Comedy, Indie and Creativity: Gen Z
Tampilkan postingan dengan label Gen Z. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gen Z. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Tempe Manfaatkan Limbah Jadi Biogas di Kelurahan Langensari



Loetju.idKabupaten Semarang, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi Bioteknologi, Muhammad Ariq Ghiffary dan Danish Abiyu Ameruzaki, melaksanakan Program Sosial Masyarakat melalui kegiatan visitasi ke rumah Bapak Taufik, pelaku usaha produksi tempe yang berlokasi di RT 08, RW 06, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah usaha rumah tangga. Bapak Taufik dikenal telah menjalankan usaha produksi tempe secara mandiri dengan memanfaatkan lahan produksi yang cukup luas, sekaligus telah menerapkan sistem pengolahan limbah organik menjadi energi alternatif berupa biogas.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses produksi tempe serta sistem biodigester pribadi dan digester anaerob milik Bapak Taufik. Digester tersebut berfungsi mengolah bahan organik melalui proses penguraian tanpa oksigen, yang hasilnya berupa biogas kemudian dialirkan melalui instalasi pipa menuju kompor untuk digunakan sebagai sumber energi memasak sehari-hari.

Muhammad Ariq Ghiffary menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan bioteknologi lingkungan pada skala rumah tangga dan UMKM.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana limbah produksi tempe, yang biasanya hanya dibuang, justru bisa diolah menjadi sumber energi melalui digesti anaerob. Ini jadi contoh konkret penerapan bioteknologi sederhana yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Penerapan sistem ini menunjukkan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bermanfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, pemanfaatan biogas ini juga berpotensi mengurangi volume limbah serta menekan ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional seperti gas LPG.



Bapak Taufik selaku pemilik usaha menyampaikan bahwa keberadaan biodigester tersebut sangat membantu operasional usahanya sehari-hari.

“Alhamdulillah dengan adanya digester ini, limbah dari produksi tempe jadi ada manfaatnya, tidak sekadar dibuang. Biogas yang dihasilkan bisa langsung dipakai untuk memasak, jadi bisa mengurangi pemakaian gas juga,” ungkapnya.

Danish Abiyu Ameruzaki menambahkan bahwa temuan dari kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran penting terkait potensi pengembangan teknologi digesti anaerob di lingkungan Kelurahan Langensari.

“Dari kunjungan ini kami jadi punya gambaran bagaimana teknologi anaerob digester bisa diterapkan pada skala UMKM, sekaligus melihat peluang pengembangannya untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di sini,” jelasnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, mahasiswa memperoleh informasi mengenai penerapan digesti anaerob dan biogas pada skala rumah tangga/UMKM, sekaligus melihat potensi pengembangannya sebagai teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan limbah, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan di Kelurahan Langensari. Kegiatan ini turut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production).

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama antara mahasiswa dan Bapak Taufik, serta harapan agar praktik pengolahan limbah menjadi biogas ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Kelurahan Langensari.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Program Studi Bioteknologi
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

 


Loetju.idSRAGEN, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk “Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Pendekatan Persuasif kepada Anak Tidak Sekolah (ATS)”. Program ini dilakukan melalui verifikasi data ATS dari Bapperida dengan kondisi pendidikan anak di lapangan, disertai kunjungan langsung kepada anak yang teridentifikasi tidak bersekolah.

Tahap awal kegiatan dilakukan dengan mencocokkan data ATS bersama Ketua RT di setiap wilayah. Mahasiswa mengonfirmasi status pendidikan anak yang tercatat dalam data Bapperida kepada Ketua RT untuk mengetahui kesesuaian antara data administratif dan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Apabila hasil konfirmasi menunjukkan bahwa anak masih bersekolah, mahasiswa mencatat hasil tersebut sebagai bagian dari proses verifikasi. Sementara itu, apabila anak diketahui sudah tidak bersekolah, mahasiswa melanjutkan dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah anak dan keluarganya.

