tidak hanya membahas definisi bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga mengajak siswa mengenali situasi di sekitar mereka dan mendorong sikap saling menghargai antarteman.

Siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, mulai dari perilaku menyimpang ringan hingga tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun bullying yang terjadi di dunia maya (cyberbullying), lengkap dengan contoh-contoh yang mudah dipahami sesuai dengan usia siswa sekolah dasar.

Selain mengenali jenis-jenis bullying dan kenakalan remaja, siswa juga diberikan pemahaman mengenai sikap yang perlu diambil ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diajak untuk berani bercerita dan melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat kejadian bullying, serta pentingnya tidak diam atau justru ikut serta dalam tindakan tersebut. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai, empati, dan kepedulian terhadap sesama teman sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja dan bullying sejak dini.


Tidak Berhenti pada Siswa
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja di lingkungan masing-masing. Para siswa diharapkan dapat menerapkan sikap saling menghargai yang telah dipelajari serta menyampaikannya kembali kepada teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.

Dengan demikian, pemahaman mengenai anti-bullying dan pencegahan kenakalan remaja tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan ke lingkungan yang lebih luas. Peran siswa sebagai generasi muda diharapkan dapat membantu membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.


Membangun Generasi yang Peduli dan Berani Bersuara
Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai jenis-jenis kenakalan remaja, bentuk-bentuk bullying, serta sikap yang perlu diambil ketika menghadapi situasi tersebut. Siswa juga mulai memahami pentingnya berani bercerita, saling menghargai, dan tidak membiarkan tindakan bullying terjadi di sekitar mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi anti-bullying dan kenakalan remaja dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan pertemanan dan mampu bersikap tepat ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan bullying.

"Harapannya, siswa tidak hanya mengetahui apa itu bullying dan kenakalan remaja, tetapi juga berani bersuara dan saling menjaga satu sama lain. Sikap saling menghargai yang ditanamkan sejak sekolah dasar ini diharapkan dapat mereka bawa hingga dewasa," ujar Chayla.

Program Sosialisasi Anti-Bullying dan Kenakalan Remaja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya lingkungan pertemanan yang sehat di Desa Toyogo. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih peduli, berani bersuara, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan kenakalan remaja.


Editor:
Achmad Munandar

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..