Loetju Media yang Lucu: Selebrita
Tampilkan postingan dengan label Selebrita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selebrita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2022

Biografi Srimulat, Legenda Grup Lawak Indonesia

 


Loetju.id - Sutradara Fajar Nugros mengumumkan bahwa film Srimulat: Hil yang Mustahal bakal tayang di bioskop bulan 19 Mei 2022 nanti. Film ini akan mengangkat biopik dari grup lawak legendaris indonesia yaitu Srimulat.

Lewat postingan kali ini yuk kita kenal lebih dekat grup lawak yang selalu menghibur dengan sketsanya di tv nasional.

Srimulat adalah kelompok lawak Indonesia yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Surakarta pada tahun 1950. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh pada saat itu. Dalam perkembangannya, kelompok Srimulat kemudian mendirikan cabang-cabang seperti di Surabaya, Semarang, Surakarta, dan Jakarta.

Srimulat termasuk grup lawak yang cukup lama bertahan meski di tengah perjalanan karier terjadi banyak menghadapi persoalan dan bongkar pasang pemain. Hal inilah yang membuat mereka semakin matang. 

Jika sebelumnya hanya berpentas di gedung-gedung pertunjukan, setelah munculnya televisi swasta pada akhir 1980-an, masing-masing anggotanya mendadak menjadi selebriti. Grup ini dapat dikatakan merupakan satu-satunya grup lawak Indonesia yang memiliki anggota paling banyak.


Sejarah Srimulat
Grup ini pertama-tama didirikan oleh Raden Ayu Srimulat dan Teguh Slamet Rahardjo dengan nama Gema Malam Srimulat. Pada awalnya Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pertunjukan dari satu kota ke kota lain dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah. 

Rombongan seni suara dan tari ini memulai lawakan pertama mereka pada 30 Agustus 1951 dengan menampilkan tokoh-tokoh dagelan Mataram seperti Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni.

Perpaduan antara pertunjukan musik dan lawak kemudian menjadi suatu formula khas bagi Gema Malam Srimulat. Kehadiran dagelan Mataram dengan gaya lawakannya menjadi resep ampuh untuk menarik penggemar. 

Lawak dan nyanyi menjadi kesatuan yang tidak bisa terpisahkan lagi. Dengan kekuatan itulah Gema Malam Srimulat kemudian berpentas dari satu pasar malam ke pasar malam lainnya, di pelbagai kota di Jawa.

Era tahun 1960, ketika Srimulat mulai mengalami kemerosotan keuangan, Teguh menemukan penyanyi cilik Yana—yang menggantikan peran Srimulat sebagai bintang panggung Gema Malam Srimulat— dan mengungkapkan gagasan untuk tampil di panggung secara menetap. Maka pada Jumat 19 Mei 1961, grup ini menancapkan kakinya kali pertama di THR Surabaya. 

Nama Gema Malam Srimulat pun lalu diubah lebih komersial menjadi Srimulat Review. Dimulailah perjalanan sebuah komunitas kelompok musik-komedi yang mungkin secara tidak sengaja dan berproses menjadi sebuah fenomena dan menjadi sebuah subkultur baru.

Ketika banyak pementasan sarat dengan pesan dan kritik sosial, kelompok Srimulat membebaskan diri dari patron tersebut. Srimulat hadir untuk menghibur dan kelompok ini benar-benar merupakan perwujudan sebuah subkultur Jawa.


Ciri khas Srimulat
Hal utama yang dijual dalam pementasan mereka, selain materi yang lucu, adalah kekhasan para pemainnya. Itu merupakan syarat mutlak yang ditekankan oleh Teguh saat merekrut para calon anggotanya. 

Ciri khas yang dimaksud ada beberapa corak, di antaranya adalah penampilan, gaya bicara, dan kalimat-kalimat yang menjadi trade mark seorang pemain. Sebut saja Asmuni dengan kalimat "Hil yang mustahal" dan "Tunjep poin" (maksudnya hal yang mustahil dan to the point) sudah sangat melekat padanya. 

Atau ketika Timbul yang akan membuat penonton tertawa tatkala ia mengucapkan "Akan tetapi" dan "Justeru". Pelawak lain seperti Mamiek Prakoso terkenal dengan kalimat "Mak bedunduk", dan "Mak jegagik" (sekonyong-konyong, tiba-tiba). Lain lagi dengan Tarzan yang selalu berpenampilan rapi a la militer. 

Lelaki berperawakan tinggi besar ini kalau melucu memang jarang ikut tertawa, tidak seperti Nunung dan Basuki. Penonton juga pasti akan langsung mengenali sosok Tessy (Kabul) dengan dandanan khasnya. 

Sementara tokoh Pak Bendot akan menjadi lelucon ketika 'disia-siakan' oleh lawan mainnya. Untuk Gogon, di luar gaya rambut mohawk-nya, ia mempunyai sikap berdiri yang khas sambil melipat tangan serta cara duduknya yang selalu melorot.

Penonton sudah hafal satu per satu gaya mereka. Begitu mereka keluar di panggung sebenarnya kita sudah dapat menebak mulai gaya, intonasi bicara sampai kosakata yang hendak diucapkan. 

Namun lagi-lagi penonton tetap dibikin tertawa terbahak-bahak. Kemunculan Srimulat di panggung hiburan atau layar televisi selalu dinantikan. Tema yang paling sering diangkat dalam pementasan berpusar pada kehidupan keluarga. Ada majikan (suami dan istri), anak, dan pembantu. 

Mulai percintaan hingga cerita berlatar horor selalu dikemas dengan komedi. Sesekali Srimulat menampilkan bintang tamu (biasanya selebritas) untuk melakonkan salah satu peran. Secara umum ciri khas grup Srimulat terletak pada pemutarbalikan logika, dan kelihaian memperpanjang suatu bahasan yang disisipi lelucon. Dalam memerankan sebuah lakon, para anggota Srimulat tidak mengubah nama untuk karakter yang dimainkan, termasuk bintang tamu.


Sempat Vakum
Kejayaan Srimulat mulai redup terutama ketika mulai bermunculan stasiun-stasiun televisi yang menawarkan program-program hiburan yang tak kalah menarik. Satu per satu personel Srimulat mulai berguguran. 

Pada tahun 1989, Teguh membubarkan Srimulat. Dua tahun sebelum dibubarkan serial Srimulat di TVRI sempat dihentikan. Lama berselang, kerinduan para personel untuk berkumpul kembali membuncah. Pada bulan Agustus 1995, Gogon mengusulkan reuni Srimulat. 

Pelaksanaan reuni Srimulat terbilang sukses dan tetap menyedot banyak penonton. Stasiun Indosiar pun meminangnya, dan Srimulat tampil kembali di layar perak pada tahun 1995-2003. 

Pada tahun 2004 Srimulat kembali vakum. baru pada tahun 2006 Srimulat kembali mendapat tawaran manggung di Indosiar dalam 36 episode. Dan meskipun Srimulat benar-benar sudah bubar, para anggotanya, ketika tampil di panggung maupun televisi, tidak ada yang menggunakan bendera Srimulat, karena nama itu sepenuhnya milik Jujuk, istri Teguh.


Srimulat mencari bakat
Beberapa mantan anggota Srimulat yang saat ini masih aktif dalam dunia hiburan seperti Polo, Tessy, Tarzan, Nurbuat, Nunung, Mamiek, Eko Londo, dan Gogon selain melawak juga sering bermain sinetron dan menjadi bintang iklan. 

Untuk menciptakan regenerasi mereka akhirnya sepakat dengan program yang diajukan ANTV bertajuk Srimulat Cari Bakat (SCB). Acara audisi bakat ini dilakukan di empat kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya.


Penampilan Srimulat
Acara Televisi
  • Srimulat (TVRI, 1986-1987)
  • Aneka Ria Srimulat (Indosiar, 1995-2003)
  • Srimulat Plus (SCTV, 1992 & Indosiar, 2006)
  • Srimulat Cari Bakat (antv, 2008-2011)
  • Srimulat Night Live (NET., 2014)
  • Saatnya Srimulat (Trans TV, 2015)
  • Temu Lawak (Indosiar, 2020)

Film tentang Srimulat
  • Finding Srimulat (2013)
  • Srimulat: Hil yang Mustahal (2022)