Kunjungan tersebut dilakukan melalui pendekatan personal dan persuasif. Mahasiswa berupaya memahami kondisi serta faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, mahasiswa memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan serta menyampaikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Proses verifikasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keakuratan data ATS di Desa Celep. Dengan melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua RT dan masyarakat, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih sesuai mengenai kondisi pendidikan anak dibandingkan hanya mengandalkan data administratif.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung keberlanjutan pendidikan di Desa Celep. Desa Celep sendiri telah memiliki fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Meskipun demikian, keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Melalui rangkaian verifikasi data Bapperida, konfirmasi kepada Ketua RT, serta kunjungan langsung kepada keluarga, mahasiswa KKN Undip berupaya memastikan data Anak Tidak Sekolah sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka peluang bagi anak yang tidak bersekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan.



Editor: 
Achmad Munandar

Jumat, 21 Agustus 2026

Empat Disiplin, Satu Tujuan: KKN- T 82 Undip Hadirkan Edukasi Komprehensif di SMPN 4 Ungaran

 


Loetju.id - Langensari (31/07/2026) - Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran melalui kegiatan edukasi lintas keilmuan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Hukum, Psikologi, Teknik Komputer, dan Teknik Geologi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari siswa.

Kegiatan dari bidang Program Studi Hukum mengangkat tema kenakalan remaja dan pencegahan pernikahan dini. Melalui penyampaian materi dan diskusi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk kenakalan remaja serta memahami dampak sosial dan konsekuensi hukum dari perilaku tersebut. Edukasi juga membahas pentingnya mencegah pernikahan dini dengan mendorong siswa untuk memprioritaskan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan merencanakan masa depan secara lebih matang.

Pada bidang Psikologi, mahasiswa memberikan edukasi mengenai bullying dengan pendekatan yang lebih reflektif dan interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pengertian dan dampak bullying, tetapi juga diajak menuliskan pengalaman mereka melalui sticky note. Siswa dapat merefleksikan apakah mereka pernah mengalami tindakan bullying maupun pernah melakukan tindakan tersebut kepada orang lain. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang lebih aman dan saling menghargai.

Sementara itu, mahasiswa Teknik Komputer memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan data di era digital. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan aktivitas siswa, seperti penggunaan media sosial, akun digital, dan penyebaran informasi pribadi. Siswa diajak memahami risiko penyalahgunaan data serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi informasi pribadi agar lebih aman saat menggunakan internet.

Mahasiswa Teknik Geologi turut memberikan edukasi mengenai berbagai fenomena kebumian. Materi yang disampaikan meliputi siklus hidrologi, mitigasi bencana gempa bumi, dan gunung berapi. Melalui materi siklus hidrologi, siswa diperkenalkan pada proses pergerakan air di alam dan kaitannya dengan lingkungan sekitar. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi kemudian mengajak siswa mengenali potensi bahaya dan langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana. Sementara materi mengenai gunung berapi memberikan pemahaman mengenai fenomena vulkanisme sekaligus pentingnya mengetahui langkah yang tepat dalam menghadapi potensi aktivitas gunung berapi.

“Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKN Undip, telah berkenan memberikan edukasi kepada adik-adik SMPN 4 Ungaran yang tentunya sangat bermanfaat dan relevan bagi mereka dalam menjalani fase remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga dapat terarahkan dengan baik” Ungkap Pak Joko, selaku kesiswaan SMPN 4 Ungaran.

Melalui pelaksanaan Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran, mahasiswa KKN-T 82 turut mengambil peran dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan wawasan siswa di luar materi akademik sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong siswa untuk menjadi generasi yang lebih sadar, bertanggung jawab, serta siap menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya.


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Kader Posbindu Kartini Deteksi dini PTM di Kelurahan Langensari



Loetju.idKabupaten Semarang, 14 Juli 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) Kelompok 1 dari Fakultas Kedokteran turut mendampingi kader Posbindu dalam penyelenggaraan kegiatan Posbindu Kartini yang bertempat di RW 05, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh kader ini didukung dengan kehadiran mahasiswa sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah masyarakat, dengan menyasar warga RW 05 sebagai peserta utama.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kelurahan Langensari. Empat mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Undip dilibatkan sesuai dengan kompetensi keilmuan masing-masing, mulai dari Program Studi Gizi, Kedokteran, hingga Keperawatan, untuk membantu kader menjalankan rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi warga.


