Comedy, Indie and Creativity: Berita
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2026

Permudah Akses Peziarah, Mahasiswa Untag Surabaya Pasang Plang Penunjuk Arah Wisata Religi di Ampel




Loetju.idSurabaya – Guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pembuatan dan pemasangan plang penunjuk arah di kawasan wisata religi RW 14 Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026 ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penataan infrastruktur wisata lokal.

Kawasan Ampel dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi utamanya di Jawa Timur yang setiap harinya dipadati oleh ribuan peziarah. Namun, tata letak gang yang padat dan bercabang di area pemukiman warga sering kali membuat pengunjung, terutama yang baru pertama kali datang, kesulitan menemukan rute menuju titik-titik krusial seperti makam, masjid, maupun fasilitas umum.

Melihat kondisi tersebut, Gilang Satria Pramudya, mahasiswa Teknik Sipil Untag Surabaya yang menjadi pelaksana program, melakukan perencanaan teknis mulai dari survei lokasi, pemetaan jalur, hingga proses fabrikasi papan petunjuk yang ergonomis dan tahan cuaca. Pada tanggal 7 Juni 2026, plang-plang penunjuk arah tersebut resmi dipasang di beberapa titik strategis di wilayah RW 14.

Ketua RW 14 Kelurahan Ampel menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan plang petunjuk jalan yang jelas sangat membantu mengurangi kebingungan peziarah yang kerap tersesat di dalam gang.

 
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dari mahasiswa Untag Surabaya. Selama ini, warga sering kali menjadi tumpuan bertanya bagi para peziarah yang bingung mencari arah jalan pulang atau lokasi fasilitas umum. Dengan adanya plang penunjuk yang jelas dan informatif ini, arus peziarah menjadi lebih tertib dan mereka bisa beribadah dengan lebih nyaman," ujar perwakilan warga RW 14 Kelurahan Ampel saat ditemui di lokasi kegiatan.

Program pengabdian ini dibimbing langsung oleh Ir. Masca Indra Triana, S.T., M.T., M.S.M., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ia menjelaskan bahwa program kerja yang diambil oleh mahasiswa Teknik Sipil ini telah disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat melalui pendekatan disiplin ilmu yang relevan.

"Tujuan utama dari program ini adalah mengaplikasikan ilmu teknik sipil dalam skala praktis yang langsung menyentuh kepentingan publik. Kami berharap pemasangan plang penunjuk arah ini tidak hanya mempermudah navigasi para pengunjung, tetapi juga mampu mendukung perputaran ekonomi kreatif warga setempat seiring dengan semakin tertatanya kawasan wisata religi Ampel," urai Ir. Masca Indra Triana. Ia juga menambahkan harapannya agar fasilitas yang telah dibangun ini dapat dijaga bersama oleh warga.

Pemasangan plang penunjuk arah pada awal Juni ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap manajemen alur pengunjung di RW 14 Kelurahan Ampel. Dengan papan informasi yang estetik dan informatif, wajah pemukiman di sekitar cagar budaya ini menjadi lebih rapi dan ramah wisatawan. Keberlanjutan program ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak perangkat RT dan RW setempat untuk proses perawatan berkala, guna memastikan tulisan dan struktur plang tetap terjaga dengan baik dalam jangka waktu yang lama.


Penulis: Gilang Satria Pramudya
Program Studi: Teknik Sipil
Perguruan Tinggi: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pembimbing Lapangan: Ir. Masca Indra Triana, S.T., M.T., M.S.M.

Jumat, 12 Juni 2026

Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi UMKM Kelurahan Ampel Tingkatkan Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital

 



Pelatihan manajemen arus kas sederhana dan pemanfaatan media sosial 
untuk pemasaran menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM agar usaha semakin tertata dan dikenal luas.


wirausahanesia.com - Surabaya, 31 Mei 2026 – Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yaitu Achmad Syarifudin, Mochammad Daniyal Farich Alfarisi, Nabilla Choiriyah Azzahra, Aditya Rizaki Widayat, dan Veronika Sanctissima Apriani Mithe, menggelar pelatihan pencatatan arus kas dan strategi pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai RW 11 Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada 31 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M., dengan tujuan membantu pelaku usaha setempat agar lebih tertib dalam mencatat keuangan dan lebih siap menghadapi digitalisasi usaha.


Berkembangnya UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada bagaimana pelaku usaha mengelola keuangan dan memasarkan dagangannya. Kesadaran inilah yang mendorong sekelompok mahasiswa untuk turun langsung mendampingi para pelaku usaha kecil di lingkungan padat penduduk, yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta pemasaran usaha.


