Loetju.id - Yogyakarta, 17 Mei 2026 - Di usia 21 tahun, saat banyak musisi masih mencari bentuk, Gabriëlle justru memilih untuk langsung menyerang. Lewat EP debut Animals, yang dirilis melalui Repertoart Records, ia meninggalkan pendekatan clean vocal di single sebelumnya Falling For An End dan beralih ke sesuatu yang jauh lebih kasar, lebih keras, dan lebih jujur—scream vocal yang membawa kemarahan ke permukaan.
Langkah ini bukan tanpa risiko. Gabriëlle baru mengenal musik metal sekitar empat tahun lalu, dan teknik extreme vocal baru ia pelajari dalam dua tahun terakhir. Namun di Animals, keterbatasan waktu itu justru terasa seperti bahan bakar—mendorongnya untuk tidak bermain aman dan langsung menempatkan dirinya di spektrum modern metal dengan pengaruh hardcore yang agresif.
Di balik agresinya, Animals dibangun di atas konsep yang jelas: empat lagu, empat representasi hewan—babi, anjing, domba, dan tikus—yang digunakan sebagai metafora untuk membedah isu geopolitik dan dinamika kekuasaan global. Dari siklus kekuasaan yang korup, ketaatan buta terhadap otoritas, hingga bagaimana kapitalisme memaksa manusia bekerja tanpa henti dan menguras tenaga serta jiwa demi keuntungan, EP ini berdiri sebagai respons personal terhadap kondisi dunia saat ini.
“Aku nggak nulis ini buat semua orang,” ujar Gabriëlle. “Kalau orang nggak suka, ya nggak apa-apa. Tapi kalau mereka relate, kalau mereka ngerasa ini ngomongin sesuatu yang nyata, itu udah cukup. Ini caraku buat ‘speak up’, karena aku sendiri nggak terlalu nyaman ngomong langsung di depan kamera atau di sosial media.”
Seluruh materi dalam Animals ditulis oleh Gabriëlle (Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog), dengan produksi oleh Sambung Penumbra. EP ini akan tersedia di seluruh Digital Streaming Platforms (DSP) mulai 22 Mei 2026.
Gabriëlle adalah solois metal berusia 21 tahun yang saat ini berbasis di Yogyakarta. Meski baru mengenal musik metal dalam empat tahun terakhir dan mempelajari teknik extreme vocal selama dua tahun, ia telah mengembangkan pendekatan musikal yang agresif dan eksploratif. Menggabungkan berbagai elemen modern metal dengan pengaruh hardcore, Gabriëlle menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan keresahan terhadap isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial.
Oleh:
Ghulam Tufail

