Comedy, Indie and Creativity

Senin, 27 April 2026

Nevenue and All Birds Are Onion Rilis Single Kolaborasi Unsafe Zone You Could Enter

 



Loetju.idTulungagung, 24 Maret 2026 – Nevenue dan All Birds Are Onion, dua nama dari ranah alternative emo Tulungagung, Jawa Timur, kembali hadir melalui rilisan kolaborasi bertajuk "Unsafe Zone You Could Enter". Nevenue yang beranggotakan Figo (vokal), Raka (drum), Kindi (bass), Vikry (gitar), dan Izar (gitar) ini berkolaborasi dengan All Birds Are Onion untuk mengkombinasikan sound gitar twinkle dari midwest emo dengan dream pop emo untuk hasil sound yang dreamy namun intim . Single ini rencananya akan dirilis secara digital pada 24 April 2026 dengan menawarkan eksplorasi sound yang unik yang menjadi penanda pertama kolaborasi resmi mereka setelah sebelumnya bergerak terpisah di skena musik Tulungagung. Tanggal rilis ini juga bertepatan dengan sehari sebelum penampilan mereka di Acara Keluarga Midwest #1 di Malang.

Single “Unsafe Zone You Could Enter” lahir dari upaya menciptakan ruang aman di tengah wilayah emosional yang justru terasa rawan. Tema ini terinspirasi dari pengalaman personal tentang dikotomi antara keinginan untuk terbuka dan rasa takut akan konsekuensi yang menyertainya. Lirik yang ditulis oleh Onny Alberto menggambarkan pergulatan batin yang abstrak namun membumi, dibungkus dalam aransemen twinkly midwest emo yang melankolis namun eksplosif.

“Lagu ini sebenarnya berbicara tentang keberanian untuk memasuki zona yang tidak nyaman. Kita sering kali merasa aman di zona yang sudah dikenal, tapi kadang pertumbuhan justru terjadi saat kita berani melangkah ke tempat yang belum tentu nyaman. Judulnya ‘Unsafe Zone You Could Enter’ itu paradoks, karena justru di situ kita bisa menemukan versi baru dari diri sendiri,” ujar Onny Alberto 


Secara musikal, kolaborasi ini melibatkan produksi bersama oleh Nevenue dan All Birds Are Onion. Proses rekaman dilakukan oleh Muhammad Izar Runnaja, sementara mixing dan mastering dipercayakan kepada Febri Antonia di Orvius Soundlab. Hasilnya adalah perpaduan rapi antara kekuatan vokal yang emosional dengan dinamika instrumentasi yang cair, sesuatu yang menjadi ciri khas kedua band ketika bersatu. Dalam prosesnya, mereka memilih mengerjakan sendiri seluruh tahapan agar nuansa kolaborasi terasa otentik. Mulai dari produksi, rekaman, hingga desain visual, semuanya dilibatkan langsung. Cover foto sendiri digarap oleh Ananda Elang Caraka dan Onny Alberto, sehingga dari awal sampai akhir karya ini benar-benar mencerminkan visi bersama.

Single “Unsafe Zone You Could Enter” akan tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 24 April 2026.-alfan-


Tentang Nevenue dan Onny Alberto

Nevenue adalah band emo/alternative asal Tulungagung yang terbentuk pada 2024, dengan formasi Raka (drum), Kindi (bass), Vickry dan Izar (gitar), serta Figo (vokal). Mereka mengusung perpaduan ambient pop, emo, dan rock alternatif dengan pendekatan atmosferik dan emosional yang kuat. Debut mereka ditandai lewat single “Endless Goodbye” (2025), yang mengangkat tema kehilangan dan perpisahan yang terasa tak berujung. Dalam fase awal perjalanannya, Nevenue juga merencanakan kolaborasi dengan proyek/band All Birds Are Onion bersama Onny Alberto sebagai langkah eksplorasi lanjutan sebelum menggarap EP perdana mereka, menandai keterbukaan mereka terhadap kolaborasi lintas proyek di skena independen


Sabtu, 25 April 2026

Sedang Jatuh Cinta, Silly Fragments Ungkap Perasaan Lewat Meant to Stay




Loetju.idMalang - Band pop alternatif asal Malang, Silly Fragments, resmi merilis single terbarunya bertajuk “Meant to Stay” di tanggal 22 April 2026. Beranggotakan para remaja wanita hebat yakni Alodia Amoreta (vokal & gitar), Dania Almayra (vokal & bass), Aretha Puspa (gitar), dan Nabila Asyla (drum), single ini merupakan karya kedua mereka setelah merilis “And Remains...” di tahun 2025.

“Meant to Stay” menceritakan tentang rasa suka yang tumbuh cepat dan dalam terhadap seseorang yang terasa berbeda hingga tanpa sadar kita mulai mengikuti dunianya. Ditulis oleh sang bassist yakni Dani yang terinspirasi oleh pengalaman pribadinya, “Meant to Stay” merupakan lagu bergenre pop alternatif dengan sentuhan nuansa dream-pop lewat reverb gitar yang ringan serta melodi yang catchy.

“Lagu ini udah ditulis cukup lama, bahkan barengan sama “And Remains”, jadi bisa dibilang ini termasuk karya yang udah kita simpan dan tunggu momennya. Untuk proses rekamannya sendiri, jujur baru terealisasi sekarang,” ungkap Silly Fragments yang sedikit terkendala akibat adanya pergantian formasi personel. Puspa sebagai gitaris baru membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan melodi dan visi yang diinginkan untuk “Meant to Stay”. Setelah mengulik lagu ini serta menyesuaikan dengan gaya permainan gitarnya, “Meant to Stay” justru jadi salah satu lagu favorit Puspa. Lagu ini juga mengalami beberapa kali revisi seiring dengan masuknya berbagai saran dan eksperimen dari para personnel, hingga lahirlah hasil final yang kita nikmati sekarang.

Menulis lirik saat sedang dimabuk cinta menjadikan lagu “Meant to Stay” romantis sekaligus personal bagi Dani. Ia pun mengungkapkan bahwa sang pujaan hati cukup terkejut dan salah tingkah ketika tahu bahwa lagu ini menceritakan tentang hubungan mereka. Kepribadian, hobi, hingga selera musik yang berbeda antara sepasang kekasih seperti yang tertulis di lirik lagu tersebut, terasa relevan bagi para pendengar di luar sana.

“Harapan kami, lewat “Meant to Stay”, siapa pun yang denger baik yang lagi punya pasangan atau nggak tetap bisa ngerasain hangatnya jatuh cinta, atau setidaknya merasa “dianggap” dan “dicintai” lewat lagu ini,” kata mereka.