Sasaran kegiatan ini adalah pelaku UMKM RW 11 Kelurahan Ampel yang masih mengalami kendala dalam mencatat arus kas usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memasarkan produk melalui platform digital. Banyak dari mereka selama ini hanya mengandalkan ingatan dalam mencatat transaksi sehari-hari, tanpa pembukuan yang rutin dan tertata, sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti.


Kegiatan yang berlangsung pada 31 Mei 2026 ini diikuti oleh 12 peserta dari 15 undangan yang disebarkan kepada pelaku UMKM RW 11 Kelurahan Ampel. Tingkat kehadiran yang mencapai 80 persen mencerminkan tingginya minat pelaku usaha mikro terhadap upaya peningkatan kapasitas usaha mereka, sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendampingan semacam ini masih cukup besar di tengah masyarakat.


Peserta Pelatihan pembukuan manual dan Digital
 
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi mengenai pencatatan arus kas masuk dan keluar, mulai dari pemasukan harian, pengeluaran operasional, hingga cara menghitung saldo kas pada akhir periode. Materi juga mencakup pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, sebuah kebiasaan yang menurut tim mahasiswa masih jarang diterapkan oleh pelaku UMKM skala mikro. Penjelasan disampaikan dengan contoh-contoh kasus yang sering dialami pedagang kecil, seperti warung makan, toko kelontong, dan usaha jajanan rumahan, sehingga materi terasa dekat dengan kondisi nyata peserta dan lebih mudah dipahami.


Selain teori, peserta juga diajak berlatih langsung mencatat arus kas masuk dan keluar menggunakan dua metode, yaitu pencatatan manual melalui buku kas sederhana dan pencatatan digital melalui aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui telepon genggam. Pendekatan praktik ini dipilih karena sebagian besar peserta belum terbiasa melakukan pencatatan transaksi secara rutin, sehingga perlu dibimbing langsung dalam mengisi setiap kolom pencatatan, mulai dari tanggal transaksi, jenis transaksi, nominal, hingga keterangan tambahan.


Pelatihan Pembukuan Manual

Pengenalan aplikasi pencatatan kas berbasis web dimaksudkan sebagai langkah awal menuju digitalisasi usaha. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran, memantau saldo secara otomatis, serta melihat riwayat transaksi kapan saja tanpa perlu membuka buku catatan fisik. Meskipun sebagian peserta masih merasa lebih nyaman dengan metode manual karena faktor kebiasaan dan keterbatasan akses gawai, pengenalan teknologi ini dinilai penting agar UMKM tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan bisnis yang semakin berbasis data.
 
 
Pelatihan Pembukuan Digital

Selain materi pencatatan keuangan, mahasiswa UNTAG Surabaya juga memperkenalkan teknik dasar pemasaran melalui media sosial, seperti pembuatan konten foto produk yang menarik, penulisan deskripsi produk, serta pengaturan akun usaha di platform digital. Pengenalan ini bertujuan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar tanpa memerlukan biaya promosi yang besar. Dari 12 peserta yang hadir, lima orang menyatakan akan segera mencoba membuat akun usaha di media sosial setelah pelatihan, dan beberapa di antaranya juga mulai mencoba pencatatan arus kas melalui aplikasi web yang diperkenalkan.


Sebagai pelengkap, kegiatan juga membahas pentingnya kemasan produk yang higienis dan menarik, serta langkah-langkah dasar pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas usaha yang dapat membuka akses ke berbagai program bantuan pemerintah, seperti pelatihan lanjutan, bantuan modal, maupun kemudahan dalam pemasaran produk ke pasar yang lebih luas.


Perwakilan mahasiswa pelaksana, Achmad Syarifudin, menjelaskan bahwa program ini disusun berdasarkan hasil observasi awal terhadap kondisi UMKM di wilayah tersebut.


"Kami melihat banyak pelaku usaha yang sebenarnya memiliki pelanggan tetap, tetapi belum tahu apakah usahanya benar-benar untung atau justru merugi karena tidak pernah mencatat arus kas secara rutin. Lewat pelatihan ini, kami berharap mereka bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujarnya.


Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan manfaat yang ia rasakan setelah mengikuti kegiatan tersebut.


"Selama ini saya hanya mengingat pemasukan dan pengeluaran tanpa mencatat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi memahami cara mencatat arus kas dengan benar, baik secara manual maupun melalui aplikasi di handphone," tuturnya.


Dosen Pembimbing Lapangan, Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M., menyampaikan bahwa pendampingan semacam ini penting dilakukan secara berkala agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.
 