Daftar Anggota Srimulat
Tokoh-tokoh yang pernah dan masih menjadi anggota Srimulat antara lain adalah:
  • Abimanyu Srimulat
  • Ainuriza Basuki
  • Asmuni
  • Bambang Gentolet
  • Bambang Sutedjo
  • Bandempo
  • Basuki
  • Bendot
  • Betet
  • Blontang
  • Darsono
  • Didik Mangkuprojo
  • Djudjuk Djuariah
  • Djuki
  • Doyok
  • Edi Geyol
  • Eko Londo / Eko Handai-Taulan
  • Eko Srimulat
  • Eko DJ
  • George Sapulete
  • Gepeng
  • Gogon
  • Isye
  • Jhony Gudel
  • Kadir
  • Karjo AC-DC
  • Kisbandiyah
  • Leysus
  • Mamiek Prakoso
  • Marjuki
  • Miarsih
  • Misye Arsita
  • Nunuk Murdono
  • Nunung
  • Nurbuat
  • Paimo
  • Paul
  • Pengki
  • Pete
  • Polo
  • Ranudikromo
  • Rina Rawit
  • Rohana
  • Samekta Hadi
  • Sarpin
  • Sigit
  • Subur
  • Sukar 141
  • Sumiati
  • Suparni
  • Suroto Suroboyo
  • Susi Sunaryo
  • Sutrisno
  • Sofiah
  • Tatang
  • Tarzan
  • Teguh Srimulat
  • Tessy
  • Timbul Suhardi
  • Tohir Drakula
  • Totok Hidayat
  • Topan
  • Triman
  • Tukul Arwana
  • Vera
  • Yongki Drakula

Demikian tadi sobat Loetju, postingan kita kali ini tentang Biografi Srimulat, Legenda Grup Lawak Indonesia. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Sumber:
- id.wikipedia.org









Rabu, 30 Maret 2022

Rapper Marzuki Mohammad kill the dj Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

 

Loetju.id - Menanggapi wacana perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi jadi tiga periode Rapper Marzuki Mohammad yang dikenal dengan kill the dj Tolak Ide Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Tersebut.

Lewat akun twitternya Marzuki Mohammad @killthedj pelantun lagu Jogja Istimewa ini mencuit "Baiklah, to the point! Saya mendukung @jokowi dari 2014 tanpa mikir imbalan jabatan, pun dikasih akan saya tolak karena saya sibuk dengan pekerjaanku pribadi. Tapi siapapun yang punya ide perpanjangan masa jabatan presiden pantas kita lawan. Termasuk  @jokowi itu sendiri" tulisnya pada 30 Maret 2022.




Twit ini dapat tanggapan beragam hingga 1.832 Retweet, 178 Tweet Kutipan dan 7.008 Suka dari wrganet.

Rabu, 02 Maret 2022

Asila Maisa Debut dengan Rilis Single berjudul Curang




Loetju.id -  Muda dan berbakat, itulah ASILA MAISA, seorang penyanyi pendatang baru yang memiliki suara yang luar biasa dan segudang talenta. Lahir dari keluarga yang sangat mencintai seni, Asila sudah menunjukkan bakat bernyanyinya sejak berusia 4 tahun.

“Aku punya karakter periang dan percaya diri dari dulu. Dari umur 4 tahun, aku sudah suka menyanyi secara otodidak dan udah bisa mengikuti melodi lagu. Beberapa penyanyi senior, seperti salah satunya Tante Rossa, meyakinkan orang tua aku bahwa aku punya bakat untuk jadi seorang penyanyi. Semakin aku besar, makin suka dengan dunia tarik suara. Aku suka banget dengan dunia panggung, imajinasi aku juga terus bikin aku yakin kalau aku harus mewujudkan cita-cita untuk menjadi seorang penyanyi”, ungkap Asila tentang dirinya yang mencintai musik sejak kecil.

Sejak 3 tahun lalu, Asila sudah memiliki keinginan untuk bisa merilis karyanya sendiri pada saat dirinya berusia 16 tahun. Kemudian Asila fokus mengasah kemampuannya tersebut  dengan banyak latihan olah vokal dan mulai rajin mem-posting video bernyanyinya di akun sosial medianya, hingga suara merdunya mendapat apresiasi di kolom komen dari Melly Goeslaw di salah satu postingannya. Melly Goeslaw memuji bakat bernyanyi Asila dan tertarik untuk membuatkan lagu untuknya.

