Comedy, Indie and Creativity

Comika

Selebrita

Gen Z

Indie

Video

Selasa, 17 Februari 2026

Kabar Gembira, SUCI 12 Kompas TV Hadir Lagi Tayang Mulai 28 Maret 2026

 


Loetju.id - Kabar gembira buat penikmat komedi tunggal, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12 resmi diluncurkan ditandai konferensi pers pada Minggu tanggal 15 Februari 2026. Antusias masyarakat sangat besar terbukti ada 2.400 pendaftar yang akhirnya terseleksi sebanyak 27 yang akan tampil perdana pada 28 Maret lewat pre show.

Konferensi pers dihadiri jajaran juri dan manajemen, yakni Indro Warkop, Cing Abdel, Nirina Zubir, Direktur Program Kompas TV Uncu Putra, serta Direktur Utama Rosiana Silalahi.

Direktur Program Kompas TV Uncu Putra menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 2.400 orang dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Dari ribuan peserta tersebut, terpilih 27 komika yang dinilai memenuhi standar kualitas materi, teknik, serta potensi untuk berkembang di industri hiburan. 27 peserta terpilih tersebut berasal dari latar belakang yang beragam. Di antaranya terdapat anggota TNI, dokter jantung, guru, serta berbagai profesi lainnya.

Indro Warkop dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa rindunya terhadap atmosfer SUCI. Menurut Indro, SUCI bukan sekadar ajang mencari sosok yang mampu melucu, tetapi juga ruang pembelajaran yang ilmunya bisa diterapkan di berbagai bidang. “Bukan hanya ingin dapat stand up comedian, tapi ilmu stand up comedy itu bisa dipakai di mana pun. Dan sekarang terbukti, di dunia entertainment ini stand up comedy semua yang pegang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kriteria utama tetap pada kelucuan dan kecerdasan. “Yang seperti apa yang kita kepingin? Ya pasti yang lucu, yang cerdas. Karena ini bukan hanya tontonan, tapi juga bisa menjadi tuntunan,” tambahnya.

Senada dengan Indro, Cing Abdel menyampaikan bahwa aspek pertama yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kelucuan. Namun, menurutnya, komedi yang dicari bukan sekadar mengundang tawa, melainkan juga memiliki kedalaman pesan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Karena ini stand up comedy, yang pertama kita nilai itu adalah lucu. Tapi lucu bukan hanya sekadar lucu. Lucunya mungkin ada hal-hal yang bisa kita renungkan, mungkin satir politik, sosial, yang zamannya sekarang. Jadi bagaimana membungkus sesuatu yang serius jadi sebuah produk komedi yang lucu. Mungkin itu salah satu yang kita cari,” ujarnya.

Sementara itu, Nirina Zubir menyoroti pentingnya autentisitas dan kepercayaan diri peserta di atas panggung. Menurutnya, komika yang memiliki ciri khas dan aura panggung yang kuat akan lebih mudah dikenali.

“Yang pasti authenticity, punya ciri khas sendiri, confident, dan begitu masuk auranya keluar. Kita sudah bisa melihat bahwa punya star factor. Itu lah yang perlu dikeluar dan dimaksimalkan,” kata Nirina.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang didapat dengan sebaik-baiknya. “Kamu dapat kesempatan ini, jadi pokoknya gunakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Uncu Putra menjelaskan bahwa selama mengikuti kompetisi, para komika tidak hanya tampil setiap pekan, tetapi juga mengikuti sejumlah kelas pembinaan, mulai dari kelas stand up comedy, public speaking, akting, penulisan, hingga konsultasi psikologis. Menurutnya, struktur penulisan stand up comedy memiliki pola metodologis yang terukur sehingga dapat diterapkan ke berbagai medium seperti film dan podcast. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu alasan alumni SUCI mampu merambah dan bersaing di industri hiburan.

SUCI 12 dijadwalkan menghadirkan delapan show yang akan tayang perdana pada Sabtu, 28 Maret 2026. Adapun malam grand final akan disiarkan pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 21.30 WIB di Kompas TV.

Mengusung tema Rumah Komika, musim ke-12 ini menegaskan komitmen Kompas TV untuk terus mendukung perkembangan komika Indonesia, baik dalam meniti karier maupun memperkuat eksistensi di dunia hiburan. SUCI 12 juga diwarnai dengan kembalinya legenda komedi Indonesia, Indro Warkop, serta Nirina Zubir yang kembali duduk sebagai juri bersama Raditya Dika dan Cing Abdel.

