Kolaborasi KKN-T 106 UNDIP X Pertamina: Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi - Comedy, Indie and Creativity

Senin, 17 Agustus 2026

Kolaborasi KKN-T 106 UNDIP X Pertamina: Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi

 


Loetju.id - Semarang, 2 Agustus 2026 – Tim KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang menggelar sosialisasi bertajuk "Plastic to Paving" di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini mengundang warga RW 06 dan diikuti sekitar 20 peserta, sebagai upaya mengubah sampah plastik rumah tangga yang selama ini kurang bernilai ekonomi menjadi paving block yang bermanfaat dan bernilai jual.

Kegiatan ini penting dilakukan mengingat sampah plastik tergolong sulit terurai secara alami dan membutuhkan waktu 100–500 tahun bahkan lebih untuk terdegradasi. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah plastik dapat mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem, hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi warga sekitar. Melalui sosialisasi ini, Tim KKN-T 106 UNDIP berharap warga RW 06 tidak hanya memahami dampak sampah plastik, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi rumah tangga.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua RW 06, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina dalam mengedukasi warga soal pengelolaan sampah. 

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena warga jadi lebih paham bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata bisa diolah menjadi paving block yang bermanfaat untuk lingkungan RW 06. Semoga ilmu ini bisa terus diterapkan warga setelah kegiatan KKN selesai," ujar Bapak Sigit, Ketua RW 06 Kelurahan Pedurungan Tengah. 


Sebelum masuk ke pemaparan materi, panitia terlebih dahulu melaksanakan pre-test kepada seluruh peserta untuk mengukur pemahaman awal warga mengenai sampah plastik. Materi kemudian disampaikan oleh Christian Manuel Siregar, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro selaku penanggung jawab program. Christian menjelaskan bahwa tidak semua sampah anorganik memiliki nilai ekonomi, dan justru sampah-sampah rendah nilai jual seperti plastik kresek, bungkus sachet, dan kemasan snack itulah yang berpotensi besar diolah menjadi paving block. 

"Selama ini banyak warga menganggap sampah plastik seperti bungkus sachet dan kresek hanya bisa dibakar atau dibuang begitu saja. Padahal kalau diolah dengan cara yang tepat, sampah-sampah ini bisa jadi paving block yang kuat dan bisa dipakai untuk kebutuhan lingkungan RW 06 sendiri, bahkan punya nilai jual," ujar Christian.

Kegiatan ini turut didampingi oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T 106 UNDIP yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Ir. Joko Mariyono selaku Ketua DPL, mengapresiasi program ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. 


"Program pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata dan aplikatif atas persoalan sampah yang dihadapi masyarakat sehari-hari," ungkap Bapak Joko Mariyono.

Di akhir kegiatan, panitia kembali membagikan post-test kepada peserta untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti sosialisasi. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga dibandingkan hasil pre-test, khususnya terkait pengetahuan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi paving block beserta manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial warga RW 06.

Melalui kolaborasi KKN-T 106 UNDIP dan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang ini, warga RW 06 Kelurahan Pedurungan Tengah diharapkan dapat terus menerapkan pengetahuan yang didapat untuk mengelola sampah plastik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan sekitar.



Editor:
Achmad Munandar

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..