Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi UMKM Kelurahan Ampel Tingkatkan Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital - Comedy, Indie and Creativity

Jumat, 12 Juni 2026

Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi UMKM Kelurahan Ampel Tingkatkan Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital

 



Pelatihan manajemen arus kas sederhana dan pemanfaatan media sosial 
untuk pemasaran menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM agar usaha semakin tertata dan dikenal luas.


wirausahanesia.com - Surabaya, 31 Mei 2026 – Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yaitu Achmad Syarifudin, Mochammad Daniyal Farich Alfarisi, Nabilla Choiriyah Azzahra, Aditya Rizaki Widayat, dan Veronika Sanctissima Apriani Mithe, menggelar pelatihan pencatatan arus kas dan strategi pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai RW 11 Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, pada 31 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M., dengan tujuan membantu pelaku usaha setempat agar lebih tertib dalam mencatat keuangan dan lebih siap menghadapi digitalisasi usaha.


Berkembangnya UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada bagaimana pelaku usaha mengelola keuangan dan memasarkan dagangannya. Kesadaran inilah yang mendorong sekelompok mahasiswa untuk turun langsung mendampingi para pelaku usaha kecil di lingkungan padat penduduk, yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta pemasaran usaha.


Sasaran kegiatan ini adalah pelaku UMKM RW 11 Kelurahan Ampel yang masih mengalami kendala dalam mencatat arus kas usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memasarkan produk melalui platform digital. Banyak dari mereka selama ini hanya mengandalkan ingatan dalam mencatat transaksi sehari-hari, tanpa pembukuan yang rutin dan tertata, sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti.


Kegiatan yang berlangsung pada 31 Mei 2026 ini diikuti oleh 12 peserta dari 15 undangan yang disebarkan kepada pelaku UMKM RW 11 Kelurahan Ampel. Tingkat kehadiran yang mencapai 80 persen mencerminkan tingginya minat pelaku usaha mikro terhadap upaya peningkatan kapasitas usaha mereka, sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendampingan semacam ini masih cukup besar di tengah masyarakat.


Peserta Pelatihan pembukuan manual dan Digital
 
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi mengenai pencatatan arus kas masuk dan keluar, mulai dari pemasukan harian, pengeluaran operasional, hingga cara menghitung saldo kas pada akhir periode. Materi juga mencakup pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, sebuah kebiasaan yang menurut tim mahasiswa masih jarang diterapkan oleh pelaku UMKM skala mikro. Penjelasan disampaikan dengan contoh-contoh kasus yang sering dialami pedagang kecil, seperti warung makan, toko kelontong, dan usaha jajanan rumahan, sehingga materi terasa dekat dengan kondisi nyata peserta dan lebih mudah dipahami.


Selain teori, peserta juga diajak berlatih langsung mencatat arus kas masuk dan keluar menggunakan dua metode, yaitu pencatatan manual melalui buku kas sederhana dan pencatatan digital melalui aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui telepon genggam. Pendekatan praktik ini dipilih karena sebagian besar peserta belum terbiasa melakukan pencatatan transaksi secara rutin, sehingga perlu dibimbing langsung dalam mengisi setiap kolom pencatatan, mulai dari tanggal transaksi, jenis transaksi, nominal, hingga keterangan tambahan.


Pelatihan Pembukuan Manual

Pengenalan aplikasi pencatatan kas berbasis web dimaksudkan sebagai langkah awal menuju digitalisasi usaha. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran, memantau saldo secara otomatis, serta melihat riwayat transaksi kapan saja tanpa perlu membuka buku catatan fisik. Meskipun sebagian peserta masih merasa lebih nyaman dengan metode manual karena faktor kebiasaan dan keterbatasan akses gawai, pengenalan teknologi ini dinilai penting agar UMKM tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan bisnis yang semakin berbasis data.
 
 
Pelatihan Pembukuan Digital

Selain materi pencatatan keuangan, mahasiswa UNTAG Surabaya juga memperkenalkan teknik dasar pemasaran melalui media sosial, seperti pembuatan konten foto produk yang menarik, penulisan deskripsi produk, serta pengaturan akun usaha di platform digital. Pengenalan ini bertujuan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar tanpa memerlukan biaya promosi yang besar. Dari 12 peserta yang hadir, lima orang menyatakan akan segera mencoba membuat akun usaha di media sosial setelah pelatihan, dan beberapa di antaranya juga mulai mencoba pencatatan arus kas melalui aplikasi web yang diperkenalkan.


Sebagai pelengkap, kegiatan juga membahas pentingnya kemasan produk yang higienis dan menarik, serta langkah-langkah dasar pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas usaha yang dapat membuka akses ke berbagai program bantuan pemerintah, seperti pelatihan lanjutan, bantuan modal, maupun kemudahan dalam pemasaran produk ke pasar yang lebih luas.


Perwakilan mahasiswa pelaksana, Achmad Syarifudin, menjelaskan bahwa program ini disusun berdasarkan hasil observasi awal terhadap kondisi UMKM di wilayah tersebut.


"Kami melihat banyak pelaku usaha yang sebenarnya memiliki pelanggan tetap, tetapi belum tahu apakah usahanya benar-benar untung atau justru merugi karena tidak pernah mencatat arus kas secara rutin. Lewat pelatihan ini, kami berharap mereka bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujarnya.


Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan manfaat yang ia rasakan setelah mengikuti kegiatan tersebut.


"Selama ini saya hanya mengingat pemasukan dan pengeluaran tanpa mencatat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi memahami cara mencatat arus kas dengan benar, baik secara manual maupun melalui aplikasi di handphone," tuturnya.


Dosen Pembimbing Lapangan, Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M., menyampaikan bahwa pendampingan semacam ini penting dilakukan secara berkala agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.
 

"Pelaku UMKM perlu terus dibekali pengetahuan yang aplikatif, bukan hanya teori. Dengan pencatatan arus kas yang baik, baik secara manual maupun digital, UMKM akan lebih siap menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pencatatan arus kas, tetapi juga mendapatkan gambaran awal mengenai digitalisasi usaha, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan secara bertahap. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM di Kelurahan Ampel menjadi lebih tertib dalam mengelola keuangan, lebih siap memanfaatkan teknologi, dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.

Ke depan, program pendampingan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kebiasaan pencatatan arus kas, penggunaan teknologi digital, serta penguatan legalitas dan pemasaran usaha dapat semakin tertanam di kalangan pelaku UMKM. Dengan pengelolaan usaha yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih kuat bagi perekonomian masyarakat.


Penulis : Aditya Rizaki Widayat
Program Studi : Administrasi Bisnis
DPL : Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Bagikan artikel ini

Jangan lupa komen ya Guys..