Sementara itu, panggung SUCI 12 akan dipandu oleh trio GJLS yang terdiri dari Hifzi Khoir, Rigen Rakelna, dan Rispo sebagai host. Dengan komposisi juri dan host tersebut serta sistem pembinaan yang terstruktur, SUCI 12 kembali diproyeksikan menjadi panggung lahirnya komika-komika baru yang siap bersaing di industri hiburan nasional.


Senin, 16 Februari 2026

Daftar Nama dan Foto Juara SUCI 1-12 Kompas Tv

 


Loetju.id - Perjalanan program kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV kali ini akan memasuki musim ke-12. Perjalanan KompasTV selama 14 tahun dalam membuat program pencarian bakat komedi tunggal sejak tahun 2011 telah berhasil menarik minat ribuan komika secara nasional, hingga pada perjalanannya banyak komika SUCI yang mengisi layar dan jagat hiburan Indonesia.


Berikut adalah daftar Juara SUCI 1-12 Kompas Tv:

1. Juara SUCI 1: Ryan Adriandhy

2. Juara SUCI 2: Ge Pamungkas

3. Juara SUCI 3: Alm. Babe Cabita

4. Juara SUCI 4: David Nurbianto

5. Juara SUCI 5: Rigen Rakelna

6. Juara SUCI 6: Indra Jegel

7. Juara SUCI 7: Ridwan Remin

8. Juara SUCI 8: Popon Kerok

9. Juara SUCI 9: Rio Dumatubun

10. Juara SUCI 10: Yono Bakrie

11. Juara SUCI 11: Rizky Prasetya

12. Juara SUCI 12: ?





Daftar Lengkap Nama 27 Komika Lolos Pre Show SUCI 12 Kompas Tv 2026



Loetju.id - Berikut adalah daftar 27 Komika yang lolos audisi SUCI 12 Kompas TV bakal tayang perdana pada tanggal 28 Maret 2026 lewat babak pre show di Usmar Ismail. Selanjutnya akan diseleksi menjadi 10 komika yang akan bertanding hingga babak final sepanjang 8 show. Final bakal digelar di Balai Sarbini tanggal Sabtu 6 Juni 2026.

Acara akan dipandu oleh trio MC GJLS.

Daftar 27 Komika pre show SUCI 12:
1. Andre Skuter
2. Ratansa
3. Alwi Shihab
4. Riski Ambon
5. Rifki
6. Alma Silviani
7. Pak Yusuf
8. Ejja Saputra
9. Dokter Saga Sabara
10. Firzal
11. Mukmin
12. Mbok Odah
13. Akim Bagil
14. Resti Natsa
15. Hisyam
16. Pandu Dunia
17. Obed
18. Ikal
19. Tamarandi
20. Ili Aprilia
21. Heri Merkuri
22. Sahat Kaban
23. Janf Ripai
24. Dafa
25. Andir sakti
26. Sandi Sukron
27. Dewangga

Siapakah saja komika yang akan berhasil masuk babak Show 1?

Jumat, 13 Februari 2026

Ceritakan Tentang Kehilangan Kasih Dan Kehilangan Arah, Reconcile Rilis EP Left Me Lost




Loetju.idMalang, 13 February 2026 – Unit emo/alternative asal Malang, Reconcile, resmi merilis EP terbaru bertajuk Left Me Lost. EP ini menjadi penanda fase reflektif Reconcile, menghadirkan narasi tentang kehilangan kasih sayang, keterasingan diri, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup, dikemas lewat materi yang mengawang, abrasif namun emosional. Secara garis besar, Left Me Lost berbicara tentang kondisi batin seseorang yang kehilangan figur kasih sayang, lalu perlahan kehilangan pegangan atas dirinya sendiri. Tema ini menjadi benang merah dari keseluruhan EP, menghadirkan suasana lengang, rapuh, dan penuh pertanyaan serta keresahan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Secara tema, Left Me Lost bercerita tentang seseorang yang kehilangan kasih sayang, lalu ikut kehilangan dirinya sendiri, dan berada di fase kebingungan tanpa benar-benar tahu ke mana harus melangkah,” jelas Dava.
EP Left Me Lost dirilis di bawah naungan Haum Entertainment dengan Reconcile bertindak sebagai produser. Proses rekaman dilakukan di Rc:en Studio Recording, kecuali vokal lagu “Keep Us Alive” yang direkam di W8 Project Studio. Engineering ditangani oleh Nabil Zuhdi Prasetya, sementara proses mixing dan mastering dilakukan di W8 Project Studio oleh Yudhistiro Lilo P. Penulisan lirik dikerjakan oleh Dava Hendra Firmansyah dan Chelsey Agustine, dengan komposisi lagu yang digarap bersama Zidane Marvelo dan Nabil Zuhdi Prasetya. Untuk visual, artwork dan tata letak sampul EP ini dikerjakan oleh Adored Studio. 