Kegiatan Posbindu Kartini ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), terutama target 3.4 mengenai penurunan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan. Melalui pemeriksaan antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat secara rutin, warga RW 05 dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini sehingga risiko PTM seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat dicegah lebih awal.

   
Salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran, Qeisya Iqmalia Safitrie, menjelaskan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk membantu meringankan tugas kader sekaligus melengkapi jenis pemeriksaan yang tersedia bagi warga RW 05. 

“Kami hadir untuk membantu kader dalam menjalankan kegiatan Posbindu yang memang sudah rutin dilaksanakan di sini. Harapannya, kehadiran kami bisa melengkapi pemeriksaan yang ada, seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat, sehingga warga mendapat skrining yang lebih menyeluruh,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta oleh kader, kemudian dilanjutkan dengan empat pos pemeriksaan yang dibantu oleh mahasiswa. Ahmad Sultan Rashid Sugiharto (Prodi Gizi) bertugas melakukan pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Najia Aulia Qotrun Nada (Prodi Gizi) bertanggung jawab pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sekaligus memberikan edukasi singkat mengenai interpretasi hasilnya. Sementara itu, Qeisya Iqmalia Safitrie (Prodi Kedokteran) menangani pemeriksaan kadar kolesterol, dan Najla Nur Rifdah Rahadatul ‘Aisy (Prodi Keperawatan) melaksanakan pemeriksaan kadar asam urat. Setiap hasil pemeriksaan dicatat sebagai data skrining status gizi dan faktor risiko PTM warga.


Warga RW 05 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dari awal hingga akhir. Selain menerima hasil pengukuran, peserta juga mendapatkan edukasi singkat sesuai kondisi kesehatan masing-masing guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.

Kader Posbindu RW 05, menyampaikan apresiasi atas bantuan para mahasiswa KKN. 
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan Posbindu yang biasa kami jalankan jadi lebih lengkap dengan adanya pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat yang biasanya jarang bisa kami lakukan sekaligus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan skrining kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta bekerja sama dengan kader dalam pelaksanaan program Posbindu. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama kader dan warga RW 05, serta harapan agar kegiatan Posbindu yang telah rutin dijalankan kader dapat terus berlanjut secara mandiri dan berkelanjutan.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Petani Desa Celep Tentang Pentingnya Penggunaan APD




Loetju.idSRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Pendampingan Penerapan APD dan Praktik Kerja Aman bagi Petani” melalui kegiatan penyuluhan kepada kelompok tani Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan ini digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat melakukan aktivitas pertanian.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya penggunaan APD oleh petani, khususnya ketika melakukan penyemprotan pestisida dan pupuk. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan keracunan pestisida, iritasi kulit, gangguan pernapasan, serta gangguan kesehatan lainnya.

Melalui penyuluhan, petani diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD sebagai salah satu upaya perlindungan diri dalam melakukan pekerjaan pertanian. Materi disampaikan secara singkat dan komunikatif agar informasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dapat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini menyasar kelompok tani Desa Celep sebagai kelompok yang secara langsung berhadapan dengan risiko penggunaan pestisida dan pupuk dalam kegiatan pertanian.

Hanna Shafa Mairasari menyampaikan bahwa penggunaan APD menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan petani ketika bekerja. 

“Penggunaan APD merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan petani untuk mengurangi risiko paparan pestisida dan menjaga kesehatan selama bekerja,” ujarnya.

Selain penyuluhan, program ini turut menyediakan poster dan leaflet edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD. Media tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi petani untuk menerapkan kebiasaan kerja yang lebih aman, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan pestisida dan pupuk.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani Desa Celep mengenai penggunaan APD serta mendorong penerapan praktik kerja yang lebih aman. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai perlindungan diri, petani diharapkan dapat lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Siswa SD Desa Celep Tentang Pemilahan Sampah dan 3R




Loetju.idSRAGEN, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Edukasi dan Pendampingan Pemilahan Sampah Berbasis Prinsip 3R pada Anak Sekolah Dasar” kepada siswa sekolah dasar di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan yang digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini.

