Comedy, Indie and Creativity: Berita
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2026

Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung

 

Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung
Pada hari Jumat, 6 Februari, bertempat di Rumah Bu RT 2, telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan kaldu dari ayam kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan ayam kampung yang menghasilkan kaldu yang lebih sehat dan tanpa pengawet.

Kegiatan disampaikan Fathan Umar Rabbani diawali dengan penjelasan materi mengenai cara pembuatan kaldu dari ayam kampung dan tahapan proses pembuatannya. Pembuatan kaldu dari ayam kampung dilakukan dengan merebus bagian ayam seperti tulang, daging, dan kulit dalam air bersih pada suhu rendah hingga sedang selama beberapa jam. Proses perebusan ini bertujuan mengekstrak zat gizi dan senyawa rasa alami, seperti protein terlarut, kolagen, mineral, dan asam amino, sehingga menghasilkan kaldu yang kaya cita rasa dan nilai gizi.

Kaldu ayam kampung dapat diperkaya dengan rempah alami seperti jahe, bawang putih, dan daun salam untuk meningkatkan aroma serta manfaat kesehatan. Produk kaldu ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional rumah tangga maupun produk olahan bernilai tambah yang mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi usaha berbasis lokal.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa Kaldu yang bersumber dari ayam kampung berperan sebagai sumber pangan bergizi yang kaya protein terlarut, asam amino, kolagen, serta mineral penting yang mudah dicerna tubuh. Kandungan gizi tersebut bermanfaat dalam mendukung daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan kesehatan, serta meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga. Selain manfaat gizi, pembuatan kaldu ayam kampung juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi produk olahan hasil ternak. Pemanfaatan ayam kampung sebagai kaldu mendukung ketahanan pangan lokal, mengurangi limbah hasil pemotongan, serta mendorong pengembangan pangan fungsional berbasis potensi sumber daya desa.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026, peserta dapat menerapkan pembuatan kaldu organik secara mandiri untuk mendukung kesehatan dan kemandirian pangan.


Editor:
Achmad Munandar

Senin, 26 Januari 2026

Penguatan Keterampilan Kader PKK Kampung Karanganyar Melalui Pembuatan Jamu Fermentasi dari Temulawak, Jahe, dan Kunyit untuk Ayam Kampung

 


Loetju.idPada hari Minggu, 25 Januari 2026 bertempat di rumah Bu Asih RT 01 RW 05 Kampung Karangayar telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Jamu Fermentasi dari Temulawak, Jahe, dan Kunyit untuk Ayam Kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RT 01 RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman toga seperti temulawak, jahe, dan kunyit yang berada di lingkungan sekitar sebagai jamu fermentasi alami untuk ternak ayam kampung. Jamu fermentasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman, murah dan mudah dibuat sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam kampung serta mengurangi ketergantungan  terhadap obat kimia.

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai pengertian jamu fermentasi, manfaatnya bagi ayam kampung, serta fungsi masing-masing bahan herbal. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung mulai dari persiapan bahan, proses pencucian dan pemotongan, penghalusan menggunakan blender. Kemudian pencampuran dengan EM4, gula merah, dan air lalu dilakukan fermentasi selama 3-4 hari.

Materi yang disampaikan Shella Ayu Novita mengenai manfaat temulawak memiliki kandungan utama Curcuma xanthorrhiza dan minyak atsiri sebagai peningkat nafsu makan, jahe memiliki kandungan utama gingerol dan shogaol untuk menghangatkan tubuh ayam, kunyit memiliki kandungan kurkumin dan desmetoksikumin yaitu sebagai meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas).


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa jamu fermentasi dari jahe, kunyit, dan temulawak merupakan ramuan herbal alami yang difermentasi dan digunakan sebagai suplemen pakan/minum untuk ayam kampung guna meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Jahe, kunyit, dan temulawak mengandung senyawa aktif seperti kurkumin, gingerol, dan xanthorrhizol yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Melalui proses fermentasi, senyawa tersebut menjadi lebih mudah diserap tubuh serta menghasilkan mikroba baik yang membantu memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Pemberian jamu fermentasi dapat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, memperkuat sistem imun, dan membantu ayam lebih tahan terhadap penyakit. Dengan demikian, jamu fermentasi herbal merupakan alternatif alami pengganti antibiotik sintetis yang aman dan ramah lingkungan untuk pemeliharaan ayam kampung.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan jamu fermentasi secara mandiri untuk mendukung kesehatan pada ayam kampung.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan pertanian organik berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 31 Juli 2025