Lebih jauh, dengan single kedua ini Silly Fragments ingin terus belajar tentang industri musik baik dari segi produksi hingga penampilan di atas panggung. “Perjalanan manggung kita masih dalam tahap berkembang. Walaupun sudah beberapa kali tampil, kita sadar kalau interaksi dengan audiens masih bisa banget ditingkatkan. Ada sedikit kecanggungan ketika on stage, dengan semakin banyak manggung kita pengen membangun koneksi lebih kuat dengan penonton sehingga mereka juga merasakan energi dari Silly Fragments,” tutup band ini.

“Meant to Stay” bisa dinikmati di berbagai kanal streaming digital andalanmu dan jangan lupa pantau terus informasi terbaru dari Silly Fragments di akun @sillyfragments via Instagram atau Tiktok.


Profile Band Silly Fragments

Silly Fragments adalah band asal Kota Malang yang dibentuk pada awal tahun 2024 oleh empat gadis remaja. Band ini beranggotakan Alodia Amoreta Candra Kirana sebagai vokalis dan gitaris, Dania Almayra Chandra sebagai vokalis dan bassis, Aretha Puspa Indriani sebagai gitaris, serta Nabila Asyla sebagai drummer.

Silly Fragments berawal dari keinginan Alodia untuk membentuk sebuah band. Ia kemudian mengajak Dania, sahabatnya sejak SMP, untuk bergabung sebagai bassist. Dalam proses melengkapi formasi, Alodia sempat merasa kebingungan mencari gitaris yang tepat. Ia pun menanyakan kepada teman dekatnya apakah memiliki kenalan yang bisa mengisi posisi tersebut. Dari situlah, ia diperkenalkan kepada Aretha Puspa Indriani, yang kemudian bergabung sebagai gitaris. Sementara itu, Dania juga mengajak teman sekelasnya, Nabila, untuk mengisi posisi drummer, sehingga formasi band pun akhirnya lengkap.

Mengambil inspirasi dari band-band seperti Grrrl Gang dan Alvvays, Silly Fragments memilih genre alternative pop sebagai identitas musik mereka. Dengan semangat dan energi yang ceria, mereka siap mewarnai harimu melalui alunan musik yang seru dan penuh semangat.

Kamis, 23 April 2026

One More Light Rilis Save My Heart, Potret Kehilangan di Fase Paling Rapuh

 


Loetju.id - Malang, 23 April 2026 - Trio sophisti-pop asal Malang, One More Light, telah hadir kembali untuk memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Save My Heart”. Dirilis di DSP sejak 17 April 2026, lagu ini mengangkat narasi emosional tentang kehilangan, ketidakhadiran, dan kebutuhan akan dukungan di masa paling sulit dalam hidup. Lagu ini terinspirasi oleh pengalaman Rezy sendiri.

Single “Save My Heart bercerita tentang seorang wanita yang ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, tepat saat ia sedang berada di fase paling sulit dalam hidupnya. Di sisi lain, si lelaki merasa bahwa keputusannya untuk pergi adalah yang terbaik saat itu. Padahal, yang dibutuhkan si wanita hanyalah kehadiran lelaki tersebut di sampingnya untuk menyemangati dan membantunya menemukan cara untuk bangkit kembali. Cerita dari single ini terinspirasi dari masa lalu aku sendiri,” ujar Rezy 

Lagu ini dikomposeri sekaligus ditulis liriknya oleh Pradhita Wahyu Alfarezy (Rezy), dengan vokal dibawakan oleh Nindi Cahya Sahputra (Cahya). Aransemen gitar diisi oleh Randa Kresna Putra Pangestu (Randa) dan Rezy. Proses produksi melibatkan Decky Anugrah bersama seluruh personel, yaitu Rezy, Randa, dan Cahya, yang turut berperan sebagai produser. Rekaman dilakukan di Paraduta Record, sementara tahap mixing dan mastering ditangani oleh Rama Satria Mahriadi. Untuk aspek visual, artwork dikerjakan oleh Nindi Cahya Sahputra. Untuk band photo digarap di Kuy Studio. 

Setelah merilis single ini, One More Light berencana melanjutkan perjalanannya melalui rangkaian Road To Showcase atau hearing session sebagai langkah untuk lebih dekat dengan para pendengar. Melalui agenda ini, mereka ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih intim, sekaligus menjadi ruang interaksi langsung untuk membagikan cerita di balik lagu serta proses kreatif yang mereka jalani. 

“Setelah perilisan single ini, One More Light berencana menggelar rangkaian Road To Showcase atau hearing session,” ujar Randa. 

Single “Save My Heart” sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming digital. Dengarkan sekarang, bagikan ke teman terdekatmu, dan ikuti perjalanan One More Light menuju rangkaian Road To Showcase serta hearing session mereka selanjutnya.-alfan-

Rabu, 22 April 2026

Maestoso Rayakan 11 Tahun Perjalanan Musik dengan Merilis Single Terbaru “Karma”

 



Loetju.id - MALANG Band Japanese Rock asal Malang, MAESTOSO, resmi merilis single terbaru mereka bertajuk “Karma” pada 14 April 2026, bertepatan dengan momen spesial 11 tahun perjalanan band sejak pertama kali terbentuk pada 14 April 2015.

Perilisan ini menjadi penanda fase baru bagi MAESTOSO dalam merayakan lebih dari satu dekade eksistensi mereka di skena musik independen, sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan musikal yang terus berkembang dengan karakter khas Japanese rock yang emosional, gelap, dan teatrikal.

Lewat “Karma”, MAESTOSO mengangkat tema yang dekat dengan realitas sosial, yakni perundungan (bullying) serta konsekuensi dari setiap tindakan yang pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya. Lagu ini berbicara tentang luka yang ditinggalkan oleh kata-kata maupun perlakuan, sekaligus keyakinan bahwa setiap perbuatan memiliki akibat yang tak bisa dihindari.

“Karma” dibangun melalui aransemen gitar yang agresif dari Wima dan Yudha, lapisan bass yang solid dari Jordy, permainan drum dinamis dari Tama, serta sentuhan keyboard atmosferik dari Benny yang memperkuat nuansa dramatik lagu. Di atas fondasi tersebut, vokal emosional dari Satria menjadi medium utama dalam menyampaikan rasa sakit, amarah, dan pesan tentang hukum sebab-akibat.

“Karma adalah suara bagi mereka yang pernah direndahkan atau disakiti. Kami ingin menyampaikan bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Cepat atau lambat, semuanya akan kembali,” ujar Satria, vokalis MAESTOSO.

Sebagai band yang dikenal dengan identitas visual dan musikal bernuansa Jepang, MAESTOSO tetap mempertahankan elemen emosional yang menjadi ciri khas mereka, namun kali ini dengan pendekatan yang lebih matang dan intens.