“EP Left Me Lost kami garap sejak Juli sampai Desember 2025. Prosesnya memang terasa lebih lambat karena kami harus menyesuaikan waktu dengan gitaris kami, Nabil, yang sedang kuliah di Taiwan, sehingga sebagian proses rekaman dilakukan secara jarak jauh,” tutur Dava
EP Left Me Lost digarap dalam rentang waktu Juli hingga Desember 2025 dengan proses produksi yang tidak sepenuhnya berjalan secara konvensional karena perbedaan jarak dan zona waktu personil-personil yang kuliah di luar negeri. Ke depan, Reconcile belum mengunci langkah pasti pasca-rilis EP ini, namun keinginan untuk terus bergerak tetap ada.

“Untuk rencana setelah EP ini sebenarnya belum ada yang benar-benar fix, tapi keinginan untuk membuat materi lagu baru dengan konsep yang lebih berbeda itu sudah ada. Untuk sementara, kami ingin lebih aktif menjajaki gigs-gigs live,” tutup Dava.
EP Left Me Lost kini sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform pada 13 Februari 2026. Rayakan malam sebelum Valentine dengan EP Left Me Lost, sebuah pengantar sunyi bagi mereka yang pernah kehilangan kasih sayang, kehilangan arah, dan masih berusaha menemukan diri di tengah kebingungan.-Haum, Alfan-

Reconcile is an Emo/Alternative Rock unit from Malang, Indonesia which is currently fronted by Dava (vocals/guitar), Nabil (guitar), Zidane (bass), and Chelsey (drums). Starting from a friendship bound by a love of the same music, namely emo/post hardcore, the band’s sound characteristics were inspired by Title Fight and Movements, which became the reason for the formation of Reconcile in 2023. Reconcile has independently released their debut EP entitled Faint Reflection in 2024. In 2025, starting with the maxi single "Drowned in Static", Reconcile with a new formation is now releasing new EP Left Me Lost on 13 February 2026.

 

Kamis, 12 Februari 2026

Peraukertas Mengeksplorasi Retrowave di Single Baru “13 Tahun”


 

Loetju.idPeraukertas kembali merilis karya  terbaru berjudul “13 Tahun”, yang resmi dirilis pada 13 Februari  2026. Lagu ini menjadi single kedua Peraukertas di bawah naungan POPS Music, sekaligus single perdana mereka di tahun 2026, melanjutkan langkah setelah perilisan Make It Right. 

Diproduseri oleh Wawan Eliawan dan diproduksi di 45 Movement Studio, 13 Tahun menghadirkan perkembangan signifikan dalam eksplorasi musikal Peraukertas. Lagu ini mengusung nuansa retrowave/synthwave yang atmosferik, menjadi sentuhan baru yang lahir dari sudut pandang kreatif sang produser, tanpa menghilangkan karakter emosional khas Peraukertas.
 
Secara lirik, 13 Tahun berangkat dari pengalaman personal Candra Kim, vokalis sekaligus penulis lagu Peraukertas. Lagu ini mengisahkan perjalanan panjang sebuah hubungan tentang bertahan, kelelahan, kegagalan yang disadari terlambat, hingga akhirnya menerima bahwa berakhirnya sebuah perjalanan tidak selalu berarti kekalahan. Lirik seperti “terlambat benahi dua hati ini” dan “ini bukan sepenuhnya kegagalan” menjadi refleksi tentang kedewasaan emosional dan keikhlasan. 

Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, Peraukertas juga menggelar live stream selama 13 jam menjelang rilis 13 Tahun. Siaran ini berlangsung pada 12 Februari 2026 pukul 11.00 siang hingga 13 Februari 2026 pukul 01.00 dini hari, disiarkan secara simultan melalui youtube, Instagram, dan tiktok Peraukertas. 

Live stream tersebut dibagi ke dalam 13 segmen dan menghadirkan 13 bintang tamu dari berbagai latar belakang, mulai dari konten kreator musik, musisi, hingga pelaku industri hiburan. Program ini dirancang sebagai ruang obrolan, berbagi cerita, dan perayaan proses kreatif yang selaras dengan semangat lagu 13 Tahun tentang perjalanan panjang, refleksi, dan makna bertahan. 

