Loetju Media yang Lucu: Sastra
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2022

Video Musik dan Lirik Lagu RUMIT ​lagu dari Langit Sore

 


Loetju.id - Langit Sore adalah Arman Harjo. Mulai dikenal oleh penikmat indonesia lewat single hits “Rumit”, dirilis pertama kali pada Maret 2019.

Sebelum membuat project ini, Kakung lebih sering dikenal sebagai vokalis dari sebuah band di Jogja. Memainkan musik-musik alternative rock bersama bandnya, Kakung sudah menelurkan sebuah album bersama band bernama “Bariskata”. Influence britpopyang kental sepertinya membuat suara Kakung sudah sangat familiar di kancah musik Yogyakarta.

Lain orang lain cerita. Arman lebih dikenal dengan band yang mencampurkan musik Rock dan Hip Hop di Sanders Hate Chicken dan juga grup Hip Hop Mahijadedi. Tak Sedikit pula karya yang sudah Arman keluarkan dari 2 grup ini.

Karena berada di lingkungan pertemanan yang sama, Kakung dan Arman mencetuskan untuk membuat project diluar kebiasaan mereka. Menciptakan lagu pop yang ringan dibalut dengan sentuhan rap adalah ide dasar dari project ini. Dengan lirik yang mudah dicerna dan lirik lirik simple yang sesuai dengan kehidupan cinta anak muda sehari-hari, maka jadilah project ini.

Waktu itu mereka masih menamai project ini Kakung & Arman. Materi album dikerjakan dari Oktober 2018 di Studio Satrio Piningit yang di produseri oleh Sasi Kirono. Pada bulan Maret 2019 diadakan hearing albumke MD Radio dan Media di Jogja. Berawal dari acara itu, berubahlah nama project menjadi Langit Sore yang di ilhami dari tenangnya Langit Sore di selatan kota Jogja.

Tidak hanya melepaskan sebuah single, Langit Sore juga akan merilis seluruh karya yang mereka buat di seluruh digital platform tanggal 30 April 2019 dalam sebuah Album. 

Dengan tajuk “Muda dan Jatuh Cinta “, Langit Sore akan memberikan pilihan baru dalam kancah musik Indonesia dengan musik yang segar dan lirik yang sederhana namun penuh makna. Lagu "Apa Jadinya" dipilih sebagai single pembuka album ini. 

Album ini berisikan 9 track yang terdiri dari Cerita Kita, Apa Jadinya, Betapa Bodoh, Diam-Diam, Rumit, Hilang Tanpa Kabar, Hadiah Terbaik, Muda dan Jatuh Cinta, Senja.

Lagu Rumit milik Langit Sore sempat viral di media sosial karena dinyanyikan oleh Akhdiyat Duta Modjo, vokalis Sheila On 7.

Kala itu, Duta bersama sang istri, Adelia Lontoh, sedang berada di dalam mobil sambil menyetel lagu Rumit. Kemudian, Duta menyanyikan sepenggal reff lagu tersebut.

"Cinta itu sederhana, yang rumit itu kamu..." kata Duta sambil melirik sang istri.

Instagram Story yang diunggah Adel ternyata menjadi viral. Banyak netizen yang mengaku baper karena mendengar lagu tersebut.

Saat ditanya soal viralnya lagu Rumit, Kakung mengaku sempat tak percaya. Apalagi, saat ini banyak yang akhirnya mengenal Langit Sore karena Duta. 

Menyambut viralnya lagu ini, Langit Sore segera memproduksi video klipnya. Jessica Veranda eks JKT 48 dipilih sebagai pemeran utama dalam project video klip ini.