Single “Karma” sudah tersedia di seluruh digital streaming platforms (DSP) mulai 14 April 2026.

MAESTOSO
Japanese Rock Band from Malang, Indonesia

MAESTOSO adalah band Japanese rock asal Malang, Indonesia, yang terbentuk pada 14 April

2015. Mengusung konsep jejepangan dengan nuansa megah, gelap, emosional, dan teatrikal,
MAESTOSO menghadirkan warna musik yang terinspirasi dari karakter Japanese rock dengan sentuhan modern dan energi panggung yang intens.

Selama lebih dari satu dekade perjalanan bermusik, MAESTOSO konsisten membangun
identitas musikal yang kuat melalui perpaduan distorsi gitar yang agresif, melodi minor yang
melankolis, lapisan keyboard atmosferik, serta vokal ekspresif yang sarat emosi. Musik mereka banyak mengeksplorasi tema konflik batin, luka emosional, realitas sosial, hingga hukum sebab-akibat dalam kehidupan.

Band ini digawangi oleh enam personel:
Satria (Vokal),
Wima (Gitar 1),
Yudha (Gitar 2),
Jordy (Bass),
Benny (Keyboard),
Tama (Drum).

Kekompakan musikal dan chemistry antar personel menjadi fondasi utama dalam setiap karya
yang mereka ciptakan.

Pada 14 April 2026, bertepatan dengan 11 tahun perjalanan mereka, MAESTOSO merilis
single berjudul “Karma”, sebuah karya yang mengangkat tema perundungan (bullying) dan
konsekuensi dari setiap tindakan. Lagu ini menegaskan komitmen MAESTOSO untuk tidak
hanya menghadirkan musik yang kuat secara musikal, tetapi juga memiliki pesan yang relevan secara sosial.

Dengan konsep visual dan musikal yang khas, MAESTOSO terus berkembang sebagai
representasi Japanese rock di skena musik independen Malang dan Indonesia. Mereka
menargetkan pendengar pecinta Japanese culture, komunitas jejepangan, serta penikmat rock alternatif yang mencari pengalaman musikal yang emosional dan berbeda.

Kamis, 09 April 2026

Trio Emo Beeswax Hadir Kembali dengan Self Titled Album, Peringatan 12 Tahun Eksistensi Dalam Berkarya



Loetju.id - Malang, 10 April 2026 - Lama menjalani karirnya dengan tampil dan rilis single demi single setelah album ketiga, Beeswax kembali dengan sebuah album yang merangkum perjalanan panjang mereka melalui album penuh self titled Beeswax. Trio emotif yang terdiri dari Bagas Yudhiswa (vokal/gitar), Putra Vibrananda (vokal/bass), dan R. Yanuar Ade Laksono (drum) ini menghadirkan sebuah rilisan yang tidak sekadar nostalgia, melainkan juga refleksi mendalam atas evolusi musikal dan personal mereka yang hadir pada 10 April 2026.

Sebagai salah satu pionir dalam skena midwest emo di Indonesia, khususnya Jawa Timur, Beeswax telah menempuh perjalanan panjang yang kini memasuki tahun ke-12. Di mana usia 12 tahun ini sebuah proses yang tidak singkat dan dipenuhi dinamika, tantangan, serta berbagai pembaruan hingga membentuk reputasi mereka hari ini. Berawal sebagai proyek one-man band pada 2014, Beeswax kemudian berkembang menjadi kuartet di album kedua sampai album ketiga sebelum menjadi trio seperti sekarang, dengan identitas musikal yang sejak awal kuat dipengaruhi gelombang Midwest emo era 90-an dan emo revival global di era 2010an. Melalui album Beeswax ini, Beeswax tidak hanya menghadirkan karya terbaru, tetapi juga merayakan sekaligus mensyukuri perjalanan tersebut sebagai penanda penting atas evolusi musikal dan personal mereka yang kini hadir dengan kedewasaan baru.

Album self-titled ini menjadi titik temu antara masa lalu dan masa kini. Beeswax meninjau kembali dua rilisan awal mereka yaitu EP First Step dan LP Growing Up Late yang ditulis saat mereka masih berada di usia 20-an. Kini, 16 lagu dalam album ini diaransemen ulang untuk merepresentasikan perkembangan selera, pengalaman, dan kedalaman emosional yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. 

“Album Beeswax ini kami hadirkan untuk mengingatkan kembali pada kami terutama kenapa dan bagaimana Beeswax lahir, di mana nggak terasa kami sudah berjalan 12 tahun,” ujar Bagas.

Rangkaian perilisan dimulai dengan single “THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS” pada Februari 2026, diikuti oleh “TAKE ME HOME” pada Maret 2026 yang dirilis bertepatan dengan perayaan Idulfitri. Puncaknya, Beeswax merilis fokus track “THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET” pada 10 April 2026 bersamaan dengan peluncuran album secara keseluruhan.

Di lagu “THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET” Beeswax menghadirkan kolaborasi spesial bersama Alditsa Decca Nugraha alias Dochi Sadega, sosok yang dikenal luas melalui Pee Wee Gaskins. Kolaborasi ini lahir dari hubungan panjang yang telah terjalin serta kesamaan ketertarikan terhadap musik emo/Midwest emo. Bagi Beeswax, Dochi merupakan figur yang rendah hati dan memiliki kedekatan emosional dengan genre yang mereka usung, sehingga kehadirannya terasa organik dalam lagu ini.

Secara tematis, lagu tersebut menggambarkan pengalaman menyaksikan rasa sakit orang lain dari jarak yang sangat dekat yaitu, sebuah posisi yang sarat dengan dilema antara kepedulian, ketidakberdayaan, dan komitmen. Alih-alih menawarkan solusi, lagu ini justru mengajak pendengar untuk bertahan dalam ruang emosional tersebut. Pendekatan ini menjadi benang merah bagi keseluruhan album: menghadapi masa lalu tanpa romantisasi, melainkan dengan pemahaman yang lebih dewasa.

Proses rekaman album berlangsung selama 3 bulan, menjadi ruang eksplorasi ulang terhadap materi lama dengan perspektif yang lebih jujur dan matang. Proses produksi sepenuhnya dikerjakan secara mandiri oleh para personel. Bagas Yudhiswa Putera, Putra Vibrananda Abrianto, dan Yanuar Ade Laksono terlibat sebagai penulis, komposer, sekaligus produser dan arranger. Bagas juga menangani proses mixing dan mastering. Proses rekaman drum dan vokal  dilakukan di Studio Pelikan dan Rotary, Surabaya. Untuk perekaman backing vocal berlangsung di Creatorix Studio, Malang. Proyek ini didukung juga oleh tim di balik layar seperti dari sisi visual dan kreatif, Iqbal Febrian P dan Novita Widia Rahayu (kreatif), Juniansyah Magesta Putra dan Imam Uzed Alifi (artwork), serta Ahyas Budi (fotografer).