“Aku suka banget lagu-lagu karya Tante Melly Goeslaw dan Om Anto Hoed. Dan udah jadi impian aku dari dulu, kalau suatu saat nanti aku rilis lagu sebagai penyanyi, aku pengen banget bisa menyanyikan karya mereka”, ucap Asila.

Kini di usianya yang 16 tahun ini, Asila menunjukkan keseriusannya tersebut dengan merilis debut singlenya yang berjudul “Curang”. Sebuah lagu indah bergenre Pop yang diciptakan oleh Melly Goeslaw dan diaransemen musiknya oleh Anto Hoed ini, mengangkat tema tentang kisah cinta yang tersakiti.

Lagu “Curang” ini hadir dengan potongan-potongan lirik yang begitu menyentuh, dibalut musik orchestra yang megah, aransemen musik yang apik dari Anto Hoed dan suara Asila yang terasa menusuk sanubari, membuat pesan mendalam lagu ini tersampaikan.

Sebelum menjalani proses rekaman, Asila mengaku banyak latihan yang ia lakukan untuk lagu ini, baik Latihan vokal maupun fisik. Karena ia menyadari bahwa lagu ini termasuk lagu yang tidak mudah untuk dibawakan. Butuh kemampuan vokal yang prima dan penjiwaan yang tepat untuk menyampaikan isi dari lagunya.

“Aku menjalani proses workshop bareng Tante Melly untuk lagu ini. Yang aku kaget Tante Melly berani kasih aku nada Overtune dan banyak tantangan improvisasi di lagu ini buat aku. Tante Melly bilang aku pasti bisa menaklukkan lagu ini. Proses rekamannya juga termasuk cepat, karena aku juga didampingi sama Tante Melly langsung bersama Tante Rieka Roslan. Memang aku benar-benar mempersiapkan diri dengan banyak latihan. Karena buat aku ini lagu susah, apalagi lagu ini ada orkestranya yah. Jadi aku harus bisa membawakan lagu ini dengan interpretasi yang tepat.”, jelas Asila.

Asila berharap debut singlenya ini bisa dinikmati dan diterima oleh banyak orang dan ia bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang penyanyi profesional. “Aku berharap banyak kesempatan baik terbuka lebar untuk aku. Banyak senyuman tercipta untuk aku karena karya-karya aku. Mudah-mudahan aku bisa kasih semua energi aku untuk musik Indonesia”, tutup Asila.

Video Klip Lagu “Curang” Debut Single Asila Maisa



Lirik Lagu “Curang” Debut Single Asila Maisa

Aku tak benar benar paham tentang cinta
Yang ku tahu cinta harus setia
Berdasarkan itu semua kujalani
Tak ada nama selain kamu


Tapi kenapa kamu curang
Menghubungi bekas kekasihmu
Giliran aku balas curang
Kau putuskan aku

Reff 
Cintaku walau masih mentah namun ku serius
Jangan biarkan hati kebiasaan
Mencurangi hati yang lain
Cintaku aku letih dengan masalah yang sama
Itu lagi itu lagi tentang cemburu
Tentang saling menguji

ooo.. ooo

Cobalah saling mengasihi hati kita
Kasihankan jika terus terluka
Sekarang kita hanya butuh jujur saja
Masih mau bersama atau selesai

Tapi kenapa kamu curang
Menghubungi bekas kekasihmu
Giliran aku balas curang
Kau putuskan aku

Reff
Ooo.. Cintaku walau masih mentah namun ku serius
Jangan biarkan hati kebiasaan
Mencurangi hati yang lain

ooo.. oo..

Cintaku walau masih mentah namun ku serius
Jangan biarkan hati kebiasaan
Mencurangi hati yang lain

ooo.. ooo..

Cintaku aku letih dengan masalah yang sama
Itu lagi itu lagi tentang cemburu
Tentang saling menguji

Kamu yang curang


**Artikel ini telah tayang di portal Loetju.id 

Kamis, 24 Februari 2022

Musisi Alamprabu Rilis Album Berjudul Prabu dengan 8 Track



Loetju.id - Di masa kelam tidak menentu ini, mungkin hanya sedikit musisi yang mau menelurkan album, single seakan menjadi pamungkas. Namun tidak bagi Alamprabu atau yang akrab disapa PRABU, yang pada 25 Februari 2022 lalu merilis album self-titled-nya yang diberi judul “Prabu”. 