Edukasi Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Tingkatkan Kesadaran UMKM Pangan di Tlogosari Kulon

 


Loetju.id - Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 55 Universitas Diponegoro membawa angin segar dengan mengusung tema “IDBU BAGI UMKM DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON” dalam melaksanakan program edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) kepada pelaku UMKM pengolahan pangan di RW 7, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada pekan ketiga Juli 2025 sebagai respons terhadap rendahnya penerapan standar higiene dan sanitasi dalam proses produksi UMKM pangan, khususnya yang berbasis produk asal ternak. Kurangnya pemahaman terhadap GMP dan SSOP dianggap berdampak pada rendahnya kualitas produk dan kepercayaan konsumen terhadap keamanan pangan lokal.

Melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif, mahasiswa KKN-T memberikan edukasi mengenai praktik produksi yang higienis, meliputi kebersihan fasilitas, sanitasi alat dan lingkungan kerja, serta prosedur standar yang perlu diterapkan selama proses produksi.

Sebagai langkah lanjutan, tim KKN juga membagikan poster edukatif berbahasa Inggris yang berisi prinsip-prinsip dasar GMP. Poster ini dirancang sebagai media visual yang bisa dipasang di ruang produksi untuk mengingatkan pentingnya kebersihan dan standar operasional yang baik.


Selain itu, tim KKN juga membagikan hygiene kit sederhana yang berisi perlengkapan penunjang kebersihan, seperti masker mulut khusus dapur, botol semprot untuk disinfeksi, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya. Paket ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam menerapkan standar kebersihan yang lebih baik selama proses produksi.

“Senang mendapatkan sosialisasi dari teman-teman mahasiswa terkait GMP & SSOP bagi saya selaku pelaku UMKM. Jadi, lebih tau pentingnya dan terbantu juga dapat kit untuk kebersihan tempat saya” Ujar salah satu pemilik UMKM.

Kegiatan ini melibatkan 10 UMKM di wilayah RW 7 yang sebagian besar bergerak dalam pengolahan produk berbasis hewani. Diharapkan melalui program ini, UMKM dapat mulai menerapkan prinsip-prinsip GMP dan SSOP secara konsisten sehingga kualitas produk meningkat, kepercayaan konsumen tumbuh, dan potensi pasar semakin luas.



Editor:
Achmad Munandar

Rabu, 30 Juli 2025

Mahasiswa KKN-T UNDIP Rancang Siteplan dan Desain Spot Foto Wisata “I Love DeWORejo” di Desa Sukorejo

 

Loetju.id - Dalam rangka mendukung pengembangan potensi wisata lokal dan tata ruang desa yang lebih tertata, kelompok mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro dari Tim IDBU 42 menyelenggarakan kegiatan penyusunan siteplan kawasan wisata glamping dan perancangan spot foto ikonik bertajuk “I Love DeWorejo” di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. Pembuatan siteplan dan desain ini dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dengan warga sekitar, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata berbasis komunitas.

Penyusunan Siteplan: Menata Potensi, Membangun Identitas

Dalam siteplan yang disusun, kawasan glamping di Desa Sukorejo ditata secara sistematis, meliputi area tenda, toilet, spot foto, sungai, jalan, sawah, serta pemukiman warga. Penempatan titik-titik ini memperhatikan alur akses pengunjung, kenyamanan visual, serta integrasi antara alam dan aktivitas wisata.

“Siteplan ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan ruang, tetapi juga membantu pemerintah desa dalam menyusun rencana jangka panjang kawasan wisata,” jelas salah satu anggota tim.


Peta ini juga dilengkapi dengan legenda informatif serta skala yang presisi (1:12m), memberikan gambaran menyeluruh tentang tata ruang kawasan yang potensial dikembangkan.
 
Spot Foto “I Love DeWorejo”: Simbol Cinta Desa dan Daya Tarik Wisata

Desain spot foto yang berbentuk hati dengan tulisan “I ♥ DeWoRejo” disiapkan sebagai daya tarik visual utama di lokasi glamping. Desain tersebut ditampilkan dari berbagai sudut pandang - depan, atas, dan samping - guna menunjukkan keunikan bentuk dan ketepatan estetikanya.

“Spot foto ini kami desain tidak hanya sebagai latar berfoto, tapi juga sebagai ikon visual desa yang bisa mendongkrak kehadiran di media sosial,” ujar tim desain.

Spot foto ini juga mendukung penguatan branding desa dalam konteks ekowisata dan wisata keluarga, sesuai dengan potensi lokal yang ada. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T UNDIP Sosialisasikan Pencatatan Persediaan Sederhana dan Pemanfaatan Aplikasi Kelola.co untuk UMKM di Desa Sukorejo

 


Loetju.id - Dalam rangka mendukung pemberdayaan pelaku UMKM di pedesaan, Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim IDBU 42 menggelar sosialisasi bertajuk “Pencatatan Persediaan Sederhana dan Cara Penggunaan Aplikasi Kelola.co. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, dan diikuti oleh sejumlah pelaku usaha mikro serta ibu-ibu PKK setempat.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. Mahasiswa yang memaparkan materi adalah Rafi Syahri Ramadhana dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dengan tujuan utama membekali UMKM di desa Sukorejo dengan keterampilan dasar dalam mencatat persediaan barang usaha mereka.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian persediaan, pentingnya pencatatan, hingga tips-tips praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha di desa. “Persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan dalam proses produksi. Dalam konteks UMKM, ini bisa berupa sembako, makanan, kerajinan, dan produk rumahan lainnya,” jelas Rafi dalam presentasinya.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada aplikasi Kelola.co, sebuah platform gratis berbasis digital yang dirancang untuk membantu UMKM mengelola stok dan penjualan. Peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi mulai dari input data persediaan, pencatatan penjualan, hingga evaluasi bulanan.

Dengan metode penyampaian yang sederhana dan interaktif, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi, di mana peserta dapat langsung bertanya terkait kendala-kendala pencatatan yang mereka alami selama ini.


Kegiatan ini sejalan dengan semangat literasi digital yang juga digaungkan dalam program KKN-T UNDIP lainnya di Desa Sukorejo, seperti yang diberitakan oleh Netralnews bahwa mahasiswa mengajak Ibu-ibu PKK untuk gemar membaca di era digital. Melalui pendekatan serupa, mahasiswa berharap UMKM juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan usaha mereka.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha desa dapat lebih terorganisir dalam mengelola stok barang, menghindari kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa, serta mampu mengelola modal usaha dengan lebih efisien. “Mudah-mudahan ke depannya, ibu-ibu dan pelaku UMKM lainnya di desa bisa terus konsisten mencatat dan mengelola usaha dengan lebih baik,” tutup Rafi.



Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 29 Juli 2025

Cegah Pencemaran, Mahasiswa MMD UB Kelompok 49 Ajak Siswa SDN Brubuh 2 Belajar Bertani Ramah Lingkungan Lewat Vertikultur

 

Gambar: Edukasi Pembuatan Vertikultur Bersama Siswa SDN Brubuh 2

Loetju.idSebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Universitas Brawijaya dari Kelompok 49 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P. membuat kegiatan edukasi lingkungan bertema "Bertani di Lahan Sempit dengan Vertikultur" untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Brubuh 2, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Program ini bertujuan mengenalkan teknik bertani mudah dan ramah lingkungan menggunakan metode vertikultur dari botol plastik bekas, dengan tanaman sawi pakcoy dan tanaman hias Callisia fragrans. Para siswa dibimbing langsung oleh mahasiswa membangun desa kelompok 49 dalam menyusun media tanam secara vertikal pada pot botol bekas, dengan mengisi media tanam yaitu tanah, sekam, dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1:1, serta menanam bibit sawi pakcoy dan tanaman hias Callisia fragrans.

“Kami ingin menanamkan pendidikan praktis dan mudah yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan konsep pertanian modern sejak dini,” ujar Intan salah satu anggota tim Kelompok 49 MMD UB 2025. “Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami pentingnya mengelola sampah secara sederhana, kreatif dan bijak.”