“Kami menghabiskan total waktu selama 3 bulan untuk produksi album ini. Tentu saja ada dinamika di dalamnya seperti kendala jarak dan waktu. Untuk mengatasinya kami kerjakan dengan prinsip alon-alon asal kelakon,” tutur Yanuar.

Beeswax menyampaikan harapan sederhana namun tulus untuk langkah mereka ke depan: tidak muluk-muluk soal rencana besar, entah itu tur atau rilisan single baru, yang terpenting adalah dukungan dan doa agar mereka bisa terus berjalan, berkarya, dan menjaga perjalanan ini tetap hidup.

“Untuk rencana setelah album ini, kami mohon kepada para teman-teman fans, doain aja, tour boleh, single boleh, pokok doa nya aja,” tutup Yanuar.

Dengan mengolah ulang materi dari fase awal perjalanan mereka, Beeswax tidak berusaha mengubah masa lalu, melainkan menempatkannya dalam konteks baru dengan membuka ruang bagi pendengar lama untuk bernostalgia sekaligus mengajak pendengar baru merasakan cerita yang sama dari sudut pandang berbeda. Kini, di usia kepala tiga, Beeswax menunjukkan bahwa pertumbuhan bukan tentang meninggalkan masa lalu, tetapi memahaminya dengan lebih jujur; menjadikan album “Beeswax” sebagai jembatan antara waktu, pengalaman, dan generasi, sekaligus pernyataan bahwa musik akan selalu bertumbuh dan menemukan maknanya kembali di setiap fase kehidupan. -alfan-
 

Minggu, 05 April 2026

11 Nama Komika yang Lolos Babak Pre Show SUCI 12 Kompas Tv 2026


 

Loetju.id - Berikut adalah 11 Nama Komika Yang Lolos Babak Preshow SUCI 12 Kompas Tv 2026. Tayang di Kompas Tv hari Sabtu tanggal 4 April 2026 jam 21.30 WIB sampai selesai, tayangan ulangnya bisa disaksikan di channel youtube Suci Kompas Tv.

Babak preshow menghadirkan 27 komika yang lolos audisi dan dapat golden tiket dari 4 kota besar, Surabaya, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta.

Dipandu oleh duo MC Rais dan Ate, hadir sebagai dewan juri ada pak dhe Indro, Cing Abdel, Raditya Dika dan Nirina Zubir.

Dari 27 peserta yang tampil, diseleksi hingga terpilih 11 komika yang bakal bertarung sengit di babak pertama SUCI 12 Kompas Tv minggu depan yang bakal dipandu oleh trio mc fenomenal abad ini yaitu GJLS ada Hifdzi, Rigen dan Rispo.

Berikut adalah 11 Nama Komika Yang Lolos Babak Preshow SUCI 12 Kompas Tv 2026:

1. Ratanca

2. Rizky Ambon

3. Alma

4. Ripay

5. Dewangga

6. Andri Sakti

7. Ily

8. Ejja Saputra

9. Dokter Saga

10. Mukmin

11. Firsyal


Untuk Top of the Top versi dewan juri di babak preshow ini adalah Firsyal.

Selamat berjuang untuk 11 komika yang lolos, buat yang gagal tetap semangat jangan menyerah.



Penulis
Nandar

Kamis, 02 April 2026

Daftar Film yang Dibintangi oleh Lord Benidictus Siregar, The Next Reza Rahadian

 


Loetju.id - Dikenal sebagai musuh Hifdzi, sosok komika asal Jogja yang juga teman akrab Yusril, Mukti dan Rispo yaitu Beni sedang banyak dibicarakan. Selain karena cuitannya yang kadang nyelekit di Twitter juga tidak lain (mohon maaf) karena tampangnya yang sering kali ngeselin.

Walau demikian akhir-akhir ini, pemilik nama lengkap Benedictus Siregar mulai disebut-sebut sebagai benang merah perfilman Indonesia karena keterlibatannya dalam banyak film layar lebar. Beberapa diantaranya bahkan jadi film dengan raihan jumlah penonton jutaan.

Di setiap film kehadiran Beni selalu dinanti dan punya peran signifikan, kayaknya cuma film GJLS: Ibuku Ibu-ibu yang menghadirkan Beni untuk adegan dipukuli.

Mengutip twit akun  Muklis Nonton @tvindonesiawkwk di sosial media X, berikut kami kutip tentang  "List film yang diperankan oleh lord Benedictus Siregar, the next Reza Rahadian":

🎬 5 Cowok Jagoan (Sopir), 2017  
🎬 Rumput Tetangga (Staf Kirana), 2019
🎬 Lara Ati (Cokro), 2022
🎬 Sleep Call (Surya), 2023
🎬 Sekawan Limo (Juna), 2024

🎬 Seni Memahami Kekasih (Pak RT), 2024
🎬 Perempuan Pembawa Sial (Yanto), 2025
🎬 Pabrik Gula (Franky / Mulyono), 2025
🎬 Cocote Tonggo (Yoyok), 2025
🎬 La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (Kang Karyo), 2025

🎬 GJLS: Ibuku Ibu-Ibu (Mulyo), 2025  
🎬 Pesugihan Sate Gagak (Indra), 2025  
🎬 Agak Laen: Menyala Pantiku! (Intel), 2025  
🎬 Sekawan Limo 2: Gunung Klawih (Juna), 2026  
🎬 Gak Ada Matinya (Bahlil), 2026

🎬 Cek Khodam, 2026  
🎬 Semua Akan Baik-Baik Saja (Abun), 2026  
🎬 Children of Heaven (Bambang), 2026  
🎬 Foufo (Cokro Sutedjo), 2026
🎬 Landasan (Damar), 2026

🎬 Sebelum Dijemput Nenek, 2026
🎬 Gudang Merica, 2026  
🎬 Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Ale), 2026


Profile singkat komika Benidictus Siregar

Benidictus Jananto Halomoan Siregar, yang dikenal sebagai Benidictivity (lahir 10 Januari 1990) adalah pelawak tunggal dan pemeran berkebangsaan Indonesia.

Beni adalah salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim keempat yang tayang pada tahun 2014, di mana ia lolos melalui audisi untuk wilayah Yogyakarta. Beni adalah satu-satunya kontestan yang lolos untuk wilayah tersebut.

Meskipun ia mewakili Yogyakarta bersama Hifdzi Khoir, Hifdzi lolos melalui audisi di Jakarta. Ia terkenal dengan teknik "paraprodoskian" dalam melawak tunggal, yaitu dengan permainan kata yang menyerupai lelucon sebaris, tetapi kata-kata yang digunakan adalah kata yang berbeda dan memiliki inti atau makna yang sama, sehingga membuat penonton tertawa karena Beni menciptakan pemikiran kepada penonton bahwa inti dari pembicaraannya tetap sama seperti yang ia ungkapkan di awal.