Program ini dilaksanakan melihat adanya potensi anak-anak SD yang memiliki antusiasme tinggi dalam menerima edukasi. Sekolah juga dinilai dapat menjadi sarana strategis dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini. Namun, pengetahuan dan keterampilan anak dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya serta menerapkan prinsip 3R masih terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan pengelolaan sampah yang kurang optimal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi secara interaktif agar materi mengenai pengelolaan sampah dapat diterima dengan lebih mudah oleh siswa. Penyampaian materi dilakukan menggunakan PPT dan poster, kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif pemilahan sampah serta praktik langsung memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami konsep 3R, tetapi juga mampu mengenali dan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Hanna Shafa Mairasari menyampaikan, “Mengenalkan pemilahan sampah sejak usia sekolah merupakan langkah sederhana untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui jenis sampah, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan edukasi juga didukung dengan sejumlah media pembelajaran, yaitu poster edukasi mengenai 3R dan pemilahan sampah, media permainan edukatif, serta label tempat sampah organik dan anorganik. Media tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah diberikan dan mendorong penerapan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung penguatan sektor pendidikan sekaligus membangun kesadaran lingkungan di Desa Celep. Edukasi di sekolah dipandang relevan dengan kebutuhan desa karena pemerintah desa dan tokoh masyarakat berharap mahasiswa dapat berkontribusi melalui kegiatan edukatif yang mampu meningkatkan wawasan, kreativitas, dan motivasi belajar anak-anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap siswa SD di Desa Celep dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam memilah sampah serta mulai menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan sejak dini, kesadaran untuk menjaga lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep




Loetju.idSRAGEN, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, melaksanakan program Sosial Kemasyarakatan Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Pendekatan Persuasif kepada Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan ini dilakukan melalui pencocokan data Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Bapperida dengan kondisi di lapangan serta kunjungan langsung kepada anak yang teridentifikasi tidak bersekolah.

Kegiatan diawali dengan melakukan verifikasi data ATS bersama Ketua RT di masing-masing wilayah. Mahasiswa mencocokkan data yang diperoleh dari Bapperida dengan kondisi sebenarnya di masyarakat dengan menanyakan status pendidikan anak kepada Ketua RT. Apabila anak yang tercantum dalam data diketahui masih bersekolah, mahasiswa melakukan konfirmasi bahwa kondisi anak tersebut sesuai dengan keadaan di lapangan.

Sementara itu, apabila berdasarkan hasil konfirmasi anak diketahui sudah tidak bersekolah, mahasiswa melanjutkan proses dengan mendatangi rumah anak dan keluarganya. Tahap ini dilakukan untuk memastikan kondisi anak secara langsung sekaligus memahami keadaan yang melatarbelakangi anak tidak melanjutkan pendidikan.

Kunjungan rumah dilakukan dengan pendekatan secara personal kepada anak dan keluarga. Mahasiswa menggali faktor penyebab anak tidak bersekolah serta memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan. Selain itu, mahasiswa juga memberikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang dapat menjadi pilihan bagi anak sesuai dengan kondisinya.

Proses pencocokan data dan verifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui kesesuaian antara data administratif dengan kondisi pendidikan anak yang sebenarnya di lingkungan masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam merespons persoalan pendidikan di Desa Celep. Berdasarkan hasil observasi, Desa Celep telah memiliki berbagai fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Namun, masih terdapat tantangan dalam keberlanjutan pendidikan, termasuk adanya sebagian masyarakat yang memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui rangkaian kegiatan pencocokan data Bapperida, konfirmasi kepada Ketua RT, dan kunjungan langsung ke rumah, mahasiswa KKN Undip berupaya memastikan informasi mengenai Anak Tidak Sekolah sesuai dengan kondisi di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan serta membuka peluang bagi anak yang tidak bersekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan.



Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 20 Agustus 2026

Penyusunan Materi dan Pelaksanaan Pre-Test sebagai Pembuka Program Edukasi Literasi Digital dan Internet Sehat di Desa Sobokerto





Loetju.idDalam rangka mendukung tema besar "Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Desa Berbasis Kearifan Lokal Waduk Cengklik untuk Mendukung Literasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sobokerto Boyolali", Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Salah satu program kerja tersebut adalah Edukasi Literasi Digital dan Internet Sehat yang dilaksanakan sebagai bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan rumpun Sains dan Teknologi, dengan sasaran meningkatkan kemampuan warga dalam menyaring informasi serta menjaga keamanan data pribadi di ruang digital. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, sekaligus mendukung poin ke-9 mengenai penguatan infrastruktur dan inovasi di tingkat masyarakat desa.