Video Lirik Rumit Langit Sore



Lirik Lagu RUMIT ​lagu dari Langit Sore
Lelah dangan harapan
Kau tak mungkin ku dapatkan
Tentang perasaan tak bisa di paksakan
Aku ingin kamu
Tapi kamu tak mau
Jangan jangan paksa aku
Untuk membencimu

Memahami hatimu
Tak akan cukup usiaku
Sementara rindu ini
Semakin menusuk dadaku
Ternyata perasaanmu padaku
Biasa biasa saja

Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu juga mencintaiku

Aku mengerti bahwa bahagiamu bukan denganku 

niscaya semua luka kan sembuh bersama waktu
Maafkan aku yang pernah ada dihidupmu
Kini ku pergi dan tak kan lagi mengganggu
Aku telah belajar ikhlas untuk melepas
Kau abadi sebagai luka yang membekas
Terimakasih untuk cinta yang pernah hadir
Walau bukan seperti ini ku bayangkan kan berakhir

Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu ooo
Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu juga mencintaiku

Cinta itu sederhana
Yang rumit itu kamu
Mencintaimu itu mudah
Yang sulit adalah
Membuatmu mencintaiku

Minggu, 13 Februari 2022

Puisi Tentang Seseorang Ada Apa Dengan Cinta 2002




Tentang Seseorang
oleh Rako Prijanto

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiriAku benci

Aku ingin bingar,Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, 
biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang 
di tembok keraton putih,

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, 
biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan 
lalu belok ke pantai?

Puisi Gus Mustofa Bisri Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana



Loetju.id - Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus (lahir 10 Agustus 1944 di Rembang) adalah pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. 

Gus Mus pernah menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015 karena menggantikan KH. Sahal Mahfudz yang wafat. Beliau juga merupakan salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa dan sekaligus perancang logo PKB yang digunakan hingga kini. 

Ia juga seorang penyair dan penulis kolom yang sangat dikenal di kalangan sastrawan. Di samping budayawan, dia juga dikenal sebagai penyair.

Pendidikan
Pendidikan Gus Mus dimulai di Sekolah Rakyat (SR) Rembang, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri di bawah asuhan KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Mahrus Aly kurang lebih selama satu setengah tahun.

 Setelah itu ia melanjutkan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta selama empat tahun di bawah asuhan KH. Ali Maksum dan KH. Abdul Qadir. Seetelah menamatkan di pondok tersebut ia menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Kiprah
Gus Mus pernah menjabat sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015. Pada mulanya ia adalah seorang wakil Rais 'Aam dan Rais 'Aam saat itu adalah KH. Sahal Mahfudz, karena KH. Sahal Mahfudz wafat pada tahun 2014, maka kedudukan Rais 'Aam dijabat oleh KH. Mustafa Bisri (Gus Mus).

Gus Mus adalah seorang pemuka agama atau ulama pertama kali yang memperoleh penghargaan "Yap Thiam Hien" pada tahun 2017 karena ia dikenal sebagai pejuang Hak Asasi Manusia

Selain itu saat Gus Mus menimba ilmu di Universitas Kairo, ia pernah menjadi pengurus HPPI (Himpunan Pemuda dan Pelajar Indonesia) bersama KH. Syukri Zarkasyi sekaligus menjadi aktivis pengelola majalah organisasi berdua dengan KH. Abdurrahman Wahid.

Karya Sastra
1. Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994).
2. Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993).
3. Pahlawan dan Tikus (kumpulan puisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996).
4. Wekwekwek: sajak-sajak bumilangit (1996)
5. Gandrung: Sajak-sajak Cinta ( Mata Air Publishing, 2000)
6. Negeri Daging (Bentang Pustaka, 2002)
7 Rubaiyat Angin dan Rumput (PT Matra Multi Media, 2008)
8. Lukisan Kaligrafi (kumpulan cerpen, Kompas, 2006)
9. Aku Manusia : Kumpulan Puisi (MataAir Publishing, 2016)
10. Konvensi (kumpulan cerpen, Diva Press, 2018)



Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana
oleh Gus Mus

Kau ini bagaimana

Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
Kau ini bagaimana

Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
Kau ini bagaimana

Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain
Kau ini bagaimana

Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana

Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana

Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab
Kau ini bagaimana

Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana

Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana

Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
Kau ini bagaimana

Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku
Kau ini bagaimana

Atau aku harus bagaimana

Rembang-1987-

Comika

Politika

Usaha