Beni lahir dan besar di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Wates, Kulonprogo. Beni merupakan lulusan dari program studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma.

Perjalanan Karis Benidictus Siregar
Beni mulai melawak tunggal pada tahun 2012 dengan bergabung bersama komunitas Stand Up Indo Yogyakarta, yang juga didirikan pada tahun yang sama. Pada tahun 2013, Beni mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ketiga di Yogyakarta dan memperoleh tiket emas, tetapi ia belum beruntung untuk lolos ke putaran final. 

Tidak putus asa, pada tahun berikutnya Beni kembali mengikuti audisi yang sama di musim keempatnya. Selain memperoleh tiket emas, ia lolos ke babak pra-penampilan dan lolos pula sebagai satu dari 16 finalis resmi. Akan tetapi, Beni tidak bertahan lama di kompetisi, karena ia harus menggantung pelantang di penampilan ketiga, pada saat membawakan tema mengenai makanan. Beni tereliminasi di 13 besar.

Pada tahun 2015, Beni mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan oleh Indosiar, yang merupakan musim pertama dari kompetisi tersebut. Beni kembali tidak mampu meraih juara, karena ia harus tereliminasi di babak 11 besar.

Setelah ikut kompetisi SUCI 4, Beni sempat beberapa tahun menganggur dan tidak berbuat apapun. Sehari-hari hanya menunggu ada job datang dan bermalas-malasan. Gaya hidup Beni yang tidak kreatif inilah yang menjadi inspirasi untuk lagu "Mata Roda" -nya Orkes Pensil Alis yang diciptakan oleh sahabat karibnya Hifdzi Khoir dan Mukti Entoet. 

Sampai akhirnya Beni diajak untuk menjadi salah satu pengisi acara "Malam-Malam" di NET TV bersama Surya Insomnia, Tora Sudiro, dan Dhita Fakhrana. Dalam acara ini Beni beberapa kali tampil lucu dengan tektokannya bersama Surya.

Sampai akhirnya Beni ikut tampil dalam film pertamanya berjudul "5 Cowok Jagoan" yang disutradarai oleh sahabatnya juga Fajar Nugros. Walau hanya tampil beberapa scene, dalam film ini pula Beni dikukuhkan sebagai salah satu aktor yang patut diperhitungkan berkat akting luar biasanya sebagai driver ojol pada scene ditembak oleh robot-robot.

Beni yang dalam lingkungannya mendapatkan persona sebagai Orang Jelek Ngeselin, kerap menjadi bahan bullyan oleh kawan-kawannya. Namun itulah yang menjadi komedi ketika mereka berkumpul.

Salah satu bullyan yang paling terkenal dan ikonik adalah komentar dari istri Hifdzi Khoir, Echa dengan komentar "Baru kali ini ya ada orang dikatain apa aja pantes". (sumber: id.wikipedia.org)

Apa yang diraih bang Beni ini sekali lagi menegaskan sebuah kata bijak yang sering diucapkan founding father standup Indonesia mas Pandji Pragiwaksono, "Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik".

Selasa, 24 Maret 2026

Daftar Rekomendasi Judul Dracin Seru di Asiaboxdrama, Gratis dan Bebas Iklan

 



Loetju.id – Sobat lagi nyari hiburan tapi males nonton film yang durasinya Panjang atau series yang beretele-bertele? Cobain nonton drama china atau biasa disebut dracin.

Dracin (Drama China) adalah mikro drama atau serial video pendek asal Tiongkok, umumnya berdurasi 1-3 menit per episode, yang disajikan dalam format vertikal dan populer di media sosial  dan  aplikasi khusus.

Ceritanya ringan dengan tema yang beragam, namun mampu membuat rasa penasaran hingga rasanya kurang jalau tidak nonton hingga tamat.

Tapi situs streaming dracin umumnya tidak gratis alias berbayar, kalaupun gratis biasanya banyak iklan sehingga membuat tidak nyaman. Tapi tenang, kami punya rekomendasi situs streaming dracin yang gratis dan bebas iklan namanya Asiaboxdrama.

Koleksi genrenya beragam dan judulnya banyak, lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan rekomendasi judul dracin di Asiaboxdrama:

1. Awas Sang Naga Kembali

2. Sang Tuan Muda Penyamar

3. Manusia Rekayasa Super

4. Melawan Dewa Ribuan Tahun

5. Topeng Pemboros

6. Istriku Tiga, Takdirku Gila

7. Ketika Dewa Belajar Mecinta

8. Menikah Lagi dengan Ketua Direksi

9. Rahasia Miliarder di Balik Wajah Biasa

10. Hati yang Tulus Tak Ternilai

11. Si Lemah Penyelamat Dunia

12. Tabib Istana Serba Bisa

13. Menantu Kerajaan dari Masa Depan

14. Pacarku Ternyata Raja Naga

15. Insinyur Modern di Desa Kuno

16. Demi Putriku Identitasku Bocor

17. Genton Ajaib Pengubah Nasib

18. Bisnis Heboh di Masa Paceklik

19. Cucu Miliarder Datang Membalas Budi

20. Gejolak Dunia Hitam


Sekali lagi buat sobat pecinta drama china yang mau nonton full episode secara gratis tanpa iklan langsung saja ke Asiaboxdrama.

Selasa, 17 Februari 2026

Kabar Gembira, SUCI 12 Kompas TV Hadir Lagi Tayang Mulai 28 Maret 2026

 


Loetju.id - Kabar gembira buat penikmat komedi tunggal, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12 resmi diluncurkan ditandai konferensi pers pada Minggu tanggal 15 Februari 2026. Antusias masyarakat sangat besar terbukti ada 2.400 pendaftar yang akhirnya terseleksi sebanyak 27 yang akan tampil perdana pada 28 Maret lewat pre show.

Konferensi pers dihadiri jajaran juri dan manajemen, yakni Indro Warkop, Cing Abdel, Nirina Zubir, Direktur Program Kompas TV Uncu Putra, serta Direktur Utama Rosiana Silalahi.

Direktur Program Kompas TV Uncu Putra menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 2.400 orang dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Dari ribuan peserta tersebut, terpilih 27 komika yang dinilai memenuhi standar kualitas materi, teknik, serta potensi untuk berkembang di industri hiburan. 27 peserta terpilih tersebut berasal dari latar belakang yang beragam. Di antaranya terdapat anggota TNI, dokter jantung, guru, serta berbagai profesi lainnya.