Kegiatan dilaksanakan pada sabtu (1/08/2026) bertempat di rumah Ketua RT 04 RW 05 Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan diikuti Oleh Ibu-ibu PKK Desa Sobokerto. Pemilihan rumah Ketua RT sebagai tempat kegiatan dan waktu pelaksanaan pada malam hari disesuaikan dengan kebiasaan warga berkumpul seusai aktivitas harian, sehingga peserta dapat hadir tanpa meninggalkan pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Selama acara berlangsung, tim membagikan leaflet berisi ringkasan materi internet sehat kepada seluruh peserta sebagai pegangan yang dapat dibaca kembali di rumah, sekaligus lembar pre-test yang diisi sebelum pemaparan materi dimulai. 

Program ini terbagi menjadi beberapa peran yang saling melengkapi. Sebagian anggota tim bertugas sebagai pemateri yang menyampaikan materi literasi digital, pengenalan berita hoaks, dan keamanan akun. Sebagian lainnya menyiapkan modul cetak, perlengkapan presentasi, serta dokumentasi kegiatan. Penulis sendiri berperan pada bagian pengukuran pemahaman awal peserta, yaitu menyusun materi pre-test sekaligus memandu langsung sesi pre-test sebelum pemaparan materi dimulai.
 
Pelaksanaan diawali dengan penyusunan instrumen pre-test yang dikerjakan penulis beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung. Penyusunan dilakukan dengan mengacu pada isi modul literasi digital dan keamanan digital yang telah disiapkan tim, sehingga setiap butir soal benar-benar mewakili materi yang akan disampaikan. Indikator yang diukur meliputi kemampuan mengenali ciri berita hoaks, kebiasaan meneruskan pesan di grup percakapan, pemahaman mengenai kata sandi dan keamanan akun, kewaspadaan terhadap penipuan berhadiah dan tautan mencurigakan, serta sikap dalam membagikan data pribadi secara daring. 

Proses penyusunan mempertimbangkan latar belakang peserta yang beragam, sehingga lembar pre-test dibuat sangat ringkas, yaitu satu kolom identitas berisi nama peserta dan empat butir soal saja, dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami, kalimat pendek, dan pilihan jawaban sederhana agar dapat diselesaikan dalam waktu singkat tanpa membuat peserta merasa sedang diuji. Kolom nama disiapkan agar hasil pre-test setiap peserta dapat dipasangkan dengan hasil evaluasi setelah kegiatan.

Pada hari pelaksanaan, penulis membuka rangkaian acara dengan menjelaskan tujuan pre-test kepada peserta, yaitu untuk memetakan pemahaman awal dan bukan untuk menilai benar atau salah secara pribadi. Lembar soal kemudian dibagikan bersama leaflet materi internet sehat kepada seluruh peserta yang hadir, lalu setiap butir soal dibacakan satu per satu dengan tempo pelan disertai contoh kejadian yang dekat dengan keseharian ibu-ibu, seperti pesan berantai di grup arisan atau tautan undian berhadiah yang beredar di aplikasi percakapan. Penulis juga berkeliling untuk mendampingi peserta yang mengalami kesulitan membaca soal atau ragu dalam menentukan pilihan jawaban, sehingga seluruh lembar peserta dapat terisi sebelum sesi pemaparan materi dimulai.

Pelaksanaan kegiatan ini menghadapi sejumlah kendala, di antaranya porsi waktu pre-test yang singkat karena rangkaian acara harus dibagi dengan pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan agenda pertemuan rutin warga. Peserta juga datang secara bertahap sesuai kesibukan masing-masing pada malam hari, jumlahnya cukup banyak untuk ukuran ruang berkumpul di rumah Ketua RT, dan penerangannya kurang leluasa untuk membaca lembar soal. Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis memangkas jumlah butir soal seminimal mungkin, membacakan setiap soal dengan suara jelas agar peserta berjalan pada tempo yang sama, dan menyediakan pendampingan langsung bagi peserta yang kesulitan membaca maupun ragu menentukan jawaban.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan satu set instrumen pre-test yang terisi lengkap oleh peserta dan menjadi gambaran awal mengenai tingkat pemahaman Ibu-ibu PKK terhadap literasi digital dan keamanan internet. Hasil pengisian tersebut langsung dimanfaatkan pemateri untuk menekankan bagian materi yang paling banyak belum dipahami peserta, sekaligus menjadi pembanding bagi evaluasi kegiatan setelah sosialisasi selesai. Kontribusi ini menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Informatika dalam mendukung penguatan literasi digital masyarakat Desa Sobokerto.