Prabu yang berprofesi sebagai Praktisi Ilmu Komunikasi ini, sebenarnya telah mencintai musik sejak kecil. Penikmat musik Sabbath, Hendrix, Nirvana dan Iwan Fals ini pun pernah tergabung dalam sebuah grup band, hingga akhirnya putar haluan untuk fokus pada studinya di luar negeri.


“Sudah lama pingin bikin album. Dari dulu sering bikin lagu tapi tidak dipublikasikan. Lama vakum lalu saat kembali ke Indonesia, ketemu teman-teman yang komplain kenapa gak di rilis aja karya-karya loe. Karya seni itu kan sebuah kekayaan intelektual yah, itu yang meyakinkan pada akhirnya untuk publish karya-karya gue”, ungkap Prabu.

Album Prabu ini berisi 8 track lagu yang menyuguhkan sesuatu yang lebih untuk di dengar. Prabu menghadir musik dengan berbagai genre didalamnya. Yang menarik di cover album ini adalah pasfoto Prabu saat masih kanak-kanak.

“Alasan kenapa album ini diberi nama Prabu, karena orang-orang taunya gue Prabu aja gitu. Dan nama Prabu adalah nama yang ada di Indonesia, nama yang gampang disebut, ya sudah lah pake itu aja. Lalu filosofi dibelakang kenapa gue menjadikan pasfoto raport SD gue menjadi cover album ini, karena ini memang album pertama gue yang bener-bener di-publish. Gue merasa  masih anak baru disini dan inilah musik yang apa adanya yang gue tahu. Gue enggak melebih-lebihkan,apa adanya gue”, jelas Prabu tentang isi albumnya.


Prabu meramu lagu-lagu di album ini bersama rekan musisinya, Bally. Meski digarap tidak dalam waktu yang lama, mereka meramu setiap lagunya dengan serius dan ada pengembangan secara aransemen musik disetiap lagunya.

“Prabu ini sebenarnya otaknya gue dan teman gue, Bally. Kita udah lama nge-band bareng dan saat kita ketemu lagi itu kita aransemen semua lagunya berdua. Jadi menariknya album ini menyuguhkan banyak hal yang beda disetiap lagunya. Gue pengen pendengarnya nanti bisa menikmati keberagaman dari album ini”, ucap Prabu.

Lagu “Album Foto” menjadi lagu yang diperkenalkan, bukan karena lagu ini dianggap lagu andalan atau merepresentasikan seorang Prabu, tetapi karena lagu ini ada untuk didengar. Pesona pada nada dan lirik yang sangat sederhana begitu mudah dinikmati dan didendangkan, baik di saat sendiri bersama keluarga, teman, sahabat atau kekasih. Begitu liriknya didendangkan membawa imajinasi kita dibawah sinar rembulan, disepoi angin malam. 

Sungguh sebuah pilihan yang berani karena mungkin lagu “Album Foto” tidak merepresentasikan Prabu secara keseluruhan. Bukan pencitraan kalau anak sekarang bilang, karena daya tarik Album Prabu ini akan semakin ditemukan disaat mendengarkan lagu yang lain seperti  seperti lagu ke-4 yang berjudul “Dimana Siapa”, yang menghadirkan sebuah perenungan dialektika.  Mempertanyakan eksistensi pembawa angkara seakan menjadi *hymne* kemerdekaan berfikir.

Atau pada lagu “Polaris” begitu mendengarnya akan membawa kita ke sebuah pengalaman hidup yang mungkin akan selalu terkenang. “Relakan aku yang tak pernah bisa dengan mu”.  Lirik ini akan mengajak pendengar untuk kembali ke masa itu but in a good way.

Tembang ke-3 “Ranting” mungkin menjadi lagu yang mungkin merepresentasikan album Prabu, karena didalamnya pendengar bisa merasakan aransemen yang membangun intensitas seperti periode tenang tapi memberikan sensasi kalau sesuatu bisa terjadi in any given time. The calm before the storm yang memberikan benang merah pada lagu-lagu yang lain di album ini.