Indro Warkop dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa rindunya terhadap atmosfer SUCI. Menurut Indro, SUCI bukan sekadar ajang mencari sosok yang mampu melucu, tetapi juga ruang pembelajaran yang ilmunya bisa diterapkan di berbagai bidang. “Bukan hanya ingin dapat stand up comedian, tapi ilmu stand up comedy itu bisa dipakai di mana pun. Dan sekarang terbukti, di dunia entertainment ini stand up comedy semua yang pegang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kriteria utama tetap pada kelucuan dan kecerdasan. “Yang seperti apa yang kita kepingin? Ya pasti yang lucu, yang cerdas. Karena ini bukan hanya tontonan, tapi juga bisa menjadi tuntunan,” tambahnya.

Senada dengan Indro, Cing Abdel menyampaikan bahwa aspek pertama yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kelucuan. Namun, menurutnya, komedi yang dicari bukan sekadar mengundang tawa, melainkan juga memiliki kedalaman pesan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Karena ini stand up comedy, yang pertama kita nilai itu adalah lucu. Tapi lucu bukan hanya sekadar lucu. Lucunya mungkin ada hal-hal yang bisa kita renungkan, mungkin satir politik, sosial, yang zamannya sekarang. Jadi bagaimana membungkus sesuatu yang serius jadi sebuah produk komedi yang lucu. Mungkin itu salah satu yang kita cari,” ujarnya.

Sementara itu, Nirina Zubir menyoroti pentingnya autentisitas dan kepercayaan diri peserta di atas panggung. Menurutnya, komika yang memiliki ciri khas dan aura panggung yang kuat akan lebih mudah dikenali.

“Yang pasti authenticity, punya ciri khas sendiri, confident, dan begitu masuk auranya keluar. Kita sudah bisa melihat bahwa punya star factor. Itu lah yang perlu dikeluar dan dimaksimalkan,” kata Nirina.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang didapat dengan sebaik-baiknya. “Kamu dapat kesempatan ini, jadi pokoknya gunakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Uncu Putra menjelaskan bahwa selama mengikuti kompetisi, para komika tidak hanya tampil setiap pekan, tetapi juga mengikuti sejumlah kelas pembinaan, mulai dari kelas stand up comedy, public speaking, akting, penulisan, hingga konsultasi psikologis. Menurutnya, struktur penulisan stand up comedy memiliki pola metodologis yang terukur sehingga dapat diterapkan ke berbagai medium seperti film dan podcast. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu alasan alumni SUCI mampu merambah dan bersaing di industri hiburan.

SUCI 12 dijadwalkan menghadirkan delapan show yang akan tayang perdana pada Sabtu, 28 Maret 2026. Adapun malam grand final akan disiarkan pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 21.30 WIB di Kompas TV.

Mengusung tema Rumah Komika, musim ke-12 ini menegaskan komitmen Kompas TV untuk terus mendukung perkembangan komika Indonesia, baik dalam meniti karier maupun memperkuat eksistensi di dunia hiburan. SUCI 12 juga diwarnai dengan kembalinya legenda komedi Indonesia, Indro Warkop, serta Nirina Zubir yang kembali duduk sebagai juri bersama Raditya Dika dan Cing Abdel.

Sementara itu, panggung SUCI 12 akan dipandu oleh trio GJLS yang terdiri dari Hifzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Rispo sebagai host. Dengan komposisi juri dan host tersebut serta sistem pembinaan yang terstruktur, SUCI 12 kembali diproyeksikan menjadi panggung lahirnya komika-komika baru yang siap bersaing di industri hiburan nasional.


Senin, 16 Februari 2026

Daftar Nama dan Foto Juara SUCI 1-12 Kompas Tv

 


Loetju.id - Perjalanan program kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV kali ini akan memasuki musim ke-12. Perjalanan KompasTV selama 14 tahun dalam membuat program pencarian bakat komedi tunggal sejak tahun 2011 telah berhasil menarik minat ribuan komika secara nasional, hingga pada perjalanannya banyak komika SUCI yang mengisi layar dan jagat hiburan Indonesia.


Berikut adalah daftar Juara SUCI 1-12 Kompas Tv:

1. Juara SUCI 1: Ryan Adriandhy

2. Juara SUCI 2: Ge Pamungkas

3. Juara SUCI 3: Alm. Babe Cabita

4. Juara SUCI 4: David Nurbianto

5. Juara SUCI 5: Rigen Rakelna

6. Juara SUCI 6: Indra Jegel

7. Juara SUCI 7: Ridwan Remin

8. Juara SUCI 8: Popon Kerok

9. Juara SUCI 9: Rio Dumatubun

10. Juara SUCI 10: Yono Bakrie

11. Juara SUCI 11: Rizky Prasetya

12. Juara SUCI 12: ?





Daftar Lengkap Nama 27 Komika Lolos Pre Show SUCI 12 Kompas Tv 2026



Loetju.id - Berikut adalah daftar 27 Komika yang lolos audisi SUCI 12 Kompas TV bakal tayang perdana pada tanggal 28 Maret 2026 lewat babak pre show di Usmar Ismail. Selanjutnya akan diseleksi menjadi 10 komika yang akan bertanding hingga babak final sepanjang 8 show. Final bakal digelar di Balai Sarbini tanggal Sabtu 6 Juni 2026.

Acara akan dipandu oleh trio MC GJLS.

Daftar 27 Komika pre show SUCI 12:
1. Andre Skuter
2. Ratansa
3. Alwi Shihab
4. Riski Ambon
5. Rifki
6. Alma Silviani
7. Pak Yusuf
8. Ejja Saputra
9. Dokter Saga Sabara
10. Firzal
11. Mukmin
12. Mbok Odah
13. Akim Bagil
14. Resti Natsa
15. Hisyam
16. Pandu Dunia
17. Obed
18. Ikal
19. Tamarandi
20. Ili Aprilia
21. Heri Merkuri
22. Sahat Kaban
23. Janf Ripai
24. Dafa
25. Andir sakti
26. Sandi Sukron
27. Dewangga

Siapakah saja komika yang akan berhasil masuk babak Show 1?