Tanggapan dari Peserta dan Perangkat Desa

Setelah kegiatan berlangsung, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sobokerto menyampaikan tanggapan mengenai pelaksanaan kegiatan edukasi literasi digital dan internet sehat.

"Ok,Dalam penyampaian materi tadi malam sangat menyenangkan,karena mas dan mbak KKN UNDIP tau siapa audien nya dan harus bagaimana cara menyampaikannya, Ada selingan humor dan tawanya juga .Sip lah Selanjutnya kita bisa tau mana itu hoax atau fakta, Jadi tidak lagi sembarangan posting atau upload informasi yang diterima, Apalagi klik link yang tidak jelas sumbernya yang meminta data pribadi. Jadi dari penyuluhan tadi malam kita dapat tips,solusi,dan cara aduan, yang jelas saring sebelum sharing, Mantab KKN UNDIP."

Tanggapan tersebut menjadi bentuk konfirmasi bahwa pengukuran pemahaman awal melalui pre-test membantu penyampaian materi menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan peserta selama kegiatan edukasi literasi digital dan internet sehat berlangsung.



Penulis:  
Alif Faturrohman
Mahasiswa KKN-T IDBU-07
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 18 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T UNDIP Laksanakan Program Sosial Masyarakat Saintek Melalui Pendampingan Praktik TIK bagi Pelaku UMKM



Loetju.id - Mahasiswa Tim KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) akan melaksanakan Program Sosial Masyarakat Saintek berupa pendampingan praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pelaku UMKM di Dusun Ngancan, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Organisasi Pemuda Pemudi (OPP) 45 sebagai perwakilan masyarakat yang turut berperan dalam mendukung pemberdayaan pelaku UMKM di lingkungan Dusun Ngancan.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan perangkat teknologi untuk menunjang aktivitas usaha. Materi yang akan disampaikan meliputi pengenalan fungsi laptop dan smartphone, penggunaan internet secara efektif, pengelolaan dokumen digital, serta pemanfaatan perangkat pendukung usaha seperti printer dan perangkat pembayaran digital. Seluruh materi akan disampaikan melalui praktik langsung sehingga peserta dapat mencoba penggunaan perangkat dengan pendampingan mahasiswa KKN.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memahami cara mengoperasikan perangkat, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung administrasi usaha, promosi produk, hingga pelayanan kepada pelanggan. Dengan keterampilan tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kualitas usahanya.

Riyarakhma Febriana selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Program Sosial Masyarakat Saintek merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sehingga masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan," ujar Riyarakhma.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro dan Organisasi Pemuda Pemudi 45, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong perkembangan UMKM Desa Sobokerto yang lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.



Penulis: 
Riyarakhma Febriana
KKN Tim II IDBU-07 
Universitas Diponegoro - Desa Sobokerto


Aditor:
Achmad Munandar

Penguatan Tata Kelola Perpustakaan Digital, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Undip Susun Modul SOP Layanan KALOKA




Loetju.idBOYOLALI – Transformasi layanan literasi di tingkat desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan platform digital, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjamin keberlangsungan pemanfaatannya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) menyusun Modul Pelatihan Penerapan SOP dan Manajemen Layanan Harian Perpustakaan Digital untuk mendukung pengelolaan KALOKA (Kearifan dan Literasi Lokal Desa) di Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali.


Modul ini dirancang sebagai panduan bagi pengelola dalam memahami dan menerapkan prosedur layanan perpustakaan digital secara sistematis. Penyusunannya tidak hanya berorientasi pada penggunaan platform, tetapi juga pada pembentukan alur kerja yang jelas sehingga aktivitas pengelolaan dapat dilakukan secara lebih terarah, konsisten, dan mudah diterapkan dalam operasional sehari-hari.