"Pelaku UMKM perlu terus dibekali pengetahuan yang aplikatif, bukan hanya teori. Dengan pencatatan arus kas yang baik, baik secara manual maupun digital, UMKM akan lebih siap menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pencatatan arus kas, tetapi juga mendapatkan gambaran awal mengenai digitalisasi usaha, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan secara bertahap. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM di Kelurahan Ampel menjadi lebih tertib dalam mengelola keuangan, lebih siap memanfaatkan teknologi, dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.

Ke depan, program pendampingan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kebiasaan pencatatan arus kas, penggunaan teknologi digital, serta penguatan legalitas dan pemasaran usaha dapat semakin tertanam di kalangan pelaku UMKM. Dengan pengelolaan usaha yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih kuat bagi perekonomian masyarakat.


Penulis : Aditya Rizaki Widayat
Program Studi : Administrasi Bisnis
DPL : Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Minggu, 07 Juni 2026

Selamat! Mukmin Resmi Jadi Juara SUCI 12 Kompas TV, Kalahkan Ejja dan Ratanca di Grand Final

 
Mukmin Juara SUCI 12 Kompas TV


Loetju.id - Panggung komika paling bergengsi di Indonesia akhirnya melahirkan sejarah baru! Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 12 Kompas TV resmi menutup tirai kompetisinya pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Setelah berbulan-bulan saling lempar punchline terbaik, babak Grand Final akhirnya menobatkan Mukmin sebagai pemenang utama SUCI 12.

Persaingan di babak puncak ini terbilang sangat sengit karena mempertemukan para komika tangguh dengan gaya komedi yang unik dan segar.


Mukmin Sabet Gelar Juara 1 SUCI 12
Tampil habis-habisan di malam Grand Final, Mukmin sukses mencuri hati para juri dan penonton lewat materi komedinya yang solid dan eksekusi yang matang. Konsistensi Mukmin sepanjang musim ini akhirnya terbayar tuntas dengan trofi kemenangan tertinggi di panggung SUCI 12.

Sementara itu, posisi runner-up alias Juara 2 diraih oleh Ejja Saputra, yang juga memberikan perlawanan sengit dengan performa yang tidak kalah memukau. Di posisi ketiga, ada Ratanca yang telah lebih dulu mengamankan tempat sebagai Juara 3.

Mukmin Juara SUCI 12 Kompas TV


Daftar Lengkap Pemenang SUCI 12 Kompas TV (2026)
Bagi kamu yang kelewatan keseruan malam puncak kemarin, berikut adalah daftar lengkap tiga besar juara Stand Up Comedy Indonesia musim ke-12:

Juara 1: Mukmin

Juara 2: Ejja Saputra

Juara 3: Ratanca

Kemenangan Mukmin ini sekaligus menambah daftar panjang komika berbakat tanah air yang lahir dari rahim kompetisi SUCI Kompas TV. Selamat untuk para pemenang, semoga industri stand up comedy Indonesia makin meriah dengan kehadiran materi-materi segar dari alumni SUCI 12!

Dengan berakhirnya SUCI 12, Mukmin, Ejja, dan Ratanca dipastikan akan langsung meramaikan industri hiburan Indonesia. Tidak hanya di panggung stand up comedy off-air, alumni SUCI biasanya akan langsung kebanjiran tawaran untuk masuk ke dunia akting, podcast, hingga menjadi konten kreator.

Selamat untuk para pemenang! Semoga industri stand up comedy Indonesia makin meriah dengan kehadiran materi-materi segar dari alumni SUCI 12. Keren banget, Mukmin!


Minggu, 05 April 2026

11 Nama Komika yang Lolos Babak Pre Show SUCI 12 Kompas Tv 2026


 

Loetju.id - Berikut adalah 11 Nama Komika Yang Lolos Babak Preshow SUCI 12 Kompas Tv 2026. Tayang di Kompas Tv hari Sabtu tanggal 4 April 2026 jam 21.30 WIB sampai selesai, tayangan ulangnya bisa disaksikan di channel youtube Suci Kompas Tv.

Babak preshow menghadirkan 27 komika yang lolos audisi dan dapat golden tiket dari 4 kota besar, Surabaya, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta.

Dipandu oleh duo MC Rais dan Ate, hadir sebagai dewan juri ada pak dhe Indro, Cing Abdel, Raditya Dika dan Nirina Zubir.

Dari 27 peserta yang tampil, diseleksi hingga terpilih 11 komika yang bakal bertarung sengit di babak pertama SUCI 12 Kompas Tv minggu depan yang bakal dipandu oleh trio mc fenomenal abad ini yaitu GJLS ada Hifdzi, Rigen dan Rispo.

Berikut adalah 11 Nama Komika Yang Lolos Babak Preshow SUCI 12 Kompas Tv 2026:

1. Ratanca

2. Rizky Ambon

3. Alma

4. Ripay

5. Dewangga

6. Andri Sakti

7. Ily


9. Dokter Saga

10. Mukmin

11. Firsyal


Untuk Top of the Top versi dewan juri di babak preshow ini adalah Firsyal.

Selamat berjuang untuk 11 komika yang lolos, buat yang gagal tetap semangat jangan menyerah.



Penulis
Nandar

Kamis, 02 April 2026

Daftar Film yang Dibintangi oleh Lord Benidictus Siregar, The Next Reza Rahadian

 


Loetju.id - Dikenal sebagai musuh Hifdzi, sosok komika asal Jogja yang juga teman akrab Yusril, Mukti dan Rispo yaitu Beni sedang banyak dibicarakan. Selain karena cuitannya yang kadang nyelekit di Twitter juga tidak lain (mohon maaf) karena tampangnya yang sering kali ngeselin.

Walau demikian akhir-akhir ini, pemilik nama lengkap Benedictus Siregar mulai disebut-sebut sebagai benang merah perfilman Indonesia karena keterlibatannya dalam banyak film layar lebar. Beberapa diantaranya bahkan jadi film dengan raihan jumlah penonton jutaan.

Di setiap film kehadiran Beni selalu dinanti dan punya peran signifikan, kayaknya cuma film GJLS: Ibuku Ibu-ibu yang menghadirkan Beni untuk adegan dipukuli.

Mengutip twit akun  Muklis Nonton @tvindonesiawkwk di sosial media X, berikut kami kutip tentang  "List film yang diperankan oleh lord Benedictus Siregar, the next Reza Rahadian":

🎬 5 Cowok Jagoan (Sopir), 2017  
🎬 Rumput Tetangga (Staf Kirana), 2019
🎬 Lara Ati (Cokro), 2022
🎬 Sleep Call (Surya), 2023
🎬 Sekawan Limo (Juna), 2024

🎬 Seni Memahami Kekasih (Pak RT), 2024
🎬 Perempuan Pembawa Sial (Yanto), 2025
🎬 Pabrik Gula (Franky / Mulyono), 2025
🎬 Cocote Tonggo (Yoyok), 2025
🎬 La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (Kang Karyo), 2025

🎬 GJLS: Ibuku Ibu-Ibu (Mulyo), 2025  
🎬 Pesugihan Sate Gagak (Indra), 2025  
🎬 Agak Laen: Menyala Pantiku! (Intel), 2025  
🎬 Sekawan Limo 2: Gunung Klawih (Juna), 2026  
🎬 Gak Ada Matinya (Bahlil), 2026

🎬 Cek Khodam, 2026  
🎬 Semua Akan Baik-Baik Saja (Abun), 2026  
🎬 Children of Heaven (Bambang), 2026  
🎬 Foufo (Cokro Sutedjo), 2026
🎬 Landasan (Damar), 2026

🎬 Sebelum Dijemput Nenek, 2026
🎬 Gudang Merica, 2026  
🎬 Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Ale), 2026


Profile singkat komika Benidictus Siregar

Benidictus Jananto Halomoan Siregar, yang dikenal sebagai Benidictivity (lahir 10 Januari 1990) adalah pelawak tunggal dan pemeran berkebangsaan Indonesia.

Beni adalah salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim keempat yang tayang pada tahun 2014, di mana ia lolos melalui audisi untuk wilayah Yogyakarta. Beni adalah satu-satunya kontestan yang lolos untuk wilayah tersebut.

Meskipun ia mewakili Yogyakarta bersama Hifdzi Khoir, Hifdzi lolos melalui audisi di Jakarta. Ia terkenal dengan teknik "paraprodoskian" dalam melawak tunggal, yaitu dengan permainan kata yang menyerupai lelucon sebaris, tetapi kata-kata yang digunakan adalah kata yang berbeda dan memiliki inti atau makna yang sama, sehingga membuat penonton tertawa karena Beni menciptakan pemikiran kepada penonton bahwa inti dari pembicaraannya tetap sama seperti yang ia ungkapkan di awal.

Beni lahir dan besar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Wates, Kulonprogo. Beni merupakan lulusan dari program studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma.

Perjalanan Karis Benidictus Siregar
Beni mulai melawak tunggal pada tahun 2012 dengan bergabung bersama komunitas Stand Up Indo Yogyakarta, yang juga didirikan pada tahun yang sama. Pada tahun 2013, Beni mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ketiga di Yogyakarta dan memperoleh tiket emas, tetapi ia belum beruntung untuk lolos ke putaran final. 

Tidak putus asa, pada tahun berikutnya Beni kembali mengikuti audisi yang sama di musim keempatnya. Selain memperoleh tiket emas, ia lolos ke babak pra-penampilan dan lolos pula sebagai satu dari 16 finalis resmi. Akan tetapi, Beni tidak bertahan lama di kompetisi, karena ia harus menggantung pelantang di penampilan ketiga, pada saat membawakan tema mengenai makanan. Beni tereliminasi di 13 besar.

Pada tahun 2015, Beni mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan oleh Indosiar, yang merupakan musim pertama dari kompetisi tersebut. Beni kembali tidak mampu meraih juara, karena ia harus tereliminasi di babak 11 besar.

Setelah ikut kompetisi SUCI 4, Beni sempat beberapa tahun menganggur dan tidak berbuat apapun. Sehari-hari hanya menunggu ada job datang dan bermalas-malasan. Gaya hidup Beni yang tidak kreatif inilah yang menjadi inspirasi untuk lagu "Mata Roda" -nya Orkes Pensil Alis yang diciptakan oleh sahabat karibnya Hifdzi Khoir dan Mukti Entoet. 

Sampai akhirnya Beni diajak untuk menjadi salah satu pengisi acara "Malam-Malam" di NET TV bersama Surya Insomnia, Tora Sudiro, dan Dhita Fakhrana. Dalam acara ini Beni beberapa kali tampil lucu dengan tektokannya bersama Surya.

Sampai akhirnya Beni ikut tampil dalam film pertamanya berjudul "5 Cowok Jagoan" yang disutradarai oleh sahabatnya juga Fajar Nugros. Walau hanya tampil beberapa scene, dalam film ini pula Beni dikukuhkan sebagai salah satu aktor yang patut diperhitungkan berkat akting luar biasanya sebagai driver ojol pada scene ditembak oleh robot-robot.

Beni yang dalam lingkungannya mendapatkan persona sebagai Orang Jelek Ngeselin, kerap menjadi bahan bullyan oleh kawan-kawannya. Namun itulah yang menjadi komedi ketika mereka berkumpul.

Salah satu bullyan yang paling terkenal dan ikonik adalah komentar dari istri Hifdzi Khoir, Echa dengan komentar "Baru kali ini ya ada orang dikatain apa aja pantes". (sumber: id.wikipedia.org)

Apa yang diraih bang Beni ini sekali lagi menegaskan sebuah kata bijak yang sering diucapkan founding father standup Indonesia mas Pandji Pragiwaksono, "Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik".

Selasa, 17 Februari 2026

Kabar Gembira, SUCI 12 Kompas TV Hadir Lagi Tayang Mulai 28 Maret 2026

 


Loetju.id - Kabar gembira buat penikmat komedi tunggal, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12 resmi diluncurkan ditandai konferensi pers pada Minggu tanggal 15 Februari 2026. Antusias masyarakat sangat besar terbukti ada 2.400 pendaftar yang akhirnya terseleksi sebanyak 27 yang akan tampil perdana pada 28 Maret lewat pre show.

Konferensi pers dihadiri jajaran juri dan manajemen, yakni Indro Warkop, Cing Abdel, Nirina Zubir, Direktur Program Kompas TV Uncu Putra, serta Direktur Utama Rosiana Silalahi.

Direktur Program Kompas TV Uncu Putra menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 2.400 orang dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Dari ribuan peserta tersebut, terpilih 27 komika yang dinilai memenuhi standar kualitas materi, teknik, serta potensi untuk berkembang di industri hiburan. 27 peserta terpilih tersebut berasal dari latar belakang yang beragam. Di antaranya terdapat anggota TNI, dokter jantung, guru, serta berbagai profesi lainnya.

Indro Warkop dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa rindunya terhadap atmosfer SUCI. Menurut Indro, SUCI bukan sekadar ajang mencari sosok yang mampu melucu, tetapi juga ruang pembelajaran yang ilmunya bisa diterapkan di berbagai bidang. “Bukan hanya ingin dapat stand up comedian, tapi ilmu stand up comedy itu bisa dipakai di mana pun. Dan sekarang terbukti, di dunia entertainment ini stand up comedy semua yang pegang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kriteria utama tetap pada kelucuan dan kecerdasan. “Yang seperti apa yang kita kepingin? Ya pasti yang lucu, yang cerdas. Karena ini bukan hanya tontonan, tapi juga bisa menjadi tuntunan,” tambahnya.

Senada dengan Indro, Cing Abdel menyampaikan bahwa aspek pertama yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kelucuan. Namun, menurutnya, komedi yang dicari bukan sekadar mengundang tawa, melainkan juga memiliki kedalaman pesan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Karena ini stand up comedy, yang pertama kita nilai itu adalah lucu. Tapi lucu bukan hanya sekadar lucu. Lucunya mungkin ada hal-hal yang bisa kita renungkan, mungkin satir politik, sosial, yang zamannya sekarang. Jadi bagaimana membungkus sesuatu yang serius jadi sebuah produk komedi yang lucu. Mungkin itu salah satu yang kita cari,” ujarnya.