Dengan 13 Tahun, Peraukertas menegaskan fase baru mereka di 2026 yang lebih dewasa secara narasi, lebih berani secara musikal, dan lebih dekat secara emosional dengan pendengarnya. Single “13 Tahun” dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai 13 Februari 2026.

Senin, 09 Februari 2026

Grup Idol JKT48 Rilis Single ke 27 Berjudul Andai 'Ku Bukan Idola

 


loetju.id - Pada 4 Feb 2026  JKT48 lewat kanal youtubenya merili Music Video terbaru berjudul Andai 'Ku Bukan Idola. Hingga  Senin tanggal 9 Februari 2026 video ini telah ditonton sebanyak 693.706 kali dan menjadi nomor  #2 musik Trending di tangga lagu.

"Andai 'Ku Bukan Idola" merupakan single ke 27 JKT48 dan kali ini dibawakan oleh:
- Angelina Christy
- Febriola Sinambela
- Fiony Alveria
- Freya Jayawardana
- Gita Sekar
- Grace Octaviani
- Greesella Adhalia
- Jessica Chandra
- Kathrina Irene
- Marsha Lenathea
- Michelle Alexandra
- Mutiara Azzahra



Sebagai informasi, JKT48 adalah grup idola (idol group) wanita pertama di Indonesia sekaligus sister group resmi dari AKB48 Jepang yang dibentuk pada tahun 2011. Berbasis di Jakarta, grup ini mengadopsi konsep "idola yang dapat Anda jumpai setiap hari" dengan pertunjukan rutin di teater mereka di fX Sudirman. JKT48 terkenal dengan lagu-lagu ceria, tarian energik, dan interaksi erat dengan penggemar. 

Lewat diskipsi di channel youtube, akun JKT48 juga memberikan akses  #JKT48FreeToPlay lewat Google Drive.

#JKT48FreeToPlay adalah sebuah wadah di mana para fans dan pendukung JKT48 dapat berkreasi bersama-sama untuk merayakan rilisnya Single JKT48.

Para fans dan pendukung JKT48 dapat mengakses dan menggunakan materi-materi yang dibagikan, dengan ketentuan yang ditentukan.

#JKT48FreeToPlay bisa akses di klik di sini.

“Static Mind”, Perkenalan Jujur Blind Phase Tentang Pikiran yang Tak Pernah Diam

 


Loetju.idMalang, 6 Februari 2026 - Blind Phase, unit pop-punk pendatang baru asal Kota Malang, resmi memperkenalkan diri ke dunia musik melalui single perdana mereka berjudul “Static Mind”. Lagu ini menjadi rilisan pertama Blind Phase dan akan menjadi pembuka menuju EP yang tengah mereka persiapkan. “Static Mind” menceritakan tentang kondisi mental yang penuh kebisingan, ketika pikiran terus berputar antara emosi naik dan turun tanpa jeda. 

Lagu debut ini menggambarkan perasaan terjebak dalam kekacauan batin, di mana kabar baik maupun buruk terasa sama-sama mengganggu, hingga akhirnya muncul keinginan untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan menghadapi semua dengan lebih jujur. Melalui lagu ini, Blind Phase menyampaikan proses penerimaan terhadap kekacauan tersebut sebagai bagian dari hidup, bukan untuk dilawan, melainkan dipahami.

Meski tergolong band baru, Blind Phase beranggotakan musisi yang sebelumnya telah aktif di berbagai band di Malang Raya. Blind Phase diperkuat oleh Aldy sebagai vokalis (Costive, Dominance), Andrian sebagai gitaris (Enamore, Hallway), Lilo sebagai gitaris (The Polar Bears), Reyhan sebagai basis (Grey, Costive) serta Kelvin sebagai drummer (Limbo). Meskipun berasal dari band-band dengan genre berbeda, perbedaan latar belakang tersebut justru membentuk warna baru yang solid dalam identitas Blind Phase. 

Single “Static Mind” ditulis oleh Aldy dan diproduseri oleh Lilo sendiri di W8 Project Studio miliknya. Dan juga untuk mixing & mastering single ini juga diproduksi sendiri olehnya. Diproduksi pada pertengahan Desember 2025. Blind Phase akan merilis single “Static Mind” pada Awal bulan Februari tahun 2026. 