Salah satu bagian penting dalam program ini adalah penyusunan alur kerja layanan Perpustakaan Desa Digital KALOKA. Alur tersebut menjadi instrumen untuk memetakan tahapan layanan dan memberikan gambaran kerja yang lebih terstruktur bagi pengelola. 


Dari perspektif Teknik Industri, Shulchia Diana, mahasiswa Fakultas Teknik, berkontribusi dalam aspek tata kelola dan penataan alur layanan. Peran tersebut diarahkan pada bagaimana proses layanan dapat disusun secara sistematis, memiliki tahapan yang jelas, serta mendukung efektivitas pengelolaan perpustakaan digital. Modul yang disusun juga memuat panduan penerapan SOP dan manajemen layanan harian sebagai dasar dalam menjalankan proses operasional.


Kebutuhan terhadap panduan tersebut semakin relevan karena KALOKA diproyeksikan untuk dikelola oleh pihak desa setelah proses serah terima. Dengan adanya modul, proses alih kelola tidak berhenti pada penyerahan produk digital, tetapi turut disertai dengan pengetahuan dan pedoman kerja yang dapat digunakan oleh pengelola dalam menjalankan layanan secara mandiri.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan Modul Pelatihan Penerapan SOP dan Manajemen Layanan Harian Perpustakaan Digital kepada Pemerintah Desa Sobokerto pada 5 Agustus 2026. Berdasarkan berita acara serah terima, pihak desa menerima produk tersebut dan menyatakan akan mengimplementasikannya sesuai dengan peruntukan dan kebermanfaatannya. 


Program ini menunjukkan bahwa pengembangan layanan digital di tingkat desa perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengelolaannya. Melalui modul, SOP, dan alur kerja yang disusun, KKN-T IDBU-07 Undip berupaya memberikan fondasi tata kelola yang dapat mendukung keberlanjutan KALOKA sekaligus mempermudah pengelola desa dalam menjalankan layanan perpustakaan digital setelah program KKN-T berakhir.



Penulis: 
Shulchia Diana 
Mahasiswa Teknik Industri 
Tim II KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro
Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali.

Editor:
Achmad Munandar

Dampingi Pengelola KALOKA, Mahasiswa KKN Undip Gelar Pelatihan Teknis Pengunggahan Konten dan Troubleshooting Sistem




Loetju.id -  Mahasiswa Tim KKNT IDBU-07 Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pelatihan teknis pengunggahan konten sekaligus pendampingan troubleshooting sistem kepada pengelola KALOKA (Portal Literasi Desa Sobokerto), dalam rangkaian program kerja multidisiplin di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang berlangsung sejak 1 hingga 5 Agustus 2026.

Program ini digagas oleh Nazla Azzahra, mahasiswa dari divisi IT Tim KKNT IDBU-07, sebagai tindak lanjut atas kebutuhan pengelola KALOKA yang memerlukan pendampingan teknis dalam mengoperasikan sistem, khususnya dalam mengunggah konten dan menangani gangguan yang mungkin muncul saat digunakan. Sebelumnya, Nazla telah menyusun modul panduan pengguna berisi tutorial langkah demi langkah untuk menambahkan entri pada modul Kearifan Lokal, Info Wisata, dan UMKM.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pengelola KALOKA, memandu proses login, navigasi Dashboard, hingga praktik mengisi dan mengunggah entri konten sesuai dengan alur kerja sistem, mulai dari input data oleh pengelola hingga proses kurasi yang dilakukan admin sebelum konten tampil ke publik. Selain pelatihan, kegiatan ini juga mencakup pendampingan troubleshooting untuk membantu pengelola memahami cara mengidentifikasi dan menangani kendala teknis sederhana yang mungkin ditemui saat mengoperasikan sistem sehari-hari.

Salah satu pengelola KALOKA yang mendapatkan pendampingan, Queen, yang bertanggung jawab atas entri tradisi lisan dan sejarah desa, mengaku terbantu dengan modul dan pendampingan yang diberikan.