Sementara itu, Nirina Zubir menyoroti pentingnya autentisitas dan kepercayaan diri peserta di atas panggung. Menurutnya, komika yang memiliki ciri khas dan aura panggung yang kuat akan lebih mudah dikenali.

“Yang pasti authenticity, punya ciri khas sendiri, confident, dan begitu masuk auranya keluar. Kita sudah bisa melihat bahwa punya star factor. Itu lah yang perlu dikeluar dan dimaksimalkan,” kata Nirina.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang didapat dengan sebaik-baiknya. “Kamu dapat kesempatan ini, jadi pokoknya gunakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Uncu Putra menjelaskan bahwa selama mengikuti kompetisi, para komika tidak hanya tampil setiap pekan, tetapi juga mengikuti sejumlah kelas pembinaan, mulai dari kelas stand up comedy, public speaking, akting, penulisan, hingga konsultasi psikologis. Menurutnya, struktur penulisan stand up comedy memiliki pola metodologis yang terukur sehingga dapat diterapkan ke berbagai medium seperti film dan podcast. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu alasan alumni SUCI mampu merambah dan bersaing di industri hiburan.

SUCI 12 dijadwalkan menghadirkan delapan show yang akan tayang perdana pada Sabtu, 28 Maret 2026. Adapun malam grand final akan disiarkan pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 21.30 WIB di Kompas TV.

Mengusung tema Rumah Komika, musim ke-12 ini menegaskan komitmen Kompas TV untuk terus mendukung perkembangan komika Indonesia, baik dalam meniti karier maupun memperkuat eksistensi di dunia hiburan. SUCI 12 juga diwarnai dengan kembalinya legenda komedi Indonesia, Indro Warkop, serta Nirina Zubir yang kembali duduk sebagai juri bersama Raditya Dika dan Cing Abdel.

Sementara itu, panggung SUCI 12 akan dipandu oleh trio GJLS yang terdiri dari Hifzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Rispo sebagai host. Dengan komposisi juri dan host tersebut serta sistem pembinaan yang terstruktur, SUCI 12 kembali diproyeksikan menjadi panggung lahirnya komika-komika baru yang siap bersaing di industri hiburan nasional.


Senin, 16 Februari 2026

Daftar Nama dan Foto Juara SUCI 1-12 Kompas Tv

 


Loetju.id - Perjalanan program kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV kali ini akan memasuki musim ke-12. Perjalanan KompasTV selama 14 tahun dalam membuat program pencarian bakat komedi tunggal sejak tahun 2011 telah berhasil menarik minat ribuan komika secara nasional, hingga pada perjalanannya banyak komika SUCI yang mengisi layar dan jagat hiburan Indonesia.


Berikut adalah daftar Juara SUCI 1-12 Kompas Tv:

1. Juara SUCI 1: Ryan Adriandhy

2. Juara SUCI 2: Ge Pamungkas

3. Juara SUCI 3: Alm. Babe Cabita

4. Juara SUCI 4: David Nurbianto

5. Juara SUCI 5: Rigen Rakelna

6. Juara SUCI 6: Indra Jegel

7. Juara SUCI 7: Ridwan Remin

8. Juara SUCI 8: Popon Kerok

9. Juara SUCI 9: Rio Dumatubun

10. Juara SUCI 10: Yono Bakrie

11. Juara SUCI 11: Rizky Prasetya

12. Juara SUCI 12: ?





Daftar Lengkap Nama 27 Komika Lolos Pre Show SUCI 12 Kompas Tv 2026



Loetju.id - Berikut adalah daftar 27 Komika yang lolos audisi SUCI 12 Kompas TV bakal tayang perdana pada tanggal 28 Maret 2026 lewat babak pre show di Usmar Ismail. Selanjutnya akan diseleksi menjadi 10 komika yang akan bertanding hingga babak final sepanjang 8 show. Final bakal digelar di Balai Sarbini tanggal Sabtu 6 Juni 2026.

Acara akan dipandu oleh trio MC GJLS.

Daftar 27 Komika pre show SUCI 12:
1. Andre Skuter
2. Ratansa
3. Alwi Shihab
4. Riski Ambon
5. Rifki
6. Alma Silviani
7. Pak Yusuf
8. Ejja Saputra
9. Dokter Saga Sabara
10. Firzal
11. Mukmin
12. Mbok Odah
13. Akim Bagil
14. Resti Natsa
15. Hisyam
16. Pandu Dunia
17. Obed
18. Ikal
19. Tamarandi
20. Ili Aprilia
21. Heri Merkuri
22. Sahat Kaban
23. Janf Ripai
24. Dafa
25. Andir sakti
26. Sandi Sukron
27. Dewangga

Siapakah saja komika yang akan berhasil masuk babak Show 1?