Jumat, 13 Februari 2026

Ceritakan Tentang Kehilangan Kasih Dan Kehilangan Arah, Reconcile Rilis EP Left Me Lost




Loetju.idMalang, 13 February 2026 – Unit emo/alternative asal Malang, Reconcile, resmi merilis EP terbaru bertajuk Left Me Lost. EP ini menjadi penanda fase reflektif Reconcile, menghadirkan narasi tentang kehilangan kasih sayang, keterasingan diri, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup, dikemas lewat materi yang mengawang, abrasif namun emosional. Secara garis besar, Left Me Lost berbicara tentang kondisi batin seseorang yang kehilangan figur kasih sayang, lalu perlahan kehilangan pegangan atas dirinya sendiri. Tema ini menjadi benang merah dari keseluruhan EP, menghadirkan suasana lengang, rapuh, dan penuh pertanyaan serta keresahan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Secara tema, Left Me Lost bercerita tentang seseorang yang kehilangan kasih sayang, lalu ikut kehilangan dirinya sendiri, dan berada di fase kebingungan tanpa benar-benar tahu ke mana harus melangkah,” jelas Dava.
EP Left Me Lost dirilis di bawah naungan Haum Entertainment dengan Reconcile bertindak sebagai produser. Proses rekaman dilakukan di Rc:en Studio Recording, kecuali vokal lagu “Keep Us Alive” yang direkam di W8 Project Studio. Engineering ditangani oleh Nabil Zuhdi Prasetya, sementara proses mixing dan mastering dilakukan di W8 Project Studio oleh Yudhistiro Lilo P. Penulisan lirik dikerjakan oleh Dava Hendra Firmansyah dan Chelsey Agustine, dengan komposisi lagu yang digarap bersama Zidane Marvelo dan Nabil Zuhdi Prasetya. Untuk visual, artwork dan tata letak sampul EP ini dikerjakan oleh Adored Studio. 

“EP Left Me Lost kami garap sejak Juli sampai Desember 2025. Prosesnya memang terasa lebih lambat karena kami harus menyesuaikan waktu dengan gitaris kami, Nabil, yang sedang kuliah di Taiwan, sehingga sebagian proses rekaman dilakukan secara jarak jauh,” tutur Dava
EP Left Me Lost digarap dalam rentang waktu Juli hingga Desember 2025 dengan proses produksi yang tidak sepenuhnya berjalan secara konvensional karena perbedaan jarak dan zona waktu personil-personil yang kuliah di luar negeri. Ke depan, Reconcile belum mengunci langkah pasti pasca-rilis EP ini, namun keinginan untuk terus bergerak tetap ada.

“Untuk rencana setelah EP ini sebenarnya belum ada yang benar-benar fix, tapi keinginan untuk membuat materi lagu baru dengan konsep yang lebih berbeda itu sudah ada. Untuk sementara, kami ingin lebih aktif menjajaki gigs-gigs live,” tutup Dava.
EP Left Me Lost kini sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform pada 13 Februari 2026. Rayakan malam sebelum Valentine dengan EP Left Me Lost, sebuah pengantar sunyi bagi mereka yang pernah kehilangan kasih sayang, kehilangan arah, dan masih berusaha menemukan diri di tengah kebingungan.-Haum, Alfan-

Reconcile is an Emo/Alternative Rock unit from Malang, Indonesia which is currently fronted by Dava (vocals/guitar), Nabil (guitar), Zidane (bass), and Chelsey (drums). Starting from a friendship bound by a love of the same music, namely emo/post hardcore, the band’s sound characteristics were inspired by Title Fight and Movements, which became the reason for the formation of Reconcile in 2023. Reconcile has independently released their debut EP entitled Faint Reflection in 2024. In 2025, starting with the maxi single "Drowned in Static", Reconcile with a new formation is now releasing new EP Left Me Lost on 13 February 2026.

 

Kamis, 12 Februari 2026

Peraukertas Mengeksplorasi Retrowave di Single Baru “13 Tahun”


 

Loetju.idPeraukertas kembali merilis karya  terbaru berjudul “13 Tahun”, yang resmi dirilis pada 13 Februari  2026. Lagu ini menjadi single kedua Peraukertas di bawah naungan POPS Music, sekaligus single perdana mereka di tahun 2026, melanjutkan langkah setelah perilisan Make It Right. 

Diproduseri oleh Wawan Eliawan dan diproduksi di 45 Movement Studio, 13 Tahun menghadirkan perkembangan signifikan dalam eksplorasi musikal Peraukertas. Lagu ini mengusung nuansa retrowave/synthwave yang atmosferik, menjadi sentuhan baru yang lahir dari sudut pandang kreatif sang produser, tanpa menghilangkan karakter emosional khas Peraukertas.
 
Secara lirik, 13 Tahun berangkat dari pengalaman personal Candra Kim, vokalis sekaligus penulis lagu Peraukertas. Lagu ini mengisahkan perjalanan panjang sebuah hubungan tentang bertahan, kelelahan, kegagalan yang disadari terlambat, hingga akhirnya menerima bahwa berakhirnya sebuah perjalanan tidak selalu berarti kekalahan. Lirik seperti “terlambat benahi dua hati ini” dan “ini bukan sepenuhnya kegagalan” menjadi refleksi tentang kedewasaan emosional dan keikhlasan. 

Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, Peraukertas juga menggelar live stream selama 13 jam menjelang rilis 13 Tahun. Siaran ini berlangsung pada 12 Februari 2026 pukul 11.00 siang hingga 13 Februari 2026 pukul 01.00 dini hari, disiarkan secara simultan melalui youtube, Instagram, dan tiktok Peraukertas. 

Live stream tersebut dibagi ke dalam 13 segmen dan menghadirkan 13 bintang tamu dari berbagai latar belakang, mulai dari konten kreator musik, musisi, hingga pelaku industri hiburan. Program ini dirancang sebagai ruang obrolan, berbagi cerita, dan perayaan proses kreatif yang selaras dengan semangat lagu 13 Tahun tentang perjalanan panjang, refleksi, dan makna bertahan. 

Dengan 13 Tahun, Peraukertas menegaskan fase baru mereka di 2026 yang lebih dewasa secara narasi, lebih berani secara musikal, dan lebih dekat secara emosional dengan pendengarnya. Single “13 Tahun” dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai 13 Februari 2026.

Senin, 09 Februari 2026

Grup Idol JKT48 Rilis Single ke 27 Berjudul Andai 'Ku Bukan Idola

 


loetju.id - Pada 4 Feb 2026  JKT48 lewat kanal youtubenya merili Music Video terbaru berjudul Andai 'Ku Bukan Idola. Hingga  Senin tanggal 9 Februari 2026 video ini telah ditonton sebanyak 693.706 kali dan menjadi nomor  #2 musik Trending di tangga lagu.

"Andai 'Ku Bukan Idola" merupakan single ke 27 JKT48 dan kali ini dibawakan oleh:
- Angelina Christy
- Febriola Sinambela
- Fiony Alveria
- Freya Jayawardana
- Gita Sekar
- Grace Octaviani
- Greesella Adhalia
- Jessica Chandra
- Kathrina Irene
- Marsha Lenathea
- Michelle Alexandra
- Mutiara Azzahra



Sebagai informasi, JKT48 adalah grup idola (idol group) wanita pertama di Indonesia sekaligus sister group resmi dari AKB48 Jepang yang dibentuk pada tahun 2011. Berbasis di Jakarta, grup ini mengadopsi konsep "idola yang dapat Anda jumpai setiap hari" dengan pertunjukan rutin di teater mereka di fX Sudirman. JKT48 terkenal dengan lagu-lagu ceria, tarian energik, dan interaksi erat dengan penggemar. 