Sensasi humor bisa dirasakan di lagu  ke-6 dengan judul “Dug-dug tak dug”, lagu yang akan menyegarkan pendengarnya seperti kopi pahit yang bikin kita terbangun lalu berguman “Apa tadi yang barusan gue dengar?”.

Lalu lagu “Angin” memberikan nada riang membuat anda ingin melompat mengikuti alunan gitar, bass dan drum. Bayangkan mendengarkan lagu ini saat menyetir mobil atau road trip dengan jendela mobil terbuka dan angin segar yang bertiup. 

Prabu juga menyuguhkan 2 lagu berbahasa Inggris yang sangat easy listening yaitu “Jazzy” sebagai lagu pertama dan “In Blue” sebagai lagu penutup di album ini.  “Jazzy” mampu menyuguhkan lirik yang sendu namun dengan nada yang gembira sebuah paradox yang menyenangkan untuk didengar.  Sedangkan “In Blue” sebagai lagu penutup adalah lagu yang sempat dipersembahkan pada John Lennon Song Contest pada malam tahun baru 2022. Lagu ini sangat ear catchy untuk dinyanyikan bersama. Dan tidak aneh bila akan banyak digunakan pada  Instagram reels,  video TikTok atau  Youtube shorts.

“Karena ini sebuah karya untuk didengarkan, kalo masalah apresiasi atau tidak, gue kembalikan kepada yang mendengar yah. Itu udah kemerdekaan mereka untuk memberikan penilaian terhadap sebuah karya. Gue hanya berharap album ini ada untuk bisa didengarkan dan dinikmati”, tutur Prabu.

Overall Album Prabu ini “More than meets the eye”. Dalam hal ini tentunya kuping anda, karena Prabu sebagaimana album covernya memberikan kesan kepolosan anak kecil  dalam bermusik  dengan lintas genre yang tidak terduga-duga. Album “Prabu” menghibur dengan menyuguhkan sesuatu yang lebih bagi pendengarnya.

Prabu Album Track:
1. Jazzy
2. Polaris
3. Ranting
4. Dimana Siapa
5. Angin
6. dugdugtakdug
7. Album Foto
8. In Blue


Sosial media musisi PRABU
Youtube: Prabu
Instagram: @AlamPrabu
Twitter: @DialektikaPrabu
Facebook: Dialektika.Prabu
Website: http://dialektika-prabu.com/

Jumat, 11 Februari 2022

Lirik Lagu Overthinking Singgle Terbaru Marion Jola Comeback Setelah Setahun Vakum

Lirik Lagu Overthinking Singgle Terbaru Marion Jola Comeback Setelah Setahun Vakum



Loetju.id - Hampir setahun tidak mengeluarkan karya, MARION JOLA akhirnya kembali menyapa penggemarnya dengan single terbaru yang diberi judul “Overthinking”, yang dirilis dibawah label rekaman Universal Music Indonesia. Pastinya ini adalah sebuah karya yang telah ditunggu-tunggu oleh banyak penikmat musik di Tanah Air, dan para penggemar Marion Jola khususnya.
 
Kali ini si cantik peraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2018 & 2020 tersebut, hadir dengan lagu yang diciptakannya sendiri. Dan yang membuatnya makin spesial, ia bekerja sama dengan Dennis Talakua sebagai Music Producer, yang juga dikenal sebagai Music Director sekaligus pemain gitar yang kerap menemani Marion Jola saat manggung. Hasil kerja sama antara keduanya menghasilkan sebuah karya yang sangat apik dengan mengusung genre Dance Pop yang sangat easy listening.


“Aku rasa sudah waktunya mengeluarkan karya yang datang dari pikiran, hati dan diri aku sendiri buat para pendengar aku. Biar mereka lebih bisa mendengar dan merasakan orisinalitas seorang Marion Jola. Bahwa ini memang aku, musik aku yang ku tuangkan dalam sebuah karya.”, ucap Lala, panggilan akrab Marion Jola.

Rupanya sudah 2 tahun belakangan ini, Marion Jola mulai menulis lagu. Meski awalnya tak percaya diri, namun ia banyak belajar dan terus memotivasi dirinya untuk membuat karya sendiri.

