Loetju.id - Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 69 Universitas Diponegoro menggelar Open House pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara ini digelar dengan tujuan menyosialisasikan hasil program kerja multidisiplin sekaligus memperkenalkan potensi pengembangan desa dan kawasan kampus kepada masyarakat. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 4, yaitu pendidikan berkualitas, melalui berbagi pengetahuan kepada masyarakat mengenai inovasi lingkungan, potensi lokal, perencanaan kawasan, dan peluang usaha.
Hasil program yang diperkenalkan mencakup kopi, website desa, paving blok dan kerajinan dari limbah plastik, rancangan masterplan kawasan, serta aquaponik. Kelima program tersebut menunjukkan potensi pengembangan wilayah melalui aspek ekonomi, lingkungan, teknologi, pendidikan, dan pengembangan kawasan.
Salah satu hasil yang diperkenalkan adalah potensi kopi sebagai komoditas unggulan. Melalui program rebranding kopi, masyarakat diperkenalkan pada upaya meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk kopi, tidak hanya melalui kualitas produknya tetapi juga melalui identitas dan penyajian produk.
Di bidang digital, mahasiswa memperkenalkan website desa sebagai media informasi yang dapat membantu masyarakat dan pihak luar mengenal Desa Tumbrep. Website menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, kegiatan masyarakat, serta komoditas produk UMKM yang menjadi unggulan desa.
Dalam aspek lingkungan sekaligus ekonomi, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi paving blok. Limbah plastik dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving yang memiliki nilai guna. Sosialisasi juga membahas aspek usaha produksi paving, termasuk perhitungan keuntungan, risiko usaha, dan proyeksi penjualan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal cara memproduksinya, tetapi juga memahami peluang pengembangannya sebagai kegiatan usaha. Selain paving blok, diperkenalkan pula pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan tangan. Program ini menawarkan alternatif pengolahan sampah sekaligus peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan kreativitas.
Pengembangan kawasan menjadi bagian penting melalui pengenalan masterplan Agro-Eduwisata PSDKU UNDIP Kabupaten Batang. Rancangan tersebut mengintegrasikan tiga fungsi utama kawasan, yakni pendidikan, pertanian, dan pariwisata. Sebagai bagian dari rancangan tersebut, mahasiswa turut menyosialisasikan konsep paket wisata yang akan dicanangkan di kawasan ini. Paket wisata dirancang dengan menghubungkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang terdapat di kawasan, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk melihat satu objek, tetapi dapat mengikuti rangkaian perjalanan yang menggabungkan unsur edukasi, pertanian, rekreasi, dan potensi lokal.
Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan gambaran business model plan kawasan, yang mencakup perencanaan pasar, strategi pemasaran, aspek operasional, hingga proyeksi keuangan. Business model ini menjadi acuan awal bagi pengembangan kawasan Agro-Eduwisata secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam mendukung operasional wisata di masa mendatang.
Sebagai pelengkap konsep Agro-Eduwisata, mahasiswa turut memperkenalkan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman. Sistem ini dinilai efisien dalam pemanfaatan lahan, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan aquaponik, masyarakat dapat menghasilkan dua produk dalam satu sistem, yaitu sayur organik yang segar dan ikan lele.
Melalui kegiatan Open House, mahasiswa KKN UNDIP berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan Desa Tumbrep dan kawasan PSDKU UNDIP Batang melalui penguatan produk lokal, digitalisasi, pengelolaan lingkungan, inovasi pertanian dan perikanan, hingga perencanaan kawasan Agro-Eduwisata yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar


