Loetju.id - Dikenal sebagai musuh Hifdzi, sosok komika asal Jogja yang juga teman akrab Yusril, Mukti dan Rispo yaitu Beni sedang banyak dibicarakan. Selain karena cuitannya yang kadang nyelekit di Twitter juga tidak lain (mohon maaf) karena tampangnya yang sering kali ngeselin.
Walau demikian akhir-akhir ini, pemilik nama lengkap Benedictus Siregar mulai disebut-sebut sebagai benang merah perfilman Indonesia karena keterlibatannya dalam banyak film layar lebar. Beberapa diantaranya bahkan jadi film dengan raihan jumlah penonton jutaan.
Di setiap film kehadiran Beni selalu dinanti dan punya peran signifikan, kayaknya cuma film GJLS: Ibuku Ibu-ibu yang menghadirkan Beni untuk adegan dipukuli.
Mengutip twit akun Muklis Nonton @tvindonesiawkwk di sosial media X, berikut kami kutip tentang "List film yang diperankan oleh lord Benedictus Siregar, the next Reza Rahadian":
🎬 5 Cowok Jagoan (Sopir), 2017
🎬 Rumput Tetangga (Staf Kirana), 2019
🎬 Lara Ati (Cokro), 2022
🎬 Sleep Call (Surya), 2023
🎬 Sekawan Limo (Juna), 2024
🎬 Seni Memahami Kekasih (Pak RT), 2024
🎬 Perempuan Pembawa Sial (Yanto), 2025
🎬 Pabrik Gula (Franky / Mulyono), 2025
🎬 Cocote Tonggo (Yoyok), 2025
🎬 La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (Kang Karyo), 2025
🎬 GJLS: Ibuku Ibu-Ibu (Mulyo), 2025
🎬 Pesugihan Sate Gagak (Indra), 2025
🎬 Agak Laen: Menyala Pantiku! (Intel), 2025
🎬 Sekawan Limo 2: Gunung Klawih (Juna), 2026
🎬 Gak Ada Matinya (Bahlil), 2026
🎬 Cek Khodam, 2026
🎬 Semua Akan Baik-Baik Saja (Abun), 2026
🎬 Children of Heaven (Bambang), 2026
🎬 Foufo (Cokro Sutedjo), 2026
🎬 Landasan (Damar), 2026
🎬 Sebelum Dijemput Nenek, 2026
🎬 Gudang Merica, 2026
🎬 Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Ale), 2026
Profile singkat komika Benidictus Siregar
Profile singkat komika Benidictus Siregar
Benidictus Jananto Halomoan Siregar, yang dikenal sebagai Benidictivity (lahir 10 Januari 1990) adalah pelawak tunggal dan pemeran berkebangsaan Indonesia.
Beni adalah salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim keempat yang tayang pada tahun 2014, di mana ia lolos melalui audisi untuk wilayah Yogyakarta. Beni adalah satu-satunya kontestan yang lolos untuk wilayah tersebut.
Meskipun ia mewakili Yogyakarta bersama Hifdzi Khoir, Hifdzi lolos melalui audisi di Jakarta. Ia terkenal dengan teknik "paraprodoskian" dalam melawak tunggal, yaitu dengan permainan kata yang menyerupai lelucon sebaris, tetapi kata-kata yang digunakan adalah kata yang berbeda dan memiliki inti atau makna yang sama, sehingga membuat penonton tertawa karena Beni menciptakan pemikiran kepada penonton bahwa inti dari pembicaraannya tetap sama seperti yang ia ungkapkan di awal.
Beni lahir dan besar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Wates, Kulonprogo. Beni merupakan lulusan dari program studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma.
Perjalanan Karis Benidictus Siregar
Beni mulai melawak tunggal pada tahun 2012 dengan bergabung bersama komunitas Stand Up Indo Yogyakarta, yang juga didirikan pada tahun yang sama. Pada tahun 2013, Beni mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ketiga di Yogyakarta dan memperoleh tiket emas, tetapi ia belum beruntung untuk lolos ke putaran final.
Tidak putus asa, pada tahun berikutnya Beni kembali mengikuti audisi yang sama di musim keempatnya. Selain memperoleh tiket emas, ia lolos ke babak pra-penampilan dan lolos pula sebagai satu dari 16 finalis resmi. Akan tetapi, Beni tidak bertahan lama di kompetisi, karena ia harus menggantung pelantang di penampilan ketiga, pada saat membawakan tema mengenai makanan. Beni tereliminasi di 13 besar.
Pada tahun 2015, Beni mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan oleh Indosiar, yang merupakan musim pertama dari kompetisi tersebut. Beni kembali tidak mampu meraih juara, karena ia harus tereliminasi di babak 11 besar.
Setelah ikut kompetisi SUCI 4, Beni sempat beberapa tahun menganggur dan tidak berbuat apapun. Sehari-hari hanya menunggu ada job datang dan bermalas-malasan. Gaya hidup Beni yang tidak kreatif inilah yang menjadi inspirasi untuk lagu "Mata Roda" -nya Orkes Pensil Alis yang diciptakan oleh sahabat karibnya Hifdzi Khoir dan Mukti Entoet.
Sampai akhirnya Beni diajak untuk menjadi salah satu pengisi acara "Malam-Malam" di NET TV bersama Surya Insomnia, Tora Sudiro, dan Dhita Fakhrana. Dalam acara ini Beni beberapa kali tampil lucu dengan tektokannya bersama Surya.
Sampai akhirnya Beni ikut tampil dalam film pertamanya berjudul "5 Cowok Jagoan" yang disutradarai oleh sahabatnya juga Fajar Nugros. Walau hanya tampil beberapa scene, dalam film ini pula Beni dikukuhkan sebagai salah satu aktor yang patut diperhitungkan berkat akting luar biasanya sebagai driver ojol pada scene ditembak oleh robot-robot.
Beni yang dalam lingkungannya mendapatkan persona sebagai Orang Jelek Ngeselin, kerap menjadi bahan bullyan oleh kawan-kawannya. Namun itulah yang menjadi komedi ketika mereka berkumpul.
Salah satu bullyan yang paling terkenal dan ikonik adalah komentar dari istri Hifdzi Khoir, Echa dengan komentar "Baru kali ini ya ada orang dikatain apa aja pantes". (sumber: id.wikipedia.org)
Apa yang diraih bang Beni ini sekali lagi menegaskan sebuah kata bijak yang sering diucapkan founding father standup Indonesia mas Pandji Pragiwaksono, "Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik".
Apa yang diraih bang Beni ini sekali lagi menegaskan sebuah kata bijak yang sering diucapkan founding father standup Indonesia mas Pandji Pragiwaksono, "Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik".