Sabtu, 07 Februari 2026

Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung

 

Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung
Pada hari Jumat, 6 Februari, bertempat di Rumah Bu RT 2, telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan kaldu dari ayam kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan ayam kampung yang menghasilkan kaldu yang lebih sehat dan tanpa pengawet.

Kegiatan disampaikan Fathan Umar Rabbani diawali dengan penjelasan materi mengenai cara pembuatan kaldu dari ayam kampung dan tahapan proses pembuatannya. Pembuatan kaldu dari ayam kampung dilakukan dengan merebus bagian ayam seperti tulang, daging, dan kulit dalam air bersih pada suhu rendah hingga sedang selama beberapa jam. Proses perebusan ini bertujuan mengekstrak zat gizi dan senyawa rasa alami, seperti protein terlarut, kolagen, mineral, dan asam amino, sehingga menghasilkan kaldu yang kaya cita rasa dan nilai gizi.

Kaldu ayam kampung dapat diperkaya dengan rempah alami seperti jahe, bawang putih, dan daun salam untuk meningkatkan aroma serta manfaat kesehatan. Produk kaldu ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional rumah tangga maupun produk olahan bernilai tambah yang mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi usaha berbasis lokal.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa Kaldu yang bersumber dari ayam kampung berperan sebagai sumber pangan bergizi yang kaya protein terlarut, asam amino, kolagen, serta mineral penting yang mudah dicerna tubuh. Kandungan gizi tersebut bermanfaat dalam mendukung daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan kesehatan, serta meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga. Selain manfaat gizi, pembuatan kaldu ayam kampung juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi produk olahan hasil ternak. Pemanfaatan ayam kampung sebagai kaldu mendukung ketahanan pangan lokal, mengurangi limbah hasil pemotongan, serta mendorong pengembangan pangan fungsional berbasis potensi sumber daya desa.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026, peserta dapat menerapkan pembuatan kaldu organik secara mandiri untuk mendukung kesehatan dan kemandirian pangan.


Editor:
Achmad Munandar

Senin, 26 Januari 2026

Penguatan Keterampilan Kader PKK Kampung Karanganyar Melalui Pembuatan Jamu Fermentasi dari Temulawak, Jahe, dan Kunyit untuk Ayam Kampung

 


Loetju.idPada hari Minggu, 25 Januari 2026 bertempat di rumah Bu Asih RT 01 RW 05 Kampung Karangayar telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Jamu Fermentasi dari Temulawak, Jahe, dan Kunyit untuk Ayam Kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RT 01 RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman toga seperti temulawak, jahe, dan kunyit yang berada di lingkungan sekitar sebagai jamu fermentasi alami untuk ternak ayam kampung. Jamu fermentasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman, murah dan mudah dibuat sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam kampung serta mengurangi ketergantungan  terhadap obat kimia.

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai pengertian jamu fermentasi, manfaatnya bagi ayam kampung, serta fungsi masing-masing bahan herbal. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung mulai dari persiapan bahan, proses pencucian dan pemotongan, penghalusan menggunakan blender. Kemudian pencampuran dengan EM4, gula merah, dan air lalu dilakukan fermentasi selama 3-4 hari.

Materi yang disampaikan Shella Ayu Novita mengenai manfaat temulawak memiliki kandungan utama Curcuma xanthorrhiza dan minyak atsiri sebagai peningkat nafsu makan, jahe memiliki kandungan utama gingerol dan shogaol untuk menghangatkan tubuh ayam, kunyit memiliki kandungan kurkumin dan desmetoksikumin yaitu sebagai meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa jamu fermentasi dari jahe, kunyit, dan temulawak merupakan ramuan herbal alami yang difermentasi dan digunakan sebagai suplemen pakan/minum untuk ayam kampung guna meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Jahe, kunyit, dan temulawak mengandung senyawa aktif seperti kurkumin, gingerol, dan xanthorrhizol yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Melalui proses fermentasi, senyawa tersebut menjadi lebih mudah diserap tubuh serta menghasilkan mikroba baik yang membantu memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Pemberian jamu fermentasi dapat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, memperkuat sistem imun, dan membantu ayam lebih tahan terhadap penyakit. Dengan demikian, jamu fermentasi herbal merupakan alternatif alami pengganti antibiotik sintetis yang aman dan ramah lingkungan untuk pemeliharaan ayam kampung.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan jamu fermentasi secara mandiri untuk mendukung kesehatan pada ayam kampung.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan pertanian organik berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 31 Juli 2025