Dengan balutan musik pop-punk yang enerjik namun emosional, “Static Mind” menjadi pernyataan awal Blind Phase tentang arah musikal mereka ke depan. Single ini bukan hanya perkenalan, tetapi juga fondasi cerita yang akan dikembangkan lebih jauh dalam format EP. Single “Static Mind” akan segera tersedia di seluruh platform streaming digital sebagai langkah awal perjalanan Blind Phase di industri musik.

Sabtu, 07 Februari 2026

Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung

 

Loetju.id - Mahasiswa KKN Tematik Undip Lakukan Pembuatan Kaldu Dari Ayam Kampung
Pada hari Jumat, 6 Februari, bertempat di Rumah Bu RT 2, telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan kaldu dari ayam kampung yang diikuti oleh peserta ibu PKK RW 5 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan ayam kampung yang menghasilkan kaldu yang lebih sehat dan tanpa pengawet.

Kegiatan disampaikan Fathan Umar Rabbani diawali dengan penjelasan materi mengenai cara pembuatan kaldu dari ayam kampung dan tahapan proses pembuatannya. Pembuatan kaldu dari ayam kampung dilakukan dengan merebus bagian ayam seperti tulang, daging, dan kulit dalam air bersih pada suhu rendah hingga sedang selama beberapa jam. Proses perebusan ini bertujuan mengekstrak zat gizi dan senyawa rasa alami, seperti protein terlarut, kolagen, mineral, dan asam amino, sehingga menghasilkan kaldu yang kaya cita rasa dan nilai gizi.

Kaldu ayam kampung dapat diperkaya dengan rempah alami seperti jahe, bawang putih, dan daun salam untuk meningkatkan aroma serta manfaat kesehatan. Produk kaldu ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional rumah tangga maupun produk olahan bernilai tambah yang mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi usaha berbasis lokal.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa Kaldu yang bersumber dari ayam kampung berperan sebagai sumber pangan bergizi yang kaya protein terlarut, asam amino, kolagen, serta mineral penting yang mudah dicerna tubuh. Kandungan gizi tersebut bermanfaat dalam mendukung daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan kesehatan, serta meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga. Selain manfaat gizi, pembuatan kaldu ayam kampung juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi produk olahan hasil ternak. Pemanfaatan ayam kampung sebagai kaldu mendukung ketahanan pangan lokal, mengurangi limbah hasil pemotongan, serta mendorong pengembangan pangan fungsional berbasis potensi sumber daya desa.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026, peserta dapat menerapkan pembuatan kaldu organik secara mandiri untuk mendukung kesehatan dan kemandirian pangan.


Editor:
Achmad Munandar

Kamis, 05 Februari 2026

Born in February WUSS Bercerita tentang Tumbuh di Tengah, Bertahan Tanpa Tepuk Tangan

 


Loetju.idMalang, 6 Februari 2026 - Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan. Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” akan rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia - satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu - liar, lentur, dan sulit dipatok—sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka. Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka - bukan identitas - sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat. 

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel - Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat - yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.
“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan Anda.-alfan-

Tentang Wuss
Wuss adalah sebuah proyek musik yang beranggotakan Brilyan Prathama (ex Humi Dumi, Nonanoskins), Sabiella Maris (Closure), Rara Harumi, dan Rufa Hidayat (Remissa, Inheritors). Wuss berawal dari "Lunar", single pertama Wuss yang telah lama digarap Brilyan namun hanya tersimpan di hard disk-nya. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Sabiella Maris, solois sekaligus gitaris Masurai. Merasa memiliki kecocokan musikal, Brilyan dan Sabiella memutuskan untuk membentuk grup musik dengan mengajak Rufa Hidayat sebagai drummer dan Rara Harumi sebagai bassis. WUSS menawarkan musik indie-rock fuzzy yang dapat digambarkan sebagai perpaduan overdrive yang manis dan menggelegar serta tempo drum yang mampu mengajak siapapun untuk bernyanyi bersama atau melakukan stage diving. Wuss akhirnya merilis EP perdana mereka, We Undercover Super Softy. Setelah EP tersebut, single baru "Where It Begins" kini tersedia di semua DSP.

Trisouls Lepas Single Upbeat Bernuansa 90-an “Sementara atau Selamanya”

 



Loetju.idTrisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan - saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.

Diciptakan oleh Sajiva, “Sementara atau Selamanya” bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka—ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh - entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.

Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Comika

Politika

Gen Z