Gambar: Kegiatan Edukasi Pembuatan Vertikultur

Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah penggunaan air cucian beras sebagai alternatif penyiraman alami. Air cucian beras ini kaya akan nutrisi Kandungannya antara lain karbohidrat, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi, Vitamin B1 yang mampu mempercepat pertumbuhan tanaman dan menyuburkan tanah seperti hal nya pupuk organik cair. Selain itu, botol plastik bekas yang disusun vertikal menunjukkan bahwa bertani bisa dilakukan di lahan sempit hemat lahan, mudah dipindahkan dan tanpa biaya yang besar.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, juga mendukung SDGs poin ke-12 yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan barang bekas untuk kegiatan produktif.



Gambar: Kegiatan Praktik Pembuatan Vertikultur

Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan. “Seru banget, aku senang bisa menanam sendiri. Nanti aku praktekin di rumah deh nanti botolnya aku cat sesuka hati,” kata salah satu siswa kelas 5 sambil tersenyum bangga dan senang. Dengan kegiatan ini, Kelompok 49 MMD UB 2025 berharap siswa-siswi SDN Brubuh 2 dapat tumbuh menjadi generasi yang cinta lingkungan, mandiri, dan sadar akan pentingnya memanfaatkan sumber daya secara baik dan bijak.


#MMDUB2025
#KELOMPOK49
#SDGs4
#SDGs12


Author: 
Intan Fitrianjani

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T IDBU 10 UNDIP Dukung Petani Jamur Kuping serta Kelompok Tani Lewat Edukasi Hukum, SOP, dan Digitalisasi

 


Loetju.idSebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan ekonomi petani dan pelaku usaha mikro, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 10 Kelompok 2 Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si, melaksanakan serangkaian program edukatif dan strategis di Dusun Kebon Kliwon, Desa Bergas Kidul. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, khususnya kelompok tani dan pelaku UMKM, yang turut terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Fokus kegiatan mencakup penguatan literasi digital, peningkatan mutu budidaya, hingga edukasi hukum dalam transaksi dan pengelolaan keuangan, dengan tujuan membangun ekosistem usaha tani yang produktif, tertib, cakap hukum, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Kegiatan dimulai dengan edukasi dan branding digital untuk Kelompok Tani Sri Rahayu. Dalam pelatihan ini, anggota kelompok tani belajar membangun identitas visual usaha dan mengembangkan profil digital yang menarik dan informatif. Masyarakat terlihat antusias saat diperkenalkan dengan platform desain dan strategi komunikasi digital, serta berharap agar kemampuan ini dapat terus mereka kembangkan guna memperluas jangkauan pasar, baik lokal maupun daring.

Selanjutnya, Tim KKN memperkenalkan sistem digitalisasi pembukuan usaha tani yang melibatkan petani jamur dan padi. Pelatihan ini mengajarkan pencatatan keuangan sederhana menggunakan template digital yang praktis. Para peserta merasa terbantu karena selama ini mereka belum terbiasa mendokumentasikan transaksi usaha secara rapi. Harapannya, sistem ini dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan secara mandiri, transparan, dan efisien.

Dari sisi teknis, pelatihan standarisasi budidaya jamur kuping juga mendapat respon positif dari petani. Edukasi ini mencakup prosedur SOP seperti pemilihan bibit, media tanam, penyiraman, hingga sanitasi dan waktu panen. Masyarakat berharap SOP ini dapat diterapkan secara berkelanjutan guna menghasilkan produk jamur berkualitas tinggi dan seragam, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan penyuluhan hukum mengenai kontrak jual beli juga mendapat perhatian serius. Petani yang sebelumnya belum memahami pentingnya kejelasan hukum dalam transaksi usaha berharap edukasi ini dapat melindungi mereka dari kerugian di masa depan, terutama saat berhubungan dengan pembeli atau mitra dagang.