"Modulnya sangat informatif, setiap langkah dijelaskan dengan jelas jadi aku bisa langsung praktik input entri sesuai alurnya tanpa bingung," ujar Queen.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan, program ini diharapkan mampu membekali pengelola KALOKA agar dapat mengunggah konten secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menghasilkan catatan troubleshooting yang dapat menjadi acuan penyelesaian kendala teknis di kemudian hari.


Penulis: 
Nazla Azzahra Hermana
Tim KKNT IDBU-07 Desa Sobokerto, Boyolali

Editor:
Achmad Munandar

Kreatif Manfaatkan Limbah, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep Kembangkan Akuaponik Selada dan Lele



Loetju.idBATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi dan Desa Binaan (KKN-T IDBU) 69 Desa Tumerep menghadirkan inovasi budidaya tanaman selada berbasis akuaponik dengan menggabungkan budidaya tanaman dan perikanan dalam satu sistem. Kegiatan ini memanfaatkan selada sebagai komoditas tanaman dan ikan lele sebagai komoditas perikanan dengan menggunakan hidroton sebagai media tanam.

Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa KKN-T dari program studi agroekoteknologi dengan memanfaatkan ember dan galon bekas sebagai wadah budidaya, serta mahasiswa KKN-T dari program studi Arsitektur yang menyulap limbah botol plastik menjadi hiasan bunga cantik yang menambah nilai estetika akuaponik. Pemanfaatan barang bekas ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengurangi limbah anorganik sekaligus menciptakan sarana budidaya yang sederhana, kreatif, estetik, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sistem akuaponik yang diperkenalkan oleh mahasiswa Agroekoteknologi Lala dan Ristha, mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman selada. Ikan lele dibudidayakan pada bagian wadah yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ikan, sedangkan tanaman selada ditempatkan pada bagian atas dengan hidroton sebagai media tanam. Sistem tersebut memungkinkan kegiatan budidaya tanaman dan ikan dilakukan secara bersamaan sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang. 

“Saya minat belajar sistem pertanian ini, biasanya saya lihat di TV kurang jelas dan sekarang dapat dilihat bentuknya secara langsung. Mudah dilakukan dan bisa efisien tempat jadinya kalau menanam dengan sistem seperti ini, saya bisa mempraktikan di halaman rumah saya” ucap salah satu masyarakat yang mengunjungi stand aquaponik saat Gelar Karya. 

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat mengenai alternatif budidaya tanaman yang sederhana dan dapat diterapkan di rumah. Secara umum, masyarakat tertarik untuk mencoba membuat sistem akuaponik secara mandiri dan memanfaatkan berbagai bahan serta teknologi sederhana yang sebelumnya belum pernah mereka temui dalam kegiatan

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknik budidaya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan efisien. Ember, galon, dan botol bekas yang umumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi wadah produktif. Dengan demikian, barang yang sudah tidak digunakan dapat memiliki nilai guna baru sekaligus mendukung kegiatan budidaya pangan. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penerapan sistem akuaponik yang diperkenalkan dalam kegiatan Gelar Karya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ketertarikan masyarakat terhadap berbagai komponen media yang digunakan, seperti hidroton, rockwool, serta mekanisme kerja sistem akuaponik

Penggunaan hidroton sebagai media tanam juga menjadi salah satu bagian dari inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat. Hidroton digunakan untuk menopang tanaman selada dalam sistem akuaponik sehingga budidaya dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah. “Wah bagus ya media Hidroton ini, bentuknya juga menarik seperti coklat. Bagus adik – adik mahasiswa memperkenalkan hal baru terkait pertanian konvensional ke masyarakat desa yang masih menerapkan pertanian tradisional” ucap Bapak Sukur selaku Kepala Dusun Cepoko. Kombinasi selada, ikan lele, hidroton, serta wadah dari barang bekas menghasilkan sistem budidaya sederhana yang dapat diterapkan pada lahan dengan ruang terbatas.

 

Melalui kegiatan ini, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berharap masyarakat dapat mengenal alternatif budidaya yang menggabungkan sektor pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem akuaponik juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu dan inovasi di tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sarana budidaya, KKN-T IDBU 69 Desa Tumerep berupaya menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dan kegiatan produksi pangan dapat dilakukan secara bersamaan melalui inovasi sederhana yang berkelanjutan.


Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z