Edukasi Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Tingkatkan Kesadaran UMKM Pangan di Tlogosari Kulon

 


Loetju.id - Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 55 Universitas Diponegoro membawa angin segar dengan mengusung tema “IDBU BAGI UMKM DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON” dalam melaksanakan program edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) kepada pelaku UMKM pengolahan pangan di RW 7, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada pekan ketiga Juli 2025 sebagai respons terhadap rendahnya penerapan standar higiene dan sanitasi dalam proses produksi UMKM pangan, khususnya yang berbasis produk asal ternak. Kurangnya pemahaman terhadap GMP dan SSOP dianggap berdampak pada rendahnya kualitas produk dan kepercayaan konsumen terhadap keamanan pangan lokal.

Melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif, mahasiswa KKN-T memberikan edukasi mengenai praktik produksi yang higienis, meliputi kebersihan fasilitas, sanitasi alat dan lingkungan kerja, serta prosedur standar yang perlu diterapkan selama proses produksi.

Sebagai langkah lanjutan, tim KKN juga membagikan poster edukatif berbahasa Inggris yang berisi prinsip-prinsip dasar GMP. Poster ini dirancang sebagai media visual yang bisa dipasang di ruang produksi untuk mengingatkan pentingnya kebersihan dan standar operasional yang baik.


Selain itu, tim KKN juga membagikan hygiene kit sederhana yang berisi perlengkapan penunjang kebersihan, seperti masker mulut khusus dapur, botol semprot untuk disinfeksi, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya. Paket ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam menerapkan standar kebersihan yang lebih baik selama proses produksi.

“Senang mendapatkan sosialisasi dari teman-teman mahasiswa terkait GMP & SSOP bagi saya selaku pelaku UMKM. Jadi, lebih tau pentingnya dan terbantu juga dapat kit untuk kebersihan tempat saya” Ujar salah satu pemilik UMKM.

Kegiatan ini melibatkan 10 UMKM di wilayah RW 7 yang sebagian besar bergerak dalam pengolahan produk berbasis hewani. Diharapkan melalui program ini, UMKM dapat mulai menerapkan prinsip-prinsip GMP dan SSOP secara konsisten sehingga kualitas produk meningkat, kepercayaan konsumen tumbuh, dan potensi pasar semakin luas.



Editor:
Achmad Munandar

Rabu, 30 Juli 2025

Mahasiswa KKN-T UNDIP Rancang Siteplan dan Desain Spot Foto Wisata “I Love DeWORejo” di Desa Sukorejo

 

Loetju.id - Dalam rangka mendukung pengembangan potensi wisata lokal dan tata ruang desa yang lebih tertata, kelompok mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro dari Tim IDBU 42 menyelenggarakan kegiatan penyusunan siteplan kawasan wisata glamping dan perancangan spot foto ikonik bertajuk “I Love DeWorejo” di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. Pembuatan siteplan dan desain ini dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dengan warga sekitar, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata berbasis komunitas.

Penyusunan Siteplan: Menata Potensi, Membangun Identitas

Dalam siteplan yang disusun, kawasan glamping di Desa Sukorejo ditata secara sistematis, meliputi area tenda, toilet, spot foto, sungai, jalan, sawah, serta pemukiman warga. Penempatan titik-titik ini memperhatikan alur akses pengunjung, kenyamanan visual, serta integrasi antara alam dan aktivitas wisata.

“Siteplan ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan ruang, tetapi juga membantu pemerintah desa dalam menyusun rencana jangka panjang kawasan wisata,” jelas salah satu anggota tim.


Peta ini juga dilengkapi dengan legenda informatif serta skala yang presisi (1:12m), memberikan gambaran menyeluruh tentang tata ruang kawasan yang potensial dikembangkan.
 
Spot Foto “I Love DeWorejo”: Simbol Cinta Desa dan Daya Tarik Wisata

Desain spot foto yang berbentuk hati dengan tulisan “I ♥ DeWoRejo” disiapkan sebagai daya tarik visual utama di lokasi glamping. Desain tersebut ditampilkan dari berbagai sudut pandang - depan, atas, dan samping - guna menunjukkan keunikan bentuk dan ketepatan estetikanya.

“Spot foto ini kami desain tidak hanya sebagai latar berfoto, tapi juga sebagai ikon visual desa yang bisa mendongkrak kehadiran di media sosial,” ujar tim desain.

Spot foto ini juga mendukung penguatan branding desa dalam konteks ekowisata dan wisata keluarga, sesuai dengan potensi lokal yang ada. 



Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z