Terakhir, penyuluhan mengenai risiko pinjaman formal dan non-formal menambah wawasan masyarakat mengenai pengelolaan modal usaha. Diskusi terbuka yang terjadi selama sesi menunjukkan bahwa petani memiliki pengalaman dan kekhawatiran terkait pinjaman. Mereka menyampaikan harapan agar edukasi seperti ini terus dilakukan agar tidak terjebak dalam praktik rentenir dan mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Secara keseluruhan, keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh kegiatan ini menunjukkan tingginya semangat belajar dan keinginan untuk berkembang. Petani  berharap agar pendampingan dan program serupa dapat terus dilanjutkan agar potensi desa tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan legal. Upaya ini menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang mandiri, tangguh, dan melek informasi.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU 10 Memberi Edukasi Mengenai MP-ASI Berbasis Pangan Lokal, Solusi Gizi Cerdas dan Pemasaran Produk untuk Ibu dan Balita

 


Loetju.idDalam upaya mendorong pemenuhan gizi anak usia dini sekaligus memberdayakan potensi lokal, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 10 Kelompok 2 Universitas Diponegoro dengan Dosen Pembimbing Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si, mengadakan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan simulasi inovasi produk MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) berbasis jamur kuping dan beras hitam, yang dirangkaikan dengan pelatihan pemasaran menggunakan pendekatan 4P (Product, Price, Place, Promotion). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Dusun Kebon Kliwon, Desa Bergas Kidul, dengan melibatkan partisipasi aktif dari kader posyandu, ibu rumah tangga, serta pelaku usaha rumahan. Keterlibatan masyarakat terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mencoba praktik langsung pembuatan bubur MP-ASI.

Tim KKN memperkenalkan menu MP-ASI inovatif yang memanfaatkan jamur kuping sebagai sumber protein nabati dan beras hitam sebagai karbohidrat kompleks kaya serat dan antioksidan. Kedua bahan ini merupakan potensi lokal yang selama ini belum diolah secara maksimal, terutama dalam konteks makanan bayi. Melalui pengolahan sederhana, peserta diyakinkan bahwa pangan lokal dapat menjadi solusi sehat, bergizi, dan ekonomis untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Selain aspek gizi, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk melalui konsep 4P. Dimulai dari mengenal keunggulan produk (Product), strategi penyesuaian harga (Price), potensi distribusi lokal dan digital (Place), hingga promosi kreatif melalui kemasan menarik dan pemanfaatan media sosial (Promotion). Masyarakat sangat antusias, terutama para ibu, karena materi yang disampaikan dianggap relevan dan mudah diterapkan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga. Warga menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, dengan pendampingan lanjutan, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha kecil secara mandiri. Harapan lainnya adalah munculnya kelompok ibu produktif yang fokus pada pengolahan MP-ASI lokal untuk konsumsi sendiri maupun penjualan.

Dengan adanya kegiatan ini, Dusun Kebon Kliwon menunjukkan bahwa inovasi pangan berbasis potensi lokal dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi dan pemenuhan gizi anak. Ketika pengetahuan gizi dipadukan dengan strategi pemasaran, serta dibarengi semangat kolaboratif masyarakat, maka terwujudlah langkah awal menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.



Editor:
Achmad Munandar

Selasa, 08 Juli 2025

Belajar Sambil Bermain: Mahasiswa KKN-T UNDIP Tumbuhkan Kreativitas Anak Lewat Aquascape!


Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tengah menjalani KKN-T di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, mengabadikan momen kebersamaan dengan anak-anak usai melaksanakan kegiatan “Kreativitas Anak Dan Edukasi Lingkungan Melalui Aquascape Mini” pada Selasa (1/07/2025).

Loetju.idSukorejo, Sragen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program KKNT-IDBU 42 kembali memberikan inovasi dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, mereka dalam rangka mendukung pembelajaran kreatif sekaligus menanamkan rasa cinta lingkungan sejak dini dan pendampingan pembuatan aquascape mini menggunakan toples, Anisa Paramesti selaku mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Diponegoro telah melaksanakan program penyuluhan bertema “Kreativitas Anak dan Edukasi Lingkungan melalui Aquascape Mini” pada hari Selasa, 1 Juli 2025, Kegiatan yang berlangsung bertempat di GOR Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada pendidikan anak dan pelestarian lingkungan, dan juga antusias belajar dan berkreasi pada anak. 

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 32 anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari PAUD hingga Sekolah Dasar. Suasana kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan sangat interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan tentang aquascape mini, yaitu taman kecil di dalam akuarium yang terdiri dari batu, pasir, tanaman air, dan hewan air kecil seperti ikan atau keong. Anak-anak dikenalkan dengan konsep sederhana tentang ekosistem air dan peran penting setiap elemen di dalamnya. Mereka belajar bahwa tanaman air membantu menjaga kebersihan air, ikan membantu mengendalikan jentik nyamuk, dan semua bagian saling berkaitan agar tetap seimbang.