“Tapi itu juga melalui proses, dari banyak latihan. Mulai dari merasa enggak bisa, menyerah dan mikir kayaknya gue gak bisa bikin lagu deh. Sampe akhirnya bisa dan mulai berani kasih denger ke teman-teman, lalu mereka komentar lagunya bagus. Dari situ aku jadi mulai PD dan akhirnya mulai bikin-bikin lagu terus deh”, ujar Lala.

Lagu ‘Overthinking’ ini mengusung tema percintaan, yang memang biasanya disajikan hampir di semua lagu Marion Jola. Sesuai dengan judulnya, lagu ini menceritakan tentang dua sejoli yang memiliki perasaan cinta yang sangat kuat sehingga selalu memiliki keinginan untuk selalu bertemu, kalau enggak malah membuat mereka overthinking.


Ide membuat lagu di dapat Marion Jola dari berbagai hal, salah satunya dari cerita orang-orang yang berada di sekelilingnya. Di lagu ini pun, ia terinspirasi dari obrolan seorang teman.

“Aku tulis lagu ini setelah aku denger cerita dari seorang yang aku kenal dari teman aku. Dia cerita sering Overthinking karena jauh dari pacarnya. Dari situ tiba-tiba aja aku jadi tulis lirik gitu, tapi memang aku juga super related dengan ceritanya, aku rasa itu juga bisa dialami banyak orang yah. pokoknya lagu ini relate lah dengan percintaan anak jaman sekarang”, ungkap Lala.

Proses pembuatan lagu ini pun terbilang singkat. Penulisan lirik dibuat Marion Jola hanya dalam waktu 1 hari. “Sebenernya aku buat lagu ini sih 1 malam jadi, cuma untuk penyempurnaan lagu ini dari segi musik dan aransemen butuh waktu 1 bulan dibantu oleh Music Produser-ku yaitu Dennis Talakua. Termasuk recording dan lain-lain, total lagu ini beres dalam waktu 3 bulan. Bisa dibilang ini lagu pertama yang aku tulis yang prosesnya lancar banget, sampai akhirnya dirilis sebagai single baru aku”, jelas Lala.

Dari aransemennya, single ‘Overthinking’ memang menyajikan musik yang Up-Beat dengan warna Dance Pop dan R n’B yang kental. Terasa groovy dan catchy, apalagi karakter vokal Marion Jola yang manis dan khas, makin membuat lagu ini enak untuk dinikmati di segala suasana.

“Aku berharap lagu ini bisa terbang setinggi-tingginya, mengudara setinggi-tingginya, menjadi obat rindu buat banyak orang, menjadi obat bahagia bagi banyak orang. Enggak mengharapkan prestasi yang tinggi sih buat lagu ini, tapi kalo bisa… why not? “, tutup Lala.

Daripada makin penasaran, langsung aja dengarkan lagu ‘Overthinking’ karya Marion Jola ini di semua platform layanan music digital. Jadikan playlist, dijamin hari-hari kalian akan penuh ceria dan senyuman. Selamat menikmati!

Spotify


Lirik Lagu Overthinking Marion Jola 
 
Kerlap malam kini jenuh
Tanpa dirimu
Kasihku ku jatuh, berulang-ulang lagi karnamu

Oo, setiap waktu
Oo, ingat kamu
Cintaku oooh 

Tak bisa jauh darimu
Ingin tau apa kegiatanmu
Overthinking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu

Maunya s’lalu bertemu
Gelisah terus takut kehilanganmu
Overthinking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu

Ooo

Terasa sepi, cemasku
Aku menunggu kapankah kita kembali bercinta
Yang kubutuhkan hanya dirimu

Mm setiap waktu
Oo ingat kamu
Cintaku uoooh

Tak bisa jauh darimu
Ingin tau apa kegiatanmu
Overthinking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu

Maunya s’lalu bertemu
Gelisah terus takut kehilanganmu
Overthingking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu

Aku, ingin bertemu
Ingat kamu setiap waktu
Aku, ingin bertemu
Ingat kamu setiap waktu

Tak bisa jauh darimu
Ingin tau apa kegiatanmu
Overthinking karna mikirin kamu
Kangen terus
Ya Cuma kamu

Tak bisa jauh darimu
Ingin tau apa kegiatanmu
Overthinking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu


Maunya s’lalu bertemu
Gelisah terus takut kehilanganmu
Overthingking karna mikirin kamu
Kangen terus sama kamu

Comika

Politika

Usaha