Lewat diskipsi di channel youtube, akun JKT48 juga memberikan akses  #JKT48FreeToPlay lewat Google Drive.

#JKT48FreeToPlay adalah sebuah wadah di mana para fans dan pendukung JKT48 dapat berkreasi bersama-sama untuk merayakan rilisnya Single JKT48.

Para fans dan pendukung JKT48 dapat mengakses dan menggunakan materi-materi yang dibagikan, dengan ketentuan yang ditentukan.

#JKT48FreeToPlay bisa akses di klik di sini.

“Static Mind”, Perkenalan Jujur Blind Phase Tentang Pikiran yang Tak Pernah Diam

 


Loetju.idMalang, 6 Februari 2026 - Blind Phase, unit pop-punk pendatang baru asal Kota Malang, resmi memperkenalkan diri ke dunia musik melalui single perdana mereka berjudul “Static Mind”. Lagu ini menjadi rilisan pertama Blind Phase dan akan menjadi pembuka menuju EP yang tengah mereka persiapkan. “Static Mind” menceritakan tentang kondisi mental yang penuh kebisingan, ketika pikiran terus berputar antara emosi naik dan turun tanpa jeda. 

Lagu debut ini menggambarkan perasaan terjebak dalam kekacauan batin, di mana kabar baik maupun buruk terasa sama-sama mengganggu, hingga akhirnya muncul keinginan untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan menghadapi semua dengan lebih jujur. Melalui lagu ini, Blind Phase menyampaikan proses penerimaan terhadap kekacauan tersebut sebagai bagian dari hidup, bukan untuk dilawan, melainkan dipahami.

Meski tergolong band baru, Blind Phase beranggotakan musisi yang sebelumnya telah aktif di berbagai band di Malang Raya. Blind Phase diperkuat oleh Aldy sebagai vokalis (Costive, Dominance), Andrian sebagai gitaris (Enamore, Hallway), Lilo sebagai gitaris (The Polar Bears), Reyhan sebagai basis (Grey, Costive) serta Kelvin sebagai drummer (Limbo). Meskipun berasal dari band-band dengan genre berbeda, perbedaan latar belakang tersebut justru membentuk warna baru yang solid dalam identitas Blind Phase. 

Single “Static Mind” ditulis oleh Aldy dan diproduseri oleh Lilo sendiri di W8 Project Studio miliknya. Dan juga untuk mixing & mastering single ini juga diproduksi sendiri olehnya. Diproduksi pada pertengahan Desember 2025. Blind Phase akan merilis single “Static Mind” pada Awal bulan Februari tahun 2026. 

Dengan balutan musik pop-punk yang enerjik namun emosional, “Static Mind” menjadi pernyataan awal Blind Phase tentang arah musikal mereka ke depan. Single ini bukan hanya perkenalan, tetapi juga fondasi cerita yang akan dikembangkan lebih jauh dalam format EP. Single “Static Mind” akan segera tersedia di seluruh platform streaming digital sebagai langkah awal perjalanan Blind Phase di industri musik.

Sabtu, 07 Februari 2026

Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung

 

Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung
Pada hari Jumat, 6 Februari, bertempat di Rumah Bu RT 2, telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan kaldu dari ayam kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan ayam kampung yang menghasilkan kaldu yang lebih sehat dan tanpa pengawet.

Kegiatan disampaikan Fathan Umar Rabbani diawali dengan penjelasan materi mengenai cara pembuatan kaldu dari ayam kampung dan tahapan proses pembuatannya. Pembuatan kaldu dari ayam kampung dilakukan dengan merebus bagian ayam seperti tulang, daging, dan kulit dalam air bersih pada suhu rendah hingga sedang selama beberapa jam. Proses perebusan ini bertujuan mengekstrak zat gizi dan senyawa rasa alami, seperti protein terlarut, kolagen, mineral, dan asam amino, sehingga menghasilkan kaldu yang kaya cita rasa dan nilai gizi.

Kaldu ayam kampung dapat diperkaya dengan rempah alami seperti jahe, bawang putih, dan daun salam untuk meningkatkan aroma serta manfaat kesehatan. Produk kaldu ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional rumah tangga maupun produk olahan bernilai tambah yang mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi usaha berbasis lokal.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa Kaldu yang bersumber dari ayam kampung berperan sebagai sumber pangan bergizi yang kaya protein terlarut, asam amino, kolagen, serta mineral penting yang mudah dicerna tubuh. Kandungan gizi tersebut bermanfaat dalam mendukung daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan kesehatan, serta meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga. Selain manfaat gizi, pembuatan kaldu ayam kampung juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi produk olahan hasil ternak. Pemanfaatan ayam kampung sebagai kaldu mendukung ketahanan pangan lokal, mengurangi limbah hasil pemotongan, serta mendorong pengembangan pangan fungsional berbasis potensi sumber daya desa.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026, peserta dapat menerapkan pembuatan kaldu organik secara mandiri untuk mendukung kesehatan dan kemandirian pangan.


Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 05 Februari 2026

Born in February WUSS Bercerita tentang Tumbuh di Tengah, Bertahan Tanpa Tepuk Tangan

 


Loetju.idMalang, 6 Februari 2026 - Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan. Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” akan rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia - satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu - liar, lentur, dan sulit dipatok—sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka. Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka - bukan identitas - sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat. 

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel - Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat - yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.
“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan Anda.-alfan-

Tentang Wuss
Wuss adalah sebuah proyek musik yang beranggotakan Brilyan Prathama (ex Humi Dumi, Nonanoskins), Sabiella Maris (Closure), Rara Harumi, dan Rufa Hidayat (Remissa, Inheritors). Wuss berawal dari "Lunar", single pertama Wuss yang telah lama digarap Brilyan namun hanya tersimpan di hard disk-nya. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Sabiella Maris, solois sekaligus gitaris Masurai. Merasa memiliki kecocokan musikal, Brilyan dan Sabiella memutuskan untuk membentuk grup musik dengan mengajak Rufa Hidayat sebagai drummer dan Rara Harumi sebagai bassis. WUSS menawarkan musik indie-rock fuzzy yang dapat digambarkan sebagai perpaduan overdrive yang manis dan menggelegar serta tempo drum yang mampu mengajak siapapun untuk bernyanyi bersama atau melakukan stage diving. Wuss akhirnya merilis EP perdana mereka, We Undercover Super Softy. Setelah EP tersebut, single baru "Where It Begins" kini tersedia di semua DSP.

Comika

Politika

Gen Z