Penjelasan dilakukan dengan cara yang menyenangkan, menggunakan gambar, alat peraga, dan contoh nyata. Dengan metode ini, anak-anak lebih mudah memahami isi materi dan merasa tertarik untuk terlibat langsung.

Mahasiswa KKN-T UNDIP mengajak anak-anak Desa Sukorejo belajar mencintai lingkungan lewat kreasi Aquascape Mini dari toples.

Setelah sesi penjelasan, anak-anak diajak langsung membuat aquascape mini mereka sendiri. Masing-masing kelompok dibimbing oleh mahasiswa KKN dalam menyusun batu, menanam tanaman air, menambahkan pasir, dan menghias sesuai imajinasi mereka. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menyenangkan karena anak-anak bebas berkreasi sesuai keinginan mereka. Selain membuat aquascape, anak-anak juga mengikuti sesi mewarnai totebag kain dengan gambar bertema lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih motorik halus dan menambah semangat belajar melalui media visual.

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan, tetapi juga berhasil menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak belajar untuk merawat makhluk hidup dan menyadari pentingnya menjaga kebersihan serta keseimbangan alam sejak dini. Mereka juga belajar bekerja sama, berani mencoba, dan bangga atas hasil karya sendiri.

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKNT-IDBU 42 Universitas Diponegoro, di bawah koordinasi Ketua Pelaksana Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Sukorejo dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak-anak di daerah lain. Aquascape mini bukan hanya media bermain, tapi juga jendela edukasi yang kaya makna.



Editor:
Achmad Munandar

Jumat, 09 Mei 2025

Inveigh Hadir Lagi dengan Single “Bertahan”: Buat Kalian Yang Tiap Hari Rasanya Ingin Resign"

 


Loetju.idSetelah setahun berlalu akhirnya unit garage/indie punk Malang, Inveigh merilis single terbaru yang berjudul “Bertahan”. Sebuah anthem untuk para pekerja yang jenuh akan rutinitas yang akan hadir pada Mei 2025 ini.

Inveigh adalah band indie punk/garage asal Malang, Jawa Timur, yang terbentuk pada akhir 2023. Band ini merupakan proyek supergrup yang beranggotakan musisi-musisi berpengalaman dari skena musik underground Malang, seperti Julius Bagus (Take This Life), Anizar Yasmeen (Extreme Decay), Eltria Raffi (Dazzle), dan Raditia Putra (Young Savages) .

Musik Inveigh menggabungkan energi garage punk dengan nuansa alt-rock dan grunge, terinspirasi oleh band-band seperti The Bronx, The Ghost of a Thousand, Pure Love, Gallows, dan The Damned Things .

Pada 1 Juni 2024, mereka merilis EP debut berjudul Dinamika melalui Haum Entertainment. EP ini berisi lima lagu yang menggambarkan krisis paruh baya dari perspektif pria Indonesia urban usia 30-an, dengan lirik yang jujur dan reflektif dalam bahasa Indonesia .

Kini dengan single "Bertahan" Inveigh bercerita tentang pengalaman kerja yang pernah dialami oleh vokalisnya saat menjadi karyawan, serta situasi serupa yang kini dirasakan oleh sang drummer. Lagu ini merefleksikan kejenuhan dan rasa muak akibat rutinitas kerja yang monoton namun terpaksa dijalani. 

“Single ini bercerita tentang pengalaman kerja ku dulu waktu jadi marketing, dan juga pengalaman yang lagi dirasain sama drummer kami sekarang. Mungkin lebih ke rasa jenuh dan muak karena rutinitas kerja yang gitu-gitu aja. Tapi ya pada akhirnya tetap dijalanin juga. Keluh kesah para pekerja kayak biasanya capek, muak, tapi tetap ditelan.” ujar Julius.

Proses produksi single "Bertahan" dari band Inveigh dimulai pada 2 Maret yang bersamaan dengan take lagu lainnya dengan sesi rekaman drum di Creatorix Studio. Selanjutnya, pada 10 Maret, gitar dan bass direkam di 202 Sonic Lab, sebuah home recording milik Eltria sang gitaris. Vokal direkam pada 14 Maret di Haum Studio. Terakhir, proses mixing dan mastering dilakukan pada 8 April di Griffin Studio. Tanggal 27 April, akhirnya proses mixing dan mastering selesai.

Setelah rilis single “Bertahan” ini, rencananya Inveigh akan merilis lagu selanjutnya dengan featuring vokalis tamu. Vokalis tamu ini sedang dicari dan di kepala mereka ada beberapa kandidat. Banyak kemungkinan yang bisa dimunculkan selain kandidat yang telah terpikir.
Single “Bertahan” akan hadir di semua DSP pada 9 Mei 2025.


Tentang Inveigh:
Inveigh adalah Indie Punk asal Malang, Jawa Timur yang beranggotakan Julius Bagus (Vokal), Anizar Yasmeen (Bass), Eltria Raffi (Gitar), dan Raditia Putra (Drum). Inveigh membuat ramuan indie punk, hardcore dan garage rock. Berawal dari niat Julius yang sudah lama ingin membuat band rock, lalu ia mengundang Anizar. Inveigh baru merekrut anggota penuh setelah band post-hardcore Take This Life yang digawangi oleh Julius selesai melakukan reuni pada April 2023. Inveigh melakukan debut live pada 14 April 2024, kemudian pada 1 Juni 2024, Inveigh resmi merilis EP pertama mereka "Dinamika" di Bandcamp dan pada 23 Agustus 2024 di DSP. Kini mereka hadir kembali dengan single “Bertahan” tentang rutinitas monoton yang mengundang niat resign.

Senin, 05 Mei 2025

Mahasiswa UNDIP Perkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia di Inggris melalui Rangkaian Program Interaktif di University of Leicester

 

Loetju.id - Leicester, Inggris (13/11/2024) - Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) tahun akademik 2024–2025 di University of Leicester menggelar serangkaian kegiatan pengenalan budaya sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertaraf internasional. Dalam semangat dalam pertukaran budaya, mereka menyelenggarakan 10 program unggulan yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas global, khususnya sivitas akademika di Inggris.

Program ini disusun sebagai respons atas pentingnya membangun pemahaman lintas budaya di tengah masyarakat internasional. “Kami ingin membawa Indonesia ke tengah-tengah masyarakat dunia, melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan penuh makna,” ujar salah satu mahasiswa peserta program.


Sorotan Utama: Batik Workshop di Global Fusion Fest


Salah satu kegiatan utama adalah Batik Workshop dalam rangkaian acara Global Fusion Fest University of Leicester yang dilaksanakan oleh Niken Ayu Larasati sebagai Mahasiswi KKN Undip penerima beasiswa IISMA. Dalam kegiatan ini, peserta diajak melukis langsung motif batik Indonesia seperti Parang, Kawung, dan Mega Mendung pada tote bag kanvas kecil yang dapat mereka bawa pulang. Selain kegiatan artistik, peserta juga memperoleh pemahaman tentang filosofi dan nilai budaya di balik motif-motif tersebut. 

Sebagai bagian dari perayaan Hari Pahlawan, mahasiswa juga menyelenggarakan program budaya yang bertajuk “Leistari”, sebuah inisiatif budaya yang menghadirkan berbagai kegiatan interaktif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas internasional di University of Leicester. Program Unggulan Lainnya Meliputi:

1. Batik Corner - Pameran seni batik interaktif dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Heroes Day - Pengenalan kuliner khas Indonesia seperti nasi kuning dan tempe orak-arik.

3. Booklet Lagu Daerah & Booth Audio - Edukasi lagu-lagu tradisional lengkap dengan audio interaktif.

4. Peta Budaya Lewat Batik - Pengenalan geografi Indonesia melalui batik bermotif peta daerah.

5. Website Wonderful Indonesia - Portal digital berisi budaya, wisata, dan visual interaktif Indonesia.

6. Pemberian Oleh-oleh Khas Indonesia - Souvenir untuk dosen sebagai bentuk apresiasi.

7. Jumat Berkah: Masak Bersama - Kegiatan memasak kuliner Indonesia di asrama internasional.

8. Rangkaian Tarian Tradisional - Penampilan Tari Maumere dan tari modern-bernuansa tradisional.

9. Program 1+1 Budaya Indonesia - Diskusi dan presentasi interaktif tentang budaya dan wisata Indonesia.

Program ini tidak hanya memperkenalkan budaya secara pasif, tetapi juga mengajak partisipasi aktif dari masyarakat internasional melalui kegiatan langsung dan teknologi digital. Para mahasiswa berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antarbangsa dan membentuk citra positif Indonesia di mata dunia.


Penulis: Niken Ayu Larasati
Pembimbing: Triyono, S,H., M.Kn.

Selasa, 11 Februari 2025

Sebagai Bentuk Peningkatan Kesadaran K3: Mahasiswa KKN UNDIP Beri Edukasi dan APD untuk Welder di Desa Sidorejo, Pekalongan

 


Loetju.id - Sidorejo, Pekalongan. (29/01/25) - Di era dewasa yang semakin berkembang, berbagai alat dan teknologi terus mengalami kemajuan pesat. Begitu pula terhadap dampak resiko yang diterima oleh para pekerja dari lingkungan kerja mereka. Akan tetapi, sayangnya tidak semua pekerja sadar terhadap dampak resiko cedera yang dapat mereka terima, sehingga tidak sedikit pula yang terdampak dan berakhir berakibat fatal. Perihal ini juga terjadi di beberapa pelaku usaha, khususnya yang berprofesi sebagai Welder di Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan dimana kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja kurang diketahui secara umum. 

Melihat kondisi ini, salah satu Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro yakni Hermawan Putranto yang berasal dari prodi Teknik Mesin melaksanakan sebuah program kerja yakni Penyuluhan Kesadaran Pentingnya K3. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai penerapan standar K3 guna meminimalkan risiko cedera kerja. Tidak hanya itu, K3 juga memberikan manfaat bagi keberlangsungan operasional dan perkembangan pelaku usaha secara berkelanjutan. Sehingga, pelaku usaha terutama yang berprofesi sebagai welder atau tukang las menjadi sasaran utama dalam program kerja tersebut dikarenakan seorang welder bekerja dengan melibatkan resiko tinggi, seperti paparan panas, percikan api, dan asap beracun.

Dalam kegiatan penyuluhan ini, edukasi yang diberikan yakni pemahaman teori mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Materi yang diberikan antara lain yakni Menggunakan helm sesuai standar K3, yakni untuk melindungi kepala dari cedera selama proses pengelasan. Selain itu, welder diingatkan untuk menghindari perilaku beresiko, seperti bekerja dalam posisi yang terburu-buru dan tidak waspada, karena hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cedera. 

Materi yang ketiga yakni menekankan bahwa pentingnya pemeliharaan rutin terhadap alat-alat, seperti mesin las dan peralatan pendukung lainnya agar tetap aman dan layak untuk digunakan. Tidak kalah penting, welder juga diberikan pemahaman terkait penggunaan sarung tangan rutin sesuai dengan persyaratan karena dengan sarung tangan khusus dapat melindungi tangan dari panas tinggi dan percikan api berbahaya, serta merta dengan pemakaian Sepatu keselamatan yang dapat mencegah cedera akibat benda berat maupun logam panas. Edukasi ini juga mencangkup identifikasi otensi bahaya di tempat kerja, dengan harapan para welder mampu mengenali serta mengantisipasi resiko cedera sejak dini. 

Tidak hanya itu, sebagai tindak lanjut dilakukan pemberian Alat Pelindung Diri (APD) berupa wearpack dan topeng las kepada para welder, dengan harapan APD tersebut dapat digunakan secara optimal untuk menjaga keselamatan saat mengerjakan berbagai proyek pengelasan di masa mendatang. Melalui Penyuluhan ini, diharapkan kesadaran para welder terhadap pentingnya K3 semakin meningkat sehingga resiko cedera semakin minim. Namun demikian, sayangnya beberapa welder menunjukkan sikap yang acuh terhadap keselamatan diri sendiri maupun lingkungan kerja sehingga kebiasaan ini yang menjadi fokus penting dalam penyuluhan agar dapat mendorong perubahan perilaku positif dalam penerapan budaya kerja yang lebih aman. 

Besar harapan kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi Langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kesadaran pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan pelaku usaha, khususnya para welder. Dengan demikian, diharapkan pelaku usaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, serta mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z